NovelToon NovelToon
Jodohku Yang Luar Biasa

Jodohku Yang Luar Biasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Poligami
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: zien

Ririn, seorang gadis sederhana yang tiba-tiba mendapat lamaran dari Devan yang merupakan direktur perusahaan tempat Ririn bekerja.

Devan, seorang direktur perusahaan sekaligus seorang suami dari wanita bernama Citra.

Citra, seorang istri yang baik tetapi malang nasibnya. Dokter telah memvonisnya mandul, tidak bisa mempunyai anak. Karena rasa sayang luar biasa pada suaminya, Citra menyuruh suaminya yaitu Devan untuk menikah lagi agar bisa mempunyai keturunan.

Bagaimana kelanjutan cerita Ririn, Devan dan Citra? Yuk baca novel ini sampai tamat😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zien, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gamang

Saat ini semua tamu dan kerabat sudah pulang. Bu Nani sudah kembali dengan seragam favoritnya, daster.

"Teteh, ayo kesini kita buka seserahannya," Bu Nani sudah standby didepan hantaran pemberian keluarga Devan.

Mendengar Bu Nani yang berteriak, eh yang nyamperin malah Tami sama Amran. Sekarang mereka ikut-ikutan meneliti hantaran, tapi nggak berani membuka karena tahu itu milik Ririn.

"Teh Tami, si Teh Ririn emang bisa pake sepatu kayak begini?" Amran memperlihatkan hantaran yang berisi sepatu pesta dengan hak tinggi.

"Apa Ade? ... ngomongin Teteh ya? Kalo berani ngomongin Teteh... nggak akan lagi dikasih uang jajan, nggak akan dikasih uang buat beli makanan si Beno." Ririn pura-pura cemberut.

"Maaf atuh Teteh... Ade mah bukan ngomongin... cuma tanya Teteh bisa nggak pake sepatu kayak gini... sepatu tinggi kayak gini mah bisa bikin tijalikeuh atuh (keseleo)."

"Jangan menghina pemberian orang... kita harus pandai bersyukur... sepatu itu mau Teteh simpan."

"Teteh, ini mah perhiasan harus Teteh pake." Bu Nani menyerahkan hantaran yang berisi perhiasan.

"Sok sama Teteh buka, terus cincinnya pake, gelangnya... kalungnya juga pake... sini Emak pakein ya."

Ririn mengangguk, ia tidak tega menolaknya , Emak terlihat begitu senang. Cincin dan gelang ia pakai sendiri tapi kalungnya minta Bu Nani yang memasangnya. Kalo di film biasanya si lelaki yang melamar yang memakainya perhiasannya, terus si wanita yang dilamar terlihat terharu dan bahagia. Ini mah malah Emak yang masangin...

"Teteh lihat ini," sekarang Tami yang menyerahkan hantaran berisi uang yang dibentuk seperti kipas. "Berapa jumlahnya ya? Aku mah baru lihat uang sebanyak itu... Teteh .. sama Teteh mau diapain uang itu?"

"Ya ditabungin atuh.. kan Teteh butuh uang banyak kalo nanti Tami pengen kuliah."

"Kalo aku minta selembaaar aja, boleh?"

"Ade juga, selembaaar aja..."

Pletak... pletak... Ririn menyentil jidat kedua adiknya.

"Aduh Teteh sakit, kenapa sih Teteh hobi banget nyentil jidat aku.. Teteh aku ini perempuan.. "

"Iya... siapa bilang kamu laki-laki, si Ade tuh yang laki-laki mah."

"Tuh Teteh tahu aku perempuan, gimana kalo jidat aku benjol-benjol jadi nggak mulus."

"Ya udah Teteh masukin bengkel biar diketok magic, nanti rata lagi."

"Ade ambilin tas Teteh di kamar."

Tak lama kemudian, "Ini Teh," kata Amran sambil menyerahkan tas Ririn.

Ririn mengambil dompet dari dalam tas. Ia mengambil dua lembar uang kertas.

"Nih masing-masing selembar."

"Wih... alhamdulillaah... ini mah seratus rebu... makasih Teh," Amran langsung memeluk Ririn.

"Makasih Teh," Tami menimpali.

"Emak juga atuh," tangan Bu Nani udah menengadah aja.

"Ini buat Emak mah dua lembar," Ririn segera menyodorkan dua lembar uang kertas pada Bu Nani, Wah kalo nggak dikasih bisa pundung, kalo sampe pundung bahaya!

"Teteh... si Aa Devan banyak uangnya ya Teh?" tanya Amran polos khas anak kecil.

"Mungkin... kenapa gitu De?"

"Nanti kayak Teteh nggak ya?... Suka ngasih uang sama Ade."

"Ih, Ade... Ade... diotaknya cuma uang... uang." Ririn mengacak-acak rambut adiknya itu.

"Sayang nggak nanti sama Ade?"

"Kalau si Aa sayang sama Teteh pasti sayang dong sama Ade." *T*api aku juga belum tahu apa Devan akan menyayangiku, gumam Ririn dalam hatinya.

"Teteh nih ada kosmetik sepaket.... boleh nggak..." kalimat Tami terhenti, ia ragu meneruskannya.

"Boleh nggak apa? yang jelas kalo ngomong."

"Mmm.... boleh nggak kosmetik Teteh yang dikamar buat aku? Kan sekarang Teteh udah punya yang baru..."

"Huhh.... ini sih namanya dikasih hati minta jantung..." Ririn mendelik kearah Tami, tapi Tami hanya tertawa meringis takut disentil lagi jidatnya.

"Ya udah sana ambil... tapi cuma pelembab, bedak sama lipgloss ya.. kan kamu belum boleh pake lipstik."

"Makasih Teteh... makasih... sekalian minyak wanginya ya?" Tami memeluk Ririn.

"Lipstiknya buat Emak aja ya?" Bu Nani nggak mau kalah.

Hadeuh.. "Oh iya atuh Mak." Ririn tersenyum.

"Ade... bawain seserahan ini ke kamar si Teteh." Bu Nani memberi perintah pada Amran.

...***...

Ririn membaringkan tubuhnya. Ah, nyaman sekali kasur ini setelah seharian yang melelahkan. Ditatapnya hantaran yang sudah disusun Amran disudut kamarnya. Hantaran yang berisi barang berharga sudah disimpan didalam lemari.

Teringat lagi acara lamaran tadi siang bagi Ririn hanya terasa seperti acara seremonial saja. Tanpa ada rasa didalamnya, hampa. Tak ada excited tapi juga tak ada rasa benci.

Tadi selesai acara lamaran, Ririn hanya mengobrol dengan Citra dan Mama Siska, Devan tidak banyak bicara, sesekali saja mengiyakan perkataan Citra atau Mama Siska. Sesekali Ririn melirik kearah Devan tapi wajahnya terlihat lurus-lurus saja, sama seperti wajah yang ia temui di kantor.

Mungkin ia merasakan hal yang sama denganku, merasa kalau acara tadi hanya sebatas seremonial belaka, mungkin ia melakukan semua ini hanya karena Citra yang memintanya.

Ririn kini menatap cincin yang melingkar di jari manisnya, sebagai penanda ia sudah bertunangan. Tak ada kesan romantis di dalamnya, ia yang menyematkan cincin itu ke jari manisnya sendiri.

Ririn memeriksa ponselnya, barangkali Devan mengiriminya pesan. Ternyata tidak ada pesan masuk.

Hari ini Ririn melihat ibunya begitu bahagia, kedua adiknya juga terlihat senang. Mungkin ia bisa menjalani semua ini demi keluarganya, bukankah Devan sudah berjanji akan menjamin kebutuhan keluarganya.

Anggap saja aku bekerja ditempat lain, aku akan melakukan semua tugas dengan sebaik-baiknya.

*********************************************

terima kasih sudah membaca novel ini, mohon beri dukungan author dengan memberikan rate, vote, comment n like ya 😘😘😘

*********************************************

1
Naimatul Jannati
blum ada lnjutannya thor ririn sm mas devan
kohuna kojana
jempol
Sri Mulya
lanjut
Susantri
kayaknya hanya citra ja yg da dihati Devan..bilang I love u ja hny ma Citra ma Ririn hny kt syg gk lebih..kesal AQ ma Devan lama2..
mizuki
makin kesini ceritanya jadi monoton yg gak perlu di ceritain jangan di tulis dong thor😴😴😴
mizuki
Mak sama anak sama matrenya....maknya ngerestui anaknya nikah sama suami orang biar bisa hidup enak
mizuki
Ternyata si ririn matre juga ya..
Ucy (ig. ucynovel)
aku baru mampir thor

ceritanya kyk keseharian bagus 👍
anggita
👌✌,,
Devi Sihotang Sihotang
kalo udah nikah, nnti egois istri pertama...
Devi Sihotang Sihotang
kalo udah nikah, nnti egois istri pertama
Devi Sihotang Sihotang
lanjut thor
Devi Sihotang Sihotang
seru cerita nya
Fiwanaka
aku mampir Thor...
mampir juga di karya ku ya Tangis Gadis Tegar dan Dikhianati tapi Dicintai karya Fiwanaka
terimakasih
Fiwanaka
aku mampir Thor saling dukung ya thor
N13
btw ini cerita dilanjutkan / nggak ya
N13
Citraaaaa mulu yg diprioritaskan, sepertinya cuma citra yg punya rasa cemburu, jadi seolah2 citra yg jd korban,,,, helowwww
yg maksa minta devan nikah lagi sopo,,, devan jelas² saranin adopsi, citra ngeyelll !!!
akh sumpah kasian aku mah sama Ririn, sekolah yg tinggi Rin, trus berkarier, buka usaha ato apa,,, hempaskan lah Devan n Citra,,, seumur hidup makan ati klu kayak gitu ceritanya,,,
N13
ya iyalah citra dan devan sdh liburan 2x,,, Ririn ?????
N13
nah jd apalagi pertimbangan nya,,, ceraikan Ririn, Ririn jg wanita biasa, yg butuh dicintai
N13
ya sdh minta Devan ceraikan Ririn,,, disini Ririn korban Ego mu Citra,,, biarlah Ririn bebas, kasian mentang² istri kedua harus banyak nahan rasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!