NovelToon NovelToon
Sistem Eror : Aku Adalah Antagonis

Sistem Eror : Aku Adalah Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Antagonis / Perjodohan
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tiara Pratiwi

Seorang mahasiswi yang marah dengan akhir cerita novel yang baru dibelinya. Dalam novel diceritakan tokoh antagonis di novel, disalahpahami tunangan dan keluarganya sendiri gara-gara hasutan dan trik licik tokoh utama wanita, Audrey Hepburn.
Tapi sungguh sial saat sedang menancapkan charger laptop ke stop kontak, dirinya malah tersetrum dan bertransmigrasi menjadi Eleanor Sinclair. Dengan tekad bulat, ia memilih menjadi antagonis yang sesungguhnya, ia memilih target meningkatkan rasa kebencian semua tokoh hingga 100%. Hadiah dari pencapaian target misi dari sistem ini adalah uang senilai 100 juta dollar dan izin kembali ke dunia nyata. Namun, semuanya malah jadi kacau, tingkat kebencian tokoh utama pria dan keluarganya justru berkurang. Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah ia bisa menyelesaikan misi, mendapatkan hadiah, dan kembali ke dunia nyata?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara Pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 Apa yang kalian lakukan

Tanpa mereka sadari, di luar pintu, Audrey masih tetap mengintai. Ia segera bersembunyi di balik pilar besar di koridor saat mendengar suara gagang pintu yang diputar. Eleanor dan Liam berjalan keluar menuju arah lift. Audrey mengikuti mereka dengan jarak sekitar sepuluh meter, berjalan mengendap-endap seperti seorang pencuri.

Sepanjang jalan dari kamar rawat menuju lift, hingga sampai ke area parkir di basement, Eleanor tidak melepaskan lengan Liam. Ia memeluk lengan pria itu dengan sangat erat, menempelkan tubuhnya seperti seekor lintah yang tidak mau lepas. Ia melakukan itu dengan sengaja, berharap Liam akan merasa risih, kesal, dan segera melepaskannya dengan kasar.

Eleanor berpikir, "Kenapa dia diam saja? Bukankah dia seharusnya menghempas tanganku? Kapan sebenarnya kamu mau membatalkan pertunangan kita? Tapi sayang sekali aku belum melakukan apa-apa pada Liam."

Liam awalnya memang merasa tidak nyaman. Ia mencoba menarik lengannya beberapa kali, namun pegangan Eleanor justru semakin kuat. Akhirnya, Liam memilih pasrah. Ia justru merasa penasaran dengan tingkah laku aneh Eleanor selanjutnya. Ia membiarkan Eleanor terus menempel padanya hingga mereka tiba di depan mobil mewah berwarna hitam milik Liam.

Di belakang mereka, Audrey yang bersembunyi di balik deretan mobil lain merasa sangat marah. Wajahnya memerah melihat Liam membiarkan Eleanor menyentuh dan memeluk lengannya begitu saja tanpa ada penolakan.

Liam berhenti di samping pintu pengemudi. Ia hendak merogoh saku celananya untuk mengambil kunci mobil, namun Eleanor tidak kunjung melepaskan pelukan pada lengannya. Eleanor justru terdiam, matanya terpaku pada otot lengan Liam yang terlihat jelas di balik kemeja tipisnya yang digulung sampai siku.

"Uh, lihat otot-otot ini," batin Eleanor. "Sangat keras dan berisi. Aku ingin mencubitnya, bahkan aku ingin menggigitnya."

"Lepaskan aku, Eleanor," ujar Liam dengan suara rendah.

Eleanor cuma menatap wajah Liam. "Ya ambil saja"

"Bagaimana caranya aku bisa mengambil kunci mobil di kantong jika kau terus memegangiku seperti ini?"

"Kan kau masih punya satu tangan lagi," jawab Eleanor santai tanpa melepaskan pegangannya.

"Kunci itu ada di saku celana sebelah kiri, tangan kananku tidak bisa menjangkaunya," jelas Liam dengan sabar.

"Oh!" seru Eleanor.

Alih-alih melepaskan pegangannya, Eleanor justru bertindak lebih jauh. Ia melepaskan satu tangannya dan langsung merogoh saku celana kiri Liam. Dalam proses mencari kunci tersebut, Eleanor dengan sengaja meremas paha Liam sambil tertawa kecil di bawah napasnya.

Liam merasakan sensasi seperti tersengat aliran listrik saat tangan Eleanor menyentuh pahanya secara tiba-tiba. Tubuhnya menegang seketika. "Apa yang sedang kau lakukan?! Lepaskan aku sekarang juga!" seru Liam dengan nada yang lebih tinggi dari sebelumnya.

"Ei, aku kan cuma memegang pahanya sedikit, jangan pelit begitu!" batin Eleanor dengan dongkol. "Kalau pun kau mau kembali pada Audrey, itu kan baru akan terjadi setelah pertunangan kita resmi batal! Selama statusku masih sebagai tunanganmu, aku akan menyentuhmu sesuka hatiku. Kalau kau merasa rugi, kau juga boleh menyentuh pahaku sebagai gantinya!"

"Kau..." Liam menggantung kalimatnya.

Dengan gerakan yang sangat cepat, Liam menangkap tangan Eleanor yang masih berada di dalam sakunya dan menariknya keluar. Sebelum Eleanor sempat bereaksi, Liam mendorong tubuh Eleanor hingga punggung gadis itu menempel pada pintu mobilnya yang keras dan dingin. Liam menggunakan satu tangannya untuk memeluk pinggang Eleanor dengan erat, sementara tangan lainnya tetap memegang pergelangan tangan Eleanor. Tubuh mereka kini menempel rapat tanpa celah.

Eleanor terkejut. Jantungnya berdegup kencang karena posisi ini sama sekali tidak ada dalam rencananya. "Eh, apa yang baru saja terjadi?!"

Liam menundukkan wajahnya hingga hidung mereka hampir bersentuhan. "Kau... jika kau memang menginginkan sentuhan yang lebih intim, sebenarnya aku sama sekali tidak keberatan. Cepat atau lambat , kita akan melakukannya kan? Bukankah kita memang sudah bertunangan? Aku bahkan bisa menikahimu besok jika kau mau..."

Suara rendah Liam terdengar seksi dan menggoda.

Eleanor terdiam, matanya menatap langsung ke dalam mata Liam. Ia seolah terhipnotis oleh tatapan tajam dan intens dari pria di depannya. Liam sebenarnya hanya ingin membalas perlakuan Eleanor agar gadis itu berhenti menggodanya. Ia ingin menunjukkan bahwa bermain api dengan seorang pria dewasa memiliki konsekuensi. Namun, tanpa sadar, Liam justru semakin mendekatkan wajahnya. Ia bisa merasakan embusan napas Eleanor di kulitnya.

Lama-kelamaan, niat bercanda itu mulai memudar, digantikan oleh dorongan lain. Liam terus memajukan wajahnya, mengincar bibir Eleanor yang sedikit terbuka karena terkejut. Saat jarak di antara bibir mereka hanya tersisa beberapa milimeter saja, sebuah teriakan melengking memecah keheningan area parkir tersebut.

"Apa yang kalian lakukan?!"

Audrey muncul dari balik mobil di sebelah mereka dengan wajah yang penuh dengan air mata kemarahan. Liam dan Eleanor pun serentak menoleh ke arah sumber suara tersebut.

1
Yuyun Suprapti
kapan up nya lg thor
est
lanjut thor suka 👍
Yuyun Suprapti
crazy up kk💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!