Seorang pemuda titisan dewa dari dunia tiny, merangkak maju demi meminta ke adilan untuk keluarga nya hingga membawa pemuda itu ke pertarungan hidup dan mati bersama dewa penguasa tertinggi yang mengusai alam itu.
Qin yan, seorang pemuda tegar, jenius dan berbudi pekerti harus menerima kenyataan kalau diri nya adalah seorang cacat. Namun takdir berkata lain, dewa merencanakan kehidupan nya agar mampu mengalahkan Kaisar dewa sage yang menguasai ruang dan waktu. Hingga ia di bawa pulang oleh di mensi dan mengalami kebangkitan kedua.
Di sini ia akan membangun kembali semua nya dan merubah takdir semua orang termasuk diri nya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erwin Stayly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan Qin Ruo Ying
Otot Qin yan mulai bergerak naik turun, sel jaringan syaraf nya juga mulai bekerja dengan cepat. Peredaran darah juga mulai memompa membuat jantung nya berdetak dengan cepat. Hingga akhir nya semua di respon ke otak.
Ia mulai menghirup nafas lagi, begitulah yang terjadi seterus nya. Sampai tubuh nya di penuhi dengan energi pernapasan, baru ia menghentikan tehnik nya.
Karna tehnik ini cocok nya di lakukan pada saat selesai olah raga di pagi hari atau sore. Itu akan membuat tubuh akan semakin rileks dan banyak kotoran yang akan keluar melalui keringat.
Setelah itu baru ia mempelajari kultivasi mental yang ia punya, buku kultivasi yang dulu di berikan oleh seseorang dan tidak sempat untuk mengambil nya kembali. Qin yan memanfaatkan itu untuk membaca isi di dalam nya, kemudian mengingat nya dengan baik.
Meskipun dulu ia seorang cacat, namun tidak bisa di pungkiri kalau ia memiliki IQ di atas rata rata. Kecerdasan dan daya ingat nya lebih baik dari di perkirakan orang orang.
Banyak sekali informasi, kultivasi, pola, dan berbagai pengetahuan lain nya yang masih tersave dalam otak nya. Hanya dengan membalikan telapak tangan nya saja, ia sudah bisa mengetahui apa yang ia baca di kehidupan nya dulu.
Semua pengetahuan nya itu ia akan gunakan untuk menghadapi dunia ini, jika di kehidupan dulu ia hanya menggunakan kekuatan nya saja maka kehidupan yang sekarang ia akan menggunakan segala taktik dan semua kecerdasan nya.
Beberapa jam kemudian...
Perlahan tapi pasti, dahi Qin yan sudah mengeluarkan sebuah cahaya putih yang memukau. Seluruh energi alam sudah terserap ke dalam diri nya dan perlahan di ubah menjadi energi mental. Yang akan di edarkan ke seluruh tubuh.
Tiba tiba, Qin yan merasa ada sesuatu yang salah. Sistem Z juga sudah mengetahui nya.
'Ada yang datang.'
Qin yan langsung menghentikan kultivasi nya dan bermeditasi seperti biasa.
Tiba tiba dari balik jendela, masuklah seorang gadis bercadar yang tadi siang mengawasi nya.
Gadis itu mengarahkan pedang nya yang tajam pada leher Qin yan.
"Aku tahu kalau kau sebenar nya tidak lah cacat."Ucap gadis itu.
Qin yan membuka mata, namun ia hanya tersenyum melihat gadis ini. Lalu ia menyalakan dupa ashen yang belum di nyalakan di atas meja menggunakan trik tangan nya.
Gadis itu juga tidak menyadari kelicikan Qin yan, ia hanya bingung menatap laki laki di depan yang tidak takut sedikit pun pada nya.
"Hm.. seperti nya memang benar kalau kau memang bukanlah anak cacat. Kau benar benar tidak takut padaku, maka jangan menyembunyikan nya lagi."
Ia makin memperdekat jarak pedang ke leher Qin yan.
"Biarpun aku takut padamu, kau tidak akan membunuhku. Buat apa harus takut, tidak mungkin juga kau akan membunuh di walayah keluarga. Aku hanya ingin tahu, ada apa Nona datang malam malam begini."
"Hmmp... Pintar juga bicaramu. Ukh..."
Asap dupa Ashen mulai memasuki kepala gadis itu. Sementara Qin yan sudah lama
menunggu kesempatan ini.
Perlahan, gadis itu mulai merasakan pusing.
"Apa.. Apa yang kau lakukan padaku.?" Tanya nya.
Namun pada akhir nya jatuh kepelukan Qin yan.
Qin yan lalu tersenyum pada gadis itu.
"Nona, apakah kedatanganmu ke sini hanya untuk memeluku.?" Qin yan dengan senang hati memeluk gadis cantik di pelukan nya itu.
'Heheh... Sudah kubilang bukan. Hal yang tak bisa kulakukan di masa lalu, akan kulakukan di masa kini.'
Dulu dia sangat mengagumi wanita ini, namun orang nya cukup jutek. Jadi ia sangat senang karena bisa mencium aroma tubuh wanita ini.
"Cepat cepat lepaskan aku." Gadis itu mulai memberontak, namun ia tak bisa apa apa. Sekarang tubuh nya sudah mati rasa.
"Hm... baiklah."
Qin yan langsung melepaskan nya.
Bukh....
Gadis itu jatuh ke lantai.
"Ukh..., kau... Kau benar benar tidak punya perasaan." Ia berusaha bangun namun tetap tak bisa.
"Heeeh... Kau menyalahkanku sekarang. Bukankah yang meminta nya tadi." Qin yan hanya menatap gadis itu sambil menahan tawa.
"K-kau..." Gadis itu hanya bisa menahan amarah setelah di permainkan.
"Baiklah... Aku akan menggendongmu kembali."
Ia mulai menggendong gadis itu, kulit nya halus serta lekukan tubuh yang indah membuat diri nya tidak tahan untuk menahan kobaran api di hati nya. Tapi ia tetap menjaga sikap tenang nya.
"Cepat... Cepat lepaskan aku.." Gadis itu memberontak sekali lagi.
"Bisakah kau diam nona, kau itu berat."
"........."
"Eh... Kenapa mendadak tidak bersuara lagi."
".........😒"
Qin yan langsung meletakan gadis itu ke kasur dalam ke adaan terduduk.
Namun ia tetap tak bisa menjaga keseimbangan nya hingga kembali terjatuh di pelukan Qin yan.
"Aduh kau ini, kalau ada yang melihat. Pikiran mereka akan kemana mana. Yah sudahlah, motifmu saja tidak di ketahui datang kesini buat apa. Lebih baik ku peluk saja kau."
Ia langsung memeluk gadis lemas itu erat erat seperti seekor kucing imut.
"Qin yan... Aku akan membunuhmu jika kau melakukan ini padaku." Gadis itu berkata dengan marah.
"Hm..."
Melihat wajah gadis itu yang masih tertutupi cadar, entah kenapa ia sangat penasaran. Yah dari dulu ia memang penasaran seperti apa wajah nya.
"Nona, kenapa wajahmu tertutupi cadar. Bolehkah aku membuka nya, jangan jangan wajah nya jelek lagi."
"Kau... sialan kau jika kau membuka nya kau pasti akan kubunuh." Tatap nya dengan niat membunuh.
"Tidak.. aku cuman lihat saja." Qin han tidak memperdulikan ocehan nya.
Seketika ia membuka cadar nya perlahan lahan. Mata Qin yan benar benar bersinar tidak sabar menunggu wajah cantik di balik cadar ini.
Tapi tiba tiba....
"AAAAAAHH...... Hantu.......!!!"
Qin yan langsug menjauh dari gadis itu.
Gadis itu menatap nya dengan bingung, sementara Qin yan teesadar kalau wajah gadis itu tidak seperti hantu.
..."Fffftt....." ...
Terdengar suara tawa dari sistem.
' Z , kau mempermainkanku.?' Ucap Qin yan dengan nada tidak senang.
..."Maaf tuan, tapi itu benar benar lucu." ...
' Z , itu sama sekali tidak lucu. Jangan pernah lakukan itu lagi.'
..."Baik tuan." ...
Qin yan kembali berdiri.
"Sialan... yang itu benar benar membuatku...... Huh."
Ia kembali menatap gadis itu, lalu mendekati nya. Sementara gadis itu masih tersandar di sebuah dinding.
Mengingat kejadian tadi membuat nya tak ingin menatap gadis itu. Ia menyeka keringat di dahi nya.
"Fiuh... kukira wajahmu tadi benar benar mirip hantu."
Wajah gadis itu menghitam, di bilang muka hantu, siapa juga yang tidak tersinggung.
"Baiklah sudah cukup, aku ngantuk aku ingin tidur dulu." lemas ia merebahkan diri di tempat tidur.
"Hei, bagaimana denganku.?" Terdengar suara tidak senang dari gadis itu.
"Apa...? kau ingin tidur bersamaku, baiklah akan ku kabulkan permintaanmu."
Qin yan langsung mengangkat gadis itu dan berbaring ke arah dengan nya.
"Ukh... Bukan itu maksudku, lepaskan aku.."
"Sudah sudah, malam ini tidurlah bersamaku. Tapi tenang saja, aku takkan berbuat lebih jauh. Toh, aku juga tidak tertarik dengan muka hantu." Qin yan tidak perduli dengan gertakan gadis itu. Hanya memeluk nya seperti memeluk guling, begitu intim. Bahkan hidung mereka saling bersentuhan.
Sebenar nya wajah gadis itu sangat cantik, itulah mengapa ia ingin tidur dengan nya.
Malam berlalu dengan tenang, Qin yang tertidur dalam pelukan gadis itu. Karna tak bisa apa apa, gadis itu juga perlahan tertidur.
tapi di komik menjadi alkemis dan bisa bertarung