NovelToon NovelToon
Sebuah Penantian (Melepas Lajang)

Sebuah Penantian (Melepas Lajang)

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:525.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Puput

Anda memasuki kawasan bucin, baper 🤧

***
"Will you marry me?"
Sebuah pertanyaan yang harusnya disambut dengan bahagia oleh pasangan yang telah bertahun-tahun menjalin hubungan. Tapi tidak dengan Rili. Dia justru sangsi harus segera menerima lamaran itu atau tidak. Bukan dia tidak cinta atau tidak ingin menikah dengan Alvin tapi dia memikirkan perasaan Kakaknya, Rasya.

Masa lalu Rasya yang pernah kehilangan seseorang dalam hidupnya, membuatnya enggan membuka hati untuk yang lainnya. Sikapnya terhadap wanita semakin dingin bagai es kutub. Akankah ada seseorang yang mampu mencairkannya?

Lalu bagaimana kisah Alvin dan Rili. Karena penolakan Rili, orang tua Alvin ingin menjodohkannya dengan wanita lain. Dijodohkan? Tidak rela kan, hubungan yang terjalin dari nol sampai Alvin sukses itu kandas di tengah jalan.

Bagaimana perjuangan Alvin selanjutnya untuk tetap mempertahankan Rili?

Baca yuk!! Siapkan tisu untuk menghapus sesuatu yang basah. Air mata misal.. 🤭🤧

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puput, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sudah Ada yang Memiliki

Di saat matahari mulai bersinar terang, Rili membuka matanya. Kepalanya terasa berat dan pusing. Dia mengedarkan pandangannya sambil mengingat kejadian semalam. Dia sedikit terkejut melihat dirinya yang masih memakai gaun bahkan tanpa membersihkan wajahnya terlebih dahulu.

"Aku kok gak ingat apa-apa soal semalam? Semalam kan aku sama Mas Alvin terus...." Rili berusaha mengingatnya lagi tapi ingatannya hanya sebatas sampai saat dia makan malam.

Dia bangun secara perlahan mengambil tasnya yang berada di atas nakas. Dia ambil ponselnya lalu membuka whatsapp nya dan menghubungi Alvin tapi hanya bertuliskan memanggil tanpa adanya nada sambung.

Lalu dia mengirim pesan untuk Alvin, benar saja hanya satu centang abu. Mencoba lagi menghubungi Alvin lewat panggilan selular tapi tetap sama, tidak aktif.

Rili menghela napas panjang. Dia berusaha berpikir positif, ya mungkin saja ponsel Alvin sedang lowbath. Lalu dia beranjak dari ranjangnya dan bergegas ke kamar mandi. Dinginnya air di pagi hari yang sudah memiliki sinar matahari terang itu berhasil mengusir rasa berat di kepalanya.

Setelah selesai membasuh diri dan berganti pakaian, Rili keluar dari kamarnya, berjalan menuju meja makan. Terlihat Mami dan Papinya baru saja selesai sarapan.

"Mi, Kak Rasya sudah berangkat?" tanya Rili sambil menyambar segelas susu yang telah tersedia.

"Sudah barusan. Kamu gak enak badan? Kalau gak enak badan biar Mami aja yang ke toko."

Rili meletakkan gelas yang tinggal setengah di atas meja. "Cuma pusing aja Mi. Hmm, semalam Mas Alvin yang antar Rili?"

Papi dan Maminya saling melirik beberapa saat.

"Rasya yang jemput kamu," jawab Papi Rizal kemudian. "Mungkin karena kamu ketiduran jadi minta Rasya yang jemput, kan Alvin gak bawa mobil."

Rili merasa seperti ada yang janggal. Maski dia tertidur, tapi setidaknya dia merasa kalau digendong atau dipindah tempat. Semalam dia benar-benar tidak merasakan apa-apa.

Rili masih saja berpikir sambil terus memakan sarapannya.

"Rili, Mami berangkat dulu ya. Diantar sama Papi. Kamu istirahat saja di rumah," kata Mami Lisa setelah Rili menghabiskan sarapannya.

"Iya Mi."

Setelah itu Rili kembali melihat ponselnya. Nomor Alvin masih saja tidak aktif. Bahkan sampai siang. Dia mencoba menghubungi ke kafe, hanya ada Adit yang mengangkatnya dan bilang jika Alvin sama sekali belum ke kafe.

...***...

Pagi itu, di kantor Rasya. Dira berjongkok beberapa kali demi mencari barang miliknya yang mungkin terjatuh di bawah meja.

"Kalung itu dimana? Kenapa aku bisa lupa gak aku masukin sih kemarin." Dira kembali berdiri dan mengacak berkas-berkas yang berada di atas meja kerjanya.

Merasa yang dicari tidak ada, Dira keluar dan menemui cleaning service yang membersihkan ruangannya. Dia bertanya tentang kalungnya tapi cleaning service itu menjawab bahwa dia tidak melihat barang tertinggal di sana.

Ya, meskipun kalung itu hanya kalung titanium yang harganya tidak sampai 100 ribu tapi tetap saja itu berharga buat dia karena hanya itu kenang-kenangan dari seseorang yang mungkin tidak bisa dia miliki.

Saat akan masuk ke dalam ruangannya, dia berpapasan dengan Rasya. Dira hanya tersenyum kecil lalu berlenggang masuk. Dira masih saja melanjutkan pencariannya di dalam ruangan.

"Ra," panggil Rasya yang membuat Dira sedikit terkejut.

"Iya, Pak."

"Saya hari ini pulang agak cepat. Nanti kalau seandainya Pak Setyo ke sini, kamu tangani sama Doni ya."

Seperti biasanya. Pesona yang dipancarkan Rasya selalu berhasil membuat Dira terpaku dan gelagapan. "I-iya, Pak."

Rasya membalikkan badannya, tepat saat itu juga Dira kembali mencari barangnya. "Dimana sih?"

Gumaman Dira berhasil ditangkap telinga Rasya. Dia kini membalikkan badannya. "Nyari apa?" tanya Rasya sambil berjalan mendekat.

"Hmm, bukan apa-apa Pak. Cuma nyari bulpoin."

"Bulpoin? Nih banyak di atas meja." Rasya menunjuk beberapa bulpoin yang ada dalam tempatnya.

Dira hanya menggigit bibir bawahnya tidak berani menoleh Rasya yang berada tepat di belakangnya.

"Sepenting apa kalung ini sama kamu?" tepat saat Rasya bertanya hal itu, Rasya membungkuk dan memasangkan kalung itu di leher Dira.

Dira terperanjat kaget. Bahkan pengait kalung itu belum terpasang, dia kini berdiri. Dia mengambil kalung itu dan melihatnya. Benar, itu kalungnya.

Rasya menautkan alisnya menatap Dira. "Pertanyaanku belum kamu jawab. Sepenting apa kalung itu sampai kamu mencarinya ke sana kemari dan bertanya pada cleaning service. Bukankah itu hanya kalung biasa yang bisa kamu beli dengan mudah?"

Dira hanya menggigit bibir bawahnya. "Bukan apa-apa, Pak. Makasih." Dira mengalihkan pandangannya dari Rasya. Tatapan tajam Rasya benar-benar seolah menusuk hatinya.

"Sorry, kemarin aku tidak sengaja menemukan itu di dekat komputer saat aku mencari berkas."

Dira hanya menganggukkan kepalanya kecil.

"Ra, jujur sama aku. Kalung itu pemberian dari aku kan?"

Lagi, Dira tak menjawab.

"Ra," Rasya menghela napas panjang."Oke, kalau kamu gak mau cerita sama aku. Aku ngerti hati kamu sudah ada yang memiliki."

Rasya membalikkan badannya dan pergi meninggalkan Dira.

Setetes air mata kini lolos dari matanya.

Andai kamu tahu, aku gak pernah mencintai Kak Fandi...

1
Ryani
Rili aneh🤣 moga ajah d tinggal nikah🤭
Siti patma
sedih harus bepisah dengan kisah alvin rili dkk sukses terus ya thor
Author Halu: Ada kisah anaknya. Airin. 🤭
total 1 replies
Siti patma
novelmu ceritanya bagus kok semangat thor
Siti patma
aneh kok suami ikut istri biasanya kan istri ikut kerumah suami di novel lain
Siti patma
pria di novel banyak yg berhati baik tdk dengan duni nyata dikit
Siti patma
akhirnya ketemu jodohnya tak sia2 menunggu
Siti patma
fandi yang berjiwa besar semoga dapat jodoh yang baik juga
Siti patma
alvin memang terbaik
sinta febrianti
enak yah punya kaka kya rasya coba aja aku punya kaka kya rasya seneng bngt kli yah akur n di manja kya gtu. sedangkan aku punya kaka cwok tpi udah punya istri skrg istrinya ngelarang buat kakaku akur sma adik2ny bhkan lebaran aja gak pernah ngumpul lgi skrng smenjak punya istri. datang kerumahnya aja gak bleh sma istrinya. adek2ny di larang injak2 kaki kerumah kakaku sndri. bahkan sma mertuanya(ibunya kakaku) aja berani bngt smpe nge dorong mertuanya bhkan brang2 mertuanya sndri di miliki sma dia.
Ninoi: Tenang aja kak Sinta. klo kakak ipar kamu gak cepet sadar, inshaf dan minta maaf pd bumernya (ibunya kakak) jg klrg mu.. Smg aha gak terlambat. Kak Sinta dan klrg cukup doa, ikhlas, jalani aja bagian kehidupanmu, maafkan, jng dendam apa lg mendoakan dng meminta keburukan, maka biarkan TUHAN dengan waktuNYA ambil bagiannya kelak entah dng kesempatan bertoubat, karma atw azab. 🙏
total 1 replies
Indah Alifah
seru dari awal sempat halu andaikan ini cuma prank eh ternyata beneran makasih Thor g bikin galau
Siti Khalimah
heheheeeee
Azizah az
pernah diposisi Nana, nyeseknya 🤧🤧
Azizah az
Nana mending menjauh ajah lh nyesek loh
Azizah az
udh sampai sini kk
Al Fatih
cerita yang bagus,, no pelakor,, para suami yg so sweet banget....,, makasih Kaka utk karyanya yg menghibur.....
Author Halu: sama2 kak..
total 1 replies
Al Fatih
ealah d prank tho Ki 🤣
Al Fatih
menguras esmosis jiwa
Al Fatih
rili sudah memberi kesan ga bagus sama camer
Al Fatih
awalnya aq mau baca kisah anakx Airin,, katanya ad kisah orang tuanya Alvin rili....,, akhirnya k sini dulu deh....
lanjuuuuut
Al Fatih: rili sudah ketemu,, tp alvian pas remaja judulnya ap ya kaka
total 4 replies
Zuni Zun
ayla jadi ponakan ngeselin deh ntar kayanya, kya bapaknya,tpi banyak yg sayang sama dia..hhhahhhaaaaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!