Tak ada orang baik
Yang tak punya masa lalu
Dan tiada orang jahat
Yang tak punya masa depan
Lihatlah yang kelam dari sudut pandang benderang
Niscaya pelita hatimu tak akan temaram..
Seperti itu lah aku memandang Ariana...
Tidak peduli ia seorang simpanan sekalipun
-Krisna-
****
Aku tidak berharap dia mencintaiku, aku hanyalah seorang wanita simpanan. aku tidak suci dan tidak pantas untuk aktivis sepertinya. Aku tidak ingin ia berada di dalam hidupku yang rumit, tapi sebaliknya pria itu semakin mendekatiku. Bahkan disaat dia tahu aku adalah seorang pelacur, dia tetap mendekatiku.
"Aku mencintaimu, tapi aku tidak pantas untukmu." Ariana Putri
Created: 2 October 2017
Finished: 7 Februari 2019
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gulla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
Ariana menatap Andre tajam, ia tidak menyukai fakta Andre mengajaknya untuk menikah secara resmi. Arianna tidak menginginkan hal itu. Sudah cukup hidupnya ia berikan pada Andre, ia tidak ingin melangkah lebih jauh lagi cukup ia bertahan sampai ibunya sembuh setelah itu ia akan pergi dari kehidupan Andre. Arianna ingin mencari kebebasannya sendiri, ia tidak ingin terus-terusan seperti ini.
"Aku tidak mau," pipi Ariana memerah, airmatanya jatuh matanya menatap nyalang ke Andre.
Sedang Andre seolah tak peduli dengan penolakan Arianna, yang ia inginkan saat ini adalah memiliki Ariana secara utuh, ia tidak ingin ada lelaki lain yang merebutnya termasuk pria itu. Andre jadi teringat, Krisna salah satu mahasiswanya yang ia tebak menyukai Ariananya dana Andre tidak akan membiarkan anak kecil itu merebut miliknya.
"Sayang, dengarkan aku," Andre menyentuh pipi Ariana lembut.
Ariana bergerak mundur, ia menjauhi Andre. Matanya bergerak kesekeliling taman Rumah sakit. Ia takut ada orang yang melihat semuanya. Sampai ia melihat sosok pria yang sangat ia rindukan. Bukankah Krisna dipenjara, tapi kenapa sekarang pria itu bisa kesini. Jantung Ariana berdebar melihat mata hitam Krisna yang tiba-tiba menatapnya tajam.
Apa salahnya? Pikir Ariana.
Langkah Krisna semakin dekat ke arah mereka berdua. Ariana merasakan hal yang berbeda dalam diri Krisna. Pria itu seolah menyimpan sesuatu yang membuat Ariana khawatir jika Krisna akan membencinya seumur hidup. Karena mata hitam krisna berubah menjadi gelap dan tajam tak ada lagi kelembutan di sana.
Apa yang terjadi?
Apa penjara merubah Krisna? Kenapa Krisna bisa berubah secepat itu?
Apa Krisna sudah mengetahui semuanya tentang dirinya? Ariana menggelengkan kepalanya, Itu tidak boleh terjadi. Hati Ariana terasa sakit ia tidak akan sanggup melihat Krisna pergi meninggalkannya. Ia tidak punya siapa-siapa lagi, apalagi pria yang mencintainya, hanya dengan Krisna ia merasa seperti wanita normal yang layak dicintai dengan cara yang manusiawi. Tapi apakah ia pantas untuk bersama Krisna.
Ariana sibuk dengan pikirannya, hingga ia merasakan dekapan hangat di tubuhnya. Karena Krisna tiba-tiba memeluk Ariana di hadapan Andre. Krisna ingin melihat reaksi Andre. Matanya melirik Andre sekilas ternyata dugaannya tepat, sama halnya ketika ia dari tadi melihat interaksi Andre dan Ariana di taman ini. Pasti ada hal yang mereka sembunyikan. Rahang Andre mengeras, matanya menatap nyalang Krisna, tangannya mengepal. Ingin sekali ia menarik Krisna dari pelukan Ariana dan mengatakan jika Ariana adalah miliknya. Krisna menyeringai senang, ia menyukai ekspresi Andre.
Ariana terdiam ia merindukan pria yang memeluknya ini. Namun mendengar deheman Andre membuatnya sadar jika ia dalam masalah besar. Ariana langsung melepaskan pelukan Krisna. Ia dalam masalah besar saat ini. Andre pasti akan menghukumnya nanti. Arianna mencoba menenangkan dirinya. Ia juga tidak mungkin marah, ia takut hubungannya dengan Andre malah terbongkar. Krisna pasti akan jijik terhadapnya.
"Apa kabar sayang?" tanya Krisna. Itu perkataan yang indah untuk Ariana namun keberadaaan Andre yang siap meledak itu membuatnya takut. Ia tersenyum kikuk tanpa membalasnya, ia melirik Andre takut. Dugaanya ternyata tepat pria itu marah padanya bahkan melemparkan isyarat jika Ariana dalam masalah besar, Ariana meneguk ludahnya. Ia harus bersikap normal, lagipula ia sudah biasa menghadapi sikap kasar Andre padanya.
"Kamu sudah bebas," ujar Ariaana berusaha untuk tersenyum.
"Saya sangat merindukan kamu." Krisna mengecup kening Ariana lembut.
"EHEM," Suara deheman itu membuat Krisna berbalik. Krisna menatap Andre tersenyum manis seakan mengejek.
"Wah ternyata ada bapak rektor disini."
"Saya pergi dulu," Pamit Andre meninggalkan mereka tanpa menanggapi Krisna.
Krisna menatap kepergian Andre senang. Tangan Krisna bergerak menggenggam tangan Ariana. Krisna menuntun Ariana untuk duduk di salah taman kursi rumah sakit. Ia sedikit senang bisa mengusir Andre.
"Maaf," Ucap Ariaanna. Ia bingung kata maaf itu untuk apa. Tapi Ariana memang merasa ia harus mengucapkan hal itu.
Krisna diam, ia malah menyenderkan kepalanya di pangkuan Ariana. Ia menarik tangan Ariana member isyarat untuk mengusap rambutnya. Krisna lelah, melihat wajah sendu Ariana tadi langsung membuat amarahnya meluap entah kemana, sepertinya tidak untuk sekarang berbicara banyak hal. Ia tidak ingin melakukan apa-apa selain bermanja pada Ariana mencari ketenagan bersama wanita ini, wanita yang telah memporak-pondakan hatinya. Untuk saat ini ia tidak ingin memikirkan semua kerumitan di hidupnya. Hembusan angin menemani mereka, langit sore menambah rasa hening mereka.
Arianna mengerti dan menurutinya. Tangannya bergerak mengusap kepala Krisna hingga pria itu tertidur nyaman di pangkuan Ariana.
Ariana mengamati wajah Krisna yang terlelap. Garis lelah itu terlihat melukis wajah Krisna.
Apa yang dipikirkan pria itu?
Ariana ingin sekali tahu, apa yang ada dipikiran Krisna. Sampai pria itu selalu berbuat lembut padanya.
"Tuhan jangan buat dia pergi dari hidupku." Ariana menangis, ia tidak bisa membayangkan jika Krisna pergi meninggalkannya, airmatanya jatuh mengenai pipi Krisna namun Ariana tidak menyadarinya. Krisna menyadari hal itu ketika ia mendengar isak tangis Ariana, namun ia pura-pura tertidur. Ia ingin tahu kenapa Ariana menangis dan takut kehilangannya. Apa semua dugaannya benar?
terbawa suasana.. memang benar, menikah karena surga Allah.. itu rasa nya beda, walau pahit di jlni, tp kita bisa pasrah..
terserah bagaimana Allah menjadikan kita seperti apa..
lanjut dong tor