Sekar tidak menyangka jika dirinya harus mendatangani surat kontrak pranikah.Kesalahannya yang berawal tidak sengaja menabrak mobil mewah seseorang.Mengakibatkan dirinya harus rela menjadi istri kontrak seorang duda kaya.
Abizhar Malik, laki-laki tampan berumur 30tahun yang menawarkan kesepakatan pernikahan kepada gadis yang baru ditemuinya karena ingin membuktikan jika isu tentang dirinya adalah laki-laki lemah gemulai atau impoten tidaklah benar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon "Cywill", isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rubah licik
Malam ini Sekar terlihat berbeda, dia tambah semakin cantik karena baju yang dia pakai, baju yang baru saja di belinya penuh perjuangan karena merasa dipermainkan sama sekretaris rubah itu.
Untung saja sekretaris Johan masih mempunyai hati, sepulangnya dari Mall ternyata sekretaris rubah tengik itu membawanya ke Salon Spa yang terkenal di kota itu. Begitu masuk ke dalam Sekar langsung di sambut mba-mba cantik berseragam, dia menuntun Sekar masuk dan langsung melakukan berbagai treatment spa sampai treatment wajah.
Dia sampai tertidur karena keenakan, biasanya Sekar di pijat sama tukang pijat mbok-mbok di kampungnya, tapi meskipun begitu khasiat tangan yang sudah mulai keriput itu masih mantap. Tapi kali ini di salon spa yang Sekar kunjungi, bukan cuma pegal-pegal nya yang ilang tapi tubuhnya semakin lebih fresh dan wajahnya juga iya.
Kembali ke waktu sekarang , Sekar sedang duduk di depan meja rias, dia terlihat gelisah. Terbukti dengan adanya keringat yang keluar dari dahinya, teringat pesan yang disampaikan sekretaris Johan padanya, jika sepulangnya dari salon Abi akan mengajaknya menemui orang tuanya.
Beberapa kali dirinya memeriksa riasannya bahkan sampai harus make up ulang karena rasa kegelisahannya yang tak kunjung hilang. Sekar merasa belum siap waktu itu, tapi karena itu sudah kesepakatan berdua membuat Sekar tidak bisa menolaknya.
" Aku semakin berdosa saja sekarang, karena bukan cuma pada keluargaku sendiri aku berbohong tapi juga nantinya pada keluarga orang lain juga." Gumam Sekar gelisah, tangannya meremas tisu bekas lap keringat di dahinya.
Sedikit penyesalan muncul dipikirannya karena telah membohongi keluarganya, namun begitu dia melakukan semuanya karena terpaksa, dia juga tidak bisa menolak semua yang ditawarkan Abi padanya karena imbasnya keluarganya juga yang akan menderita. Sekar benar-benar merasa di lema waktu itu.
Ayah,,,Ibu tolong maafkan putrimu ini, tolong restui keputusan ku, karena Sekar benar-benar terpaksa. Ucapnya dalam hati.
Tak lama setelah Sekar memperbaiki riasannya yang sempat sedikit rusak, pintu kamarnya terdengar diketuk. Bibi pelayan muncul setelah Sekar menjawab panggilannya.
Dia mengatakan jika Abi sudah menunggunya di bawah, tak ingin berlama-lama takut yang menunggu marah Sekar pun langsung keluar dari kamarnya dan turun menemui laki-laki yang sudah menunggunya di lantai bawah.
Abi sempat terkesima melihat penampilan Sekar, bagaimana tidak penampilan Sekar yang sekarang jauh berbeda saat pertama kali memasuki rumahnya.
Baju lusuh yang warnanya mulai pudar sudah tidak ada lagi, yang kini diganti dengan baju mahal.
Buru-buru Abi langsung membuang pandangannya menormalkan detak jantung karena hampir terpana dengan sosok wanita udik yang berubah menjadi wanita cantik, Sekar sudah di tengah tanjakan tangga.
" Ternyata cuma seperti ini hasil menungguku berjam-jam?" ucap ketus Abi, wajahnya berubah dingin.
Kalau bukan karena perjanjian dan ancaman, mungkin Sekar sudah melempar sepatu hak tingginya ke arah Abi, merasa kesal karena setidaknya jika tidak sesuai seleranya cukup hanya diam saja dan tidak usah berkomentar jika hasilnya hanya menghinanya, pikir Sekar begitu.
Dasar rubah tengik, aku lebih suka kau irit suara daripada mulutmu dengan seenaknya menghina orang lain.
Kali ini Sekar turun dengan menghentakkan sepatunya lebih keras lagi, emosinya menutupi dirinya akan takut tergelincir.
" Mobil sudah siap Tuan." Sekretaris Johan muncul saat Sekar sudah mencapai di tangga terakhir.
Tanpa menjawab Abi langsung pergi begitu saja meninggal dua orang yang masih bergeming ditempatnya.
" Apa Tuan mu biasa seperti itu? "tanya Sekar berbisik pada Sekretaris Johan, jiwa penasarannya muncul karena bukan kali pertama melihat sifat Abi yang tidak perduli pada lawan bicaranya.
Sekretaris Johan tidak menjawab, dia hanya tersenyum tipis dan langsung menyusul bosnya keluar.
"Hiii,,,,ternyata kau sama saja dengan tuan mu, sama-sama rubah tengik sialan !" Sekar memekik dalam hati sambil menyusul mereka berdua.
Mobil mulai meninggalkan rumah mewah Abi, seperti biasa akan melewati Gapura yang tak kalah mewah terlebih dahulu sebelum benar-benar keluar dari area perumahan elit itu. Seseorang berseragam biru dongker terlihat menundukkan kepalanya saat tau siapa pemilik mobil yang melintas.
Sekedar info,Rumah pribadi milik Abizhar sebenarnya adalah hunian yang akan dia tempati bersama istri pertamanya. Namun semenjak kejadian itu, Abi tetap menempati rumah tersebut meskipun sang Ibu sebenarnya kurang setuju karena dia khawatir dengan keadaan putranya paska kejadian yang memberi luka batin anaknya.
Namun karena Abi yang terus memaksa dengan alasan ingin menyendiri, ibu Abi pun akhirnya luluh juga dan mengijinkan keputusan putranya namun dengan catatan dia tetap terus mengunjungi rumah utama.
Kembali ke mobil, seperti biasa hanya keheningan yang ada. Sekar masih terlihat gelisah, meskipun duduk dengan tenang namun wajah dan tangan meremas yang terasa dingin menunjukkan jika dia masih saja belum siap.
Abi hanya melirik sekilas ke arah perempuan yang di sampingnya.
" Tarik nafas dan keluarkan perlahan," berinisiatif agar Sekar lebih rileks." Aku tau kamu belum siap tapi ini sudah jadi kesepakatan, jadi lakukan yang terbaik jangan sampai keluargaku curiga." Abi berbicara tanpa melihat lawan bicaranya.
Kalau kau tau aku belum siap kenapa harus sekarang? dan jangan sok perhatian menyuruhku tarik nafas jika akhirnya kamu lah yang membuatku jadi begini.
Sekar menggerutu dalam hati, namun nyatanya dia melakukan apa yang di sarankan Abi untuk menghela nafasnya perlahan.
Sebelumnya Johan sudah menyampaikan jika nanti ketika sudah berada di rumah utama dan bertemu ibu Abizhar, Sekar harus bersikap seolah-olah dia wanita yang di cintai putranya.
Mereka akan bersandiwara jika pertemuan pertama mereka membuatnya saling jatuh cinta, dan Sekar tetap akan menjadi diri Sekar, wanita miskin yang di cintai laki-laki duda seperti Abi.
Awalnya Sekar menolak saat di suruh berpura-pura mencintai laki-laki itu, namun sekali lagi tatapan dan ancaman meluluhkan Sekar seketika.
Benar-benar rubah licik. Pikir Sekar saat itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
dgn kekayaan dan kuasa dia menjatuhkan harga diri wanita...