Seroang mafia masuk ke dalam novel poligami yang sangat dia benci, dia terjebak dalam raga seorang wanita lemah yang merupakan korban poligami dari suami materialistis.
Alina masuk saat ke dalam raga Alya saat dia meregang nyawa setelah didorong ke kolam renang oleh Monica yang merupakan istri kedua.
Alina membatu Alya untuk membalaskan dendam, dengan tau alurnya tentu sangat mudah untuk balas dendam namun Alina malah terjebak dalam jerat cinta CEO penikmat wanita yang merupakan partner bisnisnya.
Akankah Alya(Alina) dan Albert akan bersama? yuk ikuti ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon el Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akal licik Albert
Malam ini Radit, Monica dan Ibu Mery duduk termenung di teras, mereka sungguh tak tau lagi bagaimana cara untuk melawan Alya, sudah berbagai cara dilakukan namun hasilnya nihil alias nol besar.
"Alya itu seperti belut listrik, tak hanya licin tapi berbahaya," kata Ibu Mery.
"Betul, dia seakan tidak memiliki kekurangan, dia selalu tau dengan Rencana kita, apa dia seorang cenayang yang tau segalanya dan tau pikiran manusia," sahut Radit.
"Entah mas, yang pasti kalau kita merencanakan hal buruk padanya semua kembali ke kita," timpal Monica.
"Betul, dia itu belut listrik jika kita ingin melukainya listriknya mengenai kita sendiri," pungkas Ibu Mery.
Mereka bertiga melemas tak tau harus bagaimana lagi menghadapi Alya, apa selamanya mereka akan menjadi budak Alya? entahlah yang pasti Alya kini tidak sebodoh dan sepolos dulu yang dengan mudah mereka bodohi.
Hari semakin larut mereka bertiga masuk ke dalam kamar masing-masing untuk tidur namun berbeda dengan Alya yang masih mondar-mandir memikirkan cara untuk mendapatkan uang tambahan.
"Darimana lagi aku mendapatkan uang sebanyak itu," kata Alya.
Alya mengingat kembali cerita dari novel ini namun dia tidak menemukan apa-apa yang dia ingat di akhir novel kalau Albert menguasai semua aset miliknya.
"Arrrgggg, saat baca novel itu aku sungguh senang sekali berakhir dengan Albert pemenangnya namun di sini mana bisa seperti itu tetap aku yang harus menjadi pemenangnya," kata Alya dengan mengepalkan tangannya.
Alya membuka ponselnya namun dia tidak mendapatkan apa-apa selain pemberitahuan email dan beberapa pesan yang tidak penting.
"Aku harus memikirkan cara lain, aku tidak mau kere bisa-bisa di atas Alya yang asli menertawakan aku karena nasibku sama sepertinya yang berakhir tragis." Alya bermonolog dengan dirinya sendiri.
Alya bermain dengan memorinya dan benar saja dia menemukan sebuah bab yang menceritakan ada harta dari pak Brata yang tidak diketahui Radit dan gengnya hingga di akhir bab harta tersebut tidak tersentuh.
"Astaga bagaimana bisa aku lupa," kata Alya.
Alya segera berlari menuju ruang kerja papanya, di laci ada sebuah cek yang berisi uang senilai 20 milayar.
Mata Alya berbinar akhrinya jumlah uangnya bertambah kini tinggal mengatur siasat untuk membuat Albert mau menurunkan nilai kompensasi sesuai investasi yang dia tanam.
"Tinggal bagaimana cara untuk membuat si Albert itu mau menurunkan nilai kompensasinya," ucap Alya dengan senyum menyeringai.
Keeoskannya Alya menyiram tubuh Radit dengan air saat mereka makan di ruang makan karena Radit meminta cuti untuk berlibur bersama Monica dia ingin berenang di daerah pegunungan untuk refresh otaknya.
"Tuh udah basah jadi nggak usah cuti-cuti segala, perusahan lagi mode irit la kalian mau liburan enak sekali," maki Alya.
"Keterlaluan kamu Alya!" teriak Monica yang menarik rambut Alya.
Alya tidak terima kalau Monica menarik rambutnya dia pun melakukan hal yang sama dengan menarik rambut Monica balik.
Tak hanya itu dia juga mendorong tubuh Monica sehingga dia tersungkur di lantai.
"Alya!" bentak Radit.
Alya menarik kerah Radit ingin sekali membogem Radit namun dia tak ingin mengotori tangannya.
"Aku sudah memperingatkan kalian untuk tidak macam-macam denganku tapi mengapa kalian selalu saja mencari gara-gara denganku," ucap Alya lalu mendorong tubuh Radit.
Alya yang tidak ingin debat segera mengambil tas miliknya.
"Kamu berangkat sendiri, segera ganti baju kamu dan segera ke kantor aku beri kamu waktu satu jam untuk sampai ke kantor," ucap Alya lalu keluar dan berangkat.
Melihat sikap Alya membuat Ibu Mery mentok bagaimana lagi untuk menyingkirkan Alya semuanya gagal tidak ada satu pun yang berhasil.
"Radit mama tidak mau tahu kamu harus mendapatkan uang yang banyak, mama ingin shoping dan makan di restoran Radit," kata Ibu Mery.
"Iya mas aku juga, mana janji manis kamu yang ingin membahagiakan aku, tau gini ogah jadi istri kedua kamu mas," sahut Monica.
"Kalian berdua ini sama! apa di otak kalian hanya shoping saja, sesekali bantu aku," maki Radit.
Tak ingin meladeni istri dan ibunya Radit bergegas ke kamar untuk mengganti pakaiannya lalu berangkat.
Setibanya di kantor Radit segera pergi ke ruangan Alya karena beberapa waktu yang lalu Alya menelponnya.
"Ada apa Alya?" tanya Radit.
Alya melempar berkas yang tadi diberikan oleh resepsionis di depan. Isi berkas itu adalah berkas untuk mengakuisisi perusahaannya.
Albert yang licik memang meminta Chris untuk membuat berkas itu supaya Alya tertekan dan mau menemaninya minum, dia tau kalau Alya tidak mungkin mendapatkan uang 60 milyar dalam waktu seminggu lagi mengingat semua relasi dan bank dia larang untuk membantu perusahaan Alya.
Selicik-liciknya rubah masih licik Albert.
"Lalu apa yang harus kita lakukan Alya?" tanya Radit.
"Jual ginjal kamu," jawab Alya asal.
"Gila kamu Alya," sahut Radit kesal.
"Lagipula siapa yang mau kembali ginjal kamu Radit, mengingat kamu sangat bodoh," ejek Alya.
Bossss...
😀😀😀❤❤❤
😁😁