Dia adalah bidadari. Cantik bagai rembulan. Senyumnya kiasan keindahan matahari. Terasa sejuk. pesona alami.. Sial aku hanyalah pecundang. Don't worry, I never give up. kisahku di mulai....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaydiaz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cermin
...Guru ...
...Pertemuan kedua dengan gadisku tetap mengalami komunikasi yang rumit....
...Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan. Dia hanya diam. Aku juga hanya diam....
...Berfikirlah....
...Aku sudah menyiapkan segalanya. kata-kata terbaik. Mawar yang lebih baik. persiapan hati yang lebih baik. Aku belajar berkata dengan menggunakan dengan cermin" cermin adalah Guru terbaik". Aku tidak tahu kata Motivasi darimana itu. Dan tetap aku ikuti saja....
Kami duduk berseberangan. Dimana kata-kata itu.
" Biarkan saja mengalir" Nasehat biore.
...Dasar biore Udik. karna dia tak berada di tempatku berada. Aku kehilangan Motivasi saat aku pergi. Apa ini efek di butakan Cahaya Cinta. Lalu kenapa dia juga hanya diam tak bicara....
..." Kamu sudah makan" tanyaku....
..." Sudah" Jawabnya....
...Aih' Apa aku ketularan Udin....
...Berfikirlah....
...Pertanyaan itu harus mengalun dengan indah....
...Seperti ini hanya menghabiskan waktu. Apa ini kutukan Kurir, karna aku selalu bilang menyebut nama panjangnya itu tak menghemat waktu. jika malam ini aku bisa melalui dengan pembicaraan santai' Aku janji menyebut nama Kurir dengan nama panjangnya. Jam apel tidak boleh lebih. Jika tak mau di bawa ke Pak RT. Walaupun di kampung sendiri....
...Tapi terjebak dalam kebisuan itu siksaan seperti Berendam Siksaan China....
...Benar malam ini hanya kebisuan saja....
...Esoknya....
..." Kamu harus berlatih keras Tan" ucap Bea cukai....
..." pelajari kesukaannya' kebiasaannya' Hobinya'" lanjutnya....
...Detail sekali dia menerangkan hal tersebut. Padahal dia tak memiliki kekasih. Mungkin Dia indepent' Jadi Dia lebih bisa mengObservasi dalam masalah orang lain. Udin juga sama....
..." Apa yang kamu bicarakan dengan Gadis itu? tanyanya....
..." Aku tanya apa dia sudah Makan" jawabku...
.
..." Kata-kata apa itu" tanyanya....
...Aku hanya mengangkat bahu....
...Seolah dia telah berpengalaman. kisah yang menyedihkan adalah ketika dia mencintai Nafisah. Wanita yang di taksirnya. Dia berdiri di depan Nafisah tanpa bicara apapun. Besoknya Nafisah di bonceng seorang pria. Nafisah mengenalkan pria itu pada keluarganya. Dan mereka pun Menikah....
...Setelah itu tamatlah kisah cinta Bea cukai....
..." Menurutmu bagaimana" tanyaku....
..." Tulislah daftar pertanyaan saat kamu ngapelin Dia" jawabnya....
Dia gila. Tapi ide Bea Cukai adalah ide yang brilian.
...Aku tidak sangka sejauh itu manusia planet bumi ini berfikir....
...Udin tetap tak bergeming. Derita luka kekalahannya....
...Telah membuat dia seperti kehilangan tujuan hidup....
...Emaknya sedih. Tapi tak bisa berbuat apapun....
...Udin tenggelam dalam kesedihannya. Mungkin dia membayangkan Pria Bermobil Nan Tampan itu tertawa bahagia dengan Neng Di pesta Pernikahan Neng. Pasangan serasi. Sedangkan Udin diam duduk di tempat yang dia merasa tidak di hiraukan oleh siapapun. Ku harap dia tak menghanyutkan diri di Sungai....
..."Ayolah Din" bujuk ku....
...Dia hanya menatapku dengan tatapan kosong. Sial' Padahal ini bukan Novel Romantis....
..." Temui dia lagi. buat kesempatan" sambungku....
...Ingin sekali aku menamparnya. Kemana semangat Gali kuburnya. kemana semangat Rujak Tumbuknya pergi. Cinta benar-benar bisa menghilangkan akal sehat....
...Tampan...
...Pria itu tersenyum....
..." Aku minta maaf" katanya....
...Pria yang gantelmen....
...Dia datang ke rumah Udin. ternyata dia mencari tau apa yang terjadi....
..." Ternyata karna aku hubungan mereka bisa begini" lanjutnya....
...Ya memang Neng lebih cocok dengannya. Mereka terlihat serasi. Tapi Udin adalah temanku....
...Serasi atau Teman ternyata sebuah pilihan yang rumit....
..." Aku minta maaf" lanjutnya....
...Udin tetap diam saja....
...Mungkin itu juga yang bisa dia lakukan. karna dia menjadi pendiam setelah kasus ini terjadi....
...Tapi terlihat keduanya bersikeras untuk mempertahankan Neng. Walaupun Udin sudah kalah permanen dari Pria Tampan ini....
..." Apa yang kamu mau" tanyaku....
..." Aku ingin persaingan yang adil" jawabnya....
..." Aku mencintai Neng" katanya....
...Udin juga....
"Aku ingin Neng bersama denganku" lanjutnya.
...Udin juga....
..." Aku ingin bersaing merebutkan Hati Neng" tandasnya....
...Aku tidak tahu. Ini kabar baik atau buruk. Hanya saja dia akan mendekati dengan cara pria. tanpa melibatkan pengaruh orang tua. Aku tahu masalah kaya. Si Tampan itu Unggul. Udin kalah. Masalah Wajah. Si Tampan itu Unggul. Udin kalah....
...Tapi satu yang tidak si ketahui pria itu. Udin sudah memenangkan Hati Neng.....
#