NovelToon NovelToon
Akhir Kisah Cinta Tria

Akhir Kisah Cinta Tria

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:491.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: pecinta hijau

Tria Handayani Marzuki adalah seorang anak yatim piatu yang tinggal bersama dengan kedua orang tua angkatnya, atas ke inginkan dari ayahnya sebelum beliau meninggal.

Awalnya Tria mengira ia akan hidup bahagia bersama mereka, namun dengan seiring berjalannya waktu yang di dapat Tria hanyalah kesedihan dan kesengsaraan.

Tria di perlakukan seperti seorang pembantu di rumahnya sendiri, Tria mencoba untuk tetap menjalani kehidupannya dengan rasa ikhlas. Keberadaan sahabatnya membuat Tria bertahan untuk hidup, hanya bersama dengan mereka Tria bisa tertawa lepas.

Tria mencintai salah satu dari sahabatnya, Satrio Nugraha yang ternyata ia juga diam diam mencintai Tria. Hingga suatu saat Rio memberanikan dirinya untuk mengutarakan perasaannya kepada Tria, dan Tria menyambutnya dengan bahagia.

Kisah cinta yang baru saja di mulai, harus kandas begitu saja karena Tria di jodohkan dengan pria lain oleh Karmila, mamah angkatnya.

"Aku memilih dia." ucap Tria.

Rio yang mendengarnya sungguh tidak menyangka dengan keputusan yang diambil Tria, Tria mengorbankan kebahagiaannya. Hanya untuk menuruti keinginan Karmila, mamah angkatnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pecinta hijau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

eps 13

Di pantai, belakang villa Rio.

Waktu berlalu begitu cepat, skor tertinggi saat ini di pegang oleh team dua. Dengan perolehan nilai sementara team satu : 18 poin dan team dua : 19 poin.

Keringat mengucur deras membasahi tubuh para pemain dari ke dua team tersebut. Mereka tampak bermain dengan penuh keseriusan.

Tepuk tangan kadang terdengar dari para pengunjung yang sedang menyaksikan permainan mereka untuk menyemangati mereka yang sedang bermain. Waktu tersisa tinggal 15 menit dari waktu yang telah di tentukan untuk menyudahi permainan.

”Waktu tinggal 15 menit yah!” ucap Rio, mengingat kan para pemain.

”10 menit...”

”5 menit...”

”1 menit...”

Priiit priiit!! ”Waktu habis!” ucap Rio, sambil meniup peluit yang bergantung di lehernya. Dengan berbunyi nya peluit, menandakan permainan telah usai.

Lelah, itulah yang di rasakan oleh para pemain kedua team tersebut. Mereka beristirahat sejenak untuk melepaskan penat juga lelah. Nani dan Tria membagikan air minum untuk mereka semua.

Rio memperhatikan kedua team yang mulai terlihat segar lagi setelah beberapa menit beristirahat.

”Ok, permainan telah selesai dan pemenangnya tentu saja kalian sudah tahu kan? Pemenangnya tentu saja team satu yaitu teamnya Bagas dan Yuli, dengan perolehan nilai team satu : 21 poin dan team dua : 20 poin. Untuk team yang kalah bersiaplah untuk menjalankan hukumannya.” ucap Rio, membacakan hasil dari permainan tersebut.

Risno berdiri mendekati Bagas, mereka berdua saling berjabat tangan dan saling memuji atas kelihaian mereka saat bermain voli.

”Selamat bro, permainan mu sangat bagus sekali.” ucap Risno.

”Terima kasih, Kamu juga bermain dengan sangat bagus.” sahut Bagas.

Mini dan Risno sedang menjalani hukumannya, squad jump dan push up sebanyak 50 kali seperti perjanjian sebelumnya.

Sementara Nani dan Tria, merapikan kembali peralatan voli dan menyimpan kembali di dalam tas.

Mini dan Risno telah menyelesaikan hukumannya. Mereka semua masih berada di pantai tersebut. Mereka menantikan datangnya keindahan sang senja bersama pengunjung yang lain. Mereka semua mencari posisinya masing-masing untuk menanti sang senja.

Mini sedang duduk berduaan dengan kekasihnya, Risno di atas pasir sambil memandang arah laut. Kepalanya ia sandarkan pada bahu Risno.

Nani dan Tria sedang bercengkrama berdua dengan duduk saling menyandarkan punggung di atas hamparan pasir. Entah apa yang sedang mereka bicarakan? Namun terlihat begitu seru, terdengar dari suara gelak tawa mereka.

Yuli dan Bagas belum beranjak dari duduknya waktu mereka istirahat usai bermain voli tadi.

Sedangkan Rio, pria itu duduk termenung seorang diri. Entah apa yang sedang ia pikirkan?

Yuli berdiri, Ia berjalan melangkah mendekati Rio. Ia duduk di samping Rio, namun, Rio segera berdiri, ia berjalan mendekati Tria yang sedang duduk bercengkrama dengan Nani.

Yuli terlihat tidak senang, ia marah dan jengkel pada Tria.

Rio meraih tangan Tria yang sedang menulis nulis sesuatu di atas pasir menggunakan jarinya. Rio menarik tangan Tria untuk mengikuti langkahnya.

Yuli semakin tidak senang dan cemburu melihat itu. Ia berdiri dan berbalik meninggalkan pantai, ia pergi kembali ke villa dengan marah dan cemburu pada Tria. yang melihat itu begitu marah dan cemburu.

Tria terkejut dengan sikap yang di tunjukkan Rio padanya, namun, ia tetap mengikuti langkah kaki Rio yang menariknya itu.

Bagas dan Nani sama terkejutnya melihat tingkah laku Rio terhadap Tria. Tidak demikian dengan Mini dan Risno, mereka berdua terlihat santai. Mereka berdua sudah tahu perasaan Rio pada Tria dan mereka berdua bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya.

Aku yakin Rio pasti akan mengutarakan perasaannya kepada Tria, semoga Tria menerima cinta Rio. benak Risno dan Mini.

Bagas terdiam melihat itu. Ia mulai menerka-nerka sesuatu. Apakah Rio memiliki perasaan terhadap Tria? Bagaimana dengan Tria? Apakah Tria juga memiliki perasaan kepada Rio? Apakah Tria selama ini menolaknya karena ada Rio di hatinya?

Pergelangan tangan Tria mulai terasa sakit akibat genggaman tangan Rio yang sedikit kuat.

”Tangan ku sakit! Lepaskan aku, Rio!” ucap Tria. Namun, ia terus mengikuti langkah kaki Rio. Rio mengabaikan ucapan Tria, ia terus melangkah hingga ke bibir pantai, Rio menghentikan langkahnya.

”Ada apa denganmu, Rio?” Tria bertanya dengan bingung menatap punggung Rio.

Rio mengabaikan pertanyaan Tria. Ia berbalik melihat wanita itu. Terlihat warna jingga sudah ter bias di wajah cantik Tria. Rio menoleh ke arah samping, ia menengadah melihat ke langit. Rupanya benar, sang senja sudah datang menghiasi sang langit.

Jantung Rio mulai berdebar. Ia kembali melihat wajah Tria, perlahan, ia mengambil jemari tangan Tria dan menggenggam erat jemari tersebut.

Rio dan Tria saling memandang. Detak jantung mereka berdua berdetak dengan cepat. Gugup mulai hinggap pada diri Tria, membuatnya malu. Ia menunduk untuk memutuskan pandangan mata di antara mereka berdua.

”Lihat aku Tria.” Lembut Rio berucap. Membuat jantung Tria semakin berdetak dengan cepat. Ada rasa hangat yang ia rasakan. Rasa hangat yang tersalurkan dari genggaman tangan Rio.

Perlahan Tria mengangkat wajahnya, ia melihat tepat di retina mata Rio yang masih menatapnya dengan lembut.

”Aku mencintai mu.”

Aliran darah Tria seakan berhenti mengalir. Debaran jantungnya berdetak semakin cepat. Gugup, senang, bahagia yang di rasakan oleh Tria setelah mendengar kata cinta dari Rio.

Ia gugup karena Rio mengatakan cintanya dengan tiba-tiba. Ia senang, bahagia, karena Rio juga ternyata mencintainya. Rupanya perasaannya yang terpendam selama ini terbalas. Ia kembali teringat ketika Yuli dan Rio berjalan berdua sambil bergandengan tangan di beberapa jam lalu. Tria menepis rasanya.

Ia menarik tangannya dari genggaman Rio, ”Bagaimana Kamu bisa mencintai dua orang sekaligus, Rio?”

Rio terdiam, ia melihat Tria dengan bingung.

Apa maksudmu, Tria? Aku mencintai dua orang sekaligus? Memangnya siapa lagi yang ku cintai selain dirimu selama ini, Tria? Hanya kamu yang ku cintai. benaknya.

Rio semakin berfikir, sekarang ia mengerti akan maksud ucapan dari Tria. Ia tahu wanita di depannya kini sedang cemburu dan salah paham padanya, ketika dirinya berjalan berdua dengan Yuli. Senyuman terukir di bibir Rio.

”Aku tidak mencintai Yuli. Kami berdua hanya berjalan-jalan saja menikmati keindahan di pantai. Aku tidak memiliki perasaan apa-apa untuknya. Maaf, jika kamu sudah salah paham karena melihat kami yang jalan dengan dekat. Dan maaf juga, aku tidak menolak saat ia menggandeng tangan ku. Jangan salah paham dengan pemandangan itu. Aku hanya mencintai mu. Hanya kamu yang ada dalam hatiku. Aku cinta kamu. Mau kah kamu menjadi kekasih ku?”

Tria terdiam. Ia menunduk. Ia bingung untuk memberikan jawaban pada Rio. Melihat Tria yang terdiam membuat Rio kecewa. Ia nampak murung.

”Apa kamu tidak memiliki rasa itu untuk ku, Tria? Apa ada pria lain yang kamu cintai?”

Tria mengangkat wajahnya, memandang Rio. Ia tahu pria di depannya itu sangat mencintai dirinya, cintanya begitu besar hingga terpancar di pelupuk matanya. Ia juga tahu dari mata Rio, jika pria itu sangat berharap agar cintanya di terima.

Tria mengangguk.

Anggukan Tria membuat pertahanan diri Rio lemah. Sekali lagi kekecewaan terpancar di wajahnya.

Apa selama ini di saat kita menjalin persahabatan, tidak adakah rasamu untukku Tria? Di saat kita berdekatan, tidak adakah perasaan yang menggelitik di hatimu untukku, Tria? Apa benar tidak ada sedikit pun sebuah rasa di hatimu untukku, Tria? benaknya.

Rio dan Tria masih saling memandang. Tria tahu pria di depannya kini sedang kecewa dengan anggukan kepalanya tadi. Tria tersenyum.

”Ada pria lain yang ku cintai, cinta ku pada pria itu telah bersemi lama di hatiku. Aku sangat mencintai pria itu, Aku sangat mencintaimu, Rio.” ucapnya.

Bagaikan angin surga, Rio sangat bersemangat mendengar ucapan Tria. Senyum merekah di bibirnya menyambut senyum manis Tria. Ia meraih tubuh Tria dan memeluknya erat.

Tubuh Tria membeku merasakan tubuhnya yang rapat dengan tubuh Rio. Rio memeluknya begitu erat. Ini pertama kalinya ia di peluk oleh seorang pria. Hangat, itulah yang di rasakan nya saat ini.

”Terima kasih, Tria. Terima kasih, Kamu sudah membalas cintaku. Aku tahu, kamu juga mencintai ku.” ucapnya senang.

”Kamu tahu dari mana aku mencintai mu?” tanya Tria penasaran.

”Aku tahu dari pancaran mata dan wajah mu saat kamu tidak senang dan cemburu melihat aku berjalan dengan Yuli.” ungkap Rio.

”Apa kamu sengaja melakukan itu? Apa kamu tahu apa yang kamu lakukan? Bisa saja Yuli mengira kamu mencintainya, seperti aku yang mengira kalian berdua pacaran.” sahut Tria.

”Biar kan saja dia berpikiran seperti itu, tapi, aku tidak mencintainya sama sekali. Dari bicara mu tadi, apakah sudah lama kamu mencintai ku?”

Tria mengangguk dalam pelukan Rio, ”Iya, semenjak kita duduk di kelas dua SMA,” jawabnya.

Perlahan ia melepaskan pelukan Rio dari tubuhnya. ”Ayok kita kembali sekarang. Setelah ini, pasti banyak pertanyaan yang harus Kamu jawab.”

Rio tertawa, ia mengerti akan maksud ucapan dari wanita yang baru saja resmi menjadi kekasihnya itu.

”Bukan hanya aku, Tria. Tapi, kita berdua yang harus menjawab pertanyaan mereka.” sahut Rio.

”Tidak bisa, Kamu dong yang harus menjawabnya. Ingat, siapa yang menarik Aku sampai kesini?” Tria berucap sedikit kesal mengingatkan Rio.

Rio masih tertawa, ia begitu lucu melihat raut kesal di wajah Tria, ia mencubit gemas wajah itu.

”Apaan sih? Tertawa melulu.” ucap Tria lagi dengan jutek.

Rio masih menertawakan wajah kesal Tria yang imut itu. Membuat Tria semakin kesal, Tria menyapukan tangannya pada muka Rio yang memandang nya dengan masih terkekeh.

Rio memegang tangan Tria. Ia menahan tawanya. ”Maaf, maaf, ayo kita kembali. Sepertinya mereka terus memperhatikan kita.”

Tria mengangguk.

Mereka berdua jalan beriringan. Rio menautkan jemari tangannya pada jemari tangan Tria. Tria merasa malu di perlakukan seperti itu oleh Rio, namun ia juga merasa nyaman dan senang dengan sikap Rio itu.

”Aku gak nyangka, kamu sudah lama mencintai ku!” ucap Rio.

”Memangnya kenapa? Kalau aku mencintaimu lama begitu?”

”Tidak kenapa-kenapa, aku senang saja. Cintaku tidak bertepuk sebelah tangan. Apa karena cintamu padaku sehingga kamu terus menolak cintanya Bagas?” tanya Rio penasaran.

”Sejujurnya, iya. Itu salah satu alasan ku, hanya tidak dapat aku utarakan pada Bagas, aku seringkali menjadi kan alasan sekolah untuk menolaknya.” jawab Tria dengan jujur.

”Oh, aku merasa tersanjung mendengarnya.” ucap Rio sambil tertawa kecil.

”Kamu meledek aku?” tanya Tria dengan kesal.

”Tidak, tidak. Udah jangan kita bahas lagi, kita sudah hampir sampai pada teman-teman.” ucap Rio.

Tria mengangguk, mereka lanjut berjalan dengan diam.

Mini dan Risno seakan mengerti saat melihat interaksi antara Tria dan Rio. Mereka berdua tahu, pasti kedua insan itu telah resmi berpacaran.

Nani dan Bagas terdiam melihat interaksi Tria dan Rio. Terutama Bagas, lelaki yang sangat mencintai Tria. Ia terdiam dengan amarah, kekecewaan, dan cemburu yang terpendam di hatinya.

Apa mereka berdua sudah berpacaran? Tidak, Itu ..pelukan itu..hanya pelukan biasa! Iya..hanya pelukan biasa antara sahabat. Tria... Tria tidak memiliki kekasih! Bukan hanya itu, bahkan Tria pernah bilang padaku, bahwa tidak ada siapapun yang mengisi hatinya. Mereka berdua hanya sahabat. Yah, hanya sahabat. benaknya.

Meskipun Bagas berusaha menenangkan hati dan pikirannya, namun, tetap tidak bisa menutupi rasa kecewanya. Selama ini, ia terus menunggu saat Tria membalas cintanya.

Tapi sekarang, apa yang di lihatnya? Tria, wanita yang sudah di tunggunya selama dua tahun itu berpelukan erat dengan seorang pria di hadapannya.

Bagas kembali ke villa, ia melangkah pergi dari pantai dengan seribu pertanyaan yang menggeluti pikirannya. Ia tidak senang melihat kemesraan yang di tampakkan oleh Tria dan Rio.

Nani mendatangi Risno dan Mini yang tampak biasa saja melihat kemesraan antara Rio dan Tria. Nani duduk di hadapan dua sejoli yang sedang berpacaran itu.

”Min, Ris, apa ada sesuatu hal yang tidak aku ketahui di sini?” Nani bertanya serius memandang Risno dan Mini bergantian.

Mini mengangguk, ”Sebenarnya, kami juga baru tahu hari ini, Nan. Kalau sahabat kita si Rio menyukai Tria.” Ia menjawab dengan santai pertanyaan Nani.

”Kenapa Kamu gak cerita ke aku?” Nani menampakkan wajah kesalnya memandang Mini.

”Maaf, bukan tidak mau cerita, tapi aku belum sempat cerita aja ke Kamu. Aku juga baru tahu siang tadi. Di beritahu sama Risno.” ucap Mini membela diri.

Nani melihat Risno dengan cemberut, ”Em, maaf Nan, aku juga baru tahu siang tadi, pas tangan Rio terluka.” jelas Risno.

”Kalian gak adil ih, kalau aku gak menyaksikan ini dengan mata kepala ku sendiri, pasti kalian akan terus menutupinya dariku, kan?” ucap Nani dengan kesal.

Risno dan Mini mengangguk bersamaan. ”Iya, kamu benar.” Mini dan Risno menahan tawa melihat raut kesal, marah dari Nani.

”Ih, jahat kalian!” sahut Nani sambil memukul lengan Mini dan Risno bergantian.

”Hahahaha,” Risno dan Mini justru tertawa saat Nani memukul lengan mereka.

”Sejak kapan Rio menyukai Tria?” Nani berhenti memukul lengan Risno dan Mini. Ia masih penasaran tentang asmara Rio dan Tria.

”Dari pengakuan Rio tadi siang sih, semenjak kita barengan duduk sekelas. Kamu tahu kan kapan waktunya itu?”

Nani tampak berpikir, ia sangat tahu kapan itu. Persahabatan mereka memang terjalin saat masa orientasi lebih tepatnya baru menjadi murid SMA, di kelas 1 mereka terpisah kelas. Setelah kelas 2 SMA, karena pihak sekolah membagi jurusan, untuk siswa dan siswi memilih sesuai jurusan dan kemampuannya masing masing. Mereka sama-sama memilih jurusan IPA, dan tanpa di duga mereka ternyata sekelas di kelas 2 IPA 2.

”Iya, aku sangat tahu itu. Gak nyangka Rio memendam rasa itu selama ini. Lelaki bodoh.” ucap Nani.

”Hei, kalian tidak ingin kembali ke villa?” tanya Rio. Ia telah bergabung bersama Nani, Risno dan Mini.

”Gak!” sahut Nani dengan ketus.

”Loh, ada apa dengan Nani?” tanya Rio lagi.

”Gak apa-apa! Cuekin dia saja, ayok kita kembali ke villa!” sahut Risno.

Mereka semua kembali ke villa, Mini bergandengan tangan dengan Risno. Rio merangkul bahu Nani dan menggenggam tangan Tria, kekasihnya. Ia tahu, Nani sedang kesal. Namun, ia tidak tahu, apa yang di kesal kan oleh gadis itu.

.. ..

1
Denni Siahaan
"semoga dapat ganjaran Karmila
Kadek Bella
lanjut thoor,nggak ada party nya
Aldin Andi
cerita yang bagus
Rosita Husin Zen
tria hamil apa lgi athor kasih tria hamil sepasang anak kembar alhamduliah banget biar tambah bahagia banget kehidupan rumah tangganya rio dan trià aaamiin
Rosita Husin Zen
tria laki laki masih babyàk banget yg lebih baik dari rio jdi jangan tàkut di tinggal sama di sàkiti sama rio aruh selagi kamu tria masih gadis bàik cantik
Rosita Husin Zen
thor knp ga mampus aja sih orang jahat dan licik seprti yuli dan mamanya
Rosita Husin Zen
cepat cepat kàsih tau thor yg jahatin tria kan kasohan banget tria thor
Rosita Husin Zen
cerita ini ga pakai sholat dan mengaji dan memakai jilbab/pakai baju syari yà thor
pecinta hijau: iya...
total 1 replies
Rosita Husin Zen
ini certa nya tetantang keserakahan licik saudra angkat yg tidak tau diri dan tidak punya malu dengan mengambil hak punya orang lain astagfirllohhalazim
Elmiah
senang aku liat rio sama tria nikah mantao
Elmiah
senang aku tapi air mata ku menetis bacanya ro mane kasih tahu juga dong
Elmiah
tria harus kuat
Elmiah
tria lemah takut jadi gak seru bacanya seandai nya tria kawin sama ismael rio nya lemah gak seru
🌻Ruby Kejora
Salam kenal kk. Sukses bwt kk 🌼🌼❤️
pecinta hijau: salam kenal juga.. aamiin...terima kasih
total 1 replies
Aldin Andi
diam diam cinta... langsung saja katakan kalau cinta...nanti xesel loh kalau Rio mencoba mencintai wanita lain.
Aldin Andi
wah...saingan cintax Rio..
Aldin Andi
benar sekali...rindu itu sangat menyiksa....
Aldin Andi
tenang. Mamanya Rio juga setuju kok
Aldin Andi
dekat dekat Tria hanya untuk seorang pria. Ada maunya saja.
Aldin Andi
kamu salah, seharusnya kamu berbagi suka duka dengan teman mu. apa artinya sahabat kalau kamu tidak berbagi?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!