NovelToon NovelToon
Ketika BERONDONG Jatuh Cinta

Ketika BERONDONG Jatuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Duda / Cinta Terlarang / Nikahmuda / CEO / Tamat
Popularitas:143.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Natalie Ernison

"Aku tidak peduli! Apakah salah jika aku menyukaimu?" tegas Edrick dengan tatapan yang begitu lekat.

"Edrick, aku telah bersuami. Kau jangan berpikir gila!"

"Yah, aku memang sudah gila. Aku gila dengan perasaanku yang sudah jatuh cinta padamu, sejak saat kau marah padaku."

Ead baru saja mengertahui, wanita yang ia kagumi sejak pandangan pertama telah memiliki suami. Sungguh hal yang tidak mungkin bagi Eadrick , untuk dapat memiliki wanita tersebut.

Mungkinkah,perasaan itu hanyalah sebatas rasa kagum sesaat, ataukah benar-benar cinta sebenarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Natalie Ernison, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengharapkan ketulusanmu

“Ketika BERONDONG Jatuh Cinta”

Author by Natalie Ernison

Eadrick tidak mengakui kehamilan Qiana adalah anak kandungnya. Eadrick justru menyalahkan Qiana dan beranggapan bahwa, Qiana hanya mengada-ngada. Karenanya, Eadrick memaksa Qiana untuk melakukan aborsi, sekedar gertakan. Siapa sangka, jika Raven pun datang bertepatan dengan waktu pertengkaran antara Qiana dan Eadrick.

~ ~ ~

“Aku tidak akan membiarkanmu menderita lagi, Qiana..” ucap Raven, dengan tangan gemetar, ia mencoba untuk menelepon Nenek Ze, nenek dari Edrick.

Ahkk! Raven meninju dinding kamar miliknya, di kediaman keluarga Rawley. Raven ragu untuk memberitahukan kepada nenek Ze. Karena ia sangat tahu, bagaimana kondisi kesehatan dari nenek Ze.

“Apa yang aku harus lakukan, Tuhan!” Pekiknya, dan menjambak rambutnya sendiri. Rasa hampir tak sanggup untuk melakukannya, namun Raven pun tak ingin Edrick terus menjadi seperti dirinya yang kacau saat ini.

Kembali meraih ponsel miliknya, dan mencoba untuk melakukan panggilan pada Nenek Ze.

Panggilan pun tersambung, dan Raven pun dapat mendengar jelas suara Nenek Ze.

“Selama malam nenek Ze,” ucap Raven lirih.

Nenek Ze: “Yah, Raven. Nenek sangat rindu padamu..” balas nenek Ze dengan suara tawa bahagianya malam itu.

Mendengar suara tawa dari nenek Ze, Raven semakin tidak sanggup untuk mengatakan yang sebenarnya.

“Nenek, bisakah besok kita bertemu? Tolong jangan katakana pada Edrick..—“ pinta Raven.

Setelah mengatakannya, Raven pun hendak menelepon keluarga Qiana. Namun, ia merasa ini terlalu cepat, dan alangkah baiknya jika, Nenek Qiana yang terlebih dahulu mengetahuinya.

Raven tak ingin permasalahan ini semakin berlanjut, dan akan segera mengatakan yang sebenarnya.

***

“Kediaman Eadrick Zearch”

Tibalah saat, dimana Raven akan mengatakan yang sebenarnya pada Nenek Ze. Langkahnya seakan terasa begitu berat, tak sanggup jika harus menyaksikan Nenek Ze bersedih.

“Raven, cucu nenek!” Seru Nenek Ze dari depan pintu, lalu meraih tubuh Raven, mendekap Raven erat.

“Aku juga sangat merindukan nenek,” ucap Raven sembari merangkul Nenek Ze menuju ruang keluarga.

“Lihatlah, nenek membuatkanmu sweater hangat!” Nenek Ze memberikan sebuah sweater pada Raven.

“Nenek yang membuatkannya?”

Nenek Ze mengangguk dan mengecup lembut pipi Raven. Raven memeluk Nenek Ze, dan hatinya samkin hancur kali ini. Raven sungguh tak sanggup mengatakan kebenaran itu.

“Nenek, terima kasih..” ucap Raven sendu.

“Usiamu sudah cukup matang, dan sudah saatnya kau mencari pasangan.”

“Yah, nek. Mungkin masih membutuhkan waktu lama lagi.” Ucap Raven tersipu.

“Kau anak baik, nenek berharap kedua cucu nenek mendapatkan wanita yang tepat.”

“Nenek!” Seru seseorang dari balik pintu, lalu membuka pintu sembari tersenyum lepas.

“Edrick, kemarilah!” Balas nenek Ze.

Senyuman Edrick seketika berubah datar, saat dilihatnya Raven sudah berada di sana bersama sang nenek.

“Selama sore Raven,” sapa Edrick canggung.

Raven hanya membalas dengan senyuman, Edrick pun duduk di samping mereka.

“Lihatlah kedua cucu nenek yang hebat ini.” Puji nenek Ze, sembari merangkul Raven dan Edrick.

Sejak siang menjelang malam, Raven masih berada di kediaman Edrick. Mereka bersikap seolah tak ada masalah apapun, meski canggung pun sangat terlihat jelas.

Saat menjelang malam, usai makan malam bersama. Tibalah saat bagi Edrick untuk mengatakan yang sebenarnya pada nenek Ze. Sebelumnya, Edrick pun sudah berjanji untuk mengatakan yang sebenarnya.

“Aku akan mengatakannya pada nenek.” Ucap Edrick pada Raven.

“Pastikan, kau menepati janjimu.” Balas raven tanpa menatap ke arah Edrick.

“Raven!” Edrick menahan langkahnya.

“Bisakah kita masih tetap berteman baik?”

Mendengar ucapan Edrick, Raven begitu sedih. Semua bukan keinginannya untuk membangun permusuhan. Namun, segala yang telah mereka lewati cukup membuat goresan luka di hati raven.

“Fokuslah dengan penyelesaian masalahmu, jadilan pria sejati penuh tanggung jawab.”

Raven melangkah pergi dari kediaman Edrick.

Kini, hanya ada Edrick bersama Nenek Ze.

Duduk di samping sang nenek yang sedang merajut.

“Nenek aku akan menikahi Qiana.”

“Edrick, maksudmu Qiana Smitte!” Balas sang nenek sedikit terkejut.

Edrick mengangguk mantap. “Yah, aku akan menikahi dan menjadi ayah bagi bayi yang berada di dalam kandungannya.”

“Ayah, bayi?” Nenek Ze melepaskan rajutannya.

Edrick pun berlutut di hadapan nenek Ze, dan menangis di kaki sang nenek. “Ampuni aku nek, aku hanyalah pria bajingan.. ampun nek..” ucap Edrick penuh pilu.

Nenek Ze meraih wajah sembab Edrick, mengusap air mata Edrick.

“Apapun yang telah kau lakukan, kau harus berani mempertanggung jawabkannya. Nikahi Qiana secara benar. Karena nenek, tidak pernah mengajarimu menjadi pria yang kurang ajar dan tidak bertanggung jawab.”

Semakin pilulah suasana malam itu, nenek Ze pun tak mampu menahan kesedihannya, namun juga ia bahagia saat Edrick berani mengatakan yang sebenarnya. Sekalipun nenek Ze tidak pernah tahu tentang kebenaran yang sesungguhnya.

“Aku akan menemui keluarga Qiana, dan akan menikahinya.”

“Baiklah sayang, jadilah pria bertanggung jawab.”

Setelah mengatakan tentang kehamilan Qiana, dan menerima respon terbaik dari nenek Ze. Edrick pun harus segera menemi keluarga besar Qiana.

Tak ingin terus menunda, Edrick pun secepatnya mengunjungi keluarga Qiana.

Beberapa hari kemudian…

***

“Kediaman keluarga Smitte”

“Permisi, tuan, Nyonya, ada tamu yang ingin menemui.” Ucap salah seorang asisten rumah tangga.

“Nona Qiana, nak Edrick ingin menemui Nona juga.” Qiana hampir tak percaya atas apa yang baru saja ia dengar.

“Edrick..” ucap Qiana heran, dan ingin segera memastikan kebenarannya.

Setibanya bersama ayah dan ibunya, Mr. Smitte Mrs. Smitte. Ternyata benar, Edrick sudah duduk di sofa yang berada di ruang tamu.

Mereka pun duduk saling bertatapan satu sama lain. Qiana begitu gugup tak karuan, ia bahkan tidak tahu apa tujuan dari kedatangan Edrick.

“Maaf jika kedatanganku mengganggu. Namun, aku ingin membicarakan hal penting ini.”

Kedua orang tua Qiana saling tatap penuh makna. “Yah, katakanlah!” Balas Mr. Smitte dengan nada bicara sedikit arogan.

“Aku ingin menikahi Qiana.” Ucap Edrick penuh keyakinan, hal itu membuat dada Qiana berdebar kencang.

Menghela napas sejenak dan menaikan sebelah alisnya. “Apa yang kau miliki, dan bagaimana caramu untuk membuat anakku bahagia?”

“Aku masih meniti karir paman.” Balas Edrick mantap.

“Kau pikir aku tidak tahu mengenai dirimu! Kau hanya anak yatim piatu, bukan? Apakah kau mampu memenuhi kebutuhan anakku?”

“Kau pikir, hanya dengan modal cinta, anakku akan hidup bahagia?” Timpal ibu Qiana, Mrs. Smitte.

“Mom, Dad..” ucapan Qiana ditahan oleh ayahnya.

“Qiana sedang mengandung buah hati kami. Kami telah melakukan suatu kesalahan yang besar. Maka itu, ijinkan kami..—“ belum selesai Edrick berucap.

Sebuah pukulan tangan mengenai kepalanya, pukulan dari Mrs. Smitte.

“Kau hanya anak yatim piatu! Apa yang bisa kau beri! Kurang ajar, berani-beraninya kau merusak masa depan anakku!” Pekik Ibu Qiana yang sudah mulai mengamuk.

“Kau!”

Bugh!

Sebuah tinjuan mengenai meja kaca Kristal yang berada di tengah mereka. Qiana menjerit ketakutan.

“Kau tahu, seberapa besar usaha kami untuk mendidik Qiana! Lalu kau datang untuk merusaknya, hah!” Bentak Mr. Smitte, meraih kerah leher baju milik Edrick.

Edrick hanya diam seperti ia biasanya, dan pasrah atas apa yang keluarga Smitte perbuat padanya kini.

“Daddy, kumohon jangan.. semua salahku Daddy.. akulah yang menyebabkan segalanya..” isak Qiana memohon pada kedua orang tuanya.

“Diam, kau anak tidak tahu diuntung!” Mr. Smitte mendorong Qiana hingga terjatuh, Edrick meraih tubuh Qiana.

“Paman, Qiana sedang hamil, jika paman ingin memukul Qiana, pukul saja aku!” Tegas Edrick.

Seberapa benci hatinya pada Qiana, Edrick tidak akan pernah tega melihat seorang wanita disakiti di hadapannya.

“Kalian! Benar-benar bajingan!” Mr. Smitte mengamuk.

*****

1
Windy Artika
udah lama g baca karyamu kak natalie ,akhirnya ada yg up 😁
Natalie Ernison: hehe ia kak, semoga terhibur y🤗
total 1 replies
Lovely
Awal yg menarik 😍👍👍
Fida Bunda Nino
visualnya ead menggetar kan
Mahrita Sartika
mampir lgi
Trimakasih Handayani
tumben kak ceritamu yg ini kurang greeget kaya crita2 yg sblumnya....😆 smngat lagi kak...
Trimakasih Handayani
padahal di bab sblumnya diceritakan rav udah cinta m seseorg bukan qiana..tapi kok disini mlah sama qiana..🤔🤔🤔
Trimakasih Handayani
ada slah ketik itu thor sharusnya yg datamg kan rev...bukan edrick...😆
Trimakasih Handayani
waah gagal paham ini...
Trimakasih Handayani
mengikutimu.....
Trimakasih Handayani
slalu baca critamu...
Sri Ariyanti
akyu terharu Thor😢😢😢😢😢
Sri Ariyanti
ketangkep basah...😎😎😎😎😎
Sri Ariyanti
hahahhaha... nasib ngenes si Junior Ead😅😅😅
Anindira Hafidza
Oww, trnyta jdulnya udh bkn pesona mrs. daisy lgi y
Anindira Hafidza
Thor, gk ada bonchap y, kan jdi gak relate ama jdulnya dunk, daisynya gmn gk disatuin sma ead
👑~𝙉𝙖𝙣𝙖𝗭𝖊𝖊~💣
semangat,... happy new year🙂
Bunda Linda
😥😥😥😥😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭

otor.. love love...to u... 😥😥😭😭😭😭
Happy Narulita
knpa ni critanya sedih lagi ya😭😭😭.. sungguh terlalu dikau... 😫😫
Hesti Heryanti
iih kok, seudah lama kangen dikasih kejutan yg bkn aku sakit sih sist..
sakit tau.. knp harus secepat ini, aku kira di taman kediaman Qiana akan ada anak" kecil lucu buah cinta Ead dan Qiaa..
aaahhh perih mata aku sist.

tanggungjawab 😭😭
Dea Semilikiti Dea Semilikiti
apkh sdh tamat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!