NovelToon NovelToon
Terjebak Status Palsu

Terjebak Status Palsu

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Pengganti / Nikah Kontrak / Romansa / Menikah Karena Anak
Popularitas:66.2k
Nilai: 5
Nama Author: ninaammar

Menikah hanya dijadikan sebuah alat untuk mengadopsi seorang bayi. Hanum terpaksa menerima tawaran Sultan yang menurutnya jauh lebih baik daripada harus dijual pada pria tua berduit oleh tantenya.

Bagaimana nasib Hanum yang sudah terlanjur menyayangi bayi yang sudah dirawatnya sejak baru lahir?

Dalam surat perjanjian nikah kontrak Hanum bersedia diceraikan saat bayi tampan yang dia rawat sudah menginjak usia 3 tahun.

Akankah takdir Hanum akan kembali pada Sultan dan Kendra? Sultan sendiri terjebak dalam setatus palsu yang dibuatnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ninaammar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kemarahan Sultan

“Mirna tolong belikan mba obat! Dadaku sesak sekali dan aku sulit bernafas,“ pinta Farida pada adiknya Mirna.

“Uang dari Bia sudah habis mba, buat makan setiap hari. Belum lagi bayar kontrakan yang nunggak. Mikir dong mba, uang darimana kita bertahan hidup.“ sarkasnya dengan nada yang kasar. Dengan teganya Mirna meninggalkan kakaknya Farida dalam keadaan tidak berdaya menekan dadanya yang sesak karena kesulitan bernafas.

Farida terbatuk-batuk mengejar Mirna memutar kursi rodanya hingga kehilangan keseimbangan. Karena mengikuti langkah Mirna berjalan menuju pintu depan.

“Mirna....! Tolong mba Mirna!“

“Aaaaaa....“

BRAKK

“BU FARIDA!“ teriak Bia terkejut melihat Farida jatuh pingsan dari kursi roda.

Mirna tersenyum licik, menutup pintu jendela mobil taxi yang ia tumpangi. Melihat langkah Hanum yang nampak terburu-buru masuk kedalam.

“Aku memang sengaja membuat ibumu masuk rumah sakit, Hanum.“ lirih Mirna. “Jalan pak!“ perintahnya pada supir taxi.

“Baik bu.“

*

*

“Ibu....! Maafkan Hanum bu.“ tangis Hanum memeluk tubuh lemah Farida yang terpasang alat medis di hidung serta lengannya.

Pintu dibuka dari luar, nampak tubuh gagah pria dari balik pintu yang membawa Farida ke rumah sakit.

“Hanum!“ panggil Bia meremas lembut bahu wanita yang menjadi tambatan hatinya sejak lama.

“Apa yang terjadi pada ibuku, Bia? Kenapa ini bisa terjadi?“ tanya Hanum disela tangisnya.

“Aku datang untuk memastikan keadaan bu Farida dan akan memberitahukan padamu, Hanum. Tapi bu Farida sudah jatuh pingsan dari kursi roda.“ jelas Bia menuturkan.

“Terima kasih sudah membawa ibuku ke rumah sakit.“ ucap Hanum mengusap kedua pipinya. Bia tersenyum mengangguk mendekati Hanum dengan jarak yang begitu dekat.

“Kau jangan khawatir. Aku akan menjaga ibumu, Hanum.“ ucap Bia tersenyum mengusap jejak basah di sudut mata wanita cantik di hadapannya.

Hampir satu jam Hanum di ruang perawatan menunggu ibunya siuman. Tapi Farida belum juga sadar dari pingsan hingga waktu makan siang pun tiba.

Bia melirik Rolex di pergelangan tangan kanan. “Hanum sudah waktunya makan di siang. Sebaiknya kamu makan, nanti kamu bisa sakit dan tidak bisa menjaga ibumu.“ ucap Bia mengingatkan.

Benar, Aku harus makan dan aku harus sehat. Agar bisa menjenguk dan menunggu ibu aku juga tidak ingin Kendra sedih dan tidak bisa mendapatkan gizi karena aku sakit.

ucap Hanum dalam hatinya memikirkan banyak hal. Ia sangat menyayangi ibunya, juga tidak ingin melihat Kendra menangis karena tidak mendapatkan asupan gizinya yang bersumber dari dirinya.

“Iya. Aku akan makan demi ibu.“ ucap Hanum melirik ibunya sekilas.

“Oh, ya Hanum. Aku dengar di dekat rumah sakit ini ada restoran yang sedang viral, selain harganya ramah di kantong. Rasanya juga enak dan tempatnya menjadi incaran para mahasiswa dan karyawan kantor dengan kualitas highclass.“ papar Bia mengajak Hanum makan siang.

“Benarkah? Aku bahkan baru mendengarnya.“ balas Hanum.

“Kau ini payah sekali, Hanum. Memangnya di rumah majikanmu tidak ada tivi, sampai tidak tahu acara viral.“ ejek Bia meraih tangan Hanum mengajaknya keluar.

“Tunggu, Bia! Aku belum ijin dengan ibu.“ ujar Hanum menginterupsi langkah Bia. Ia mendekati brankar dimana ibunya terbaring dan ijin keluar untuk makan serta meraih punggung tangan ibunya lalu menciumnya penuh sayang.

Hanum dan Bia berada di parkiran menuju mobil, dan masuk setelah Bia membukakan pintu untuk wanita yang paling cantik di matanya.

“Hanum, hari ini kau ingin makan apa? Aku yang akan mentraktir mu kau tenang saja!“ seru Bia senang.

“Aku akan makan apa yang kau pesan, Bia. Aku tidak banyak tahu soal menu makanan di restoran aku biasa makan makanan rumahan.“ jawab Hanum jujur apa adanya.

“Makanan rumah ataupun restoran itu sama saja, Hanum. Hanya cara pengolahan dan penyajiannya saja yang membedakan.“ kata Bia.

“Harga dan tempanya juga!“ balas Hanum cepat.

Bia tertawa renyah melirik kearah Hanum, lalu kembali fokus pada jalanan di depannya.

“Kau memang gadis pintar, Hanum! Itulah yang membuatku suka padamu, Hanum.“ ceplos Bia tanpa sadar.

“Maksudmu?“ tanya Hanum merasa tidak mengerti.

“Mm__Maksudku ya aku suka berteman dengan sejak dulu, Hanum.“ jawab Bia terbata. Menutupi perasaan dirinya yang sebenarnya terhadap Hanum.

Hanum hanya ber oh ria mendengar jawaban Bia yang menurutnya terdengar ambigu.

Hanum dan Bia berada di dalam restoran duduk meja nomor 19. Dan memesan beberapa makan dan minuman untuk mereka makan siang bersama.

Tidak lama pelayan wanita berseragam kaos berkerah hitam dan kombinasi merah datang membawa nampan berisi makanan seperti dua porsi nasi putih, sup iga sapi dengan kentang rebus dan jagung manis rebus yang sudah dipipil. Hanum dan Bia mengucapkan terima kasih setelah pelayanan meletakkan dua gelas lemon tea di depan mereka masing-masing.

Mereka makan dengan lahap kerena perutnya sudah kelaparan sejak satu jam yang lalu. Hanum menusuk irisan kentang untuk dimasukkan kedalam mangkok sup iganya tapi kentang itu jatuh ke mangkok sebelum Hanum memasukkannya. Alhasil kuah sup terciprat dan mengenai mata Hanum dan membuat matanya pedih.

“Aww....!“

“Hanum! Kau tidak apa-apa?“ tanya Bia khawatir.

“Mataku pedih, Bia terkena kuah sup.“ jawab Hanum menutup matanya dengan punggung tangannya.

“Biarku lihat, Hanum. Jangan menguceknya nanti iritasi!“ cegahnya meraih wajah Hanum dan meniup-niup pelan mata Hanum yang terkena cipratan kuah sup tadi.

Disebrang sana pria tampan berwajah tegas indo-timur tengah. Mengepalkan tangannya keras dengan mimik wajah marah melihat pemandangan yang tidak menyenangkan ada di depan matanya. Sultan merogoh ponselnya dari dalam saku jasnya dan segera menggeser layar unlock nya mencari kontak whatsapp nama istrinya.

“Sudah-sudah Bia, terima kasih mataku sudah tidak pedih.“ ujar Hanum canggung melihat tatapan Bia terhadapnya dengan tatapan yang berbeda.

“sama-sama, Hanum!“ ucapnya tersenyum kaku..

Drttt.... Drttt....

ponsel Hanum berdering dengan nama Sultan di layar ponselnya. Hanum begitu gugup meraih ponselnya dan beranjak dari kursinya.

“Maaf Bia, aku harus angkat telepon.“ Hanum berjalan sedikit menjauh dari Bia.

~ Ha__Halo!

~ Apa kau sudah menyusui Kendra, Hanum!

~ I__Iya aku sudah memberikan Kendra susu.

~ Kau dimana? Kenapa berisik sekali?

~ Ehh... I__Iya. Aku dikamar bersama Kendra menyalakan musik player.

~ Bagus! Pastikan putraku tidak menangis karena haus dan kelaparan.

~ I_Itu tidak akan terjadi.

Sultan memutus panggilan telepon nya, dan segera bangkit dari duduknya menuju lobi. Hanum terkejut melihat ponselnya ada 17 kali panggilan tidak terjawab dari Pak Amir.

“Ya Tuhan ada banyak panggilan tak terjawab dari Pak Amir. Aku harus kembali.“ ucapnya pada dirinya.

“Hanum ada apa? Kenapa kau sangat terlihat khwatir?“ tanya Bia bingung.

“Maaf Bia aku harus segera kembali.“

“Jelaskan! ada apa sebenarnya, Hanum?“ tanya Bia lagi penasaran.

“Aku tidak bisa jelaskan sekarang, Bia. Aku harus segera kembali aku mohon tolong jaga ibuku hubungi aku jika ibu sudah sadar.“ pinta Hanum penuh permohonan.

“Iya aku pasti menjaga ibu, Hanum. Tapi kau baru makan sedikit tadi. Kau lanjutkan dulu makan mu, Hanum!“ perintahnya sedikit memaksa.

“Tidak bisa Bia. Aku harus kembali sekarang aku takut Su___“ Hanum segera menjeda ucapannya. Dan hampir saja dia keceplosan menyebut kata suamiku di depan Bia.

“Su? Maksudmu?“

“Su__Sultan. Maksudku pak Sultan.“ jawab Hanum gugup.

“Jadi majikan mu bernama Sultan?“

“Iya!“ Hanum segera meraih tasnya meninggalkan Bia sendiri di dalam restoran menuju lobi dan segera masuk kedalam taxi.

Setibanya dipintu gerbang Hanum terkejut bukan kepalang melihat mobil suaminya sudah terparkir di halaman rumahnya.

“Nak, Hanum tadi__“ pak Amir tidak jadi melanjutkan ucapnya melihat Hanum berjalan tergesa-gesa.

“HANUM!“ panggil Sultan marah dengan nadanya yang cukup tinggi.

1
Lisa
Akhirnya mereka bertemu juga..
Lisa
Akhirnya Sultan menemukan Hanum..moga mereka segera berbaikan.
Lisa: Sama² Kak..semangat terus y Kak
total 2 replies
Rosmeini Yazid
lanjutkan Thor ceritanya, lg seru2 nya.
NNM: mksh diusahakan up walau capek pulang kerja
total 2 replies
Lisa
Cpt Bia tolong Hanum spy lepas dr juragan Hartoyo
Lisa
Ternyt Mirna yg merencanakan semua ini..
Lisa
Ada ancaman lg nih
Lisa
Ayo Pak Amir segera laporkan Aliya yg jahat itu pd Sultan spy segera dipecat
Lisa
Hanum pergi jg ga ijin sama suaminya jdi dia yg selalu disalahkan
Lisa: Sama² Kak
total 4 replies
Lisa
Tuh kan Aliya mulai beraksi..Sultan harus menyelidiki Aliya
Lisa
Luar biasa
Lisa
Aliya ini benar² baby sitter yg berbahaya..mau tahu aj urusan pribadinya majikan
Lisa
Wah bahaya nih si Aliya
Lisa
Aku mampir Kak
Diyah Nur Agung
suka.
NNM: Terima kasih yang sudah setia menunggu up date karya ku. Mksh jg untuk dukungan kalian semua untk like hadiah dan votenya smoga tergantikan dengan rizky yg tak terduga ❤❤❤❤ you semuanya
total 1 replies
Nur Nur
luar biasa
NNM: Terima kasih Nur nur maaf lama up date bg reader yg sudah mampir di karyaku. jam kerja sangat ketat di tambah lelah capek gk ada wktu buat nulis. mohon dukungannya agar tetep semangat terimakasih all love you❤❤❤❤
total 1 replies
Cleny Gilbert
lanjut
NNM: mksh untuk dukungan kalian yang tidk bs kusebut namanya satu persatu. maaf jika selalu telat up dateng karena jam kerja memang lg super ketat
total 1 replies
NNM
, mksh dek Nayra 🤗💗
nayra ayunda
selalu d tunggu up nya Thor🥰
NNM: Terima kasih selalu maaf gk bs on time up nya siang kerja nulis jika lusng. tgl 22 cuma libur satu hari 😭😭
total 1 replies
Dwi Tugas L N
lanjut kak
NNM: terimkasih sedang berusaha mencari waktu buat nulis.
total 2 replies
NNM
Maaf lama up date, sibuk di dunia nyata. minggu libur istiraht nulis jika sempat. Terimakasih masih setia di lapakku. Maklum author msh amatir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!