ini novel ketiga ku..
novel ini lebih menguras emosi, berisi tentang perjodohan dan berakhir dengan perselingkuhan..
merasa sama-sama nyaman dan saling membutuhkan sehingga menimbulkan keterikatan..
Nayla yang terus disiksa fisik maupun batin oleh suaminya akhirnya menemukan tambatan hati, hanya saja lelaki tersebut telah memiliki istri..
sedangkan Edward yang merasakan kehampaan rumah tangganya serta perselingkuhan istri nya berkelana mencari cinta sejati, tetapi terhalang restu orang tua??
bagaimana kisah cinta mereka...
baca terus novel-novelku yang lain, tolong like dan vote terus ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian hafiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
meninggalkan rumah
" terimakasih" ucap Nayla turun dari mobil Alan dan masuk kedalam rumah
Nayla mengemasi semua barang nya dan barang Kayla, dia berniat untuk pergi malam ini dari rumah itu bila Dhika pulang akan menyulitkan baginya untuk pergi
" kali ini aku memang harus berpisah darinya,tidak akan ada lagi yang bisa ku pertahankan dari rumah tangga ini" ucap Nayla
" mbak besok pagi tidak usah kemari saya mau pulang kampung dulu" ujar Nayla pada pengasuh Kayla
" ada apa buk"
" tidak ada apa-apa mbak,nanti setelah saya pulang lagi kesini saya akan hubungi mbak,ini gaji mbak bulan ini, maaf saya tidak bisa beri penuh karna saya belum gajian"
" tidak apa buk, ini sudah lebih dari cukup, bila ibu butuh bantuan saya segera hubungi saya buk"
" iya...saya pergi dulu mbak" ucap Nayla pamit
Digendong nya Kayla dalam keadaan kalut Nayla memesan taksi
Alan masih memarkirkan mobil tidak jauh dari kediaman Nayla dia sengaja belum pulang karna takut terjadi apa-apa pada Nayla dan benar saja Nayla keluar dari rumah nya dengan membawa koper lalu menaiki taksi,Alan mengikuti taksi yang dinaiki Nayla
" mau kemana dia..." gumam Alan
didalam taksi
" mau kemana buk?"tanya sopir taksi pada Nayla
Nayla terus meneteskan air matanya
" bu...mau kemana?" tanya sopir taksi itu lagi
" iya...pak..jalan saja dulu" ucap Nayla yang memang belum juga tau arah tujuannya kemana malam ini
sudah hampir 40 menit supir taksi itu menjalankan taksinya tanpa tujuan
" pak tolong cari kan penginapan didekat sini" Nayla membuka suara
"baiklah..."
tak lama kemudian taksi berhenti di penginapan yang terlihat sepi,Nayla turun dan membayar taksi...
"kenapa sepi sekali penginapan ini,dan terlihat menyeramkan" gumam Nayla
Alan yang dari tadi memperhatikan Nayla segera turun dan menghampiri
" Nay...." pekiknya
" Alan...kau mengikuti ku"
"maaf Nay..ada orang yang mengkhawatirkan kan keadaan mu"
" jangan bilang Edward" ucap Nayla kesal
" ya...siapa lagi penggemarmu selain bos galak itu" jawab Alan bercanda
" ayo ikut aku..jangan menginap disini,,tidak baik untuk anak mu, penginapan ini terkenal angker!!!" ucap Alan menakuti Nayla
Alan berjalan menuju mobil sedangkan Nayla masih berdiri mematung mencerna ucapan Alan
" ayo Nay...mau menemani penunggu disini" pekik Alan
tiba-tiba Nayla ber gedik ngeri dan bulu kuduk nya merentang
" Alan tunggu aku..." pekik Nayla menghampiri Alan yang sudah tiba duluan di mobil
" kita kemana?" tanya Nayla memecahkan lamunan Alan
" kita ke apartemen ku,,untuk sementara waktu kamu tinggal disitu dulu untuk menenangkan pikiran" ujar Alan
" oh ya...apa yang kamu ketahui tentang perselingkuhan suamiku?" tanya Nayla
"apa kamu siap mendengarnya?" tanya Alan balik
" ya...aku akan mendengarkan biarpun hatiku sakit agar aku bisa memutuskan semua masalah pernikahan ku" ujar Nayla mantap tanpa ada rasa ragu
" suami mu sudah lama menjalin hubungan dengan Vira,dia sering menghabiskan malam nya bersama Vira"
" Vira??"
" ya..perempuan yang bersamanya tadi namanya Vira, istri Edward"
" apa???kenapa bisa istri Edward" Tanya Nayla heran
" aku juga tidak mengetahui kenapa mereka bisa berselingkuh,kalau untuk Vira bukan Dhika selingkuhan pertamanya,dia sudah lama mengkhianati pernikahannya dan Edward alasannya karna Edward tak mencintainya"
" kenapa mereka menikah bila tak saling mencintai??"
" mereka dijodohkan, ini lah akibatnya bila menikah kehendak orang tua,kehancuran yang akan terjadi karna sewaktu menikah mereka tidak mengenali pribadi masing-masing pasangan"
" tidak semua akan berakhir begitu,tidak boleh menghakimi orang tua,buktinya saja aku tanpa perjodohan juga bisa berakhir berantakan" jawab Nayla
" iya...bagi yang sikap nya dewasa dan ada yang bisa mengalah salah satu nya memang bisa terselamatkan,tapi bila sudah tak ada cinta dan sama-sama egois pasti tak bisa terselamatkan" terang Alan
" dari mana kamu tau kalau Vira dan Mas Dhika ada disana? selama ini kamu memata-matai nya?"
" iya..Edward menyuruhku mencari bukti perselingkuhan Vira agar dia bisa melepaskan Vira,karna ibu Edward sangat menyayangi Vira" terang Alan lagi
" Berarti kalian sudah lama mengetahui perselingkuhan ini dan sengaja memindahkan ku dari kantor cabang ke kantor pusat,dan apa tentang perasaan Edward pada ku itu karna ingin membalaskan dendam pada mas Dhika yang sudah merebut istrinya?"
Alan terkekeh mendengar penuturan Nayla
" awalnya kami memang sengaja memindahkan mu dari kantor cabang ke pusat karna Edward merasa kasian karna suami mu direbut oleh istri nya,tapi lambat laun Edward merasakan perasaan yang beda pada mu, kalau untuk menjelaskan urusan hatinya biar dia sendiri yang mengatakan padamu" ujar Alan
Nayla mencebik " rupanya ini permainan kalian!!"
" hay...jangan salah sangka,kami hanya ingin membuka matamu dari perselingkuhan Dhika,kalau urusan hati kenapa Edward bisa suka padamu aku tidak mengerti" terang Alan
tak lama kemudian mereka telah sampai di apartemen Alan, Alan membantu Nayla untuk membawa koper ke atas
" untuk sementara waktu kamu tinggal disini saja dulu, besok tidak usah bekerja sampai aku mendapatkan pengasuh untuk anak mu"
" bagaimana pekerjaan ku"
" semua pekerjaan mu akan aku urus, bila ada yang kamu butuhkan bisa menghubungiku,aku harus pergi dulu"
" jadi kamu tidak disini?"tanya Nayla
" bila aku tinggal bersama mu bisa mati di bunuh Edward" ucap Alan sambil tertawa
Nayla hanya bisa mengulum senyum mendengar ucapan Alan
" oh..ya..jangan buka pintu sembarangan, kau hanya berdua anak mu disini, satu lagi...jangan terlalu lama marah pada Edward dia tak bersalah,hati yang telah memilih"
setelah berbicara pada Nayla,Alan lalu pergi meninggalkan apartemen nya sambil mengetik suatu pesan..
dia sudah aman di apartemen ku,,besok kau kunjungi dia disana~ send
pesan terkirim dan sudah dibaca oleh orang diseberang sana
Edward yang membaca pesan dari Alan lalu tersenyum tanpa niat membalasnya
" kau memang selalu bisa ku andalkan" gumam Edward