NovelToon NovelToon
Diam-Diam Married

Diam-Diam Married

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Patahhati / Perjodohan / Nikahmuda / Romansa Modern / Tamat
Popularitas:12.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Asri Faris

Inggit Prameswari terpaksa menikah muda dengan Albiru Rasdan karena perjodohan yang dibuat oleh orang tua mereka. Usia keduanya yang masih begitu belia, menyebabkan rumah tangga mereka dipenuhi dengan banyak drama. Terlebih sikap dingin Biru yang mendarah daging, menyebabkan keduanya bagai pasangan Tom and Jerry yang tak pernah akur dengan yang namanya perselisihan.

"Maju satu langkah gue teriak nih!" ancam Inggit

"Well, lo harus membayar mahal atas semua perlakuan lo ke gue." Biru.

Jangan lupakan pria tampan yang diam-diam menaruh hati pada Inggit, dia Ares. Laki-laki yang siap berjuang sampai di titik nadir, walaupun aral melintang di depannya. Pria itu tetap berkata, "Mari kita jalani ini semua bersama." Ares

Perjalanan cinta segitiga yang mengharu biru, persahabatan, cinta dan kesetiaan yang di uji.

follow ig~ mazarina_asrifaris

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asri Faris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 14

Ares balik ke kamar dengan wajah lesu, kesempatan bertemu dengan cewek itu lenyap sudah bagai hantu. Perempuan itu sudah pergi.

"Hmm ... kayaknya ada yang lagi kasmaran nih ...!" ledek Bunda Naya.

Ares bergeming, mengabaikan celotehan Bunda dan kembali menjatuhkan bobot tubuhnya ke kasur. Laki-laki itu mulai menyusun alasan yang logis bin masuk akal untuk menemui jenis cewek paling langka seantero bumi. Ares ingin menghubungi, tapi sayangnya laki-laki itu tidak mempunyai akses lebih gampang untuk berhubungan dengan gadis itu. Bahkan nomor ponsel yang ia berikan sama sekali tidak berguna, atau bahkan tidak di simpan.

Ia waktu itu sempat meminta no HP Inggit, tapi sepertinya nomor palsu, sebab, nomor tersebut sama sekali tidak bisa dihubungi setelahnya. Alamat email saja Ares dapat dari ketidak sengajaan dirinya yang masuk ke ruang kerja ayahnya yang tengah bergelut dengan tugas yang dikirim dari mahasiswa didiknya.

"Maaf Nyonya Ibu, Tuan Ares sudah Bangun?" sapa Asisten Edo.

"Sudah bangun, tidur lagi, lihat aja sendiri," jawab Naya cuek.

Asisten Edo pamit dari hadapan Naya dan menuju kamar Ares. Pria itu masuk ke kamar dan benar saja mendapati Tuannya masih terlelap.

"Maaf Tuan, hari ini Anda harus bangun karena ada jadwal kuliah pagi ini." Asisten Edo terpaksa menggoyang tubuh Ares yang enggan merespon. Edo adalah sahabat Ares yang merangkap jadi asisten pribadinya.

"Tuan, tuan, gue males, lo keluar dulu deh, sana ...!" usir Ares ketus."

"Ini sudah masuk jam kerja, jadi ... saya harus profesional," ucap Edo datar.

"Emangnya ini hari apa? Lo hidupnya gangguin gue mulu perasaan."

"Sabtu, Tuan."

"Udah hari sabtu aja? Edo, lo tahu nggak?"

"Nggak," jawabnya spontan.

"Gue belum selesai ngomong ...!"

"Maaf, Tuan Ares, sebaiknya jangan banyak mengobrol karena waktu Anda sudah hampir terlambat."

"Ish ... lama-lama ngeselin juga, nanti gue pecat lo. Tadi pagi, cewek yang kemarin nabrak gue datang ke sini nyerahin paketan ini," tunjuk Ares pada bungkusan yang dibuat rapih itu.

"Terus, apa hubungannya dengan kegiatan Anda Tuan," ujarnya butuh penjabaran.

"Dodol ... tentu saja ada hubungannya, lo tahu nggak? Sepertiga hati gue tertinggal di sana." Kali ini Ares terdengar lebay sekali, asisten Edo sampai senyum-senyum dalam hati.

"Dodol itu bukannya makanan khas yang legit itu ya?" jawab Edo bak orang bodoh.

"Lo mau dipecat!" bentaknya malas.

"Tentu saja jawaban 'tidak' adalah pemilihan kata yang tepat," jawab pria itu datar.

Sementara di sisi lain, Biru dengan semangat empat lima mengajak kekasihnya Hilda berlibur bersama. Paket bulan madu yang dihadiahkan untuk pasangan muda itu benar-benar disalah gunakan Biru tanpa mau tahu urusan dibelakangnya.

Biru melirik Inggit yang tengah sibuk di layar laptopnya. Mereka saat ini tengah berada di ruang tengah. Sama-sama sibuk mengerjakan tugas.

"Besok gue mau pengajuan izin selama seminggu, pergi berlibur sama Hilda. Gue cuma mau mastiin, lo tidak berminat merencanakan sebuah kegagalan yang ada."

"Hmm ... " gumam Inggit malas.

"Kok jawabnya sedatar itu."

Inggit yang merasa diajak ngobrol pun mendongak, memutus tatapan dari layar laptop, menyorot laki-laki yang sama halnya tengah menatap dirinya.

"Gue tidak minta pendapat lo, tapi gue sedang memberi pernyataan, yang sebentar lagi akan menjadi kenyataan."

"Kayaknya gue musti mengadakan syukuran deh, atas kepergian lo yang cukup membuat hidup gue tenang," ujar Inggit cuek.

"Maksud lo?"

"Ya ... ini adalah salah satu dari sekian keinginan gue, kalau lo bisa serius sama Hilda, bukan hanya sekedar pacaran saja."

"Lo gila, atau ... lo mau gue madu?"

Inggit bergeming, mengabaikan celotehan suaminya itu yang sangat jujur. Untungnya gadis itu tidak memberikan perasaannya apapun, coba kalau iya? Sudah pasti seonggok daging bernama hati itu berubah menjadi kepingan sakit yang teramat.

"Kenapa diam? Lo tidak punya alasan untuk memberi saran, ataupun mencegah, apalagi sampai ikut campur urusan pribadi gue," ujar Biru tanpa perasaan.

Inggit hanya menanggapi dengan senyuman simpul.

"Nggit! Lo dengerin nggak sih, kalau gue ngomong?"

"Menurut lo, gue harus terhura, nangis-nangis dipojokan gitu? Yang ada kalau lo pergi hidup gue lebih tenang," tukas Inggit sengit, mengabaikan semua isi cerita Biru.

Kali ini Biru yang terdiam kehabisan kata-kata.

"Lakukan saja apa yang ingin lo lakuin, gue tidak akan ikut campur terkait urusan pribadi lo, tapi ... lo juga harus ingat, gue juga punya urusan pribadi gue sendiri, dan lo juga tidak boleh ikut campur urusan gue," sarkas Inggit meminta kebebasan untuk dirinya.

"Oke, deal!" Biru mengulurkan tangannya.

"Fine, deal."

Inggit berucap, tetapi tidak menyambut uluran tangan suaminya.

Inggit menyudahi acara belajarnya, gadis itu mengemas buku catatan dan menutup laptopnya. Berdiri meninggalkan ruang tengah, yang semakin lama menjadi topik hangat perbincangan sengit mereka.

"Lo, ngapain ngikutin gue?" tanyanya kesal demi melihat Biru yang bertingkah seolah lupa dengan perjanjian yang telah disepakati.

"Nggak usah ge er, gue nggak minat tidur sama cewek resek kaya lo."

"Ya udah sana," usir Inggit kesal.

"Sayangnya gue lupa kapan gue buat janji," ujar Biru datar, syarat akan menyebalkan.

"BIRU ...!"

1
aryuu
asli menguras emosi
hati hati bacanya bagi yang punya darah tinggi 🤣🤣🤣
aryuu
tama asuuu luhhh
udah maksa anak lu kawin juga begini nih orang tua egois
aryuu
adem adem aja padahal Poto bugil tersebar 🤭🤭🤭
aryuu
satu kata buat para ortu di cerita ini : asu
aryuu
mangkanya jadi orang tua jangan egois maksain kehendak dasar orang tua kok goblok
aryuu
bukan hanya patah hati tapi juga kena HIV tukang colok colok sembarangan
aryuu
Romo lu modar aja gih, lu ngasih anak lu ke biawak kayak si biru...
aryuu
cowo bejad gini adeuuhhh dipasangin sama cewe baik 🤣🤣🤣
aryuu
kayanya semua perlakuan si biru waktu mau perkosa di mobil trus ditinggal dijalan yg dibilang membuat trauma kaya menguap begitu aja, kaya ga ada masalah
aryuu
anji g biadab lu, semoga biru dapat karmanya, biar cerita sadis ini tidak di normalisasi kalo pria boleh semena mena sama perempuan
aryuu
otor sadis banget buat ceritanya🤭🤭🤭
aryuu
Inggit ini bukan orang kaya ya, ga mampu ke laundry juga🤭🤭
Inggit sial banget lho punya bapak dajal jodohin anaknya sama dajal🤭🤭🤭 udah nasib lu sial git dicerita ini🤣🤣🤣
Wahyunni Winarto
biru pemain handal
ko kayak ga rela🤭
Wahyunni Winarto
sumpahh sakit bngt bc nya gmn pun istri lho itu😭😭😭
Wahyunni Winarto
laki modelan gtu di pertahanin
tinggalinnn
Melda Herawaty
👍🏻👍🏻 ga nyesal baca brpun telat 😆, salah satu author fav ku🤩
Anisha Khalifah
jujur agak gimana gitu liat sikap inggit
Susanti Susanti
Luar biasa
Rara Love
klo bisa kak asri ceritanya lanjutin dong dengan cerita rumah tangga yg harmonis bersam anak mereka albitu dan inggrit
Rara Love
tak bosan bosan baca cerita ini dari 2021 masih di ulang membaca berkali kali sampai sekarang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!