NovelToon NovelToon
Daughter Of Mafia Queen

Daughter Of Mafia Queen

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Murid Genius / Mengubah sejarah / Chicklit / Tamat
Popularitas:274.4k
Nilai: 5
Nama Author: Asma Khan

Aku diasingkan layaknya debu tak berarti. Siapa pun yang mencoba mendekati ku, maka mereka ikut terkutuk. Akulah gadis berkacamata empat dengan segala kekuranganku, dan mereka semua menikmati menonton ku yang terkena bully tanpa peri kemanusiaan.

"Hey, Cupu! Tempatmu dibawah sana, bukan di atas bersama kami." seru Sarah di depan seluruh anak kampus.

Penghinaan dan kekejian para pembully sudah melewati batasnya.


"Don't touch Me!" seru Rose.

Tak ada lagi hati manusia. Semua hanyalah jiwa kosong dengan pikiran dangkal. Buta, tuli, dan bisu. Yah, itulah kalian. ~ Rose Qiara Salsabila.

Wanita berkacamata empat dengan julukan cupu sejak menapaki universitas Regal Academy itu berjuang mencari ketulusan seorang teman. Hingga pembullyan para teman seuniversitas membangkitkan jati dirinya.

Siapa sangka si cupu memiliki dunia lain di balik kepolosannya. Bagaimana cara Rose menghukum para pembully dirinya? Apakah ada kata ampun dan maaf dalam kamus hidup Rose?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asma Khan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14: DEAL? - DEAL!

Dela yang mencerna dengan baik semua pengumuman spontan memiliki ide yang lancar tanpa hambatan. Tangannya menarik lengan Sarah, lalu membisikkan sesuatu. Dimana bisikan itu menerbitkan senyum kepuasan yang pasti berarti hal besar akan terjadi.

Rektor Wisnu melambaikan tangannya ke arah ketua kelas. Seorang pria dengan rambut panjang yang selalu memakai sweater hitam kebesaran berjalan ke depan. Mungkin tidak ada yang pernah melirik anak itu, lagian buat apa memperhatikan orang yang sangat kampungan? Memang benar otak si ketua kelas encer.

"Bagikan selebaran pada semua mahasiswa!" Rektor Wisnu menyerahkan sebagian kecil selebaran yang diterima si ketua kelas. "Okay, Anak-anak. Silahkan kembali belajar."

"Baik, Pak." jawab para mahasiswa serempak, lalu membiarkan pria dewasa itu pergi meninggalkan kelas.

Kepergian Rektor Wisnu menjadi lampu hijau untuk geng Cantika kembali berkuasa di dalam kelasnya. Baru saja punggung dosen itu menghilang. Dela sudah menunjuk si ketua kelas dengan lambaian tangan.

"Hey, kemari!" Seru Dela.

Seperti anak ayam, si ketua kelas menghampiri geng cantika. Hanya saja terlihat jelas kedua tangannya gemetar, bahkan kaki pun diseret paksa. Dela yang tidak sabar langsung menyambar semua lembaran kertas begitu pria sweater hitam tidak jauh darinya.

"Ish, lamban. Sono pergi!" Dela mendorong tubuh ketua kelas setelah berhasil mengambil lembaran kertas, lalu sejenak matanya fokus membaca isi yang ternyata itu banner pengumuman pemilihan senat dan BEM.

"Kalian, mau apa?" tanya Prita mulai merasakan gelagat aneh dari kedua sahabatnya.

Sarah, dan Dela saling pandang. Kemudian beralih kembali menatap sasaran yang selalu memberikan mereka kesenangan. Siapa lagi jika bukan gadis yang memiliki nama panggilan cupu. Dimana gadis itu masih berdiri dengan tenang.

"Guy's, bagaimana jika kita adakan pertandingan sportif?!" Suara lantang Dela benar-benar mengalihkan perhatian semua orang yang ada di dalam kelas itu, termasuk seorang dosen yang baru saja tiba di depan pintu.

Tidak ada bisik-bisik, kecuali keheningan. Mereka terdiam menanti apa yang akan geng cantika umumkan dengan wajah tegang seraya menahan nafas. Hingga Sarah mengambil satu lembar banner pengumuman, lalu meletakkan ke atas meja Rose dengan kerasnya.

Braak!

"Mari kita tanding dalam pemilihan! Jika kamu menang, aku stop memainkan mu. Jika aku yang menang, TAMAT RIWAYATMU!" Sarah menjentikkan jari tiga kali, lalu menunjukkan jari nya ke arah Rose dengan tatapan sinis. "DEAL?!"

Tidak peduli bagaimana kelakuan Sarah beserta gengnya. Rose hanya menatap tenang. Bahkan tidak ada ekspresi apapun di wajah pemilik netra biru laut itu. Ia masih memberikan kesempatan agar ketiga makhluk menjijikkan di depannya selesai berkoar-koar tanpa kejelasan.

"Hey, kamu....,"

Rose mengangkat tangan kanannya. ✋

Kemudian menurunkan jemari lentik Sarah. "Sudah?!"

"WHAT'S? Kau benar-benar," Sarah geram dengan sikap Rose yang semakin ngelunjak, sedangkan Prita memperhatikan setiap perubahan si cupu. "Huft, kurasa kamu takut menerima tantangan ku. Guy's, bersiaplah mulai besok, kita bisa bermain lagi bersama boneka kesayangan. Cabut!"

"Sar?" Dela menahan Sarah, tapi sang ketua menepis tangannya, dan tetap berbalik untuk melangkah meninggalkan tempat itu.

Rose masih diam membiarkan geng cantika berjalan menjauhi dirinya. Setelah sepuluh langkah. Dimana ketiga gadis di depan sana mencapai meja mahasiswa terdepan. Barulah gadis bermata biru mengambil selembar banner pengumuman dari atas mejanya. Senyuman tipis terbit, "DEAL!"

Tap!

Suara persetujuan Rose, membuat langkah geng cantika terhenti. Begitu juga dengan para mahasiswa yang menghela nafas. Semua sorot mata terpusat menatap gadis yang memang tidak bisa di panggil cupu lagi. Bahkan geng cantika langsung berbalik ikut menatap musuh yang sangat ingin mereka singkirkan.

Sementara yang ditatap, berjalan meninggalkan tempatnya berdiri dengan selembar banner di tangan kanannya. "Jika kamu menang. AKU AKAN KELUAR DARI UNIVERSITAS REGAL ACADEMY, BUT. If you LOSE, then apologize to all the victims of bullying that you did?!" (Jika Anda kalah, maka minta maaf kepada semua korban bullying yang Anda lakukan?!)

Langkah semakin mendekati geng cantika. Hingga jarak menyisakan dua meter. Rose menghentikan langkahnya, lalu mengangkat tangan yang memegang banner. Senyuman tipis menghilang berganti tatapan dingin yang menghadirkan senyum devil gadis itu.

"DEAL?!" Rose menerbangkan lembaran itu, lalu mengulurkan tangannya ke arah Sarah.

Tanpa pikir panjang. Sarah menerima persetujuan Rose dengan membalas jabat tangan, tapi tiba-tiba saja tubuhnya terhuyung. Hampir saja menabrak Rose. Padahal memang gadis bermata biru itu yang sengaja menarik tangannya agar mendekat.

"Welcome to my game, Sarah Atmaja." bisik Rose mengeluarkan aura intimidasi yang ia miliki, sontak tubuh Sarah tertegun dengan hawa dingin yang tiba-tiba saja menyebarkan rasa takut.

Tak ingin terlalu cepat memberikan kesan kuat. Rose menetralkan aura nya seraya melepaskan tangannya dari tangan Sarah. "Permisi, aku harus mendaftarkan diri ke pengurus."

Sarah masih tertegun, membuat Dela dan Prita saling pandang. Kemudian menghampiri sangat sahabat, kedua gadis itu menggoyangkan tubuh Sarah.

"Ada apa?" tanya Sarah seperti orang linglung.

Prita memeriksa kening sahabatnya, tapi tidak panas. Justru dingin dan sedikit basah. "Kamu yang ada apa?"

"Apa yang cupu itu katakan?" tanya Dela penasaran.

Sebaiknya aku diam. Tidak akan aku biarkan si cupu mempermainkan ku. Yah, aku Sarah Atmaja. Apapun yang ku inginkan pasti ku dapatkan. Termasuk kursi utama senat. ~batin Sarah dengan gelengan kepala agar Dela dan Prita tidak lagi bertanya.

Rasa takut Sarah, berbanding terbalik dengan tatapan mata sendu Rose yang kini berada di perpustakaan. Tempat kenangan terindah bersama sahabatnya. Diam tanpa kata, menatap sudut rak buku yang selalu mengabadikan momen persahabatan keduanya.

"Nara, tenanglah di alammu! Aku tidak takut dengan siapapun. Maafkan, aku. Andai aku berubah sejak awal, mungkin saat ini kamu masih bersamaku, dan aku bisa melindungimu. Maafkan, aku....,"

Tanpa Rose sadari ada yang mengawasinya sejak langkah kakinya memasuki perpustakaan sepuluh menit lalu. Sorot mata tenang dengan aroma parfum yang manis segar. Ia hanya menatap dari jarak sepuluh meter tanpa berniat mendekat.

1
syska
Luar biasa
Hartini Tin
iya thor,tidak mudah jd penulis,sy percaya pembaca pasti punya hati,semangat thor q sll mendukungmu..
Nur Wulan
baca sejauh ini, masih belum paham sama alur ceritanya
Hartini Tin
lanjut...
Hartini Tin
makin penasaran..
Yaser Levi
ah....tdk sperti momynya..mang rada lemot nih anaknya..
Auliaa Anindya
monmaap bca smpe bab 21 tp blom nemu feel nya 🤦
Sivia
aku baca tidak ketemu nasib Aby masih hidup apa sudah mati apa Ros tau kalau Aby ayah.

aku baca ulang lagi deh
maaf saya pembaca pendatang baru 🙏
Zhue
alurnya trllu brat thor jadi susah di cerna...
dan akhirnya aku susah memahami....
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: hehe maaf ka
total 1 replies
Dian Tricia
gk jelas banget thor ini
Osie
thor jangan beberapa rektor donk..krn rektor itu cuma satu yaitu kepala sebuah Universitas..nah kalau dosen baru bisa beberapa or dekan juga bisa dibilang beberapa..krn dekan kepala setiap fakultas..jd 1 fakultas ya 1 dekan/Pray/
Osie
pembullian memang selalu bikin tanduk keluar..g dikota besar..di pedesaan pun ada..miris bgt
single is the best for me🎶🎶
kalau begitu aku adalah pribadi yg sgt jahat dan baik
single is the best for me🎶🎶
klau gw sih udah pasti gw apa ya ntahlah
Aifaaz shahia
ceritanya ga nyambung2 di otakku.siapa lagi simalik
Lee Alice Viscount
fight unnie !!
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: makasih Ka 😌
total 1 replies
Ekasari
smpai di sini tp blm paham sm alur cerita ny..y baca z mcm bc koran banyak peran g jls jg spa2 yg di setiap percakapan g da flas back nm2 yg di eps jg g di jlasin..hmmmm..gmn mau nge like vote klu alur nya z aku blm jls menceritakn ttng apa
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: makasih, sarannya, Ka.
buldep baru bisa lanjut buat benerin alur karena memang teka teki, ini juga kelanjutan dari novel My Secret Life.

jdi ada sambungan yg tetap nyatu ke novel pertama
total 1 replies
StrawCakes🍰
Yuk baca novel ini! Ceritanya bagus loh 👍❤️
StrawCakes🍰: sama-sama kak, semangat nulisnya ,🥰
total 2 replies
Nia sumania
kok Sarah yang mengangguk paham kak?
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: terkadang orang suka main drama, Ka 🙂
total 1 replies
Nia sumania
itu si geng Cantika kah dalangnya?
sadis banget sampai memakan korban jiwa 😢😢
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: 🤧masih penuh teka-teki
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!