NovelToon NovelToon
Dokter Rona And Hot Daddy

Dokter Rona And Hot Daddy

Status: tamat
Genre:Romantis / Balas Dendam / Dokter / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 5
Nama Author: Senja Merona

Seorang dokter lulusan luar negeri, terjebak dalam hubungan tanpa cinta dan status pernikahan.

Berawal dari sebuah pengkhianatan, hingga membawanya pada kesalahan cinta satu malam dengan seorang sugar daddy yang berprofesi seorang dosen sekaligus pemilik Rumah Sakit tempatnya bekerja dan menjadikan dia seorang wanita simpanan.

Novel ini rate 21 ya. Isi ceritanya banyak adegan dewasa. Jadi untuk yang masih di bawah umur, bijaklah untuk memilih bacaan.

Salam,

Senja Merona

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja Merona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dress Merah

Pikiran Rona menerawang, hal yang sangat langka bila seorang dokter dipanggil pimpinan Rumah Sakit secara pribadi. Kecuali ada hal sangat penting yang berhubungan dengan nasib dirinya di Rumah Sakit tersebut.

"Selama ini kerjamu selalu bagus Rona, tidak pernah terdengar keluhan apapun dari pasien. Jadi jangan terlalu cemas, mungkin saja kamu akan ditawari untuk naik jabatan," ujar Claire menenangkan.

"Naik jabatan apaan ... jadi istri Direktur, gitu?" canda Rona.

"Memangnya kamu mau jadi istri aki-aki, sudah gitu istri kedua?" tanya Claire.

Rona hanya menaikkan kedua alisnya lalu masuk ke dalam lift. Claire menatap sahabatnya terheran-heran. "Aku pikir kamu frustrasi gara-gara pria itu sampai mau-maunya dijadikan istri kedua."

Rona tidak mengindahkan celotehan Claire, pikirannya terlalu dipenuhi akan tanda tanya. Perasaannya diliputi kekhawatiran. Tidak pernah dia merasa segelisah ini dalam hidupnya.

"Mau aku antar?" tawar Claire.

"Tidak perlu ... aku bisa sendiri," tolak Rona.

Rona menepuk bahu Claire sejenak lalu berjalan berlawanan arah dengan sahabatnya. Menyembunyikan tangan yang berubah dingin ke dalam saku jas dokter kebanggaannya.

Ruang Direktur Utama

"Masuk!" Terdengar suara teriakan dari dalam ruangan.

Rona mendorong handle pintu, lalu masuk ke dalam ruangan. Suara sepatu dan napasnya saling berburu seraya mata memperhatikan punggung seseorang dari balik kursi hitam.

"Permisi, anda memanggil saya?" tanya Rona sopan.

"Iya, mendekatlah!" perintah pria tersebut.

"Anda bukan Mr. Richard. Suara anda sangat asing," timpal Rona.

"Benarkah?"

"Ya. Jadi, siapa anda?"

"Saya Direktur Utama yang baru, menggantikan ayahanda yang sudah memilih untuk berhenti mengelola Rumah Sakit ini."

"Lalu hubungannya apa dengan dipanggilnya saya?"

"Tidak ada!"

"Ti- tidak ada?" tanya Rona bingung. "Kalau tidak ada, saya permisi kembali ke ruangan. Karena 15 menit lagi jadwal saya praktek," ungkap Rona menahan kesal.

Pria misterius itu hanya mengangkat tangan kanan lalu melambaikannya dengan gerakan cepat. Rona yang paham akan maksud pria tersebut, langsung berputar dan keluar dari ruangan. Dia mengeluarkan umpatan karena merasa dipermainkan. Sedangkan pria itu hanya tersenyum melihat tingkah Rona dari CCTV yang dia pasang diberbagai sudut.

"Ish, tidak jelas. Mentang-mentang atasan, seenaknya saja mengerjai bawahan!"

...***...

"Ah... lelah...! Huft... tapi ini baru jam empat sore, aku malas kalau harus pulang cepat. Apa aku bilang saja malam ini ada jadwal jadi dokter jaga ya?"

Terdengar suara satu pesan masuk, Rona membuka ponselnya dan terlihat nomor dari pria yang sangat dia benci.

Rubah Jantan

Feliks sudah menjemputmu, dia ada di depan ruangan.

Rona

Maaf, saya malam ini tidak pulang karena harus menggantikan rekan saya menjadi dokter jaga di UGD.

Rubah Jantan

Tidak usah berbohong! Saya tahu tugas kamu hari ini sudah selesai.

Hari ini kamu saya maafkan, lain kali ketahuan berbohong, tanggung akibatnya!

"Pria songong ini, sepertinya memiliki banyak mata. Selalu tahu dengan apa yang aku kerjakan!"

Meski berat kaki, Rona terpaksa meninggalkan tempatnya bekerja menuju bangunan hampa dan juga menyedihkan. Bangunan di mana dia tidak lagi dipandang sebagai seorang wanita yang terhormat.

Gadis yang duduk di belakang kursi kemudi menatap kosong jalanan lengang dari balik jendela. Sampai dia tidak menyadari kalau jalan yang dilalui saat ini adalah jalan yang berbeda.

"Kita sudah sampai Nona..." ujar Feliks.

"Sudah sampai, benarkah?" tanya Rona. "Tapi ini bukan apartemen Edward, ini salon!"

"Iya betul, tuan Edward yang menyuruh saya untuk mengantarkan Nona pergi ke tempat ini."

"Tapi untuk apa?"

"Nanti malam ada pesta, Nona harus menemani tuan Edward."

"Pesta? Tapi pesta apa?"

"Saya tidak tahu Nona. Anda masuk saja ke salon dan ganti pakaian anda dengan gaun yang sudah dibelikan tuan Edward," ucap Feliks dengan menyerahkan dua goodybag yang berisi dress dan heels.

"Terima kasih..." ucap Rona. "Satu lagi, cukup panggil Rona jangan panggil nona, risih aku dengarnya!"

"Siap Nona, eh Rona!"

Rona masuk ke dalam salon yang tidak ada satu pun pengunjung. Dia langsung dilayani bak seorang putri dan dimanjakan dengan perawatan eksklusif, dari ujung kepala hingga ke ujung kaki. Wajahnya dirias secantik mungkin dipadukan dengan rambut curly sebatas bahu. Terakhir Rona diminta untuk mengganti pakaiannya dengan dress warna merah tidak berlengan dan berleher rendah.

"Pakaian apaan ini?" keluh Rona sembari menarik-narik dress pendeknya.

Sudah 15 menit Rona berdiam diri di dalam kamar pas, membuat semua orang menunggu. Dia merasa sedang telanjang mengenakan pakaian serba kurang bahan. Dia hendak mengganti pakaiannya lagi. Namun, suara berat menghentikan niatnya.

"Ayo cepat keluar atau kamu mau saya yang masuk dan menggantikan pakaianmu?"

"Tidak perlu, saya sudah selesai!" sergah Rona. Dia keluar dari kamar ganti seraya menutupi bagian dadanya. Dua pria dewasa di depannya menatap tak berkedip.

"Feliks, jaga matamu. Wanita ini milikku!" bentak Edward.

"Kalau memang kamu tidak mau orang lain menatapku, kenapa membelikan saya baju kurang bahan begini?" protes Rona.

"Itu urusanku, kamu tidak perlu tahu..." jawab Edward dengan tangan merangkul pinggang Rona. Dia mengecup bahu yang terbuka lalu menghirup dalam-dalam aroma tubuh wanita simpanannya.

"Kalau bukan di tempat umum, kamu sudah habis aku makan sayang..." ujar Edward yang kembali mengecup bahu Rona dan menggigit tipis ceruk leher yang menggoda.

"Punya rasa malulah sedikit, pria bajingan!"

"Semakin kamu mengumpat, semakin aku ingin memakanmu!"

Rona akhirnya memilih diam, dia tidak ingin semakin dipermalukan oleh Edward, lalu berjalan ke arah di mana Feliks dan sebuah mobil mewah keluaran Eropa tengah menanti.

Feliks membukakan pintu dan Rona masuk ke dalam mobil, diikuti Edward setelahnya. Mereka kini duduk berdampingan dalam kecanggungan. Karena lagi-lagi Edward mengecup bahunya dengan lebih agresif.

"Kalau kamu tidak bisa diam, saya akan pastikan kepalan tangan ini mengenai luka di perutmu!" ancam Rona.

"Lakukan saja, aku tidak peduli!"

Rona mengacungkan kepalannya hendak melukai tubuh Edward. Namun, pria itu menarik lengan Rona lalu mencumbunya. Gadis itu meronta-ronta, tetapi Edward memperkuat tenaga. Hingga tangan Rona yang masih bebas mencubit bagian luka yang sangat pedih, Edward langsung melepas pagutannya.

"Ah... ini sakit sekali. Bagaimana kamu tahu bagian yang sangat perih?"

"Tentu saja saya tahu, saya yang mengobatimu malam tadi!"

"Benarkah, jadi malam tadi kamu meraba dan melihat tubuhku?"

"Apa sih, tidak usah belaga sok suci. Lagi pula saya sudah tahu bagaimana tubuh..." Rona menutup mulutnya karena sadar telah salah bicara.

Edward menyeringai dia merasa telah digoda dan ditantang oleh Rona. Matanya menyoroti tubuh wanita yang sangat menggelitik otak warasnya. Namun, dia harus lebih bersabar karena malam ini akan menghadiri pesta ulang tahun putri dari sahabat ayahnya. Dia kemudian memberi jarak dengan gadis di sampingnya, lalu duduk bertopang kaki dengan pandangan menatap kerlap-kerlip lampu dan kunang-kunang yang hinggap di atas jendela mobil.

"Kunang-kunang... sampaikan salamku untuk Marissa. Bahagia selalu di duniamu...."

...*******...

...Maaf ya belum maksimal berkarya lagi nih, mudah-mudahan perlahan bisa normal kembali kondisi badan dan kondisi isi kepala :D...

...Terimakasih sudah berkenan hadir di karya kedua Author Senja Merona....

...Jangan lupa untuk meninggalkan favorite, vote, like, comment dan rate 5 stars ya....

1
Kundriah
ceritax ckp bgs... bisa lebih hot lagi Thor....😀♥️
Si Memeh
Luar biasa
Nadine Ayunda
roland itu bukannya pacar rona yg dulu selingkuh sama musuh bebuyutan ya,
Bundana Irpan Sareng Faizal
kasihan rona😢
elf
visualnya keceeeee badai.. tp aq lbh suka Leona ama nath... cantik segerrrr... nath,,, gemesin paraaahhh... 😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
Martias
Luar biasa
Febri Ana
lanjuuttt
Roro Sri hastuti
kompak banget pasangan ini suka ngadon dan diadon 🤣🤣🤣🤣
Arifin
jangan lupa mampir kak
Arifin
kak saling dukung
Eva Octriana
leona kan diperkosa nathan, knp leona gak kena HIV, sdgkan amber mamanya kena jg
Cecilia Ceci
cerita nya bagus,seru dan tidak bertele tele
Endang Werdiningsih
richad pria lemah yg tdk bisa tegas dgn istri...memalukan sdh dieslingkuhi lg
Endang Werdiningsih
edward spt pria kaya pada umum'a.... mengandalkan kekayaan hanya untk memuaskan diri dan cenderung punya hati jahat...tdk merasa menyesal setelah memperkosa seorang gadis yg dianggapja peremopuan penjaja tubuh...
Arogan msh jahat pula...
Endang Werdiningsih
alur'a msh enak untuk dibaca dan tdk menbosankan,,, dan smoga tokoh Rona sbg perempuan yg kuat dan baik,,,smoga spt ini trus part part kedepan...
semangat kaka' author....
Neng Aulia
ikut dong ke klinik kecantikan, babang Edward... wkwkwkwk
Yulia Apriawanti
Kecewa
Senja Merona🍂
💕💕💕💕💕
Umi Nabila
jgn mau Feliks
Umi Nabila
😂😂😂😂kasian bgt lu mber
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!