NovelToon NovelToon
My Fierce Sugar Baby

My Fierce Sugar Baby

Status: tamat
Genre:CEO / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:249.1k
Nilai: 5
Nama Author: Maciba

Memiliki kecantikan sempurna dan putri dari pengusaha ternama tidak membuat hidup Stephanie berjalan mulus.

Dia dijebak oleh seseorang, dituntut melunasi semua hutang dalam waktu singkat dan jumlahnya sangat besar.

Tanpa sengaja Stephanie mencuri dengar seorang pria membutuhkan teman bicara dan menawarkan bayaran fantastis. Tidak berpikir panjang, menawarkan diri sebagai sugar baby.

Tidak diduga, hal ini membawanya pada seorang pria yang telah lama mencari keberadaannya. Dylan Manassero jatuh hati pada Stephanie sejak pandangan pertama.
Sekarang keduanya dipertemukan dalam hubungan rumit.

Bagaimana tidak rumit?
Bagi Stephanie hubungan bersama Dylan atas dasar manfaat.
Sementara Dylan, telah bertunangan dengan perempuan pilihan keluarga, tapi hatinya terpaut pada Stephanie.

Mampukah Dylan sang mantan casanova menaklukan hati Stephanie?
Atau Dylan tetap menjalani hubungan dengan tunangannya?

Simak kisahnya di
My Fierce Sugar Baby

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maciba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 - Perasaan Dylan

BAB 14

Stephanie dan Dylan sama-sama diam selama perjalanan, keduanya melakukan kegiatan berbeda dan duduk saling berjauhan. Stephanie mengeluarkan kertas dan pena, menggambar beberapa desain baju, sedangkan Dylan sibuk dengan MacBook.

Pria itu merasa kecewa, ungkapan isi hatinya tidak didengar oleh Stephanie, tanpa rasa bersalah gadisnya tidak bertanya apapun. Pertama kali mendapat sikap acuh seorang wanita dan rasanya menyakitkan.

Sesekali sudut ekor matanya melirik pada Stephanie, memastikan kegiatan gadisnya. Dalam hati Dylan berdecak sebal, dimana membayangkan akan menikmati perjalanan hangat dan romantis, tetapi lihat gadisnya kembali menggunakan earphone, asyik seorang diri.

Dylan semakin kesal menutup keras MacBook, menyingkirkan benda kotak itu secara kasar. Menyambar wine di sisi meja, menuang dan menikmati sendirian.

“Baby, kamu tidak bisa bersikap manja?” tanya Dylan, ia menyukai wanita yang gemar bergelayut di lengannya, kurang lebih seperti Chloe. Namun tunangannya itu tidak pernah membuat hati Dylan berdebar satu kali pun.

“Waw, keren.” Stephanie melihat pemandangan alam membentang indah di bawah sana.

Pesawat mulai memasuki wilayah California, dan tujuan keduanya pertama kali adalah San Francisco. Bahkan Dylan mempersiapkan kapal untuk tempat mereka bermalam beberapa hari.

Dylan berdiri dan duduk tepat di sisi sugar baby-nya.

“Kamu senang Baby? Apa bisa aku minta imbalan?” Dylan mengulurkan tangan hendak merangkul Stephanie, namun gadis itu malah menunduk, merapikan kertas dan peralatan menggambarnya. Lagi-lagi Dylan harus mempersiapkan kesabaran seluas samudra.

“Imbalan apa? Aku kan sudah bilang tidak punya uang. Sugar daddy macam apa selalu minta imbalan setiap melakukan kebaikan? Jangan-jangan ini semua belum di bayar lunas dan Daddy menjaminkan diriku pada seseorang yang kaya raya, begitu kah?” Stephanie mendelik, membayangkan dijual kepada pria asing.

“APA?” Dylan tersentak, bisa-bisanya dia mendapat kecurigaan seperti itu, lantas menyentil keras kening gadisnya hingga merah.

“Daddy sakit, apa yang kamu lakukan? Bagaimana kalau aku mengalami amnesia?” gerutu Stephanie.

“Oh ya ampun Baby, kamu tidak akan lupa ingatan hanya karena disentil. Jangan  berpikiran buruk! Aku tidak suka.” Pungkas Dylan.

Sebal gadisnya tidak pernah peka sedikitpun, Dylan meraih tangan Stephanie dan menggenggamnya sangat erat.

“Lakukan tugasmu dengan baik, sebagai sugar baby yang manja dan manis, bisa? Ah ini bukan pilihan tetapi perintah.” Tidak hanya itu, Dylan meraih sisi kepala gadisnya dan menyandarkan pada bahu, seakan mereka berdua pasangan yang tengah dimabuk cinta.

Stephanie diam menurut, lagipula hanya seperti ini tugasnya mudah. Selama tidak melakukan hal lebih, apalagi sampai melayani di atas ranjang, lebih baik ia menceburkan diri ke dalam laut.

“Good girl.” Bangga Dylan.

Merasa tidak ada perlawanan, cukup tenang dan nyaman Dylan menoleh ternyata gadisnya terlelap tidur. Hembusan napas ditambah harum aroma sampo, menggoda sisi pria seorang mantan casanova.

“Tidak, jangan Dylan. Dia berbeda, tidak seperti mereka. Jangan membuatnya marah dan membencimu.” Batin Dylan bergejolak, di satu sisi ia ingin berubah, lalu benar-benar mendapatkan hati gadisnya. Tetapi di sisi lain begitu berharap bisa menyentuh bahkan lebih Bayangkan selama tiga tahun setelah berhenti menjadi petualang cinta, Dylan tak pernah menyentuh wanita manapun.

Dylan tertawa miris pada kisah cintanya, dahulu ia sangat iri pada milik orang lain sampai ingin merebut segala sesuatu yang dimiliki pria itu. Tapi berujung pada kegagalan, sampai akhirnya bertemu Chloe, wanita yang diharapkan bisa mengobati luka hati dan membawanya pada kebahagiaan.

Setelah dijalani hanya melukai masing-masing, Chloe tidak pernah berubah, sedangkan Dylan tidak lagi bisa menahan diri untuk tetap sabar.

“Stephanie, kamu tahu? Mungkin kedekatan kita hanya berjalan selama satu bulan, tapi ku harap setelah ini jangan pernah melupakan kenangan diantara kita. Aku akan kembali untukmu, menjemput dan membawamu pulang ke mansion, jadilah wanitaku seutuhnya.” Tulus Dylan dari dalam hati.

.

.

Tiba di bandara, Dylan tidak membangunkan gadisnya melainkan menggendong masuk ke dalam mobil. Semula ia akan langsung ke kepal, tapi mengundurkan niat. Khawatir Stephanie terlalu lelah, Dylan tidak mau kondisinya menurun saat mereka liburan.

Akhirnya memilih menginap satu malam di hotel dekat pantai.

Dylan membaringkan tubuh mungil itu ke atas kasur empuk, menyelimuti sebatas pinggang, membelai rambut coklat gadisnya. Ia sendiri memilih mandi, melepas kepenatan dan mengendurkan saraf akibat perjalanan dari Madrid ke New York lalu San Francisco.

Berendam dalam jacuzzi adalah pilihan tepat, bersandar menikmati pemandangan indah dari yang langit mulai gelap.

Pikiran Dylan melayang ke segala arah, beberapa hari pulang ke Madrid hanya menghabiskan waktu bersama Chloe, keluar masuk ruang terapi.

Semua orang hanya terpusat pada wanita itu tanpa memperhatikan dan bertanya bagaimana keinginan Dylan, termasuk Tuan Besar Manassero. Mungkin ayahnya lebih menyayangi Chloe dibanding putranya sendiri, menyebalkan memang hidup dalam bayang-bayang balas budi.

Klek

Dylan mendengar suara pintu bergeser dan terbuka lebar, gadisnya telah bangun dan menghampiri masuk ke dalam kamar mandi tanpa canggung.

“Hi, Baby. Kamu mau mandi? Silahkan. Aku tidak mengintip, janji.” Bohong Dylan. Dadanya berdegup kencang seperti sedang lomba lari dan harus memenangkan pertandingan.

Pria dengan five o’clok shadow beard ini tersentak, melihat Stephanie melepas satu per satu helaian benang di tubuhnya, hingga polos dan tersisa apapun. Kemudian masuk ke jacuzzi, duduk bersebrangan dengan Dylan.

“Baby, apa yang kamu lakukan?” Dylan menggenggam erat pada bagian sisi, berusaha berdiri untuk menghindari sesuatu yang diinginkan.

Belum sempat ia keluar, Stephanie menahannya, menekan otot bahu Dylan. Menyambar bibir itu dengan gerakan kasar, tangannya berada di tengkuk Dylan agar tidak melepaskan pagutan.

Semula Dylan terkejut tapi semakin lama, menikmati permainan gadisnya. Ia kebingungan, bukankan ini pertama kali bagi Stephanie tetapi menurutnya, ini dilakukan oleh seorang ahli yang berpengalaman.

Bahkan ketika duduk di atas pangkuannya, darah seakan mendidih. Dylan mendekap erat punggung Stephanie, dan membelainya penuh sayang.

“Baby, kau yakin ingin melakukannya?” tanya Dylan suaranya bahkan serak akibat dikuasai oleh sesuatu.

Tidak ada suarayang keluar dari bibir gadisnya, hanya mengangguk cepat sebagai jawaban.

“Ok Baby lakukan apapun yang kamu mau, aku akan bertanggung jawab. Mungkin kita harus seperti ini. Jangan takut baby, aku tidak akan meninggalkanmu.” Dylan merayu gadisnya agar berani menyerahkan diri sepenuhnya.

“Baby , keluarkan. Jangan menahan apapun.” Pria penjelajah cinta ini sangat tahu jika gadisnya tengah menahan suara merdu.

Sedari ikut berendam tidak mengeluarkan satu patah katapun, padahal ia perempuan yang sangat berisik dan bawel.

Dalam kamar mandi hanya suara Dylan mendominasi disertai percikan air, jatuh ke lantai dan mengenai dinding.

Dylan begitu bahagia bisa menjadi yang pertama, sekaligus merasa aneh kenapa tiba-tiba Stephanie menyerahkan diri.

Sampai dering ponsel mengacaukan semuanya, Dylan kesal melirik benda pipih yang tergelak di sisi jacuzzi.

Chloe menghubungi terus menerus. Tidak mau diganggu, Dylan menonaktifkan ponselnya.

Lalu ia menyadari sesuatu dan langsung mengumpat dalam hati, memukul keras pada genangan air.

“Sh**”

TBC

1
Berlin Pasalli
🤣🤣🤣 kirain nyata !
Ririn Nursisminingsih
ini juga bapaknya stevi kmna anakya lagi kena masakah dibiarin aja...klau terjadi sama stevi baru mnyasal kok gedek a
Ririn Nursisminingsih
ini stevi kok boding banget seh saharusnya dia waspada dong...
Ririn Nursisminingsih
cocok visualnya kereennn
Kartika Tika
kenapa ada orang tua yg kaya raya, membiarkan anak gadisnya seperti itu, menghukumpun harusnya di awasi,... jd gemes
Kikan dwi
kaylin itu hidung nya patah 😂
coba aja papa nya Dylan tau Stevi anak nya tuan Adam 🤨
Kikan dwi
Leon anaknya brp kak ? BKN nya 4, El, Ed dan yg kembar ? ada lanjutannya kah cerita Leon kak ?
Kikan dwi
cocok 😝
Kikan dwi
Dylan sekarang sabar bgt ya , insyaf beneran kaya nya
Kikan dwi
ngehalu ternyata 😂🤣😂 ,
Kikan dwi
udah susah payah ngomong ngorbanin gengsi , taunya pake earphone hahhaa🤣🤪😂
Kikan dwi
jeng jeng jeng tunangan nya 🤣
Kikan dwi
Dylan seolah dunia mendukung mu utk bersama Stephani
Kikan dwi
takdir yg menyenangkan utk Dylan 😂
Kikan dwi: enak bgt si Dylan kak dapat perawan
total 2 replies
Kikan dwi
ini cerita kedua mu yg aku baca kak , jatuh cinta bgt sama ceritanya Leon Pamela Dann berlanjut ke Dylan...
nacl di Goodnovel: makasih kaka 🥰🙏🙏
total 1 replies
Lailly Muzdalifah
ceritanya bagus....tdk bertele tele
Defi
🌹
Defi
benar2 casanova Dylan
Defi
Stephani, udah mengaku aja cemburu 😄
Defi
Dylan kenapa kamu jadi lemah, dulu kamu begitu gencar berusaha mendapatkan Pamela
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!