Tidak ada satupun yang bisa mengubah bubur menjadi nasi, seperti halnya dengan penyesalan tidak bisa kita ubah kembali jika sudah terjadi.
Hubungan yang terjalin cukup lama antara Sana dan Roy tidak berjalan mulus, angan-angan untuk menikah pun akhirnya pupus di tengah jalan setelah hubungannya kandas begitu saja. Yang tersisa hanyalah penyesalan yang terdalam.
Yolanda yang tadinya mengabaikan Kristen
sebagai suaminya akhirnya menyesali perbuatannya setelah kecelakaan yang di alami Kristen.
Akankah penyesalan itu mampu mengubah hidup mereka menjadi lebih baik?
Ikuti terus kisahnya di "PENYESALAN TERDALAM" di usahakan update setiap hari.
~Kasih~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ezrahi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nasihat Kristen
Kristen yang masih Ngantuk mendekati anaknya setelah mendengar alasan mengapa Sana menangis. Sana yang masih memeluk Yolanda mendengar suara Kristen melepaskan pelukan Yolanda, Sana kembali memeluk Kristen. Di peluknya Kristen dengan erat sambil terus menangis sesegukan.
"Kenapa menangis nak, anak papa belum pernah menangis sehebat ini," ucap Kristen yang penasaran melihat Sana tak henti-hentinya meneteskan air mata.
"Coba cerita sama papa, siapa tau papa bisa bantu. "
"Ayo duduk dulu," ucap Kristen sekali lagi.
"Jangan di pendam sendiri kalau ada masalah, nanti bebannya makin bertambah berat. " ucap Kristen sambil menepuk-nepuk punggung Sana.
"Boleh minta tolong ambil air minum, "ucap Kristen kepada Yolanda istrinya.
Tanpa menjawab Yolanda melangkahkan kaki keluar kamar untuk mengambil air putih yang di minta Kristen.
"Ayo duduk dulu," ucap Kristen yang melihat anaknya masih saja mematung dan menangis dengan sendunya.
"Ayo sini cerita sama papa, papa akan berusaha menjadi pendengar yang baik." ucap Kristen, sambil tersenyum kepada Sana.
Sana memeluk Kristen dengan air mata yang masih mengalir.
"Maafkan Sana pa yang sudah melanggar janji." Ucap Sana kepada papanya. Kristen pernah menasehati Sana bahwa boleh pacaran setelah selesai sekolah.
"Hmm... "hela nafas Kristen mendengar suara anaknya yang begitu sedih untuk di dengar.
"Papa pasti memaafkan mu nak." ucap Kristen.
"Ada apa? Kenapa anak papa yang tadi sore tampak seperti wanita dewasa.. ko sekarang malah cengeng seperti anak bayi?" ucap Kristen yang berusaha menghibur anaknya.
"Papa gak akan marah, anak papa boleh cerita apa aja. Papa akan mendengarkan dengan baik. " bujuk Kristen agar Sana mau terbuka.
Yolanda yang sudah berada di ruangan yang sama setelah mengambil air minum yang di minta oleh suaminya ikut duduk manis di kamar Sana.
"Ini air putihnya, " ucap Yolanda sambil menyodorkan ke arah Kristen.
"Terima kasih, " ucap Kristen kepada Yolanda yang sudah bersedia mengambil air putih untuk Sana.
"Iya, sama-sama, " ucap Yolanda.
Kristen mengambil air minum tersebut dan menyuruh anaknya untuk minum dulu.
Kristen memberikan minum itu kepada Sana dan berkata "Ayo minum dulu sebelum cerita,"ucap Kristen.
Kristen menyodorkan satu gelas air putih ke arah Sana. Sana mengambil gelas yang berisi air itu dan meminumnya.
" Terima kasih pa,ma,"ucap Sana kepada kedua orang tuanya.
"Ayo cerita, masalah jangan dipendam sendiri. " ucap Kristen.
"Maafkan Sana pa, Sana sudah melanggar janji. Papa sudah melarang Sana pacaran sebelum selesai seolah tetapi Sana tetap pacaran tanpa sepengetahuan papa," ucap Sana sambil menundukkan kepala.
Sana tidak mampu menatap wajah Kristen karena iya merasa bersalah sudah mengabaikan nasehat Kristen sebagai orang tuanya. Ditambah lagi dengan apa yang terjadi antara dia dan Roy sudah banyak melanggar batas orang pacaran. Sana hanya mampu berkata-kata dengan kepala yang tertunduk.
Kristen mendengarkan kata-kata Sana dengan penuh perhatian. Tatapan iba terasa di hatinya saat melihat anak semata wayang harus bersedih begitu dalam. Kesedihan Sana menyadarkan dirinya yang selama ini tidak bisa menjadi ayah yang baik untuk Sana.
"Iya nak, papa sudah tahu kalau anak papa sudah memiliki kekasih, walopun awalnya papa tidak percaya itu karena papa mendengarnya dari mulut orang lain. "
"Ha... sejak kapan papa tau? "
"Baru-baru papa mendapatkan kiriman foto anak papa dengan seorang laki-laki."
"Kapan pa? Siap yang mengirim foto itu pa? Selama ini hanya Boy yang tau hubungan Sana dengan Roy. "
Roy? Tanya Kristen.
"Siapa Roy? tanya Kristen yang penasaran dengan orang yang bernama Roy.
" Roy pacar Sana pa," lirih Sana.
Tiga tahun pacaran Roy tidak pernah menginjakan kakinya di rumah Sana apa lagi untuk bertemu orang tua Sana.
"Iya pa, Sana selama ini pacaran dengan laki-laki bernama Roy."
Kristen hanya mengangguk-anggukkan kepalanya mendengar nama Roy.
"Terus kenapa menangis seperti anak kecil yang maksa minta mainan tanya Kristen. "
"Apa ini ada kaitannya dengan Roy? " selidik Kristen.
"Iya pa, maaf, " lirih Sana.
"Sana sakit hati pak, sudah 2 hari Sana menghubungi nomornya tidak aktif. Nah hari ini nomornya aktif, tapi yang angkat telpon Sana malah wanita lain. " Ucap Sana.
"Lalu kenapa harus emosi nak? Siapa tau wanita itu ade atau kakaknya itu semua tidak menutup kemungkinan. Jangan berburuk sangka sebelum mengetahui kebenarannya. "
"Lebih baik bicarakan baik-baik, jangan sampai hal yang belum tentu benar membuat hubungan kalian hancur. " ucap Kristen.
"Gak mungkin adiknya pa, dia anak tunggal hanya saja orang tuanya mengangkat seorang anak Laki-laki untuk menjadi adik Roy. Sana rasa perempuan itu bukan adik Roy. Apalagi di dalam sambung telpon tadi Sana mendengar mereka lagi.... yah... papa taulah kalau lawan jenis berada di dalam satu ruangan tanpa ada orang lain."
"Hmmm... Kristen menggelengkan kepalanya.
" Bagaimana bisa anakku menjalani hubungan dengan laki-laki seperti itu, seandainya saja selama ini aku lebih memperhatikan Sana pasti dia tidak akan bersama laki-laki yang hanya bisa menyakiti hatinya."pikir Kristen dalam hatinya.
"Laki-laki seperti itu bukan laki-laki yang baik nak, laki-laki yang baik tidak akan merusak hubungannya dengan perselingkuhan. Bagaimana pun caranya jika memang dia laki-laki yang baik dia akan menjaga hatinya untuk kamu nak," ucap Kristen kepada Sana sambil menepuk-nepuk punggungnya.
"Papa tidak tahu hubungan mu dengannya sudah sejauh mana. Yang jelas papa tidak akan setuju anak papa di nikahi oleh laki-laki seperti itu." ucap Kristen
"Kalau papa mendengar cerita mu nak, laki-laki itu tidak pernah mencintai mu. "
"Sudah berapa lama kalian menjalani hubungan? Berapa usianya? Apakah dia masih seorang pelajar?" selidik Kristen yang ingin mengetahui lebih banyak lagi tentang Roy.
Sana hanya mampu menundukkan kepalanya mendengar kata-kata Kristen.
"Papa bertanya nak, kenapa malah nunduk?" ucap Kristen.
"Dia sudah bekerja dan punya perusahaan sendiri, umurnya 30 tahun, kami pacaran sudah 2 tahun ini pa." ucap Sana.
"Hmmmmmmm...." helaan nafas panjang Kristen yang semakin berat.
"Ya Tuhan, aku ayah seperti apa yang tidak tahu apa yang terjadi kepada anakku. Karena keegoisanku sebagai orang tualah yang membuat anakku salah jalan," pikir Kristen.
"Ingatlah nak, laki-laki yang baik dia tidak akan berlama-lama menjalani hubungan diam-diam tanpa sepengetahuan orang tuanya. Jika dia serius tidak mungkin dia menjalani hubungan selama 2 tahun tanpa menemui orang tuamu. "
"Papa pikir kamu sudah bisa berfikir lebih dewasa jadi kamu harus bersyukur Tuhan menunjukkan keburukannya dari awal. Coba kalo tidak alangkah menyakitkan lagi jika kita menikah orang lain yang tidak mencintai kita, yang ada hanya penderitaan bukan kebahagiaan. " Ucap Kristen.
e tiba tiba tringat ayahku pda hal tdi pgi bru vc
sukse
semangat
mksh
lima like 👍 untukmu 😄
mampirlah jika sempat ya 😃
lima bintang 🌟🌟🌟🌟🌟
comments and favorit buat kamu Thor ❤️