Sebelum membaca cerita ini di harapkan terlebih dahulu membaca cerita yang berjudul MENIKAHI CEO YANG KEJAM..
Kejadian satu malam membuat Emiliana kehilangan kehormatan nya..
"Aku akan bertanggung jawab"~
"Tidak perlu, aku tidak butuh pertanggung jawaban dari uncle "~
" Tapi bagaimana jika kau hamil?? "~
" Itu tidak akan terjadi dan tidak akan pernah terjadi. Karena aku tidak ingin mengandung darah daging dari pria seperti uncle"~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggi wisnita A W, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menjadi teman
Di hari hari berikut nya lili terus saja bertemu dengan ben.. Bahkan pria itu terus berusaha mendekati ya.. Seperti pada saat ini.. Ben mengikuti lili secara diam diam..
Ya sebenarnya naya tau kalau ben mengikuti nya.. Tapi Lili pura pura tidak tau.. Ia juga tidak peduli pada pria itu..
Seperti biasa Lili duduk di tangga tempat biasa ia membaca buku.. Kali ini Lili membawa beberapa buku yang ia pinjam dari perpustakaan.. "Hai lili ".. Sapa ben sambil duduk di samping lili..
"Kenapa kau selalu mengikuti ku??.. Kau tau, kau itu sangat menganggu..Aku risi melihat mu!! ".. Bentak Lili .. Sudah berapa kali lili ingatkan pada ben kalau ia tidak mau berteman dengan nya.. Tapi ben tetap saja tidak peduli.. " Kenapa kau julid sekali pada ku.. Padahal aku hanya ingin menjadi teman mu tidak lebih.. Aku suka pada gadis seperti mu.. Kau itu gadis simple, Rajin pless pintar.. Tidak seperti gadis lain nya".. Ben mengungkap kan semua nya pada Lili..
Apakah lili mendengarkan nya??.. Ya tentu tidak, karena lili memutuskan untuk pergi dari tempat itu.. "Lili!! ".. Panggil ben.. Ben menahan langkah lili.. " Lili pliss, Hanya teman tidak lebih ".. Ben menatap lili dengan tatapan memohon..
Lili yang hebat benar merasa risih, Dan pada akhirnya lili pun menerima ben menjadi teman.. Hanya teman tidak lebih..
" Setelah aku menerima mu menjadi teman ku, kau harus janji untuk tidak menganggu ku lagi ".. Ucap Lili sambil menatap tajam ke arah Ben..
" Ya aku janji ".. Jawab ben.. Mereka tidak tau banyak pasang mata yang menatap mereka berdua dengan pemikiran masing masing.. Terutama para gadis yang mengagumi ben.. Mereka menatap tidak suka pada lili.. Mereka menganggap kalau lili sekarang saingan mereka untuk mendapatkan ben..
" Tapi kau tidak boleh melarang ku untuk dekat dengan mu, karena sekarang kita sudah menjadi teman "...Ben menatap lili sambil tersenyum lebar.. Rasanya benar benar lega sekarang..Karena lili sudah menerima dirinya menjadi teman..Walupun butuh perjuangan yang bisa di katakan berat..
Hari ini lili memutuskan untuk pulang dengan berjalan kaki, karena Nisya ada kelas tambahan..Dan sebentar lagi lili harus bekerja..Lili terkejut saat sebuah motor berhenti mendadak tepat di samping nya..
Lili segera menatap sang pemilik motor CBR itu..
" Ayo naik, Biar aku antar ".. Ucap ben dari balik helm nya.. Lili tidak menggubris nya.. Lili kembali melanjutkan perjalanan nya..
" Mau naik sendiri atau aku yang mengangkat mu ".. Ucap ben sambil tersenyum.. Walaupun lili tidak bisa melihat senyum nya karena wajah nya tertutupi oleh helm..
" Aku tidak mau!!, Memang nya kau siapa berani memaksa ku!! ".. Lili berbicara dengan tegas sambil menatap tajam ke arah ben..
" Aku teman, teman baru mu ".. Jawab ben.. Ben segera turun dari motor nya..
Lili sedikit terkejut melihat ben berjalan di samping nya sambil menarik motor nya..
" Ngapain di tarik?? ".. Tanya lili..
" Kita jalan sama sama.. Ya karena kita teman".. Ucap ben.. "Menjengkelkan ".. Kesal Lili .. Dan mau tidak mau Lili pun naik ke atas motor ben karena orang orang di jalan menatap ke arah mereka..
Ben mengantar Lili ke cafe tempat nya bekerja.. " Makasih ".. Ucap Lili.. Setelah itu Lili pun masuk ke dalam cafe itu tanpa melihat ke arah ben.. Apakah ben menyerah??.. Tentu saja tidak.. Ben ikut masuk ke dalam cafe itu.. Ben duduk di meja bagian pojok..
Ben Memesan minum untuk menemani nya.. Sesekali ben melihat ke arah lili yang sedang mengantar pesanan.. Lili belum sadar dengan keberadaan ben di sana.. Lili mengira kalau ben sudah pulang.. "Ini pesanan nya".. Ucap naya sambil meletakkan satu cup kopi di atas meja tempat tempat ben duduk..
"Mbak cantik kalau boleh tau password wifi nya apa ya?? ". Tanya ben.. Lili segera menatap pada pemilik suara itu..
" Kau, kenapa belum pulang?? ".. Lili menatap tajam pada ben..
" Mau ngerjain tugas".. Ben membuka laptop di atas meja itu.. "Kau itu kaya masak beli kuota tidak bisa ".. Lili mendumel sambil memberi tahu password wifi nya..
" Bukan nggak mampu, tapi lagi malas aja.. Di sini lebih enak ngerjain tugas nya.. Bisa santai sambil liat bidadari cantik ".. Ucap ben sambil tersenyum menatap lili..
" Godaan mu tidak berlaku di sini .. Dan ingat kau tidak boleh lama lama di sini.. Masih banyak pelanggan lain yang mah duduk di tempat ini ".. Ucap Lili.. Setelah itu lili pun berlalu meninggalkan ben.
Lili merasa risih pada ben, sedari tadi ben terus menatap nya sambil tersenyum.. Bahkan beberapa teman Lili menanyakan perihal ben yang terus menatap nya..
*
*
Di sisi lain..
Orang suruhan Jeff memberi tahu semua nya pada Jeff..Ya setelah membaca surat dari lili.. Jeff pun mengurungkan niat nya untuk menikahi lili.. Namun Jeff tetap mengawasi lili dari jauh..
Jeff melihat beberapa rekaman vidio yang di berikan oleh orang suruhan nya..
" Bently Alvarez".. Ucap Jeff.. Saat pertama kali melihat pria itu.. Jeff langsung mengenalinya.. Siapa yang tidak kenal dengan Tuan Alvarez.. Pemilik perusahaan terbesar di Indonesia..
"Kenapa dia mengejar lili ".. Jeff memasang wajah datar nya saat melihat rekaman vidio di ponsel nya..
Bahkan Jeff sampai gagal fokus saat Kevin tiba tiba memanggil nya..
" Jeff!! "..
" Ya Tuan Muda".Jeff tersentak dari lamunan nya.. "Kau melamun lagi ".. Kevin menggelengkan kepala nya.. " Ada masalah apa??.. Sudah dua hari kamu seperti ini.. Atau kau butuh waktu istirahat ?? ".. Tanya kevin..
" Tidak Tuan Muda ".. Jawab Jeff..
" Jangan biasakan melamun saat jam kerja".. Kevin memperingati Jeff..
Setelan kevin pergi, Jeff kembali melihat ponsel nya.. Jujur Jeff sedikit tidak suka pada Ben.. Dan sikap ben pada lili yang cenderung memaksa..
Jeff ingin membawa lili kembali ke apartemen nya, Namun Jeff sadar kalau kesalahan nya fatal dan tidak mungkin lili mau ikut bersama nya.. Sepertinya Jeff sudah merasa nyaman dengan keberadaan lili..
Setelah kejadian yang menimpa Jeff, Jeff tidak pernah lagi bertemu dengan monica, Wanita itu seperti menghilang dari bumi..
Hingga sore berganti dengan malam.. Ben tidak juga beranjak dari tempat duduk nya..
" Ehem!! ".. Naya berdehem dengan keras..
" Nggak mau pulang ya?? "..
" Atau mau jadi penjaga cafe ini ?? "..
" Iya bentar lagi mbak cantik.. Udah mau selesai ni "..Guman ben tanpa mengalihkan tatapan dari laptop nya..