NovelToon NovelToon
Lovely Rain, Sweet Heart

Lovely Rain, Sweet Heart

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi / Idola sekolah
Popularitas:583
Nilai: 5
Nama Author: Liana29

Diantha dan Althaf saling mengenal dan menjadi sahabat di bangku SMA..
di sekolah, mereka benar benar tidak terpisahkan, bahkan satu sekolah mengira mereka pacaran.
sebenarnya mereka sama sama memiliki perasaan cinta, hanya saja , mereka sepakat untuk selalu menjadi sahabat dan tidak akan pernah pacaran, agar persahabatan mereka langgeng..
Sayangnya Diantha tidak sanggup untuk menahan perasaannya lagi hingga membuat jarak di antara meraka..
bagaimana kisah Diantha dan Althaf dalam cinta yang rumit dan persahabatan yang ingin di jaga..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Liana29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keliling sekolah jilid 2

Pak Gunawan tersenyum, menatap satu per satu wajah segar (dan satu wajah yang agak teler) di hadapannya. Sebagai wali kelas sekaligus mentor selama Masa orientasi sekolah, beliau memang terkenal sebagai guru yang hangat namun tetap disegani..

"Bagaimana hari kedua ini? Masih ada yang bingung cari aula atau toilet?" tanya Pak Gunawan memecah kekakuan, memicu tawa kecil dari beberapa siswa di barisan belakang.

Beliau kemudian membuka buku agenda besar di atas mejanya..

"Hari ini agenda kita cukup padat. Setelah ini kita akan keliling mengenal laboratorium, ruang komputer, dan terakhir nanti ada pengenalan ekstrakurikuler. Oh iya dan kalian juga akan berkenalan dengan semua guru guru yang ada di sekolah SMA Negeri 1 Pelita ini , Tapi sebelum kita mulai keliling, saya mau absen dulu sekaligus mengecek atribut kalian."

Mendengar kata 'atribut', cowok yang baru saja lolos dari drama terlambat itu langsung melirik cemas ke arah Diantha. Diantha yang melihat kode mata temannya hanya bisa menahan senyum sambil menunjuk dadanya sendiri, memberi isyarat: Papan namamu sudah dipasang belum?

Dengan gerakan secepat kilat di bawah kolong meja, cowok itu meraba-raba tasnya, memastikan papan nama kardus berbentuk anak kucing, yang semalam sempat tertunda pembuatannya karena aksi penyelamatan darurat, sudah tergantung rapi di lehernya..

Kemarin sebelum pulang sekolah, Pak Gunawan menuliskan di papan tulis atribut apa saja yang harus mereka kenakan saat masa orientasi sekolah yang berlangsung selama seminggu pertama di sekolah..

Atribut tersebut berupa papan nama dari kardus , topi kerucut dari kertas karton, rumbai rumbai sebagai ganti ikat pinggang mereka..

" Dengarkan nama kalian baik-baik ya," ucap Pak Gunawan sambil mulai membolak-balik halaman absen..

Hari kedua orientasi resmi dimulai, dan bagi cowok itu, perjuangannya untuk bertahan hidup menahan kantuk di sekolah baru saja dimulai..

Setelah selesai absen , Pak Gunawan mengarahkan semua siswa siswinya untuk turun ke lapangan sekolah yang berukuran cukup luas itu , disana semua murid baru di kumpulkan dan akan di bagi waktunya untuk mengunjungi ruang laboratorium, perpustakaan, ruang komputer dan juga kantin..

Setelah semua murid kelas sepuluh berkumpul di tengah lapangan yang mulai terasa hangat oleh sengatan matahari pagi, Pak Gunawan mengambil pengeras suara. Di hadapannya, berdiri sekitar 120 siswa baru yang tampak antusias sekaligus sedikit bingung dengan lingkungan baru mereka..

"Selamat pagi semuanya! Harap tenang dan buat barisan yang rapi per Gugus " suara Pak Gunawan menggema, membuat suasana lapangan yang tadinya bising perlahan-lahan menjadi hening.

"Hari ini adalah hari pengenalan lingkungan sekolah kalian. Supaya tidak berdesakan dan semuanya bisa melihat fasilitas sekolah dengan jelas, Bapak akan membagi kalian menjadi empat Gugus (Gugus A, B, C, dan D) Masing-masing gugus terdiri dari 30 siswa."

Pak Gunawan kemudian dibantu oleh beberapa guru OSIS untuk membagikan kelompok dan menjelaskan teknis kunjungan. Setiap ruangan akan dikenalkan selama 30 menit, sebelum akhirnya setiap gugus berputar ke lokasi berikutnya secara bergantian (rolling).

Beruntungnya Diantha dan Alif , mereka berada dalam satu gugus yang sama, Gugus D.

Diantha begitu senang karena mereka akan lebih banyak waktu bersama mengenal sekolah mereka ..

Yaah walaupun Althaf sudah banyak tau tentang sekolah mereka tapi dia juga belum pernah memasuki ruangan ruangan tersebut, jadinya Althaf juga begitu antusias untuk program keliling sekolah jilid dua ini bersama Diantha, ngantuknya juga sudah banyak berkurang, mungkin silau dari cahaya matahari membuat rasa kantuknya berkurang..

"Ingat anak-anak, waktu kita hanya 30 menit di setiap tempat. Begitu peluit berbunyi, kalian harus segera berbaris kembali dan berpindah ke ruangan berikutnya dipimpin oleh kakak pendamping masing-masing!" seru Pak Gunawan mengingatkan.

Perjalanan Gugus Dimulai

Begitu peluit pertama ditiup pada pukul 08.00 WIB, suasana langsung riuh rendah namun tetap tertib.

Gugus A langsung diarahkan menuju Laboratorium IPA.

Di sana, bau khas bahan kimia ringan dan deretan mikroskop yang tertata rapi menyambut mereka. Bu Endang, guru Biologi, menjelaskan aturan keselamatan yang ketat selama berada di lab..

Sementara itu, Gugus B melangkah masuk ke Perpustakaan yang sejuk dan tenang. Keheningan langsung menyergap mereka begitu melihat ribuan buku fiksi dan nonfiksi berjejer rapi di rak kayu yang tinggi..

Di sisi lain sekolah, Gugus C tampak takjub saat memasuki Ruang Komputer. Ruangan ber-AC itu dipenuhi puluhan monitor LCD yang menyala siap pakai, membuat para murid tidak sabar untuk memulai pelajaran TIK minggu depan.

Terakhir, Gugus D memulai rute mereka dengan penuh senyum lebar karena langsung menuju Kantin Sekolah. Meski belum waktunya jajan, mereka diperkenalkan dengan sistem pembayaran non-tunai yang diterapkan sekolah dan area-area meja makan bersih yang boleh mereka gunakan nanti saat istirahat..

Setiap 30 menit sekali, suara peluit Pak Gunawan nyaring terdengar dari tengah lapangan, menjadi komando bagi anak-anak untuk saling bertukar tempat. Langkah kaki yang bergegas, canda tawa tipis, dan tatapan penuh rasa ingin tahu menghiasi sepanjang koridor sekolah pagi itu.

Rasa asing yang tadinya menyelimuti para murid baru, perlahan-lahan mencair berganti rasa familier dengan rumah baru mereka untuk tiga tahun ke depan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!