Aska seorang CEO tampan, dan juga cerdas. Sifatnya yang dingin dan juga datar membuat dia susah di dekati, apalagi sama yang namanya wanita.
Aska juga tidak pernah tersenyum, kecuali sama keluarga dan sahabat terdekatnya.
Akankah ada yang wanita yang bisa mendekati dan membuat dia tersenyum?
Yuk langsung kepo in.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 13
Selesai makan, Fira membereskan meja makan. Fira membawa piring kotor ke wastafel yang ada di dapur, kemudian dia mencuci bersih piring itu.
Setelah semua pekerjaannya selesai, Fira pergi ke kamarnya. Tapi sebelum itu Fira memastikan ayahnya sudah meminum obatnya.
Sesampainya di kamar, Fira mencoba menghubungi nomor adiknya kembali. Dan hasilnya tetap sama, nomor adiknya tidak bisa di hubungi.
" Kakak harap kamu tidak melakukan hal yang menjijikkan itu Kanaya" lirih Fira.
Fira mematikan lampu kamarnya, kemudian mengganti dengan lampu tidur. Fira membaringkan tubuhnya di atas kasur empuk miliknya.
Fira menarik selimut hingga dadanya, Fira mencoba memejamkan matanya. Tapi matanya masih sulit untuk terpejam, dia masih memikirkan sang adik yang entah berada dimana sekarang.
Di tempat lain.
Di sebuah apartemen mewah, seorang cewek dan seorang pria, mereka baru saja melewati malam yang panjang.
" Karena aku sudah menyerahkan milikku yang berharga, jadi kamu harus memenuhi keinginan ku" kata cewek itu.
" Tentu saja. Aku akan memberikan apapun yang kamu mau" kata sang pria.
Pria itu mengambil dompetnya yang ada di atas nakas. Dia mengambil kartu kredit berwarna Gold, kemudian memberikan kepada cewek itu.
" Ambillah, dan beli apapun yang kamu inginkan" kata pria itu.
" Terima kasih" ucap wanita itu sambil mengecup bibir pria itu sekilas.
" Kau jangan menggoda ku lagi Kanaya?"
Kanaya hanya tersenyum mendengar ucapan pria yang ada di sampingnya itu. Ya wanita itu adalah Kanaya. Dia rela memberikan tub*hnya, kepada pria kaya demi memenuhi kebutuhannya. Karena kalau dia minta pada sang kakak, sudah pasti kakaknya itu akan menceramahi nya.
" Besok aku mau keluar kota, apa kamu mau ikut?"
" Lain kali aja deh, soal besok aku ada ujian di kampus"
" Ingat!, sepeninggal aku, kamu nggak boleh nakal-nakal"
" Kamu tenang aja, aku nakalnya cuma sama kamu"
" Paling bisa bikin aku senang. Apa itu masih sakit?"
" Sedikit" jawab Kanaya.
" Masih bisa nggak?" tanya pria itu.
" Masih, tapi mainnya pelan-pelan"
" Pasti sayang"
Mereka pun melakukan kembali penyatuan itu. Sehingga suara-suara erotis pun menggema di dalam kamar apartemen itu. Tak berselang lama sang pria itu tumbang di samping Kanaya. Karena sudah lelah, akhirnya mereka berdua pun terlelap dengan posisi saling berpelukan.
Di Kota J.
Aska dan sang asisten sampai di hotel, ya Aska memutuskan untuk pulang besok. Karena hari ini dia sangat lelah, sehabis melihat proyek pembangunan hotel tadi. Jadi tidak mungkin memaksakan tubuhnya untuk berangkat hari ini juga.
Sang asisten memesan kamar presidential suite. Ya sang asisten harus memastikan kamar yang nyaman dan juga aman untuk sang bos.
Setelah melakukan check in, Aska dan Rendy langsung menuju kamar mereka masing-masing.
Sesampainya di dalam kamarnya, Aska tidak langsung tidur. Dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu. karena tubuhnya sudah lengket karena keringat.
Selesai mandi Aska hanya memakai kimono handuk untuk menutupi tubuhnya. Aska berjalan menghampiri tempat tidurnya, kemudian Aska membaringkan tubuhnya di atas kasur empuk itu. Mungkin karena lelah Aska pun terlelap.
Pagi-pagi sekali Aska sudah bangun dari tidurnya. Karena pagi ini dia harus melakukan penerbangan, kembali ke Jakarta. Aska bergegas menuju kamar mandi untuk segera membersihkan dirinya.
Sang asisten sudah menunggu dengan setianya di ruang tamu. Mereka sengaja berangkat pagi-pagi, karena Aska ada meeting pagi ini dengan klien dari kota B"
Aska keluar dari kamarnya dengan pakaian yang rapi. Mereka berdua siap untuk berangkat ke bandara. Aska dan Rendy akan sarapan di atas pesawat jet.
Setelah check out mereka langsung menuju mobil yang sudah terparkir cantik di depan pintu masuk hotel. Sang sopir membukakan pintu untuk kedua tuannya.
Mobil mahal itu melaju menuju bandara. Suasana jalan raya pagi itu cukup sepi, karena hari masih jam 5 pagi. Jadi kendaraan belum banyak yang berlalu lalang.
Mereka sampai di bandara internasional kota J. Aska dan Rendy keluar dari mobil, kemudian mereka berjalan menuju pesawat jet. Seperti biasa pilot dan pramugari sudah menunggu kedatangan kedua pria tampan itu.
" Pagi tuan muda"
" Pagi" balas Aska sambil berjalan masuk ke dalam pesawat jet, diikuti sama Rendy di belakang.
Setelah mendengar pramugari bicara, kalau sebentar lagi pesawat akan Take off. Aska dan Rendy memasang sabuk pengaman mereka. Benar saja, tak berapa lama setelah pramugari bicara pesawat pun sudah Take off.
Para koki yang terpercaya, dan sudah belasan tahun bekerja dengan keluarga Wiguna segera membuatkan sarapan untuk tuan mudanya itu. Pagi ini mereka akan masak masakan kesukaan Aska. Tempura udang, capcay dan beberapa hidangan pelengkap lainnya.
" Bagaimana kerjaan divisi yang bermasalah kemarin Ren"
" Mereka sudah mulai mengerjakannya, dan yang paling cepat mengerjakan tugas itu divisi marketing"
" Oh ya, padahal masalah mereka yang paling banyak loh?"
" Iya, gue cukup terkesan melihat cara kerja managernya. Mereka juga sudah menarik parfum yang bermasalah itu, dan mereka hanya menunggu persetujuan dan tanda tangan dari Lo, setelah itu mereka akan mulai memproduksi"
" Bagus sekali. Tapi tunggu, bukankah manager divisi marketing itu si cewek pembuat masalah?"
" Benar"
" Bagus, gue bisa balas dendam sama tu cewek"
" Hati-hati ntar jatuh cinta"
" Nggak akan"
Koki mengantarkan langsung sarapan untuk tuan mudanya, di bantu sama satu orang pelayan. Sang koki menata hidangan itu di atas meja.
" Makasih Pak" ucap Aska dan Rendy.
" Sama-sama Den, selamat menikmati"
Koki dan pelayan itu pamit undur diri. Aska dan Rendy mulai menyantap sarapan mereka. Pagi ini mereka sarapan di atas awan.
Di Jakarta.
Seorang wanita cantik sedang berkutat di dapur. Dia sedang membuat sarapan untuk dirinya dan sang ayah.
Tangan wanita itu sangat lihai memotong dan juga mengolah bahan yang ada. Setelah 45 menit lamanya akhirnya masakan cewek cantik itu sudah jadi.
Fira menata masakannya di atas meja. Fira kembali ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya yang sudah lengket karena keringat. Setelah itu dia akan membangunkan sang ayah untuk sarapan bersama.
Sesampainya di kamar Fira mengambil handuk, kemudian masuk ke dalam kamar mandi. Selesai mandi Fira memakai pakaian kantornya.
Setelah selesai memakai pakaiannya, Fira menyisir rambutnya. Seperti biasa Fira memakai bedak bayi dan memoles bibirnya dengan lip tint.
Fira keluar dari kamarnya, kemudian dia berjalan menuju kamar sang ayah. Ya Fira akan membangunkan sang ayah untuk sarapan bersama.
Tok..
Tok..
Tok..
" Yah, sarapan dulu"
Ceklek.
Pintu kamar terbuka, menampakkan sosok panutannya. Fira tersenyum pada sang ayah.
" Yuk sarapan, nanti keburu makanannya dingin"
Sang ayah hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju.
Fira dan sang ayah langsung menuju meja makan. Seperti hari-hari biasanya, Fira mengambilkan nasi beserta lauknya untuk sang ayah. Setelah itu barulah dia mengambil untuk dirinya sendiri.
Ayah dan anak itu mulai menyantap sarapan mereka. Fira sangat senang karena sang ayah dengan begitu lahapnya.
Selesai sarapan Fira berpamitan dengan sang ayah. Sebenarnya Fira tidak tega meninggalkan sang ayah sendiri di rumah, tapi mau bagaimana lagi dia harus pergi bekerja.
" Fira pamit dulu ya Yah" kata Fira sambil mencium punggung tangan sang ayah.
" Hati-hati dijalan"
" Iya, Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam "
Fira melajukan mobilnya menuju kantor. Selama di perjalanan dia memikirkan sang ayah. Kadang pernah terpikir oleh Fira untuk memakai jasa pembantu, tapi dia tidak punya cukup dana lebih untuk membayar.
Apa aku jual aja mobilnya, untuk membayar jasa pembantu.
Tanpa terasa mobil yang di kendarai Fira sampai di perusahaan Wiguna Group. Fira memarkirkan mobilnya di tempat parkiran kantor.
Fira masuk kedalam kantor, sampai di lobi Fira tidak melihat sahabatnya. Biasanya sahabatnya itu selalu menunggu dia lobi.
" Tumben dia belum datang "
Fira memutuskan untuk menunggu sahabatnya di lobi. Dia duduk di kursi yang ada di lobi, sambil menunggu sahabatnya datang, Fira mencoba menghubungi adiknya kembali.
Akhirnya nomor sang adik sudah bisa di hubungi.
" Hallo" terdengar suara serak seperti baru bangun tidur.
" Assalamualaikum Dek"
" Wa'alaikum salam, ada apa kakak telpon pagi-pagi"
Fira mencoba sabar mendengar ucapan sang adik.
" Kamu baik-baik aja kan Dek?, Kenapa semalam nggak pulang?, kamu tidur dimana?"
" Kakak selalu saja cerewet. Aku baik-baik saja, kakak tidak perlu mengawatirkan aku"
Tut.
Sambungan telepon pun terputus.
" Huh, dia selalu saja seperti ini" kata Fira sambil menyimpan kembali ponselnya kedalam tasnya.
Tak berapa lama sahabat yang dia tunggu datang juga. Willa tersenyum melihat sahabatnya itu. Fira dan Willa pun berjalan menuju ruang kerja mereka.
To be continue
Happy Reading 😚😚