NovelToon NovelToon
Macau Love Story

Macau Love Story

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Mafia / Tamat
Popularitas:832k
Nilai: 5
Nama Author: Andreane

Apa yang salah dengan hidup Nayla?"

Setelah lepas dari kekejaman sang tante, yang menjadikannya mesin uang, Ia harus menikah dengan seorang mafia peretas mesin judi. Lelaki yang telah membelinya dengan harga fantastis.


Akankah sia-sia, Perjuangannya untuk mengeluarkan sang suami dari labirin perjudian. Dengan masa lalu tersulut dendam kepada sang ayah yang telah meninggalkannya.

Hingga ia nekad untuk menikahi adik kandungnya sendiri demi sebuah pengakuan dari Hari Hermawan.

Apakah sang ayah akan membiarkan Pandu menikahi adiknya dari rahim wanita selain ibunya, ataukah Nayla yang akan meredupkan sarat emosi dan melupakan dendamnya..

Lelaki mapan dan matang..
Seorang mafia judi. PANDU MAHARDANI HERMAWAN

"Aku percaya bahwa ada cinta yang tak pernah melukai" (Nayla)



"Menyenangkan sekali berbicara denganmu, Meskipun usiamu jauh lebih muda dariku, namun perkataanmu bak wanita dewasa yang menghipnotisku agar selalu mendengarkanmu.

Wanita sepertimulah yang aku butuhkan.

Cinta yang kau berikan untukku, mampu mengembalikan hidupku yang rapuh menjadi utuh hingga sempurna" (Pandu)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andreane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13 (kembali ke macau)

Aku yang tengah meraih pakaian untuknya dari dalam lemari, seketika memindai penampilannya. Satu tangan mas Pandu bergerak mengeringkan rambutnya yang basah, dan tangan lainnya menutup kembali pintu kamar mandi.

Terdiam sejenak, aku mengumpulkan keberanian untuk menanyakan apa yang masih mengganjal di pikiran dan hatiku.

"Mas, benar-benar mencintaiku?" tanyaku pelan.

"Pertanyaan itu sudah ku jawab berulang kali, jangan buat aku menjawab untuk kesekian kalinya Nayla" jawabnya seraya menghampiriku.

Tanganku reflek mengulurkan pakaian padanya dan dia menerima dengan mata menatap padaku"

"Alasan mas mencintaiku masih belum masuk akal bagiku" ujarku pelan, mataku tertuju pada jemari mas Pandu yang bergerak mengancingkan kemeja.

"Kenapa tidak masuk akal?" aku mencintaimu tanpa alasan"

Aku bungkam, sembari menyusun kalimat yang tepat untuk ku ucapkan.

"Why Nayla?" tanyanya ulang dengan nada datar khas miliknya.

"Karena,,"

Ucapanku terpotong oleh perkataan mas Pandu yang tiba-tiba menyela.

"Karena pertemuan singkat kita?" sehingga egomu mengatakan bahwa itu mustahil?"

Deg.. jantungku di dalam sana mendadak berdesir. Aku lupa bahwa dia memiliki insting yang kuat, dia juga seorang pria dengan pembaca pikiran yang baik. Buktinya, dia selalu bisa menebak apa yang aku pikirkan, dan apa yang ada di dalam hatiku, meskipun aku belum mengatakannya. Satu lagi, dengan kemampuan insting itu, dia menjadi penjudi yang hebat.

"Suatu saat pasti kamu akan tahu, tanpa aku beri tahu"

"Kenapa?" tanyaku memicing

"Baru beberapa hari kita tinggal bersama saja kamu sudah tahu seperti apa aku, iya kan?"

"Memang apa yang sudah ku tahu dari mas?"

"Tanyakan pada hatimu, apa yang sudah kamu tahu tentang aku" sahutnya sambil memakai kaos kaki.

"Aku tahu tentang Alvin dan Sonya"

"Bukan yang itu" kilahnya membuatku mengerutkan kening.

"Apa?" tanyaku heran

"Tentang sifat dan sikapku padamu, aku yakin kamu merasakannya"

Ucapan mas Pandu benar, aku tahu dengan sendirinya sifat asli dia. Dia sangat perhatian, penyayang, lembut, dan tidak pernah melakukan kekerasan.

"Bengong lagi" ucapnya membuatku sepersekian detik menyoroti netranya.

"Mas yakin aku akan tahu alasan sebenarnya mas memilih menikahiku dan mencintaiku?"

Bahasa tubuhnya yang merospon pertanyaanku dengan anggukan, membuatku semakin bingung.

"Kalau begitu jangan meniduri wanita lain ketika kita berjauhan"

Setelah mengucapkan itu, aku langsung beranjak dari hadapannya, dan seketika aku merasakan pergelangan tanganku di pegang olehnya, lalu menarik hingga tubuhku menempel padanya, dan aku mendongak mempertemukan netra kami.

"Berikan kepercayaanmu padaku" ucapnya dengan sorot mata tak teralihkan. "Kepercayaanmu tidak akan sia-sia, aku jamin itu"

Sebagian otakku tetap fokus menatapnya, dan sebagian lagi mencerna apa yang di ucapkan tadi.

"Baiklah, ku beri kepercayaan itu pada mas" ujarku berusaha tenang "Apa konsekuensi yang harus mas bayar, jika tidak bisa menjaga kepercayaan yang sudah ku berikan?"

"Nyawaku" Jawaban mas Pandu membuatku merinding.

"Kamu bisa ambil nyawaku untuk mengganti kepercayaanmu" Lanjutnya, dengan sepasang bola mata bergerak seakan mencari sesuatu dalam mataku yang mengekor mengikuti gerakan manik hitamnya.

"Aku siapkan sarapan" kataku memutus kontak mata kami, lalu melepaskan tangannya yang melingkar di pinggangku.

Selagi aku menunggu roti tawar yang tengah ku panggang dalam toaster, aku membuat orak-arik telur dan menggoreng dua guling sosis jumbo, tungku satunya ku pergunakan merebus air untuk menyeduh lai cha atau teh susu.

Belum siap sarapan yang ku buat, tahu-tahu mas Pandu sudah duduk di kursi makan lengkap membawa ransel berisi laptop serta notebooknya. Pria itu langsung sibuk dengan ponsel di tangan kirinya.

"Ibu sama Nuri belum bangun?" tanya mas Pandu saat aku menata sarapan di atas meja.

"Masih jam enam, biarpun bangun juga pasti sibuk bantu ibu bersih-bersih dulu"

"Nah kan, baru dua hari disini kamu sudah tahu kebiasaan Nuri, jadi jangan terus bertanya alasan aku mencintaimu. Suatu saat pasti kamu tahu" pungkasnya lalu mulai menyantap sarapan.

"Kenapa bukan mas yang memberitahu saja?" tanyaku sambil memperhatikan mas Pandu menggigit roti panggang buatanku.

"Aku ingin kamu tahu sendiri"

Mendengar jawabannya, aku diam menatap mas Pandu, bibirku reflek mengerucut, lalu menopang daguku dengan salah satu punggung tanganku.

"Mas tidak marah aku menyimpan rasa pada pria masa kecilku?"

Mas Pandu tersenyum dengan pertanyaanku, detik kemudian menggeleng.

Aneh, seharusnya dia bereaksi marah atau cemburu, kesal mungkin, tetapi tidak.

"Mas tidak cemburu?"

"Cemburu" sahutnya dengan mata fokus ke makanan lalu menyuapkan garpu berisi potongan sosis.

"Terus kenapa reaksinya biasa saja?"

"Tidak ada gunanya kan cemburu, marah-marah, apalagi melotot melotot sama kamu?"

jawabanya memancingku untuk tersenyum, tapi sebisa mungkin aku menahannya.

Usai menghabiskan sarapan, mas Pandu meminum teh, dan meraih tisu lalu mengusapkan di mulutnya.

"Sesi tanya jawabnya di lanjutkan next time ya!"

Aku mengangguk sebelum kemudian berkata "Aku antar sampai ke bawah?"

Sebelum benar-benar keluar dari ruang makan, mas Pandu memelukku lalu mengecup pucuk kepalaku.

"Makasih sarapannya"

"Sama-sama" jawabku yang di respon kecupan di pipiku.

"Dan dessert~nya"

"Dessert?" keningku mengernyit

Alih-alih menjawab, mas Pandu kembali mengecup pipi satunya.

"Biar adil" sahutnya di iringi kerlingan mata.

Kali ini aku paham, dessert yang dia maksud.

"Yakin mau nganter sampai bawah" tanyanya sembari mengenakan sepatu.

"Iya"

Mas Pandu menggandeng tanganku keluar unit. Selagi menunggu pintu lift terbuka, dia terus memandangku dengan tangan tak lepas dari tautannya yang mengunci jemariku. Mendapat tatapan jahilnya, aku rasanya ingin kabur dari hadapan mas Pandu.

"Hati-hati" ucapku menunduk.

"Titip ibu, kalau ada apa-apa, langsung hubungi aku" pesan mas Pandu, tangannya terulur mengusap puncak kepalaku, lalu beralih ke pipi.

Kepalaku mengangguk sebelum kemudian ku cium punggung tangannya, mas Pandu masuk ke dalam taxi yang sudah ia pesan.

Kenapa berat sekali berpisah dengannya. Itulah bisikan hati yang terus terngiang di telingaku.

1
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
ngasih tau orang dewasa ngalahin anak paud.... anak paud aja tau kl di diijek injek balikkkk lahhhh....
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
kasih pelajarn nayla.... lama lama kaya orang oon...
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
awas aja kalo otor pro sama nayla
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
baik sih baik tapi kasusu ya nayla baiky bikin eneg
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
tolongin aja nay tantemu kn hati baik bak malaikat
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
hahaaha dah kejepit baru ngomng nyari anakya kmrn pasa mau nikah susah ngakuin... trs emak hrs percaya sama siape nih... pandu n hermawan otor....
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
tinggal bareng sama bu risa dong adehhh.... apaa sudah nerima hukuman.. woi ditinggalkan cerai sama istri kedua itu bukan hukuman tapi sebab akibat die tak jujur sama kondisi die n emng rakus pingin ngiasain harta ye
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
yaelah semudah itu ayah y di maafin....
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
bgussss top usir tuh aki aki tamak
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
emak kalo baca novel cuma nunggu happy ending atau sad ending dan satu lagi karma..... dah ngk macam macam kok thor..... kalo orang yg udah berkhianat atau di sakiti ngk dapt karma... otor emk demo..... 😂
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
nah kan nyari penyakit lo
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
kenapa pandu blm jujur kalo dia adalh lelaki masa kecilya
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
hadir kembali
Ran Aulia
terimakasih ceritanya author 👍👍👍👍

langsung cuzzz ke personal assistant
Adi Suweni
Luar biasa
Srie Sulastri
keren
Lucinta Gua
Tinggal di LN namanya Indo bgt
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
PART AKHIR MLH JENGKEL DGN SIKAP NAYLA..
Sulaiman Efendy
ENTAH TERLALU BAIK ENTAH GOBLOK SI NAYLA,, HNY MIKIRKN TANTENYA YG JAHAT, TNPA MIKIRKN PANDU & KELLEN..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!