NovelToon NovelToon
Seranjang Dengan Bajingan

Seranjang Dengan Bajingan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Cintapertama / Obsesi / Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Along Pee

Follow Ig Author, @Alongpee_08


Yaren Motan, 25 tahun. Telah dengan berani mengajak seorang pria untuk menikah dengannya, gara-gara perjodohan sialan yang akan dilakukan orang tuanya, dirinya rela merendahkan diri di hadapan seorang pria asing malam itu.

"Apa kau pikir aku lebih baik darinya?" tanya Ayaz. Pria yang diselamatkan oleh Yaren saat dikejar oleh banyaknya manusia dengan senjata tajam.

"Setidaknya, saat kita menikah nanti kita bisa bercerai kapan saja!" ucap Yaren.

"Deal!"

"Aku tidak janji, jika aku tidak datang besok kau menikahlah dengannya..." ucap Ayas kemudian membuka pintu mobil untuk segera turun.

"Ayaz sialan!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Along Pee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kau kelaparan?

Sejak hari itu, tidak ada satupun wanita yang menggetarkan hati seorang Marco Arash. Pria itu terlalu menutup diri untuk masalah asmaranya.

Mencari keberadaan Nindi yang begitu masih memenuhi relung hatinya, tujuannya hanya satu merebut Nindi kembali.

Namun keegoisannya telah membutakan hatinya kala mendapati wanita yang dicintainya sedang begitu menikmati pernikahan bisnis itu. Nindi dengan langkah pasti menggenggam mesra tangan suaminya, dan Marco saat itu hanya bisa membiarkan matanya memanas melihat semuanya.

Pria itu marah, memukuli brutal suami dari Nindi yang diketahui bernama Sian itu, Marco benar-benar meluapkan kekesalannya, saat itu dia menyebut Nindi wanita jal*ng karena emosinya yang memang sudah sangat memuncak, wanita cantik itu sudah mempermainkan perasaannya, padahal jika Nindi mau berjuang untuknya mungkin Marco akan memikirkan bagaimana solusi supaya mereka tetap bisa bersama, meskipun Marco harus keluar dari dunia haramnya.

Marco juga membeberkan fakta yang membuat suami Nindi tidak akan mencapai ketenangan selama hidupnya. Dan Marco juga tau, hari itu adalah awal hancurnya kehidupan Nindi.

Tanpa berniat menyesalinya, Marco berjalan meninggalkan keduanya, tanpa tau bahwa Nindi sedang mengandung benihnya.

"Wanita tidak akan bisa membuatnya bahagia, dia dididik keras untuk selalu hanya menurut padaku." gumam Marco. Matanya menatap kursi yang selalu diduduki Ayaz saat berkunjung ke markasnya.

"Pisahkan dia dari wanita itu, kalau perlu berikan penghidupan yang layak untuk wanita itu, suruh dia meninggalkan Ayaz." Marco menghidupkan rokok dan mulai menyesapnya.

"Cih, menyusahkan!" decihnya.

"Baik Tuan!"

...***...

Yaren mengetuk pintu untuk kesekian kalinya, namun tidak juga ada jawaban terdengar dari dalam. Dengan mengumpulkan nyali, wanita itu memutar gagang pintu, mencoba masuk karena hari sudah mulai sore, badannya sudah gatal hendak mengambil pakaian ganti kemudian mandi.

"Ayaz..." serunya.

"Lah, sepi ternyata nggak ada orang, kemana Ayaz? Perasaan dari tadi dia nggak keluar kamar?" gumam Yaren.

Yaren mencari-cari Ayaz di tempat-tempat yang mungkin barang kali kan Ayaz sedang bersembunyi lalu tertidur. Bersembunyi? Tapi untuk apa?

Tanpa peduli Ayaz di mana, Yaren mengambil bajunya di lemari, mengambil handuk kemudian kembali menuju kamar mandi.

Saat tidak ada Ayaz begini, jujur saja Yaren sedikit tenang, tidak ada ujian senam jantung yang akan membuat lambat kerja otaknya. Namun mengingat hari yang sudah semakin petang membuat Yaren juga sedikit ketakutan, alasannya ya masih sama, meski dirinya berada di sebuah rumah yang sangat nyaman, namun tetap saja dia berada di tengah-tengah hutan.

Yaren membuka pintu kamar mandi kala dirinya sudah selesai, dilihatnya kondisi sekitar masih sepi, tidak menampik dirinya juga bingung ke mana perginya Ayaz?

"Kau mencariku sayang?" tanya Ayaz yang muncul dari pintu belakang.

Yaren tersentak, Ayaz benar-benar misterius, pria itu pergi hilang dan datang kapan saja. Sebenarnya Yaren mulai tidak yakin yang bersamanya kali ini benar-benar manusia atau tidak? Apa iya manusia bisa memiliki ilmu raib dalam sekejap?

"Haaahh!" Yaren memberengut kesal mengusap pelan dadanya.

"Kau mengagetkanku!" ucapnya.

"Apa jantungmu berdebar?" tanya Ayaz, pria itu mendekat, menggoda Yaren adalah hobinya beberapa waktu ini.

"Kau mau apa? Jangan mendekat!" dengan cepat Yaren langsung lari menuju kamar, mengunci diri, tidak peduli ini rumah dan kamar siapa baginya melarikan diri dari Ayaz adalah hal yang tepat untuk saat ini.

"Hahahaha!" Ayaz tertawa keras berikut seringainya.

"Dia lucu sekali, memangnya aku mau apa?" gumamnya pelan.

Ayaz membuka beberapa kornet dan mulai membuat masakan, menanak nasi yang ternyata juga sudah hampir habis. Yaren, wanita itu entah sudah berapa kali makan sepeninggalannya tadi.

Percayalah, tidak perlu Ayaz menyusul untuk membujuk Yaren membukakan pintu, pasti nanti wanita itu akan keluar dengan sendirinya.

Dan benar saja, Yaren bahkan sudah duduk di meja makan menungguinya memasak kali ini.

Sebenarnya dia ini apa sih? Tidak mau menjual tubuhnya padaku, berlagak sok polos bagaikan gadis paling suci, tapi kalau urusan perut kadang suka tidak tau malu seperti ini. Sudah menumpang, tidak mau bayar sewa, bilang dia yang rugi padahal jelas-jelas aku yang rugi menampungnya.

"Ayaz..." seru Yaren, wanita itu tersenyum ramah.

Benar saja, jika ada maunya saja Yaren pasti akan bersikap menggemaskan.

"Makan?" tanya Ayaz menebak.

"Hehe, Ayaz tau!" pasrah Yaren.

"Seharusnya kau sudah mulai mencicil hutang-hutangmu, sebelum bertambah banyak dan aku kesulitan menghitungnya."

Hutang lagi, hutang lagi, selalu aja bahas hutang... Dasar perhitungan, mesum pula!

Jangan mengumpat Yaren, aku bisa mendengar apa yang kau bicarakan meski itu hanya sebatas batinmu.

Yaren menganga tidak percaya, pria di dekatnya itu bukan hanya misterius namun juga mengerikan. Yah lebih tepatnya sangat mengerikan.

"Kau bisa makan ini, isi tenagamu dengan baik, barang kali aku mau melakukannya malam ini. Kau harus selalu siap Baby!" ucap Ayaz.

Yaren benar-benar kehilangan selera makannya, saat lapar begini mengapa juga Ayaz harus membahas tentang itu, Ingin sekali Yaren mengumpat kesal pada satu piring bola-bola kornet serta satu mangkuk sup telur yang sudah tersaji rapi di hadapannya.

Ayaz memang ahli dalam merenggut nikmat hidupnya.

"Kenapa tidak dimakan?" tanya Ayaz lagi, pria itu sudah membubuhkan satu piring nasi hangat untuk Yaren, dan satu piring lagi untuknya. Mereka berdua akan makan malam bersama.

Yaren diam saja, mau menjelaskan lun percuma, memangnya apa peduli Ayaz?

"Makanlah!" titah Ayaz lagi, melihat Yaren yang hanya tertunduk lemas membuatnya menyadari Yaren sedang terpengaruh karena ucaoannya tadi. Sebegitu takutnya kah Yaren? Pikirnya.

"Aku..."

"Aku bisa membuangnya jika kau tidak mau!" ucap Ayaz dingin, aura menakutkan mulai kental lagi Yaren rasakan, apa lagi tatapan Ayaz yang seakan ingin membunuhnya, Yaren menyerah.

Tidak bisakah Ayaz menunjukkan ekspresi ramah tamah saat bersamanya? Kalau tidak dingin pastilah menyebalkan, ada lagi satu yang paling membuat Yaren menciut, yaitu kemarahan, selain dari itu Ayaz sungguh sulit dimengerti.

"Iya, akan aku habiskan segera!" sahut Yaren cepat.

Selera makan tidak lagi dipedulikannya, Yaren hanya tau nasi itu secara bergilir masuk ke mulutnya, sistem kunyah telan dengan cepat dan teratur ia terapkan untuk makan malamnya kali ini.

Hingga pada suapan terakhir, Ayaz membuyarkan konsentrasinya tentang makan. "Kau kelaparan?" sindir Ayaz.

Yaren menunduk menatap piring yang mulai kosong, habis tidak bersisa, cepat sekali, bahkan kali ini Yaren mengalahkan makan cepat yang biasanya dilakukan Ayaz.

"Kau sudah tidak sabar untuk malam panas kita?" sindir Ayaz lagi.

Yaren, wanita itu tersedak kala mendengar pertanyaan Ayaz, tangannya dengan pasti menuangkan satu gelas air minum dan langsung meneguknya.

Kalau bukan karena tatapan membunuhmu tadi aku tidak akan segila ini memasukkan nasi hangat ke mulutku hingga menghabiskannya, dasar bajingan!

Bersambung...

1
Cica Kosmetik
Luar biasa
Dewi Soraya
aduh ayas yg slh tu marco krn marco yg membuka aib ibumu didpn sian n mukulin sian hingga sian tw ibumu udh hamil ank marco mkny sian blsny ke u
Dewi Soraya
hrse ayas tw n dy yg mulai dluan
Erni Cahaya Nst
br ngikut lanjut thor smangat
Farizagam
bagus
Nurma sari Sari
aku suka banget ceritanya sampai akhir, tapi masih gantung gk tau anak Ayaz sama yaren laki2 atau perempuan
Nurma sari Sari
aduh penasaran....bayinya laki2 atau perempuan ????
Nurma sari Sari
Rymi yg tinggal dikota aja begitu paniknya saat melahirkan, gimana dgn Yaren yg tinggal ditengah hutan saat akan melahirkan, apalagi yg jauh dari sinyal untuk menghubungi Marco 🤦
Nurma sari Sari
😭😭😭😭
Nurma sari Sari
kasihan yaren 😢😢😢
Nurma sari Sari
ada2 aja baru kali ini seorang kriminal di dukung untuk keselamatannya agar terlepas dari jerat hukum oleh para readers 🤭😀
Nurma sari Sari
tamat sdh riwayat amla
Nurma sari Sari
kasihan juga sebenarnya Donulai
Nurma sari Sari
Rymi memang kriminal yg cerdas dan pembunuh berdarah dingin
Nurma sari Sari
tadi yaren bilang waktu Ayaz cemburu sama dokter Amri yaren menjelaskan kalau dokter Amri itu saudara dari mendiang ibunya dan kak Jovan tau juga dgn dokter Amri, kenapa sekarang malah yaren bilang lagi ke Ayaz kalau kak Jovan GK tau sama dokter Amri. gimana sih yg benarnya, bingung aku 🤦🤔🙄
Nurma sari Sari
ibu hamil memang begitu, mudah ngambek, perasaan sering berubah2, minta selalu diperhatikan, GK mau jauh dari suami, kalau bisa suami GK usah kemana2 maunya dekatan terus, tapi ada juga, kalau suami ada diajak berantem Mulu, tapi kalau suami keluar dari rmh, malah di cari disuruh pulang, tar sdh sampai rumah diributin lagi, ya begitulah bumil angin2n susah dimengerti maunya, sabar ya Sam...
Nurma sari Sari
aaaaaah......maunya dokter Amri sama Camir, kenapa sama kuda nil
Nurma sari Sari
Rymi gengsinya tinggi banget, malu tapi butuh 🤭
Nurma sari Sari
apakah Ayaz nantinya akan mati....???? meninggalkan yaren dlm keadaan hamil untuk memberikan kenang2n seorang anak buah cinta kasih mereka suatu saat nanti. Aaaaaah..... GK seruuuuu !!!!! 😢😢
Nurma sari Sari
aku padamu Ilham 👍🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!