NovelToon NovelToon
Ketika Cinta Bersyarat

Ketika Cinta Bersyarat

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:4.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: din din

follow Ig 👉 dindin_812 - Novel ini sudah hadir dalam versi cetak, lebih rapi dan tentunya enak dibaca dan dipeluk kala rindu 🤭🤭🤭

Cerita ini mengandung unsur yang bisa bikin kamu nangis, tertawa, marah, baper juga sedih, jadi sebelum baca siapkan hati jiwa dan raga🤣


Tidak mencantumkan agama ya ....

Audrey Isvara tidak menyangka jika hidupnya jungkir balik tidak menentu. Dia baru saja kehilangan Ayah dan hampir kehilangan ibu, kemudian Audrey mendatangi seorang CEO muda bernama Ravindra Mahavir. Demi menyelamatkan ibu dari ambang kematian, Audrey menawarkan diri menjadi budak seumur hidup.

Namun, siapa sangka jika ternyata dirinya langsung memiliki suami hanya dalam hitungan hari, status pelayan yang ia sandang berganti menjadi nyonya besar istri CEO. Bagaimana itu bisa terjadi?


Pict from Pinterest, editing by Din Din

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon din din, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 Imbas dari peperangan

"Mulai hari ini kalian bebas, silahkan keluar dari rumah ini," ucap Bu Metha tegas setelah memberi uang kompensasi yang di janjikan oleh Ravin.

"Apa?" Kedua pelayan itu terkejut, tidak menyangka jika malah mereka yang dikeluarkan dari rumah itu.

"Kenapa, Bu? Kenapa kita yang di keluarkan?"

"Iya benar! Bukankah gadis itu yang menganiaya kami," timpal pelayan satunya.

"Apa kalian tahu siapa gadis itu?" tanya bu Metha dengan tatapan kejam.

Kedua gadis itu menggelengkan kepala pelan, nyali mereka menciut melihat tatapan bu Metha.

"Aku jelaskan pun kalian tidak akan tahu, yang perlu kalian tahu hanyalah gadis itu bukan gadis sembarangan. Menyakitiki dia berarti akhir bagi kalian," ungkap bu Metha.

Kedua gadis itu kini menyesal, sudah terluka ditambah kena pecat. Bukankah ibarat sudah jatuh tertimpa tangga.

Audrey mengulum bibirnya, meski pelayan tadi benar tapi tak sepenuhnya benar juga. "Mereka mengataiku kupu malam dan Vellacurr, juga bilang aku merayap naik ke ranjang Anda."

Ravin membelalakan matanya mendengar jawaban Audrey, ia tidak menyangka jika dengan menjadikan gadis itu pelayan pribadinya malah membuat dirinya mendapat cacian seperti itu.

"Yang membuat aku lebih marah, mereka-." Audrey menjeda ucapannya, kini kelopak matanya menggenang ketika mengingat apa yang diucapkan oleh mulut pedas pelayan tadi.

"Apa?" Ravin penasaran.

Audrey sedikit mendongakkan kepala, menahan agar tanggul yang hampir penuh tidak meluap. "Mereka bilang mamah juga wanita penghibur."

Kadar kemarahan Ravin meningkat, ia masih tidak memperlihatkannya pada Audrey, tapi ia pasti akan menindak tegas pelayan yang berani menghina gadis itu.

"Maaf membuatmu jadi bahan cacian, tapi aku bisa pastikan jika hal itu tidak akan terjadi lagi," batin Ravin penuh penyesalan.

Audrey mengusap hidungnya, ia sedang berperang dengan airmatanya sendiri, bermaksud memukul mundur buliran yang siap meluncur itu. Ia tidak ingin terlihat lemah di depan iblis yang mengikatnya itu.

"Hari ini istirahatlah, tidak perlu bekerja," ucap Ravin.

"Bolehkah aku menjenguk mamah?" tanya Audrey memberanikan diri.

Ravin membulatkan matanya, ia kesal karena dalam kondisi wajah lebam dan memerah, gadis itu masih berpikir untuk keluar.

"Heh! Muka sudah kayak Russell, bengkak tak terkira merah kayak tomat busuk, masih mau keluar? Nggak malu?!" Ravin mengeluarkan kata pedas.

Intinya tuh dia menolak jika gadis itu keluar, makanya mengeluarkan kata pedas yang lebih pedas dari cabe rawit merah.

"Russell itu siapa?" tanya Audrey polos.

"Aghh, abaikan! Intinya kamu nggak diizinkan keluar! Bahkan keluar dari kamar ini saja tidak boleh, mengerti?!" bentak Ravin.

Pemuda itu keluar dari kamar dengan rasa kesal seraya memegagi keningnya. Audrey masih tidak mengerti, yang ada di otaknya malah siapa Russell? Kenapa di sangkut pautkan dengannya?

"Dasar iblis tampan aneh! Baru saja baik, lembut, dan perhatian. Eh ... jiwa iblisnya muncul. Ck, galak lagi, 'kan!" keluh Audrey.

Sedetik kemudian ia menyentuh wajahnya, mengingat bagaimana Ravin mengobatinya dengan begitu lembut, seketika wajahnya merona membuat semakin memerah, lebih merah dari kepiting rebus dan tomat busuk.

"Apa yang kau pikirkan?" Audrey memukuli kepalanya sendiri.

Ravin menuruni anak tangga dengan wajah murka, mengingat cerita Audrey yang dihina sampai seperti itu. Ia langsung memanggil bu Metha dengan suara lantang, membuat wanita tua yang baru saja selesai bicara dengan kedua pelayan tadi lari tergopoh menghampiri dirinya.

"Iya Tuan!" Bu Metha sudah berdiri di hadapan Ravin dengan sedikit menunduk.

"Dimana kedua pelayan tadi?" tanya Ravin dengan suara tinggi.

"Mereka sedang berkemas untuk pergi," jawab Bu Metha

"Bagus! Pastikan tidak ada agensi penyalur

pekerja rumah tangga yang akan menerima mereka setelah keluar dari rumah ini!" perintah Ravin tegas.

"Baik." Bu Metha mengangguk mengerti.

"Panggil semua pelayan!" perintah Ravin lagi.

Bu Metha mengumpulkan semua pelayan sesuai dengan perintah Ravin. Pemuda itu duduk menyilangkan kakinya dengan melempar tatapan satu persatu pada pelayan yang semuanya terlihat menundukan kepala.

"Siapa yang disini tidak suka dengan gadis yang aku bawa?" tanya Ravin dengan nada datar.

Semua pelayan tidak ada yang berani menjawab, bahkan untuk mengangkat kepala pun mereka tidak berani. Terlebih ketika mereka tahu tentang kedua pelayan yang langsung dipecat setelah terlibat peperangan dengan gadis yang dibawa tuannya itu.

"Kalian tuli atau bisu?! Kenapa tidak ada yang menjawab!!" Ravin menaikan nada suaranya.

Malik yang berdiri disamping Ravin sampai menghela napas, ia tahu masalah perkelahian yang melibatkan Audrey tidak akan berhenti begitu saja hanya dengan sebuah kompensasi.

"Tidak ada tuan!" jawab semua pelayan di sana secara bersamaan.

"Bagus! Jika aku melihat atau mendengar ada yang mencaci, menghina, mencibir bahkan melukai gadis itu. Aku bisa pastikan jika kalian tidak akan bisa hidup dengan tenang setelah itu!" ancam Ravin dengan tatapan siap membunuh.

Ravin langsung berdiri serta meeninggalkan para pelayanannya. Malik sendiri sampai memijat keningnya karena seharian tuannya itu terbawa emosi tiada henti.

"Kalian sudah mengerti dengan peringatan tuan, 'kan? Jadi ingatlah karena gadis itu spesial." Malik menegaskan.

Semua pelayan disana mengangguk tanda mengerti, tentu saja mereka tidak ingin dipecat dari tempat mereka bekerja, apalagi gaji disana begitu besar jika dibandingkan dengan tempat lain.

"Kalau begitu bubar, lakukan pekerjaan kalian lagi," perintah Malik.

Semua pelayan membubarkan diri, tinggal Bu Metha dan dirinya disana.

"Tumben Tuan muda pulang cepat?" tanya Bu Metha.

"Iya, dia baru saja dibikin pusing oleh adik sepupu nona Audrey," jawab Malik seraya memijat pangkal hidungnya.

"Oh ... pantas!" timpal Bu Metha.

"Iya, tahu sendiri bagaimana jika Tuan muda marah," ucap Malik tersenyum pada Bu Metha.

Kedua orang ini sudah menjadi kepercayaan Ravin, jadi mereka tahu betul bagaimana sifat tuannya setelah ikut selama beberapa tahun. Bahkan Malik sudah ikut Ravin lebih dari tiga tahun lamanya.

Ravin pergi menuju kamarnya, ia melihat Audrey yang tertidur di atas ranjang miliknya. Ditatapnya lekat wajah yang masih memerah itu, dihatinya benar-benar menyesal dengan kejadian yang terjadi pada gadis itu.

Ravin duduk di tepian ranjang, ia mengangsurkan punggung tangannya kesisi wajah Audrey. Entah apa yang sedang dipikirkan pemuda itu, yang jelas ada sesuatu yang sedang ia tunggu.

*

*

*

*

Note Author:

...Russell yang dimaksud Ravin adalah nama pemain di film animasi UP, ya karena Russell 'kan Chubby gemesin, jadi pas dengan wajah Audrey yang tengah bengkak.😂😂😂...

1
Eny Yuniati Ningsih
Kecewa
Eny Yuniati Ningsih
Buruk
Yusria Mumba
ganteng malik,
Yusria Mumba
sabar aured
kika
susan msih 15 tahun ya? wkwk...
Qaisaa Nazarudin
Wah kangan bilang Bayi yg Ravin tolong, akan jadi mantu nya saat udah gede nanti 😃
Qaisaa Nazarudin
Waah gemessiin banget kamu sayaangg 🥰🥰😍😍💋💋
Qaisaa Nazarudin
Waahh Anaknya Kate ada temennya nih, Dua2 nya cewek,,
Anak aku nomor 2 lelaki,lahiran juga Vacum, karena udah lemah, Dan sebelum lahiran gak ada selera utk makan apa pun..
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣😜😜🙈🙈🙈
Qaisaa Nazarudin
Apa kabar dgn Damar??
Qaisaa Nazarudin
Menikah hampir setahun,aktivitas ranjang berjalan lancar,kenapa Audrey belum hamil lg??
Qaisaa Nazarudin
Pantas aja kelakuan dan sikap Arlan gak kayak Kate dan ortunya,Sikap Atlan kayak Audrey dan Hana..
Qaisaa Nazarudin
Oh aku pikir omongannya Audrey yg mengatakan masih ada yg mau menikahi Kate dan menerimanya itu,ku pikir itu cuman akal bulusnya Audrey,Tp nyata nya bukan omong kosong,Wah keren Audrey 👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Audrey bisa minta tolong ke Ravin utk mengambil Surya kerja di perusahaanya,Eh Aidrey juga bisa kok,kan dia direktur nya 👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻😁
Qaisaa Nazarudin
Betul2 cerdik nih Audrey…👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Kalo dipujuk mah dia akan monolaknku mentah2 Kate, Kalo di ancam dia pasti akan menurut karena gak punya alesan lg..
Qaisaa Nazarudin
Sememangnya berselingkuh itu tdk bagus, KARMA nya akan berlaku pd diri kita sendiri yg menanggungnya, Menyesal juga udah gak berguna lagi,,jadi gunakan OTAK sebelum MELAKUKAN sesuatu..
Qaisaa Nazarudin
Gila udah punya istri tapi berselingkuh, mmg pantas kamu mati, hidup juga gak berguna, cuman tau melukai dan mengjianati istri jya doang, Harusnya dua2 mati dgn jalangnya sekalian..
Qaisaa Nazarudin
Bagus,itu lebih dr harus membawanya pulang kerumah,hanya utk berjaga2 saja kan..
Qaisaa Nazarudin
Pulang aja,mama kamu juga udah kenak tangkap tuh,Jgn di bawa pulang kerumah deh Aidrey,takutnya saat udah ditolong akan menggigit balik, mending tolong carikan siapa yg menghamili nya aja..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!