NovelToon NovelToon
Disty Milik Javeno (Aku Pelacur Milik Javeno)

Disty Milik Javeno (Aku Pelacur Milik Javeno)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Penyelamat
Popularitas:923
Nilai: 5
Nama Author: S.Lintang

⚠️⚠️

Bukan Cinta Yang Memiliki.
Tapi Obsesi Yang Menjerat.

⚠️⚠️

~•~

Aku bukan milikmu
tapi kamu tidak pernah melepaskanku.
- Disty -

Kamu milikku, dan tidak ada
yang berhak memilikimu selain aku.
- Javeno -

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S.Lintang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Javeno langsung berlari masuk ke dalam kamar yang di mana Disty baru saja selesai di periksa oleh dokter keluarga.

Tadi saat Javeno meninggalkan rumah, Disty tidur. Lalu sekarang malah demam.

Javeno duduk di samping Disty. Di kening gadis itu ada kompresan pereda panas. Muka dan bibir Disty pucat dengan mata terpejam.

Javeno mengambil salah satu tangan Disty dan menggenggam nya lembut.

"Kenapa?" tanya Javeno dingin pada dokter yang masih belum beranjak pergi setelah memeriksa.

"Nona mengalami syok Tuan, itu yang memicu panas di tubuhnya langsung naik dan berakhir demam. Saya sudah memberi suntikan vitamin dan juga sudah memberikan obat. Ada di meja nakas," jelas Dokter.

"Hm," dehem Javeno.

"Kalau sampai malam ini suhu panas nya tidak turun, Tuan bisa langsung membawa Nona ke rumah sakit untuk pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut" ujar dokter memberi saran.

"Hm."

"Saya permisi Tuan."

Dokter keluar dari kamar pasangan ini, tersenyum ramah pada Gaveno yang akan masuk. Gaveno juga membalas senyum itu ramah sebelum melangkah masuk.

"Gimana?" tanya Gaveno menatap keadaan Disty yang pucat sedikit menggigil juga, padahal selimut tebal sudah menutupi tubuhnya.

"Syok," jawab Javeno dingin.

"Tadi_ lo hampir bunuh orang," ucap Gaveno menggelengkan kepala sebentar.

"Untung aja nyawa nya selamat karena Disty demam," lanjutnya lagi terkekeh kecil.

Javeno diam tidak memberi tanggapan. Tatapannya hanya fokus pada Disty yang tertidur setelah di beri suntikan vitamin.

"Dia takut sama lo, Jav," ucap Gaveno menilai.

"Hm," dehem Javeno. Ia tahu kalau selama ini Disty memang takut padanya, terlalu jelas kalau sampai hal itu Javeno tidak bisa sadar.

"Rasa takut nya hari ini beda," ucap Gaveno lagi.

Javeno diam. Menunggu Gaveno berkata lebih lanjut.

"Dia sampe minta gue bawa dia lari sebelum lo seret dia keluar dari mobil tadi," lanjut Gaveno memberitahu.

Deg

Jantung Javeno berdebar kencang dan menatap Gaveno.

"Bukan hal yang sulit buat gue untuk bisa bebasin dia dari lo," kata Gaveno kali ini berubah serius.

Rahang Javeno mengeras. Memberi tatapan tajamnya pada Gaveno yang tampak santai, tapi kali ini mukanya serius.

"Kalo lo takut.. ubah cara lo untuk pertahanin dia tetap di sisi lo."

Javeno mengepalkan tangan saat Gaveno malah ingin mengajarinya tentang mempertahankan seseorang.

"Lo larang dia untuk interaksi sama siapa pun. Kalau lo larang dia dekat sama cowok lain itu masih wajar, tapi untuk sesama perempuan_ bahkan lo juga larang itu. Yang di mana itu keterlaluan dan sama sekali nggak masuk akal Jav."

"Apa lo pikir dia nggak pengen punya tempat cerita? Dia juga manusia normal yang pastinya pengen berteman normal sama teman-teman nya. Tapi lo malah larang itu, lo nggak izinin dia untuk lakuin hal kecil itu."

"Apa lo berpikir dia nggak akan stres? Mental nya terganggu cuma untuk menuhin semua tuntutan gila lo selama setahun ini," ucap Gaveno panjang lebar.

Javeno hanya diam dan kini menatap Disty lagi. Ia ingat bagaimana 2 hari lalu Disty yang meminta izin untuk makan bersama Zayna di kantin, dan wajahnya yang memancarkan rasa bahagia setelah dirinya memberi izin tanpa melarang.

"Daddy minta lo pulang tadi juga untuk bahas mental Disty 'kan? Lo masih bisa lawan Daddy dan Daddy masih bisa nurutin kemauan lo. Tapi gue...."

Gaveno diam sebentar.

"Gue masih bisa jadi jembatan untuk Disty biar bisa lari dari lo," lanjut Gaveno sebelum keluar dari kamar ini.

Javeno terdiam, dan mengusap wajah Disty, tatapannya melembut sayu. "Apa aku berlebihan?" tanyanya pelan, seperti bisikan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!