Kisah Santi dan Vino adalah ke dua Kakak beradik yang saling menyayangi.
Ayah dan Ibu meninggalkan Mereka di usia yang sangat muda.
Maka dari itu Vino sebagai Kakak harus bekerja keras untuk menghidupi kebutuhan Adik semata wayangnya.
Dan banyak misteri ke hidupan masa lalu Vino yang belum terungkap.
Sehingga Vino sebagai Kakak sekaligus CEO di perusahaan yang di bangunnya sendiri dengan Sekretaris Yun.
Rela menikahi Aulia,wanita yatim piatu dari panti asuhan.
Demi ke bahagian Santi,Adik semata wayangnya.
Bagaimana kisah cinta Vino Dan Aulia,Yuk ikuti kisahnya di Cinta dan kasih sayang CEO Vino.
pameran pertama
Vino
Santi
Aulia
Risya
Sekretaris Yun
pameran pendukung
Rima
Doni
Anisa
Jangan lupa Komen dan Vote juga ya Kakak
Terima kasih😊😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riski iki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 14
Sekretaris Yun, yang mulai menyadari kesalahannya.
Dengan menyebut Nama Rima di depan Vino,sekarang hanya bisa diam membisu, tanpa berani mengucapkan sepatah kata pun.
"Kenapa...Aku bisa sebodoh ini,,,!"ucap Sekretaris Yun dalam hati.
Beberapa menit keheningan pun terjadi, antara Vino dan Sekretaris Yun, dengan pikiran mereka masing - masing yang menerawang ke masa lalu.
Dimana saat Rima yang kedapatan berselingkuh, di dalam Sebuah Hotel.
Bersama teman Prianya, dan Vino Sendiri lah yang memergoki Mereka, dan pada saat itu juga Vino memutuskan hubungannya dengan Rima.
(Dan pada saat itu Vino belum Sesukses sekarang, sehingga Rima dengan mudah meninggal kan Vino.)
Dan kejadian itu pulalah yang membuat Vino bekerja keras, sehingga dia bisa Sesukses sekarang ini.
"Kadang - kadang kejadian yang kita Alami, memang membuat kita menjadi lebih Dewasa,
sehingga memicu Semangat, untuk Diri kita sendiri untuk menjadi lebih baik,"ucap Vino dalam keheningan tersebut.
Sekretaris Yun yang mendengar ucapan Vino,hanya diam membisu, tanpa berani lagi mengucap kan sepatah kata pun, yang akan membuat Vino merasa kesal.
"Ayo kita kembali lagi ke perusahaan," ucap Vino.
Yang langsung berdiri dari kursinya.
Melihat Vino yang mulai berdiri dari kursinya, Sekretaris Yun pun mulai mengikutinya dari belakang.
*******
Di Rumah
Santi yang melihat Risya,hanya mengguling gulingkan badannya ke kiri dan ke kanan,hanya bisa tersenyum melihat kelakuan sahabatnya itu.
Dan Santi yang sudah tidak tahan dengan tindakan Risya mulai tertawa terbahak - bahak.
"Ha...Ha...Haa," tawa Santi.
"Kamu itu lucu sekali klo lagi ngambek gini," ucap Santi di sela -sela tawanya.
"Dan aku juga tau, klo Kamu itu hanya pura - pura tidur saja, dan sekarang bangun lah,,,,!"ucap Santi pada Risya.
Risya yang mendengar perkataan Santi, yang tau kalo dirinya hanya pura - pura tidur, mulai bangun dan melempar kan Bantal Surfet, pada Santi.
"Gabut,,," ucap Risya kesal.
Sambil berdiri dari tempat tidurnya menuju Meja Makan.
( Ya Santi tau,kalo ke biasaan Sahabatnya itu klo lagi kesal Dia akan menghabis kan makanan apa saja yang berada di hadapannya.)
Melihat tindakan Risya,Santi hanya menggeleng kan kepala, dan menyusul sahabatnya itu menuju meja makan.
*****
Di Meja Makan
Risya yang kesal, melihat Kue Brownis di meja makan dan mulai mengabiskannya.
Santi yang melihat Risya menghabiskan Kue Brownis di atas meja, mulai menggeleng kan kepala lagi.
"Tadi cemilan, sekarang Brownis," makannya begitu banyak tapi kenapa Dia tidak
gemuk - gemuk malah kurus seperti ini.
"Seharusya kan kalau makan banyak kaya gini badannya akan jadi gemuk," ucap santi dalam hati.
Risya yang melihat Santi yang berdiri tidak jauh dari meja makan dan sedang memikirkan sesuatu pun mulai berkata.
"Kemari lah,,,"ucap Risya dengan datar.
"AKU,,"ucap Santi.
"Iya siapa lagi," ucap Risya.
Santi yang merasa Dirinya di panggil pun mulai mendekati Risya.
"Jangan memikirkan sesuatu yang macam-macam, Aku seperti ini karena Ulah mu, yang tidak memperdulikan ku sejak tadi,dan malahan kamu menertawai ku," ucap Risya sedikit kesal.
Santi yang melihat sahabatnya itu yang sedari tadi mengoceh tanpa henti pun mulai mendekat dan membujuknya.
"Iya, aku tau Aku salah,," maaf kan Aku,,,! ucap Santi.
"Coba dari tadi,"Sahabat ku ini Peka.
"Kan Aku tidak akan memakan makanan sebannyak ini," ucap Risya yang masih merasa sedikit kesal.
tks likenya