NovelToon NovelToon
Sistem Mata Dewa Raja Fengshui

Sistem Mata Dewa Raja Fengshui

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mengubah Takdir / Sistem
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Di mata teman-temannya yang sombong, Saka hanyalah "si beban" yang lamban, miskin, dan tak punya masa depan, sering kali menjadi bahan rongsokan ejekan dan perundungan. Namun, di balik senyum polos dan sikapnya yang kelihatannya bodoh itu, Saka menyembunyikan rahasia besar: dia adalah pewaris tunggal kemampuan mistis Raja Fengshui yang mampu melihat aliran Qi, pendar aura barang antik tak ternilai, hingga nasib malang-mujur seseorang hanya dalam sekali tatap. Sambil membiarkan musuh-musuhnya tertawa di atas ketidaktahuan mereka, Saka diam-diam meraup keberuntungan dari barang-barang pusaka yang dianggap remeh, menunggu momen paling tepat di sebuah pelelangan elit untuk membongkar kedoknya, menghancurkan harga diri mereka, dan memaksa dunia berlutut di hadapan sang Raja Fengshui yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13

Suasana aula utama Hotel Grand Mulia seketika berubah menjadi sangat hening dan tegang. Semua mata tertuju pada empat orang petugas keamanan bersenjata lengkap yang berjalan mengawal Master Handoko.

Di tangan pakar barang antik itu terdapat sebuah kotak kaca transparan yang dijaga dengan sangat ekstra. Di dalam kotak itu tergeletak sebuah piring kayu berwarna merah gelap yang terlihat sangat sederhana namun memancarkan aura mistis.

Saka menatap panggung dari balik kaca VVIP dengan senyum lebar yang tidak bisa ditahan lagi. Piring rombeng seharga dua puluh ribu rupiah miliknya kini diperlakukan layaknya mahkota raja.

Klak.

Master Handoko membuka kunci pengaman kotak kaca itu dengan tangan yang terlihat sedikit gemetar.

Begitu penutup kaca itu diangkat aroma wangi khas kayu gaharu langsung menyebar dengan sangat cepat ke seluruh penjuru ruangan. Aroma itu sangat pekat namun luar biasa menenangkan hingga membuat napas siapa saja menjadi lebih ringan.

Beberapa pengusaha tua di barisan depan langsung menutup mata mereka menikmati sensasi damai yang tiba-tiba merasuk ke dalam jiwa. Rasa lelah dan stres akibat pekerjaan berat seolah menguap begitu saja tertiup oleh wangi gaharu tersebut.

"Luar biasa, baru menghirup aromanya saja kepalaku yang sering sakit migrain langsung terasa sembuh total." Ucap seorang konglomerat beruban dengan nada takjub.

"Ini bukan kayu sembarangan, ini pasti kayu pusaka yang sudah menyerap energi alam selama berabad-abad." Tambah pengusaha lain di sebelahnya yang matanya mulai berbinar serakah.

Di kelas berlian terdepan tubuh Anya tiba-tiba menegang kaku saat menghirup aroma dari piring kayu tersebut. Rasa dingin dan nyeri di dadanya yang selalu menyiksa setiap malam tiba-tiba menghilang tanpa bekas.

[Peringatan sistem mendeteksi reaksi positif yang sangat kuat dari target Anya Adijaya.]

[Energi Qi murni dari Piring Kayu Gaharu Berdarah berhasil menekan fluktuasi kutukan ungu hingga sembilan puluh persen.]

[Target kini merasakan kelegaan fisik yang belum pernah dialaminya selama sepuluh tahun terakhir.]

Saka membaca rentetan tulisan sistem itu dengan alis yang terangkat sebelah merasa sedikit terkejut. "Ternyata energi piring ini sekuat itu ya sampai bisa menekan kutukan mematikan hanya lewat aromanya saja." Batin Saka dengan kagum.

Anya menatap piring merah di atas panggung itu dengan napas yang mulai memburu karena terlampau emosional. Tangan gadis itu mencengkeram pegangan kursi sangat erat hingga buku-buku jarinya memutih.

"Aku harus mendapatkan barang itu malam ini juga berapapun harganya." Bisik Anya dengan suara bergetar yang dipenuhi dengan keputusasaan dan harapan baru.

"Hadirin sekalian inilah Piring Kayu Gaharu Berdarah asli peninggalan dari era dinasti kuno yang sangat sakral." Suara Master Handoko akhirnya menggelegar memecah keheningan ruangan.

"Barang ini tidak hanya memiliki nilai sejarah yang tidak terhingga namun juga mengandung energi penyembuhan dan keberuntungan mutlak." Lanjut pria tua itu sambil menunjuk piring tersebut dengan bangga.

"Saya sendiri yang sudah menguji keaslian dan kemurnian energinya tadi pagi." Ucap Master Handoko memberikan jaminan pribadi yang langsung membuat seluruh ruangan heboh.

Mendengar jaminan langsung dari Master Handoko membuat keraguan di hati para konglomerat itu langsung sirna tak berbekas. Mereka semua langsung menyiapkan papan penawaran mereka masing-masing layaknya serigala kelaparan yang melihat daging segar.

"Harga penawaran awal untuk pusaka tingkat dewa ini saya buka di angka lima ratus juta rupiah." Teriak Master Handoko sambil memukul palunya satu kali.

Tok.

"Enam ratus juta." Teriak pria beruban di barisan depan sebelum suara palu Master Handoko benar-benar hilang.

"Tujuh ratus juta." Sahut seorang nyonya besar dari sisi kanan ruangan dengan sangat cepat.

"Delapan ratus lima puluh juta, jangan ada yang berani melawan saya." Teriak bos mafia properti dari barisan tengah dengan wajah garang.

"Satu miliar rupiah." Suara lantang seorang pengusaha muda langsung membungkam gertakan bos mafia tersebut.

Ruangan itu langsung meledak dalam teriakan perang harga yang luar biasa liar dan gila-gilaan. Angka satu miliar terlewati hanya dalam waktu kurang dari satu menit sejak penawaran pertama dibuka.

Di barisan belakang kelas silver Rio dan Kevin duduk mematung seperti dua buah patung batu yang kehilangan jiwanya. Wajah Rio sangat pucat melihat orang-orang di depannya membuang uang miliaran rupiah semudah membuang sampah.

"Gila Vin, harga piring kayu rombeng begitu bisa tembus satu miliar lebih dalam semenit." Bisik Rio dengan suara serak nyaris menangis.

Dia kembali teringat pada guci palsunya yang hanya dihargai lima puluh ribu rupiah oleh Master Handoko tadi. Harga dirinya benar-benar sudah hancur lebur berkeping-keping hingga tidak bersisa sedikitpun malam ini.

"Bos kita mending kabur aja sekarang lewat pintu belakang sebelum ditagih uang dua ratus lima puluh juta itu." Kevin membalas bisikan Rio dengan tubuh yang gemetar hebat.

"Nggak bisa bodoh, pintu belakang dijaga ketat sama satpam bertubuh kekar itu." Balas Rio sambil menelan ludahnya yang terasa sangat pahit.

Sementara mereka berdua ketakutan setengah mati perang harga di depan panggung justru semakin memanas. "Satu koma lima miliar." Teriak pria beruban tadi yang sepertinya sangat menginginkan piring tersebut.

Suasana aula perlahan mulai sunyi karena angka satu setengah miliar sudah terlalu berat bagi sebagian besar kolektor di sana. Master Handoko tersenyum puas melihat piring itu berhasil menembus angka yang sangat fantastis.

"Satu koma lima miliar ada yang berani menaikkan lagi." Tanya Master Handoko sambil mengangkat palu kayunya perlahan.

1
yani
seru banget
pricilia
sangat seru alur certanya
Angel
cerita nya tidak membosan kan😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!