NovelToon NovelToon
Target Di Balik Gerobak Penyamaran Sang Komandan

Target Di Balik Gerobak Penyamaran Sang Komandan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Nikah Kontrak / Dokter / Identitas Tersembunyi
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

​"Nikahi aku, Abang Tukang Bakso!"
​Demi menyelamatkan warisan Rumah Sakit dari ibu tiri yang kejam, Dokter Airine Rubyjane nekat menikahi Nata, pria penjual bakso di depan RS-nya. Airine pikir Nata hanyalah rakyat jelata yang mudah ia kendalikan.
​Namun, ia salah besar. Di balik celemek berminyak itu, suaminya adalah Arnold Dexter, Komandan Intelijen legendaris yang sedang dalam misi penyamaran mematikan.
​Satu per satu musuh Airine tumbang secara misterius. Saat cinta mulai tumbuh, Airine menyadari bahwa pria yang ia anggap "miskin" itu adalah predator paling berbahaya di negara ini yang sedang mengincar rahasia gelap kakeknya.
​"Aku bukan sekadar tukang bakso, Istriku. Aku adalah alasan musuhmu takut pada malam hari."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Bayang-Bayang Sang Jenderal

"Jadi, ini caramu merayakan kemenangan? Dengan menatap gerbang rumahmu sendiri seolah itu pintu penjara?"

Suara berat Nata memecah keheningan di dalam mobil tua yang terparkir di depan gerbang besi menjulang kediaman keluarga Rubyjane. Airine tersentak dari lamunannya, jemarinya yang masih memegang erat tas kerja perlahan mengendur. Di depannya, rumah bak istana peninggalan kakeknya itu tampak bermandikan cahaya lampu taman, namun terasa begitu sunyi—dan bagi Airine, sangat asing.

"Ini bukan kemenangan, Nata," bisik Airine tanpa menoleh. "Ini hanya pengambilan kembali apa yang seharusnya tidak pernah disentuh oleh mereka. Tapi rasanya... berat. Masuk ke rumah ini tanpa ada Ibu di dalamnya."

Nata mematikan mesin mobil. Suara deru mesin yang kasar berganti dengan kesunyian malam yang pekat. "Rumah itu hanya kumpulan batu dan semen, Airine. Yang membuatnya terasa seperti penjara atau istana adalah siapa yang ada di dalamnya. Dan malam ini, kamu tidak masuk sendirian."

Airine menoleh, menatap Nata yang duduk santai di balik kemudi. Pria itu masih mengenakan jaket kulitnya, penampilannya sangat kontras dengan kemewahan di depan mereka. "Kamu benar-benar mau tinggal di sini? Bersamaku? Kamu tahu, kan, para pelayan dan penjaga akan membicarakanmu? Mereka akan menyebutmu tukang bakso yang beruntung."

Nata terkekeh, suara tawa rendahnya memenuhi kabin mobil. "Biarkan saja mereka bicara. Selama baksoku enak, mereka tidak akan bisa menghinaku dengan perut lapar. Ayo, turunlah. Istri seorang direktur tidak boleh terlihat ragu di depan pelayannya sendiri."

Mereka melangkah masuk. Para pelayan yang tersisa menyambut dengan kepala tertunduk, suasana canggung sangat terasa. Airine segera memandu Nata menuju lantai dua, melewati lorong panjang yang dihiasi lukisan-lukisan klasik, hingga sampai di depan sebuah pintu kayu jati besar yang tertutup rapat.

"Ini ruang kerja Kakek, Edward Jane," ucap Airine pelan. "Sejak Ibu meninggal, Ayah melarang siapa pun masuk ke sini. Dia bilang ruangan ini berdebu, tapi aku tahu dia hanya takut menghadapi bayang-bayang Kakek."

"Dan sekarang ruang ini milikmu," sahut Nata. "Boleh aku masuk? Aku penasaran seperti apa ruangan seorang legenda farmasi."

Airine membuka pintu itu. Aroma kertas tua dan kayu cendana langsung menyergap indra penciuman mereka. Ruangan itu luas, dipenuhi rak buku setinggi langit-langit. Di tengah ruangan terdapat meja besar yang rapi, seolah-olah pemiliknya baru saja pergi sebentar.

Nata berjalan berkeliling dengan langkah tenang, matanya yang tajam memindai setiap sudut. Ia tidak terlihat seperti orang yang kagum, melainkan seperti seseorang yang sedang melakukan inspeksi. Langkahnya terhenti di depan sebuah bingkai foto perak yang diletakkan agak tersembunyi di sudut meja.

"Airine, kemari sebentar," panggil Nata, suaranya mendadak berubah menjadi sangat serius.

Airine mendekat, berdiri di samping Nata. "Ada apa? Itu hanya foto Kakek saat masih muda di akademi..."

Kalimat Airine menggantung di udara saat ia melihat foto hitam putih itu lebih dekat. Di dalam foto tersebut, Edward Jane muda berdiri berdampingan dengan seorang pria berpakaian seragam militer lengkap dengan pangkat yang mentereng. Mereka berdua merangkul bahu satu sama lain, tertawa lebar di depan sebuah barak tentara.

"Itu Kakekku," ucap Nata pelan, hampir seperti bisikan.

Airine terperanjat. "Apa? Pria berseragam jenderal itu... kakekmu?"

Nata mengangguk perlahan. "Jenderal Alexander Dexter. Komandan tertinggi pasukan intelijen di zamannya. Dia tidak pernah bercerita banyak soal masa mudanya, kecuali tentang seorang sahabat sipil yang menyelamatkan nyawanya saat perang gerilya dengan memasok obat-obatan eksperimental secara sembunyi-sembunyi."

Airine menutup mulutnya dengan tangan, matanya berkaca-kaca. "Edward Jane... Kakek selalu bercerita tentang 'Sang Elang' yang menjaganya dari balik bayang-bayang agar perusahaan farmasi ini tidak jatuh ke tangan penjajah atau kartel hitam. Jadi, 'Sang Elang' itu adalah kakekmu?"

Nata mengambil foto itu, mengusap debu tipis di atas kacanya. "Ternyata persahabatan mereka lebih dalam dari yang aku bayangkan. Jenderal dan Apoteker. Satu menjaga negara dari luar, satu menjaga dari dalam lewat kesehatan."

"Nata..." Airine menatap suaminya dengan pandangan yang benar-benar baru. "Jika kakekmu adalah seorang jenderal setinggi itu, kenapa kamu... kenapa kamu menjadi tukang bakso? Maksudku, dengan latar belakang keluarga seperti itu, kamu bisa menjadi apa pun."

Nata meletakkan kembali foto itu. Ia berbalik, menatap Airine dengan tatapan yang membuat jantung wanita itu berdegup kencang. Kali ini, tidak ada lagi jejak "Bang Nata" yang konyol. Aura dominan Arnold Dexter terpancar kuat di bawah lampu temaram ruang kerja itu.

"Karena terkadang, cara terbaik untuk menjaga warisan adalah dengan menjadi sesuatu yang tidak akan pernah dicurigai oleh siapa pun," jawab Nata dengan nada misterius. "Kakekku mengajariku bahwa kekuatan sejati tidak terletak pada pangkat di pundak, tapi pada seberapa banyak informasi yang bisa kamu dapatkan tanpa orang lain menyadarinya."

Airine melangkah maju, tangannya menyentuh dada Nata, merasakan detak jantung pria itu yang sangat stabil. "Jadi, pernikahan ini... apakah ini juga bagian dari rencana keluargamu? Apakah kamu mendekatiku karena foto ini? Karena persahabatan kakek kita?"

Nata meraih tangan Airine, menggenggamnya erat di dadanya. "Aku jujur, Airine. Aku tidak tahu soal foto ini sampai detik ini. Aku datang padamu karena kamu butuh bantuan, dan karena misiku memang bersinggungan dengan perusahaanmu. Tapi melihat foto ini... sepertinya takdir punya cara yang lucu untuk mempertemukan kita kembali."

Airine menyandarkan kepalanya di dada Nata, merasa sangat kecil namun sangat aman. "Aku merasa seperti sedang hidup di dalam novel detektif. Suamiku ternyata cucu seorang jenderal besar, dan kakek kita adalah sahabat sejati."

"Mungkin," bisik Nata sambil mengusap rambut Airine. "Tapi jangan lupakan satu hal, Airine. Jenderal Alexander Dexter punya prinsip: lindungi apa yang berharga bagimu, meski harus mengorbankan nyawa. Dan sekarang, kamu adalah bagian dari hal yang berharga itu bagiku."

Airine mendongak, menatap mata hitam Nata yang tajam. "Apakah itu janji seorang tukang bakso, atau janji seorang cucu jenderal?"

Nata tersenyum miring, sebuah senyum yang sangat maskulin dan penuh rahasia. "Itu adalah janji suamimu. Sekarang, tidurlah. Besok adalah hari pertamamu sebagai Direktur Utama yang sah. Kamu butuh istirahat, Nyonya Dexter."

Airine terpaku mendengar nama belakang itu disebut. Nyonya Dexter. Nama yang jauh lebih berat dan penuh kuasa daripada Rubyjane. Saat Airine berjalan menuju kamar utama, Nata tetap berdiri di ruang kerja itu, menatap foto kedua kakek mereka sekali lagi.

Ia menyentuh jam tangannya, mengaktifkan saluran komunikasi terenkripsi tingkat tertinggi.

"Lapor. Kode 'Heritage' terkonfirmasi. Hubungan antara keluarga Jane dan keluarga Dexter lebih dalam dari protokol awal. Perbarui prioritas operasi. Lindungi Airine Rubyjane dengan segala cara. Siapa pun yang mengincar perusahaan farmasi ini, berarti mereka menyatakan perang langsung dengan keluarga Dexter."

Di luar, angin malam berhembus kencang, menggoyahkan dahan-dahan pohon besar di taman. Di dalam kegelapan, Nata tahu bahwa Tuan Shen dan sindikatnya tidak akan tinggal diam setelah kekalahan Reo. Namun kini, ia tidak hanya bertarung demi tugas negara. Ia bertarung demi sebuah kehormatan keluarga yang sudah terjalin sejak puluhan tahun yang lalu.

...****************...

1
Abinaya Albab
beneran ini perang terakhir? duhhhh capek gk sih mereka baru mau bernafas lega ada lagi
Abinaya Albab: blm lagi bikin bakso urat ya Thor 😂🤭
total 2 replies
Abinaya Albab
baru ini aku baca novel yg tegangnya tak beesudahan... lanjut
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
kakek jahat ga
aditya rian
sekalian updatenya banyak dong soalnya jadi penasaran banget
aditya rian
keren arnold
aditya rian
jangan marah dong... di awal jug udh bilang
hidagede1
ke inget nya sama jendral andika🤭
Ariska Kamisa: eehh??? 🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
yah... thor.. ayo sih update nya yang banyak sekalian... aku ga sabaran
aditya rian: Airine mulai jeniusnya nih
total 2 replies
umie chaby_ba
ampe airine bingung manggilnya dua nama padahal satu orang 🤭🤭🫣
umie chaby_ba
waduh... judulnya aja bikin takutt... apakah... airine tidak terima dibohongi?
umie chaby_ba
hayoloh . ga bisa ngelak lagi nol
umie chaby_ba
Arnold udah demen banget nih
umie chaby_ba
bisa aja anjayy
umie chaby_ba
hayoloh....
umie chaby_ba
udah nge spill Mulu padahal Nata de Coco... tak mungkin Abang bakso seberani itu.. mikir dong airine...
Ariska Kamisa: aaa.. kaka niu bisa aja ceplosannya jadi mata de coco🤣🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
tuan Shen musuh sapa sih lu🫣
umie chaby_ba
udah komandan... cucu jenderal pula....👍
umie chaby_ba
secara komandan cuyyy....
umie chaby_ba
Arnold Dexter 😍
umie chaby_ba
tuan Shen ini.. jangan jangan orang terdekat 🫣
Ariska Kamisa: lanjut ikutin terus yaa biar tahu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!