NovelToon NovelToon
Become Mafia Family

Become Mafia Family

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mafia / Teen
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: nanastar

Tiba-tiba jadi keluarga mafia?!!!

Itulah yang dirasakan oleh seorang gadis cantik bernama Lily. Takdirnya secara mendadak membawanya pada dunia gelap yang tak pernah ia tahu sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nanastar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Zevan aneh

Happy reading ✨

"Segera bereskan barang-barangmu, kita akan pergi secepatnya" Lucky, papanya Lily langsung bergerak cepat menuju keruang pribadinya.

Tanpa banyak basa-basi, Lily pun langsung berjalan naik menujuk kamarnya. Ia sedikit bingung karena tiba-tiba mereka akan meninggalkan kota ini.

"Kok pindah ya? Terus alur novelnya jadi ngaco apa gimana? Tapi, kalo aku jauhan sama kak Austin... Yeees!! Kak Zevan pasti jadi gak bakal bunuh aku!" Riangnya ketika mengingat kembali alur cerita novel yang asli. Akhirnya ia bisa menikmati kekayaan fantastisnya ini.

"Ye ye yee! Aku hidup tenang!" Ia berjalan sambil berdendang ria. Kakinya melompat-lompat bak kelinci kegirangan.

Kreeet

Brak!

Lily membuka pintu kamarnya dan segera menutupnya kembali dengan laga seperti cewek yang kecentilan.

"Apa yang papa omongin sampe lo kegirangan?" Tanya seseorang yang membuat Lily tersentak kaget. Dikiranya kamarnya sedang kosong.

"Ih kaget! Kirain hantu!" Ia memegangi dadanya yang terasa sulit bernafas karena terkejut.

"Emang kak Zevan gak tau ya kalo kita mau pindahan?" Tanyanya lalu duduk ditepi kasur menyerupai Zevan. Ia memiringkan kepalanya menatap wajah Zevan yang malah terlihat bingung.

"Kita?" Zevan mengernyit bingung sembari menatap Lily. Ia tidak tahu hal itu. Mungkin bisa jadi saja yang dimaksud 'kita' Lily itu adalah Lily sendiri dan papanya.

"Gak! Gak ada yang mau pindah! Kau juga tetap disini denganku!" Ucapnya dengan nada sedikit membentak. Ia langsung berdiri dari duduknya.

'Kenapa kak Zevan gak setuju pindah, ya? Pake acara ngambek segala lagi? Apa sebenarnya kak Zevan... Tau kalo aku harus mati ditangannya?!' Batin Lily menduga-duga.

"Sini!" Tanpa ba bi bu Zevan langsung saja meraih tangan Lily dan menuntunnya paksa menuju ruangan pribadi Lucky, papanya.

"Awh kak! Pelan!" Lily meringis merasa langkahnya terseret paksa karena tidak bisa mengimbangi gerakan langkah cepat Zevan. Namun telinga pemuda itu seakan tertutup rapat tak mau mendengar keluhan sang gadis kecil.

Brak!

Zevan membuka kasar pintu yang tertutup dengan damai itu. Lalu nampaklah Lucky yang tengah duduk sembari menelpon seseorang.

"Baik, nanti kita lanjutkan lagi" Lucky pun menyimpan ponsel gagang kecilnya itu kedalam saku celananya dan berdiri menghampiri Zevan yang terlihat marah.

"Kenapa papa mau bawa Lily pergi?" Tanya Zevan dengan nada tidak suka atas prilaku papanya yang semaunya sendiri.

"Kenapa? Bukankah sudah jelas bahwa kau tidak mampu menjaganya?" Lucky menatapnya datar. Lily hanya terdiam melihat mereka berdua yang seperti tengah adu perang tatapan tajam.

"Papa... Sama... Kak Zevan kenapa?" Tanya Lily polos yang membuat keduanya serentak menoleh padanya dengan sorot mata yang menusuk.

"DIAM!" Ucap keduanya bersamaan. Lalu mereka berdua tersadar dan hanya malah saling pandang satu sama lain.

"Lily lagi diem kok" Lily memundurkan tubuhnya hendak keluar dari ruangan tersebut dengan takut-takut. Ia menyadari ada ketidak beresan diantara kedua pria didepannya ini.

"Kalau begitu jangan melangkah mundur!" Ucap Zevan yang langsung membuat Lily membeku. Walaupun mereka nampak biasa, tapi entah mengapa auranya terasa seperti ada mistis-mistisnya. Lily sendiri sampai merasa bulu kuduknya berdiri.

"Aku telah menemukan orang dibalik scandal Lily disekolahnya, jadi jangan membawanya pergi" Kali ini Zevan terdengar seperti memohon. Tidak seperti yang awal yang kedengarannya terkesan memerintah.

"Aku tau disini sudah mulai tidak aman, apalagi banyak sekali yang terlihat mengincar Lily. Tapi aku berjanji untuk selalu menjaganya"

Lily terkejut bukan main saat Zevan yang dingin memohon seperti itu. Bukankah ia seharusnya tidak perlu peduli padanya? Tapi kenapa ia malah terlihat peduli? Ataukah ada hal lain yang tidak Lily ketahui tentang kebenaran isi novelnya? Lily menjadi pusing memikirkan itu semua.

"Aduuh!" Refleks Lily memegangi kepalanya yang terasa berdenyut itu.

"Kenapa?!" Tanya Zevan yang langsung sigap menahan tubuhnya yang sempoyongan.

"Pusing kak! Sakit banget kepala aku" Ia menggesek-gesekkan tangannya dikeningnya.

"Baiklah, kita tunda saja rencana pindahnya. Panggilkan dokter untuk memeriksa kondisinya" Ujar Lucky sembari pergi meninggalkan mereka berdua diruangannya.

"Papa mau kemana?!" Teriak Lily.

"Ada urusan sebentar, kutitip dia padamu lagi, Zevan" Ucap Lucky yang langsung menghilang dari pandangan Lily dan Zevan.

"Lo pura-pura?"

"Gak kak, kepalaku beneran sakit!" Sanggahnya ketika malah dicurigai.

"Oke, sini gue anter ke kamar" Ia pun membopong tubuh gadis itu.

"Makasih kak! Maaf ya ngerepotin terus" Tutur Lily yang malah terdengar hinaan bagi Zevan.

"Lo pikir gue lemah dan gak bisa diandalin?"

Lily terperangah mendengar jawaban Zevan yang biadab itu. Tidakkah ia berfikir untuk menjawab 'iya tidak apa-apa, sudah seharusnya saudara saling membantu'. Ahk dasar Zevan sialan! Gerutu Lily dalam hati. Ia terlalu kesal untuk menanggapi hal-hal yang membuatnya terasa ribet.

Mereka pun tiba dikamar Lily. Zevan hendak membantunya untuk membaringkan tubuhnya di kasur.

"Pengen duduk aja" Ujar Lily dengan nada kesal dan wajah yang cemberut. Zevan hanya heran melihat tingkah aneh sang gadis. Apa gadis ini marah padanya? Tapi kenapa?

"Kenapa? Masih nganggep gue lemah hm?" Alih-alih pergi, Zevan malah mengukung tubuh Lily dengan tubuhnya. Namun karena malas, Lily memalingkan wajahnya semakin kesal.

"Hh, sejak kapan lo jadi lemah begini? Sejak kapan lo bersikap manja sama papa?"

Lily terdiam. Apa iya Lily yang dulu tidak begitu? Tapi, kenapa Zevan mempertanyakan hal itu? Apa itu terlihat mencurigakan baginya? Apa jadinya jika ia tahu kalau dirinya bukanlah Lily yang asli? Melainkan Lily yang palsu.

Lalu Zevan mendekati wajah Lily. "Apa yang sebenarnya lu rencanain?" Bisiknya tepat pada telinga Lily yang sontak membuatnya panas dingin. Deru nafas Zevan terasa menyapu dengan halus beralun pada lehernya. Entah kenapa ia malah merasa seperti ada hantu disampingnya. Perlahan ia pun memberanikan diri menoleh dan netranya menatap malas sang empu yang tengah menatapnya tajam.

'Wajahnya kedeketan anjim!' Batinya sembari berusaha menelan salivanya yang terasa sulit.

"Gue ngasih lo kesempatan" Akhirnya Zevan pun berdiri.

'Kata-kata ini!?' Panik Lily ketika ia mengingat sesuatu.

"Tapi lo terus ngebuat gue untuk makin ngasih lo kesempatan lagi, lagi, dan lagi" Ucapnya lalu memasukan tangannya kedalam saku celananya. Ia terlihat mengambil sesuatu.

'Apa dia mau ngambil pistol?!' Lily semakin panik.

"Ampun kak Zevan?!" Pekik Lily yang langsung mengangkat tangannya untuk melindungi kepalanya ketika tangan Zevan terlihat terangkat dari saku celananya.

•••••

Disebuah gedung pencakar langit di kota, terlihat dua orang tengah bercengkrama diruang paling atas gedung. Yang satu duduk rapi dengan jas dan yang satunya lagi berdiri dengan seragam berbeda dari orang yang memakai jas.

"Mereka membatalkan kerja sama setelah mengetahui fakta tentang proyeksi perusahaan kita" Ujar seorang ajudan pada atasannya.

"Lancang sekali, tapi itu bukan masalah. Kita buat mereka menyesal!" Orang berpakaian jas rapi itu menatap keluar jendela gedung dengan penuh kebencian.

"Lakukan planning B"

BERSAMBUNG

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!