Davino Agata, pria dengan sejuta pesona yang mampu memikat banyak gadis. Ketampanan yang ia miliki tak membuatnya merasa sombong. Meski banyak gadis yang mengejarnya, hal itu tak lantas membuatnya berbangga diri.
Banyak yang mengira bahwa dirinya Playboy sejati, karena saking banyaknya wanita yang ia pacari dan kencani. Hal itu tak luput dari adik dan juga mama angkatnya. Karena kemauan mereka lah Davino mau berkencan dan bahkan mempacari mereka. Tapi sayangnya, tak ada satu pun di antara mereka yang mampu memikat hati Davino.
Dina Anindita Ahnal Ihsan, gadis yang mempunyai sejuta pesona. Kecantikannya sudah tak di ragukan lagi. Adik dari Fatur itu mampu memikat siapapun yang memandangnya, termasuk Davino.
Mampukah Davino Agata mendapatkan hati Dina Anindita Ahnal Ihsan? Sedang gadis itu punya prinsip. Hanya sang suami lah nantinya yang akan mendapatkan cintanya.
Bagaimana perjuangan Davino meluluhkan hati Dina? dan apakah ia akan berhasil mempersunting sang tuan putri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rossanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kabar lamaran Dina
Kabar Davino akan melamar Dina pun sudah sampai di telinga Fatur kakaknya Dina. Abhinya Dina yang tau bahwa putrinya akan di lamar,segera mengabari putranya. Karena ia sendiri tau bagaimana kedekatan di antara kedua anaknya itu. Sedang Fatur yang tau akan lamaran adiknya merasa bahagia dan juga sedih. Bahagia lantaran akhirnya adiknya menemukan jodohnya dan sedih lantaran ia tak ada di sana nantinya.
Di Australia Fatur yang sedang mengerjakan tugas kuliah terlihat tidak fokus dalam belajarnya. Ingin segera ia pulang ke rumah dan menemui adiknya itu, namun sayang ia harus tetap di sana sampai hari sidang tesisnya. Beruntung, disaat keluarganya tak ada masih ada sahabatnya yang menemaninya disana.
Tomy yang sedang ada pekerjaan di Australia memilih untuk tinggal di apartemen milik Fatur. Selain ia tak perlu keluar uang, ia juga bisa menemani Fatur.
" Tom, apa kamu tau kalau Dina hari ini akan lamaran? tanya Fatur pada Tomy. Jelas Tomy langsung tersedak makanan yang sedang ia makan karena saking kagetnya.
" Lho bercanda bro, mana ada pria yang mampu meluluhkan hati paman danu" jawab Tomy.
" Beneran Tom, aku gak bohong. Dina hari ini lamaran dan kau tau dengan siapa?" jelas Fatur.
" Dina di lamar Davino adik kelas kita waktu SMA" sambungnya.
" Lho bercanda tur, mana mungkin Davino si anak band itu melamar Dina. Secara bagaimana cara mereka saling mengenal?"
" Dina dan Davino satu kampus Tom, dan kamu tau bahwa Davina dan Dina menjalin persahabatan. Dari persahabatan mereka lah Davino bisa mengenal dan punya keberanian melamar Dina karena bantuan Davina adik kembarnya."
" Gila nekat bener tuh anak, gue aja yang udah kenal paman Danu dan family gak berani melamar Dina" gumam Tomy, jelas Fatur mendengarnya.
" Apa yang kamu katakan Tom? Jangan bilang kamu punya niat melamar Dina sedang kau takut sama abhi? Dan jangan bilang kalau kamu mencintai adik ku"
" Jangan bilang, jangan bilang seenaknya saja kamu mengatakan hal itu? Sedangkan udah loe katakan semuanya."
" Jadi benar kamu mencintai Dina Tom?"
" Gue mencintai Dina sejak dulu tur, tapi gue gak berani mengungkapkannya karena gue takut cinta gue akan di tolak oleh Dina dan bahkan oleh keluarganya terutama loe dan paman danu. Kerena gue tau kalian sangat mencintai Dina. Gue takut persahabatan kita hancur lantaran cinta gue ke adik loe dan hubungan gue sama Dina akan terasa canggung nantinya. Gue sadar tur, siapa gue sampai gue berani cinta sama putri dari keluarga Ihsan"
" Jangan pernah kamu merendahkan dirimu sendiri Tom, apa aku pernah bilang kalau kami mencari lelaki yang sempurna untuk menjadi suaminya Dina ? Siapa pun lelaki itu, asal ia baik imannya dan akhlaknya itu sudah cukup. masalah tampan, kaya, pintar semua itu hanyalah bonus Tom. Abhi sangat menyayangi mu, seandainya kau mengatakan semua ini dari dulu mungkin saat ini Dina menjadi milikmu." terang Fatur, sedang Tomy hanya diam mendengarkan ucapan Fatur. Ia merasa menjadi lelaki yang bodoh karena dengan mudahnya ia berfikiran buruk terhadap keluarga Ihsan. Yang mengakibatkan. dirinya harus menelan pil pahit karena mendengar wanita yang di cintai nya akan menikah.
" Kamu tau kan Tom, Dina punya komitmen pada dirinya sendiri. kalau dia gak akan mencintai pria mana pun kecuali suaminya nantinya. Kika saja kau punya keberanian untuk mengatakannya, mungkin aku bisa membantu mu bicara ke abhi. Namun semuanya sudah terlambat Tom, Dina sudah di lamar oleh pria lain." ucap Fatur memandang wajah sedih sahabatnya itu. meski sebenarnya ia sendiri merasa kecewa pada sahabatnya itu, namun rasa kecewanya tak sebesar kasih sayangnya.
Tomy memandang wajah Fatur dengan penuh penyesalan. Andai waktu bisa di putar kembali, pasti ia akan melamar Dina sebelum Dina dimiliki oleh orang lain. Namun semuanya sudah terlambat. rasa takutnya telah menghancurkan semuanya. rasa takutnya kini telah membuatnya kehilangan wanita yang sangat ia cintai. Sekarang dia benar-benar harus menganggap Dina sebagai adiknya sendiri.
" Mungkin hubungan ku dan Dina hanya lah sebatas saudara saja tur, gue ikhlas menjalaninya. Gue rela melepas Dina untuk vino, jika vino lah pria yang mampu membahagiakan Dina. Loe sendiri yang bilang kan kalau cinta tak harus memiliki dalam cinta ada kalanya kita di suruh untuk berkorban asal orang yang kita cintai bisa bahagia. Dan sekarang gue benar-benar harus melepas Dina sebelum gue bisa menggenggamnya."
" Thanks ya bro, kamu mau berkorban untuk kebahagiaan dina" ucap Fatur pada sahabatnya itu. sejujurnya Fatur sendiri merasa kasihan dengan sahabatnya itu. Ia tak pernah menyangka kalau sahabatnya itu bisa mencintai adiknya.
" Terus apa loe akan pulang nantinya? tanya Tomy
" Aku akan pulang sebelum vino mengkhitbah Dina." jawab Fatur.
" Jadi maksud loe....."Tomy tak meneruskan ucapannya karena Fatur sudah menganggukkan kepalanya.
" Iya, besok vino dan keluarganya hanya mau melamar Dina secara resmi itu pun hanya untuk mengikat. Setelah tiga bulan tepatnya setelah aku lulus S2 dan vino lulus S1 nya maka Davino akan mengkhitbah Dina. Dan selama ikatan itu, Dina dan vino bisa saling mengenal satu sama lain." jelas Fatur.
" Jadi maksud loe, setelah lamaran mereka akan saling mengenal dulu gitu?"
" Iya, karena baik abhi maupun Dina menginginkan aku berada disana di saat vino mau mengkhitbah adikku itu sebagai calon istrinya."
" Gue gak nyangka kalau Dina begitu menginginkan loe hadir sampai ia rela menundanya hanya demi menunggu loe."
" Aku kakaknya, jelas saja dia mau menungguku lah."
" Terus gimana dengan perempuan yang udah buat loe melupakan impian loe?" pertanyaan Tomy langsung membuat Fatur terdiam.
" tur jawab gue tur, apa loe akan datang melamar dia setelah loe lulus.?"
" Itu sudah tidak mungkin Tom, dan setelah lulus pun aku akan langsung melanjutkan S3 ku disini."
" Loe udah gila ya, kenapa sih loe gila banget dalam hal ini. terus apa gunanya loe jadi dokter kalau loe gak mau melamar dia? Bukannya loe jadi dokter demi membahagiakan dia?"
" Bukan membahagiakan Tom, aku hanya ingin merawatnya sampai sembuh. Dan asal kamu tau semua ini aku lakukan atas keinginan Dina. Dina ingin aku meneruskan S3 ku langsung dan aku gak mau menolak permintaan Dina. Aku udah pernah mengecewakan Dina Tom, dana ku gak mau mengecewakan dia lagi."
" Gue gak tau harus melakukan apa buat loe tur, tapi yang jelas nasib kita sama. Demi melihat Dina bahagia, kita merelakan cinta kita sendiri. Tapi gua bangga sama loe, meski loe sendiri mampu dapetin perempuan itu. Loe tetap mikirin perasaan Dina, kebahagiaan Dina dan juga keluarga loe. Karena gue tau, kebahagiaan keluarga Ihsan terletak pada kebahagiaan Dina.
...****************...
" Lalu apa yang terjadi setelah kalian ngobrol." tanyaku pada mas Tomy.
" Kepo, oh ya kenapa setiap kali aku yang cerita kamu langsung bertanya. Sedangkan kalau Vino, Vina, Ananta ataupun Fatur sendiri kamu gak pernah bertanya saat mereka mengakhiri ceritanya. Meski cerita itu masih menggantung?" kini dia balik bertanya padaku.
" Karena aku dan mas tak terikat perjanjian bukan. aku juga tak pernah meminta mas untuk bercerita. Lagian mas sendiri yang ingin cerita padaku bukan?"
" iya sih, tapi baik Fatur ataupun Ananta juga kau tak terikat perjanjian dengan mereka bukan? Kau hanya terikat pada vino dan juga vina"
" Aku takut kalau bertanya sama mereka, karena pastinya pak vino akan tau. Nantinya malah mereka tak mau bercerita lagi kalau aku banyak tanya."
" Terus sama aku kamu gak takut, sedangkan aku lah yang membuatmu bisa mengenal mereka."
" Dulu sih iya mas, tapi sekarang udah enggak."
" Kenapa?
" Karena aku merasa nyaman jika bersama denganmu." Sungguh aku tak sadar saat mengatakan hal itu. Ya ampun kalau sampai tembok itu baper gimana. Haduh bodohnya kamu Nia.
" Lamu nyaman sama aku Nia, apa jangan-jangan kamu udah jatuh cinta ya sama aku." goda si tembok.
" Gak mungkin lah aku jatuh cinta sama cowok nyebelin kayak kamu mas. Lagian di hati kamu kan udah ada Bu Dina yang mengisi. Nyatanya sampai sekarang kamu masih sendiri. Itu tandanya kamu masih punya perasaan untuk Bu Dina.
" Perasaanku ke Dina tak akan pernah hilang Nia, aku sangat menyayangi Dina. Dan kalau nantinya kamu udah jatuh cinta sama aku jangan salahin aku ya."
*Idih Si tembok PD banget sih jadi cowok, emang ya dasar si tembok gak ada akhlak ya godain cewek sedang di hatinya udah ada cewek lain. Jadi baper sendiri kan aku nya. ya ampun gimana ini, kalau aku beneran udah jatuh cinta sama si tembok gimana*?
" Aku mau pulang sekarang mas, mungkin mama udah menunggu ku di rumah" Aku harus cepat-cepat jauh-jauh dari si tembok. agar kegugupan ku tak terlihat sama si manusia tembok ini. kalau sampai si tembok tau, bisa tambah GR tu orang.
Mas Tomy pun langsung mengantarkan ku pulang dan benar saja mama udah menungguku di depan rumah.