Vano yang mempunyai jiwa cassanova di jodohkan dengan Nadine,seorang gadis cantik yamg memiliki sifat bar-bar, blak-blakkan, dan juga jail..
Nadine yang sudah mengetahui jika Vano adalah seorang cassanova, membuat perjanjian, jika Vano tidak bisa menyentuhnya walaupun mereka sudah menikah nantinya..
Namun melihat sifat dan niat Vano yang tulus,Nadine akhirnya luluh..
Namun Vano sang cassanova ternyata manis dirumah dan liar di luar..
Ia masih saja berburu wanita di luaran sana seperti saat ia masih bujangan dulu..
Sifat nya itu akhirnya di ketahui Nadine,saat ia berencana menyiapkan kejutan kehamilan untuk Vano..
Apakah Nadine akan bertahan atau memilih mundur?
Apakah yang akan Vano perbuat selanjut nya..Dan bagaimana dengan nasib pernikahan mereka yang sebentar lagi akan ada kehadiran seorang anak..??
Yuk simak terus kisah nya,dan jangan lupa tinggalkan jejak agar author lebih semangat lagi untuk berkarya ya..
TERIMA KASIH..😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyonya_Doremi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
Dengan senyuman yang mengembang,Vano mengangkat baju itu dan melihatkan nya ke arah Nadine..
"Baju ini maksud kamu.." Tanya Vano dengan senang..
"I..Iya.." Jawab Nadine malu dengan wajah yang sudah memerah..
***
Vano tersenyum dengan senyum smirk nya berjalan menghampiri Nadine ..
Nadine yang melihat gelagat mencurigakan Vano,tampak ketakutan dan was..was...
"Vano kamu kenapa mendekat..?Jangan macam macam ya Vano..Atau aku akan..." Ucap Nadine mengancam,namun ucapan nya terputus...
"Atau apa sayang...Hmmm..." Jawab Vano .menaikkan satu alisnya...
"Vano,kamu jangan macam macam,kamu ingat perjanjian kita.." Balas Nadine ketakutan..
"Perjanjian..?Perjanjian apa..?Apa aku pernah menyetujui perjanjian itu..?" Jawab Vano yang kini sudah semakin dekat dengan Nadine..
Ia terus berjalan menempel Nadine,sedangkan Nadine terus mundur,hingga terjatuh di atas ranjang king size yang sudah di taburi mawar itu...
Seketika mawar itu beterbangan tepat ketika tubuh Nadine yang dibalut handuk double itu terhempas ke atas ranjang,dan disusul dengan Vano yang mengungkung nya...
" Vano kamu mau apa..?" Tanya Nadine yang saat ini tidak dapat berbuat apa apa lagi..
Dadanya kembang kempis dengan nafas yang memburu,membuat si botak milik Vano ingin keluar dan mencari sarang nya..
Vano yang sudah mengungkung tubuh Nadine itu mendekatkan wajah nya ke muka Nadine dan hanya menyisakan jarak beberapa centimeter saja..
Melihat Nadine yang muka nya sudah memerah,Vano mengecup bibir indah itu sekilas..
Karena tak mendapat perlawanan dari Nadine,ia lalu mengulangi nya,tapi kali ini ia mengecup lalu ******* bibir gadis itu dengan lembut ..
Nadine yang masih terpaku itu sama sekali tak melawan,bahkan secara alami ia membuka sedikit mulutnya memberi celah untuk Vano bermain dengan lidah nya..
Tanpa di sadari Nadine mengeluarkan ******* yang sangat seksi di telinga Vano,membuat tangan terampil nya merayap membuka handuk yang dikenakan Nadine tanpa sepengetahuannya..
Setelah handuk itu terbuka,tangan Vano yang sudah terlatih itu memegang gunung kembar yang di miliki Nadine..
Saat tangan Vano mulai meremas nya,Nadine seketika sadar dan reflek mendorong tubuh Vano kesamping ..
Ia kaget karena tubuh bagian depannya tak lagi ditutupi handuk,semua nya sudah jelas terekspos dari atas hingga bawah..
Nadine terpekik dan mencoba memasang handuk itu kembali...
"Sudah biarkan saja..Aku sudah melihat semua nya.." Ucap Vano santai,sehingga membuat wajah putih Nadine tambah merona...
"Vano,kamu kurang ajar ya.." Bentak Nadine dengan sangat marah..
"Aku..?Kurang ajar..?Kenapa..??Aku ini suami mu sayang..Aku berhak atas itu semua..Kamu bersiaplah ..Nanti malam kita akan memulai nya..Siap tidak siap aku akan meminta hak ku.." Jawab Vano menuntut..
Deg
Nadine menelan ludah mendengar ucapan Vano..Ia takut jika Vano serius dengan ucapannya...
"Nadine ayolah..Kita memang di jodohkan..Tapi asal kamu tau,aku sama sekali tidak keberatan dengan perjodohan ini..Aku mencintai mu sejak awal kita bertemu..Ya walaupun kamu jail dan bar bar..Tapi aku tetap suka pada mu.." Ucap Vano mengutarakan isi hati nya kepada Nadine...
"Vano kamu..?" Ucapannya terputus saat Vano menggenggam tangan gadis yang sudah sah menjadi istrinya itu...
"Nadine,beri aku sedikit saja ruang..Aku memang cassanova,tapi aku janji,jika aku tak akan melakukannya lagi jika kamu mau menerima ku..Aku tak akan berburu wanita lagi di luaran sana.." Ucap Vano berjanji..
"Tapi..." Ucap Nadine lagi lagi terputus...
"Nadine,kita ini sudah resmi menikah..Sampai kapan kita akan seperti ini..?Aku gak mau mengecewakan orang tua ku dan juga orang tuamu..Mereka sudah berharap banyak kepada kita..Mereka menginginkan cucu dari kita sebagai obat penawar sakit dan lelah nya..Nadine ayolah..tidak mungkin kita akan seperti ini selama nya.." Jelas Vano mencoba membujuk Nadine..
Nadine tampak berfikir dan mencerna ucapan Vano..Memang benar apa yang ia katakan semua..
Mereka tak mungkin seperti ini selama nya..
Ia tak mau mengecewakan kedua orang tua nya dan juga orang tua Vano yang sudah berharap banyak kepada mereka berdua..
Nadine tak bisa membayangkan,jika penyakit mama nya akan kambuh lagi karena ulah nya yang seperti ini terus menerus...
"Vano...Baiklah..Aku siap..Tapi aku mau kamu memeriksakan dulu kesehatan mu..Aku tidak mau menanggung derita jika kamu ternyata mempunyai penyakit kelamin karena kebiasaan buruk mu berburu wanita setiap malam nya..Dan aku juga tidak mau kamu berpetualang lagi di luaran sana setelah aku memberikan hak mu secara utuh..Apa kamu sanggup sang casaanova??" Jelas Nadine memberi beberapa syarat kepada Vano..
Vano tampak berfikir dan mencerna ucapan Nadine ..Sesaat kemudian sebuah senyuman mengembang indah di bibir nya...
"Nadine kamu serius..Aku gak salah dengarkan..??" Tanya Vano senang memastikan..
"Ya..Aku serius..Aku berfikir jika tak ada lagi alasan aku untuk menolak mu..,Kita sudah menikah..Dan ada hati orang tua yang harus kita jaga..Maka dari itu aku mau kamu berubah..Jika kamu benar benar mencintainku seperti ucapan mu..Buktikan..Kita ke rumah sakit dan memeriksakan kesehatan mu..Dan kamu juga harus melepas gelar cassanova mu itu..Bagaimana..??" Tanya Nadine mengulangi ucapannya...
Vano yang kegirangan mengecup sekilas bibir istri nya itu,dan kemudian memeluk nya..
"Baik..Aku bersedia..Sangat bersedia..Kalau gitu aku mandi dulu,dan kamu siap siap lah..Kita akan ke rumah sakit sekarang.." jawab Vano girang lalu membuka lilitan handuk Nadine..
"Besok saja..Aku capek Vano..Lagian aku tidak punya pakaian untuk aku kenakan keluar dari kamar hotel ini..Aku akan membeli nya online nanti.." Jawab Nadine..
"Berarti malam ini kita tidak malam pertama dong..?" Tanya Vano sedikit kecewa..
"Enggaakk.." Jawab Nadine singkat,padat dan menusuk bagi Vano..
"Huhh...Baiklah..Aku menurut.." Ucap Vano lemas..
"Kamu mau apa..?" Tanya Nadine kaget..
"Aku mau mandi sayang..Aku cuma mau mengambil handuk ini.." Jawab Vano sembari melepas lilitan Handuk yang di pundak Nadine dan berjalan ke kamar mandi..
Nadine diam sesaat melihat Vano yang berjalan senang menuju kamar mandi...
Kemudian Nadine mengambil ponsel nya,dan memesan beberapa baju secara online untuk ia kenakan besok ke rumah sakit..
Nadine duduk di meja rias dengan masih melilitkan handuk yang menutupi lingerie yang ia kenakan..
Ia tampak sibuk mengeringkan rambut nya dengan mesin pengering..
Sedangkan Vano baru selesai mandi dan keluar dengan handuk di pinggang nya..
Nadine Kaget dan terpekik melihat Vano yang bertelanjang dada berjalan mendekat ke arah nya..
"Aaaaa...Vano pakai baju mu.." Nadine teriak menutup wajah nya..
Vano yang melihat ketakutan Nadine,hanya geleng geleng kepala sambil tersenyum...
"Nadine,kita ini suami istri..Buka mata mu..Lagian aku hanya mau mengambil baju di koperku.." Jawab Vano santai...
Nadine pun membuka mata nya,dan menarik nafas lega..Setelah rambut nya kering,ia kemudian berjalan ke ranjang,dan merebahkan tubuh nya di sana..
"Nadine,kamu akan tidur dengan handuk itu??" Tanya Vano heran..