Reina Yusa Anggara seorang mahasiswi semester akhir yang dijodohkan dengan dosennya sewaktu masih kuliah.
Daren Putra Danendra yang dijodohkan dengan mahasiswinya. Sedangkan dirinya masih mempunyai kekasih. Hubungan Daren dengan kekasihnya sangat ditentang oleh keluarga Danendra, karena dia bukan wanita yang baik.
Suatu hari Daren melihat kekasihnya sedang bersama pria lain di sebuah restoran, tapi Reina melarang Daren untuk menghampirinya. Daren dan Reina menyiapkan misi untuk menjebak kekasih Daren, namun mereka gagal karena Daren sudah percaya dengan kekasihnya.
Akankah Daren akan memilih Reina atau kekasihnya?
Simak kelanjutannya di novel I LOVE YOU PAK DOSEN
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ssabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berbagi Cerita
Saat Reina membuka matanya, ia merasa ada yang melingkar di perutnya, dan saat ia lihat ternyata itu tangan Daren.
"Aaaaaaaaa" pekik Reina karena terkejut
Daren yang masih terlelap pun terbangun karena mendengar suara teriakan Reina.
"Kamu apaan sih, ganggu orang tidur aja" ucap Daren.
"Bapak ngapain tidur di sini?" tanya Reina pada Daren, namun Daren tidak menjawabnya karena ia sudah kembali terlelap.
Reina kemudian lari ke kamar mandi, ia kesal dengan Daren karena Daren lmemeluknya dan Reina hanya menggunakan pakaian yang super sexy.
Reina segera mandi dan turun ke dapur membantu Bi Inah memasak.
"Pagi non" ucap Bi Inah
"Pagi Bi, masak apa Bi?" tanya Reina sambil membuat teh untuk Daren, walaupun Daren tidak mencintainya, namun Reina tetap menjalankan kewajibannya.
"Masak nasi goreng non" jawab Bi Inah
"Oh iya non, kemarin non kemana?" tanya Bi Inah
"Saya ada acara Bi." jawab Reina
"Maaf ya non, kemarin saat non tidak ada, pacarnya tuan masuk ke kamar non." ucap Bi Inah
"ngapain Clara masuk ke kamar gue?" tanya Reina dalam hati.
"Maksud bibi Clara?" tanya Reina
"Iya non, apa non kenal dengan non Clara?" tanya Bi Inah
Reina menceritakan tentang siapa Clara yang sebenarnya. Dan ternyata apa yang di pikir Bi Inah selama ini benar, jika Clara bukanlah wanita baik-baik.
Reina tidak keberatan jika Clara masuk ke kamarnya, karena di kamarnya belum ada barang-barang pribadinya, hanya ada pakaian Reina beberapa.
"Apa Clara sering main ke sini Bi?" tanya Reina
"Dulu selama tuan di luar negeri, Clara sering ke sini, bahkan ia menginap di sini. Tapi setelah tuan sudah balik non Clara tidak pernah nginap di sini." jawab Bi Inah
"Mereka sudah pacaran lama ya bi?" tanya Reina
"Sudah hampir 5 tahun non, bahkan jika tuan ke luar negeri Non Clara sering ikut. Namun hubungan mereka ditentang keras.oleh tuan besar." jawab Bi Inah
"Apa Clara tahu kalau Pak Daren sudah menikah?" tanya Reina penasaran
"Sepertinya belum non, karena tuan muda melarang saya memanggil anda nona jika di depan Non Clara." jawab Bi Inah
Saat Reina dan Bi Inah sedang masak, tiba-tiba Feny datang.
"Kak Rein" teriak Feny
"Iya Feny kakak sedang di dapur" jawab Reina sedikit berteriak.
Karena mendengar orang yang sedang berteriak, Daren bangun dari tidurnya dan keluar dari kamar Reina.
"Kamu ngapain sih dek pagi-pagi udah berisik" ucap Daren sambil menjewer telinga Feny
"Aww lepasin kak" teriak Feny sambil menginjak kaki Daren.
"Aww" pekik Daren kemudian melepaskan telinga Feny dan Feny segera lari ke dapur.
Daren kemudian naik ke kamarnya kemudian ia mandi.
"Kak Reina masak apa?" tanya Feny
"Masak telur" jawab Reina
"Bi tolong lanjutin ini ya" ucap Reina
"Iya non" jawab Bi Inah
Reina berjalan meninggalkan dapur di ikuti oleh Feny
"Kak Reina mau kemana?" tanya Feny
"Mau nyiapin baju kakak kamu, kakak naik dulu ya." jawab Reina sambil melangkahkan kakinya ke tangga
Saat Reina tiba di depan pintu kamar Daren, jantung Reina.berdebar dua kali.lebih cepat. Reina memcoba mengetok pintunya namun tidak ada balasan. Kemudian ia langsung masuk karena pintunya tidak terkunci. Reina melihat sekeliling kamar Daren, kamar yang begitu luas dengan dekorasi yang indah dan semua tertata rapi. Reina kemudian berjalan ke walk in closet dan mengambil baju Daren kemudian meletakkan di kasur Daren.
Saat Reina berbalik badan ia melihat Daren sedang keluar dari kamar mandi dan hanya menggunakan handuk yang dililitkan di pinggangnya.
Reina melihat sambil menelan salivanya. ototnya yang besar dan perutnya yang sexy. Ia melihat tanpa mengedipkan matanya dan tanpa sadar ia membuka mulutnya karena kagum.
"ehemm udah puas lihatinnya?" tanya Daren yang membuat Reina tersadar kemudian melangkahkan kakinya keluar dari kamar Daren dengan wajah yang merah seperti kepiting rebus. Ia malu karena ketahuan sedang memandangi tubuh Daren.
Ia kemudian masuk ke kamarnya dan mengganti pakaiannya dengan celana warna putih dan outer warna milo. Reina selesai Reina memoleskan sedikit makeup dan rambutnya yang dibiarkan terurai dan poninya yang dikepang.
Setelah selesai kemudian ia keluar dari kamarnya dan terlihat Feny sedang menunggunya di meja makan karena sebelumnya ia sudah janjian untuk berangkat kuliah bareng.
Saat Reina dan Feny sedang menunggu Daren untuk sarapan, ia mendengar suara pintu terbuka.
"Sayang..." teriak Clara
Reina dan Feny menoleh ke sumber suara secara bersamaan. Feny yang melihat Clara di sana pun merasa terkejut, ternyata kakaknya belum memutuskan Clara.
"Ngapain lo kesini?" tanya Feny
"Ya terserah gue lah, toh sebentar lagi rumah ini jadi milik gue" jawab Clara
"cih ngimpi ya lo" ucap Feny
"dengerin ya sebentar lagi kakak lo akan menjadi milik gue, karena kakak lo mau nikahin gue" ucap Clara sambil duduk di meja makan.
Reina merasa sakit hati karena ucapan Clara, meskipun ia belum sepenuhnya mencintai Daren, namun ia tidak mau kalau di madu.
"Reina ngapain lo duduk di sini?" tanya Clara
"Emangnya kenapa kalau dia duduk di sini?" tanya Feny
"pembantu itu makannya di dapur, awas aja ya lo kalau gue udah jadi nyonya di rumah ini, lo adalah orang pertama yang gue pecat." ucap Clara dengan percaya dirinya.
"Asal lo tau ya dia bukan pembantu di sini" ucap Feny sambil menarik tangan Reina keluar dari rumah.
Setelah selesai menyelesaikan kerjaannya di kamar Daren segera turun untuk sarapan.
"Pagi sayang" ucap Clara sambil memeluk lengan Daren dan hanya di balas senyuman oleh Daren
Clara kemudian mengambilkan nasi untuk Daren. Daren melihat rumahnya sudah sepi padahal belum terlalu siang.
"Feny sama Reina mana?" tanya Daren
"Ohh tadi mereka bilang ada kelas pagi, jadi mereka berangkat duluan." jawab Clara
Di dalam mobil, Reina hanya terdiam melihat ke luar, ia membanyangkan kehidupannya kedepan.
"Kak Reina kalau mau nangis, nangis aja" ucap Feny yang hanya di balas senyuman oleh Reina.
"Clara itu bukan orang yang baik, Clara hanya ingin mengambil harta Kak Daren, tapi Kak Daren dengan mudahnya mempercayai Clara dan sudah di butaka oleh cinta." ucap Feny
"Clara belum tahu kalau kalian udah nikah?" tanya Feny dan Reina hanya menggelengkan kepala.
"Kak Reina kalau mau cerita, cerita sama aku aja, aku siap kok dengerin" ucap Feny
"Terima kasih ya Fen" jawab Reina sambil tersenyum tipis.
"Nanti pulang kuliah kakak mau ke mana?" tanya Feny
"Mau ke cafe, kamu mau ikut?" tanya Reina
"emang boleh kak?" tanya Feny
"Ya boleh lah, di sana juga ada Suny" ucap Reina
"Suny gak kuliah kak?" tanya Feny
"Hari ini tidak ada mata kuliah, kebentulan hari ini ada jadwal kakak nyanyi di cafe, kamu nanti mau ya nyanyi bareng kakak?" tanya Reina
"Emmm Feny malu kak" ucap Feny
"Pokoknya kalau kamu mau ikut, kamu harus nyanyi titik." ucap Reina
"Iya deh, nanti aku tunggu di parkiran ya." ucap Feny
"Ya udah kakak masuk dulu ya, daaa" ucap Reina sambil keluar dari mobil Feny
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, DAN VOTE💟💟💟