NovelToon NovelToon
PECUNIA ABSOLUTE: The True Heiress Buys Her Destiny

PECUNIA ABSOLUTE: The True Heiress Buys Her Destiny

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Amanda Shakira

Di kehidupan pertamanya, Valerie Vespera mati sebagai pecundang. Sebagai putri kandung konglomerat Elrod yang tertukar sejak bayi, dia malah dibuang ke gudang pengap demi menjaga perasaan si anak angkat palsu yang manipulatif. Tiga tahun dia habiskan mengemis kasih sayang, hingga akhirnya mati dikhianati.
Kini, takdir memutar kembali jarum jam. Valerie terbangun di hari penjemputannya di usia 18 tahun. Namun, Valerie yang naif telah mati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Shakira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26: IJAZAH, GEMA TEPUK TANGAN, DAN MAKAN MALAM YANG MEMBUSUK

Bab 26: Ijazah, Gema Tepuk Tangan, Dan Makan Malam Yang Membusuk

Enam bulan.

Tepat seratus delapan puluh hari Valerie Vespera hidup dalam kesunyian gudang bawah tanah yang pengap dan beraroma debu lembap setelah jiwanya kembali ke raga ini di usianya yang ke-18. Selama setengah tahun, dia menjalankan peran sebagai gadis naif yang memohon kasih sayang, menelan setiap cacian Victoria, dan mengabaikan tatapan sinis saudara-saudaranya.

Selama enam bulan itu pula, dia hidup layaknya mata-mata di sarang musuh. Setiap pagi, sebelum matahari benar-benar naik, dia akan keluar dari mansion lewat pintu belakang, berpakaian lusuh, lalu menuju kafe pinggiran kota untuk bekerja part-time. Dia sengaja membangun narasi sebagai "gadis panti yang malang dan mandiri" di mata keluarga Elrod. Dia membiarkan mereka percaya bahwa dia menghidupi dirinya sendiri—sebuah kebohongan yang diamini oleh Gilbert dan Victoria karena keduanya memang tidak pernah peduli.

Gilbert selalu mengira Victoria-lah yang mengurus kebutuhan Valerie, sementara Victoria yakin bahwa Gilbert-lah yang telah menyisihkan dana untuk "si anak pungut". Kenyataannya? Tidak ada satu sen pun yang keluar dari kantong mereka. Seragam sekolah yang Valerie pakai adalah barang bekas sepupu jauh yang dilempar Victoria ke gudang, dan uang sekolah yang mereka agung-agungkan sebagai "pengorbanan" sebenarnya hanyalah hasil keringat Valerie sendiri yang ia kumpulkan dengan susah payah.

Namun, hari ini adalah garis finis dari drama itu.

Aula SMA Garuda pagi itu riuh oleh tawa dan tangisan haru. Para siswa merayakan kelulusan, namun Valerie berdiri layaknya sebuah pulau terasing. Dia meraih ijazah dengan tangan yang tidak gemetar sedikit pun. Di sana, tertulis namanya sebagai lulusan terbaik nasional—sebuah prestasi yang diraihnya dengan otak jenius, bukan dengan donasi atau suap seperti Alethea.

Dia melirik ke arah pintu aula. Kosong. Tidak ada Gilbert, tidak ada Victoria, dan tidak ada Alethea. Mereka terlalu sibuk dengan runtuhnya pilar-pilar bisnis Elrod Corp, terlalu panik dengan surat-surat teguran dari otoritas pasar modal. Bagi mereka, kelulusan Valerie hanyalah urusan sepele yang tak pantas menyita waktu di tengah kehancuran dinasti mereka.

"Valerie, selamat ya," ucap salah satu guru dengan nada yang sungkan.

"Terima kasih, Pak," jawab Valerie dingin. Dia tidak butuh tepuk tangan mereka. Baginya, ijazah ini adalah kunci legalitas. Dengan dokumen ini, dia memiliki hak penuh sebagai orang dewasa untuk hidup mandiri dan membuat kontrak hukum atas namanya sendiri.

Dia berjalan keluar dari aula, membiarkan kebisingan di belakangnya memudar. Di koridor yang sepi, dia menyampirkan ransel kanvas lusuhnya ke bahu. Inilah barang terakhir yang akan dia bawa dari kehidupan lamanya.

Ponsel retak seribu miliknya bergetar. Satu pesan singkat dari Julian Prakasa muncul: "Semuanya sudah siap, Nona V. Tim kami sudah memantau pergerakan keluarga Elrod. Mereka sedang stres berat. Anda sudah bisa bertindak."

Sesampainya di mansion Menteng, suasana rumah sangat suram namun angkuh. Victoria tampak sedang membanting ponselnya ke sofa. Nicholas dan Christian sedang bertengkar hebat tentang proyek tanah yang sudah di ambang kebangkrutan. Tidak ada yang menanyakan bagaimana kelulusannya.

Valerie langsung menuju gudang bawah tanah. Dia mengambil laptopnya yang tersembunyi di balik tumpukan kardus, beberapa dokumen hukum yang sudah disiapkan bersama Julian, dan napasnya yang terasa jauh lebih ringan.

Tok. Tok. Tok.

"Nona Valerie, Tuan Gilbert memerintahkan Anda untuk segera naik ke ruang makan. Ada makan malam keluarga untuk merayakan kelulusan Nona Alethea. Anda dilarang absen."

Saat Valerie melangkah ke ruang makan, suasana langsung berubah dingin. Alethea duduk dengan gaun sutra yang harganya setara biaya hidup Valerie setahun.

"Akhirnya datang juga si bungsu yang tidak tahu berterima kasih," sindir Victoria. "Duduk. Kita punya hal penting untuk dibicarakan."

Valerie duduk di kursi kayu yang keras. Ia menatap Gilbert yang tampak sangat kacau—kantung matanya yang menghitam adalah bukti bahwa Pecunia Corp telah berhasil mencekik aliran dana perusahaan mereka selama enam bulan terakhir.

"Valerie," buka Gilbert. "Kelulusanmu adalah hal yang bagus, meskipun nilaimu tidak memberikan keuntungan finansial. Tapi kamu harus sadar, enam bulan ini kami sudah menanggung biaya hidupmu, uang sekolah, hingga seragam itu. Itu semua tidak murah."

Valerie menatap Gilbert dengan tatapan datar yang menusuk. "Ayah pikir Ibu yang mengurus, dan Ibu pikir Ayah yang mengurus," ucap Valerie pelan, suaranya terdengar tajam. "Ternyata kalian sama-sama tidak peduli. Kalian bahkan tidak tahu kalau aku bekerja di kafe setiap hari untuk bisa membayar buku sekolahku sendiri."

"Jangan membantah!" bentak Christian. "Keluarga Bramasta sedang tertarik padamu. Pertunangan ini akan memberikan mahar 150 miliar rupiah untuk Elrod Corp. Kamu akan menikah dengan anak mereka."

Gilbert mendorong sebuah map ke meja. Valerie tidak membukanya. Ia berdiri, mengambil map itu, lalu merobeknya dengan gerakan yang perlahan namun mantap. Srek. Srek. Srek.

"Bisnis kalian sedang sekarat karena ketololan kalian sendiri. Jangan jadikan aku aset untuk menambal kebodohan kalian," ucap Valerie.

"Kamu akan menyesal!" ancam Nicholas. "Kamu tidak punya apa-apa! Kamu akan mengemis di jalanan dalam tiga hari!"

Valerie tertawa. Ia mengeluarkan amplop tebal dari balik saku sweternya dan melemparkannya ke atas meja. Uang tunai lima puluh juta rupiah berserakan. "Ini adalah pelunasan untuk 'biaya hidup' yang kalian agung-agungkan itu. Anggap saja ini uang tutup mulut untuk kesombongan kalian."

Ia mengeluarkan satu dokumen lagi—sebuah Akta Pernyataan Pelepasan Hak dan Tanggungan yang telah disahkan notaris. Di sana tertulis dengan tinta hitam tegas bahwa Valerie Vespera secara sukarela memutuskan ikatan perwalian, melepaskan seluruh hak waris, sekaligus mencabut kewajiban keluarga Elrod untuk membiayai hidupnya—sebuah langkah yang secara hukum memutus "rantai budak" yang selama ini mereka gunakan.

"Apa-apaan ini?" bisik Gilbert, tangannya gemetar hebat saat membaca pasal-pasal di dalamnya. "Kamu pikir ini bisa memutus hubungan darah?"

"Secara hukum? Tentu bisa," jawab Valerie dingin. "Dan secara moral, kalian sudah memutusnya jauh sebelum aku melakukannya. Dokumen ini hanya formalitas agar aku tidak perlu lagi mencium bau busuk nama Elrod di sertifikat hidupku."

Valerie berbalik, langkah kakinya mantap meninggalkan ruang makan yang kini dipenuhi oleh keterkejutan. Di belakangnya, ia bisa mendengar teriakan Gilbert yang frustrasi, namun Valerie tidak lagi menoleh.

Di luar gerbang, sebuah mobil sedan hitam sudah menanti. Pintu mobil terbuka, dan Julian Prakasa berdiri di sana dengan sikap hormat.

"Selamat datang kembali ke dunia nyata, Nona Vespera," ucap Julian.

Valerie masuk ke dalam mobil. Ia menoleh sekali lagi ke arah mansion yang megah namun busuk itu. Malam ini, ia tidak menangis. Ia hanya tersenyum tipis. Sang Kaisar Bayangan telah keluar dari sarangnya, dan Jakarta tidak akan pernah sama lagi.

Bersambung.....

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Kustri
byk bgt kata draf🤔
masijacoke021205: Halo Kak, mohon maaf ya atas ketidaknyamanannya terkait banyaknya pengulangan kata di bab sebelumnya. Itu murni kesalahan teknis saat proses upload. Bab-nya sudah saya perbaiki dan rapikan sekarang. Terima kasih banyak sudah teliti dan memberikan masukan, Kak. Selamat membaca!
total 1 replies
Kustri
pdhal butuh bertahun" mempelajari bisnis, apalg ttg bursa
Kustri
diulang apa yaa
pas val ke dapur ketemu mbok darmi🤔
Kustri
dibalikin aja didpn tamu undangan... masa anak kandung tak diakui tidur di gudang tak diberi fasilitas, apa gk malu tuh ortu🤭
Kustri
belilah ponsel yg memadai val
Kustri
qu gk mudeng ttg saham, tp penasaran sm val
Kustri
owh.... iya ya... kan val sdh ngalami ini yaa🤭jd tinggal eksekusi👍
Kustri
knp baru kepikiran melaksanakan poin" itu stlh dijemput
gk pd saat di panti🤔
aaaah.... mgkin kendala dr ponsel pintar ya💪
Moreno
draf dref draf dref 😑
Moreno
gimana caranya uang tunai tiba2 masuk menjadi saldo digital
masijacoke021205: Sudah diperbaiki ya, Kak! Terima kasih banyak bantuannya.
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!