Namanya Kanya Amelia, gadis tangguh yang dapat menyembunyikan sakitnya dibalik senyum tulusnya.
kehidupan Kanya hampir mendekati kata sempurna, dengan satu anak yang ganteng dan suami yang begitu baik kepadanya, tapi hari itu dunianya hancur, kenyataan pahit yang ia terima membuatnya harus mencarikan suaminya istri dan ibu baru dari anaknya.
yang penasaran sama ceritanya, langsung aja dibaca, makasih.
Ig;Aininabila23
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aini nabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 14
"Kamu dengar sendiri kan dia bilang apa, jadi stop Kanya untuk meminta hal yang sama sekali tidak bisa aku lakukan," ujar Adit, saat Kanya ingin menjawab pertanyaan Adit tiba-tiba Nizam terbangun.
"Bunda sama ayah bertengkar lagi ya?" ujar Nizam sedih, Adit pun melirik kearah Kanya yang sudah berjalan kearah Nizam.
"Tidak sayang, ayah sama bunda cuman ngobrol aja kok," ujar Kanya lalu melirik Adit yang berusaha memasang wajah senyum didepan Nizam.
"Ayah sini, peluk Nizam sama bunda," ujar Nizam membuat Kanya dan Adit saling bertatapan, Adit pun mendekat kearahnya dan memeluk mereka berdua.
*Mencintaimu adalah anugrah terindah yang pernah kulakukan mas, batin Kanya sambil menatap dalam mata Adit.
Kenapa aku melihat matamu seperti banyak kesedihan Kanya, apa kamu nggak bahagia menikah sama aku selama ini, kenapa kamu yang sekarang sangat sulit aku mengerti, batin Adit*.
Setelah acara pelukan itu selesai, Kanya langsung masuk kedalam kamar mandi untuk menenangkan dirinya. Setelah dirinya cukup tenang dia pun keluar kembali dan mendapati hanya adit disana dan tidak ada Aura.
"Mas Adit kemana Aura?" tanya Kanya panik karena dia takut jika Adit meminta Aura pergi.
"Dia kekantin rumah sakit, tadi aku suruh buat beliin kita semua makanan, aku tau kamu pasti lapar, ini udah sore dan kita semua belum makan siang," ujar Adit membuat Kanya lega.
"Mas apa susahnya sih menikah sama Aura?" lagi-lagi perkataan itu keluar dari mulut Kanya, Kanya tau dalam keadaan seperti ini seharusnya dia tak membahas masalah ini cuman Kanya tau pasti butuh waktu lama Adit dan Nizam mencintai dan menyayangi Aura seperti menyayangi dirinya, maka sebab itu Kanya ingin pernikahan Adit dan Aura terlaksana secepatnya karena dia sendiri tidak tau kapan dia pergi untuk selamanya.
"Kanya sud..."
"Aku mengerti seharusnya aku tidak membahas masalah ini, tapi tolong turuti permintaan aku kali ini dan aku akan diam, tolong mas," ujar Kanya dan Adit menggeleng tanda tidak. "Kalau kamu tidak mau menikah dengan Aura, kembali kan aku kepada mama dan papaku, kita sebaiknya berpisah," lanjut Kanya membuat Adit yang tadinya duduk langsung berdiri, menatap gadis yang dicintainya itu dengan tatapan kecewa.
"Baiklah jika itu maumu, tapi jangan salahkan aku jika pada akhirnya aku mencintai Aura dan mengabaikanmu Kanya dan mungkin suatu saat nanti Nizam juga akan seperti aku," ujar Adit lalu pergi meninggalkan ruangan rawat Nizam.
Deg.
Kata-kata Adit kali ini sangat menyakitkan hati Kanya, hatinya seperti ditusuk jarum berkali-kali, Kanya tau apa yang diucapkannya memang sudah sangat keterlaluan dan pantas Adit berkata seperti itu.
Itu yang aku mau mas, kamu melupakanku dan men..cintai Aura, batin Kanya dan air matanya pun jatuh kepipinya.
Saat Kanya hendak berjalan kearah Nizam tiba-tiba kepalanya pusing, dia memegang hidungnya dan hidungnya mengeluarkan darah, kanya pun segera berlari kekamar mandi dan membersihkan darah yang keluar dari hidungnya, setelah itu dia memijat keningnya untuk menghilangkan rasa sakit itu.
Sedangkan diluar ruangan, Adit tengah duduk dikursi yang berada diluar ruangan Nizam, saat Aura kembali, dia terheran karena Adit menutup wajahnya dan terdengar suara isakan.
Apa mas Adit menangis, tanya Aura dalam hatinya.
Aura pun mendekat kearah Adit dan duduk disamping pria itu.
"Mas Adit kenapa?" tanya Aura selembut mungkin, Adit menurunkan tangannya yang menutupi wajahnya saat mendengar suara lembut itu, pikirannya melayang pada Kanya waktu dulu, pada saat Kanyanya belum berubah.
"Kanya," lirih Adit, dimatanya dia seperti menatap Kanya bukan Aura. Aura yang mendengar Adit mengucapkan nama Kanya, dia saat itu menjadi sadar jika pasti Adit dan Kanya baru saja bertengkar saat dia kekantin rumah sakit tadi.
Adit yang melihat jika Aura itu Kanya pun langsung memeluk Aura erat, Aura pun langsung terkejut dengan pelukan dadakan dari Adit itu.
"Kenapa kamu berubah Kanya?, dimana salahku?" tanya Adit.
koq bisa orang asing...
"Suami, rupa madu mulut racun."
itukan masalalu anak remaja yang labil.