NovelToon NovelToon
Suamiku Kuli Bangunan ~ Penyesalan Setelah Bercerai

Suamiku Kuli Bangunan ~ Penyesalan Setelah Bercerai

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Duda / Tamat
Popularitas:50k
Nilai: 5
Nama Author: Nelramstrong

Malu memiliki suami seorang kuli bangunan, Nadira Maheswari terus mendesak Arga untuk menceraikannya.

Semula permintaan itu ditolak oleh Arga. Ia tidak ingin putri semata wayang mereka tumbuh tanpa orangtua yang lengkap.

Namun, setelah mengetahui istrinya ternyata telah memiliki pria lain, akhirnya Arga menyerah. Ia merasa egois karena menahan wanita yang tidak bisa dia bahagiakan, bahagia bersama pria lain.

"Kalau kamu merasa sanggup bertanggung jawab atas dia, datanglah kemari. Temui aku secara jantan!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nelramstrong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ibu, Andini Kangen

Andini menunggu panggilannya dijawab dengan tak sabaran. Panggilan pertama, gagal tanpa jawaban.

"Yah, kok Ibu nggak angkat teleponnya ya, Ayah? Apa ibu sibuk?" Gadis itu duduk dengan bahu merosot tajam.

"Ya mungkin aja. Kita tunggu Ibu kamu telpon balik. Sekarang, Ayah mau mandi dulu. Kamu habiskan makanannya, ya."

Arga meletakan ponselnya di dekat televisi dan bergegas pergi ke kamar mandi.

Selepas kepergian Arga, Andini yang masih ingin mengobrol dengan ibunya, meraih benda pipih itu dan mencoba menghubungi lagi.

"Ibu, ayo angkat. Andini cuma mau denger suara ibu. Andini kangen," gumam gadis itu penuh harap.

Kuah makanan di piring kini tak lagi terlihat menarik.

Dering pertama, masih belum ada jawaban.

Andini merasakan jantungnya berdegup kencang, khawatir usahanya kali ini gagal lagi. Namun, di dering terakhir, panggilan mendapat jawaban.

Tak membuang-buang waktu, Andini langsung berseru, "Ibu... Andini kangen!"

Tut-tut-tut

Ekspresi Andini berubah murung saat melihat panggilan yang sempat tersambung itu kini terputus. "Loh, kok mati sih? Bukannya barusan diangkat," gumam gadis itu kecewa.

"Mungkin bener kata Ayah, Ibu lagi sibuk." Ia meletakan ponsel itu ke tempat semula dan melanjutkan menghabiskan makanan yang sudah dingin.

Di dalam kamar jauh dari desa...

Nadira dan Gina kini saling berhadapan dengan ekspresi yang berbeda. Gina menatap calon menantunya dengan tatapan terkejut, karena tiba-tiba muncul dan merampas ponsel di tangannya.

Sementara Nadira, keringat dingin bermunculan saat menatap calon ibu mertuanya, namun berusaha dia sembunyikan dengan ekspresi tenang.

"Kenapa Mama lancang banget ambil Hpku?!"

Gina menggeleng lemah. "Mama hanya khawatir itu penting, Nadira. Makanya Mama angkat."

Nadira mendengus dingin. "Ini privasi ku, Ma. Mama nggak bisa angkat sembarang panggilan dari hpku!" tegasnya lalu melangkah pergi meninggalkan kamar itu dengan hati berdebar.

"Untuk apa Mas Arga menghubungiku? Apa dia sengaja ingin semua orang di rumah ini tau jika aku punya anak dan pernah menikah?"

"Dia pasti iri setelah tau aku bahagia di sini," batin Nadira sambil mencengkram ponselnya erat.

Tanpa Nadira ketahui, Gina sempat mendengar seruan seorang anak yang memanggilnya ibu. "Siapa anak itu? Kenapa dia manggil Nadira dengan sebutan Ibu?" gumam Gina heran, sebuah dugaan melintas dalam benaknya.

"Apa dia sebenarnya sudah punya anak?"

Malam harinya, suara deru mobil terdengar beriringan memasuki halaman rumah. Gina langsung membuka mata, tahu bahwa suami dan putranya baru saja pulang.

Ia menoleh ke arah pintu, bersiap menyambut Bima yang selalu menemuinya lebih dulu ketika sampai di rumah. Dan betul saja. Kurang dari satu menit, pintu kamarnya terbuka dan sosok putra semata wayangnya muncul sambil tersenyum lebar.

"Malam, Ma."

Bima duduk di tepi ranjang dan membetulkan anak rambut ibunya. "Nadira mengurus Mama dengan baik kan?" tanya pria itu, memastikan.

Gina tersenyum lemah. "Nadira sangat telaten ngurus Mama, Bima. Kamu pandai mencari istri."

"Ya, itu sudah tugasnya. Jika ingin jadi menantu di keluarga ini, dia harus tahu aturannya," kata Bima.

Gina menatap putranya dengan sendu. Ia tahu Bima sangat menyayanginya, tak tak menyangka cara pikir pria itu justru mengikuti ayahnya, di mana seorang istri harus mengemban tugas, sebagai orang yang mengerjakan semua pekerjaan rumah dan mengurus semua orang.

"Jangan terlalu keras pada Nadira, Bima. Dia calon istrimu. Jangan sampai, dia berakhir seperti Mama sekarang," pesan Gina sambil mengusap punggung tangan putranya.

Bima menggeleng dan menggenggam tangan dingin ibunya. "Ma, Mama nggak perlu mikirin dia. Lagipula, Bima kerja cari uang untuk dia. Sudah sepantasnya dia membantu Bima dengan mengurus keluarga kita."

"Bima... kamu nggak ngerti."

"Udah. Bima nggak mau denger Mama bahas dia lagi. Ini udah jadi tugas dia. Kalo dia merasa nggak sanggup, aku akan batal menikahinya."

"Aku hanya ingin punya istri yang patuh padaku dan sayang sama Mama!" tegas pria itu.

Gina akhirnya menyerah memberi pengertian. "Bima, sebenarnya ada yang ingin Mama tanyakan pada kamu tentang Nadira."

Ekspresi wajah Bima mendadak tegang, namun dia langsung menguasainya. "Kenapa dengan Nadira, Ma? Dia nggak buat salah kan sama Mama?"

Gina menggeleng lemah. "Bukan, bukan soal itu."

"Terus?"

Jantung Bima berdebar kencang. Ia khawatir ibunya tahu soal kebenaran tentang status Nadira.

"Tadi, ada yang menelpon Nadira. Mama sempet denger suara seorang anak perempuan yang memanggilnya ibu..."

Degh!

"Kamu jujur pada Mama, siapa anak itu? Apa dia anak Nadira?" Sorot mata Gina penuh harapan akan kebenaran.

Bima terdiam cukup lama, sebelum sebuah tawa meluncur dari bibirnya. Tawa yang terdengar kaku.

"Anak siapa maksud Mama? Nggak mungkin itu anak Nadira. Mama pasti salah denger," sahut Bima berusaha menyingkirkan kecurigaan ibunya.

"Tapi Mama yakin, itu suara anak perempuan, Bima. Dia memanggil Nadira Ibu."

"Ma, sepertinya Mama kurang istirahat. Mama istirahat dulu, ya. Aku juga capek, mau istirahat," pungkas Bima sembari bangkit berdiri.

"Bima, kalo kamu nggak tahu soal ini. Coba kamu selidiki. Bisa jadi gadis itu beneran anak dari Nadira," pinta Gina yang berpikir putranya tidak mengetahui apapun.

"Iya, Ma. Demi ketenangan Mama, aku akan menyelidiki nya. Tapi, jangan ceritakan ini pada Papa ataupun Nenek. Aku akan memastikannya lebih dulu," pesan Bima sambil tersenyum tipis, namun sorot matanya memancarkan aura kemarahan yang berkobar.

Gina mengangguk mengerti. Ia menatap punggung putranya yang menjauh dan menghilang di balik pintu.

"Semoga dugaanku salah," batinnya gelisah.

Bima berjalan menaiki tangga sambil menyingsingkan lengan bajunya, seolah tengah bersiap masuk ke sebuah pertempuran.

Tiba di depan kamar Nadira, pria itu langsung membuka pintu dengan kasar, membuat wanitanya terlonjak kaget.

"Mas Bima."

Tubuh Nadira terpaku saat melihat Bima datang dengan ekspresi kemarahan yang siap meledak.

Bima menutup pintu dengan sebelah kaki, lalu melangkah mendekati Nadira.

Plak!

"Mas!" pekik Nadira.

Bersambung...

1
Albatros Jon
mantabsss Thor
Wanita Aries
kyk makin rumit aja.
Wa Ode Afsheen Diyah Muktamiroh
Bagus, walau bikin emosi 😅😅
Arema Nia
seneng dengan cerita ending nya
Nelramstrong: makasih udah setia membaca sampai akhir, kak 🙏😍
total 1 replies
ceuceu
Alhamdulillah tamat
Sebel sama rokoh arga klw di teruskan/Grin/
Yeni Yeni: nah iya, sebel dgn arga
total 2 replies
Anonim
Bener bener y si arga ga mikir perasaan istri nya malah kaya manfaatin bidan rini doang buat jadi pengasuh andini ,udah bener biarin aja bidan rini ninggalin si arga
ceuceu
Thor munculin bidan rini dong,kok jarang bgt nongol.
ceuceu
Idih arga memtingin hidup nadira dari pada perasaan rini.
udah lah bu bidan tinggailn aj arga,nadira nikah sama guntur,biar tau rasa arga menyiakan bidan rini
Anonim
Kesel banget sama si arga thor masih cinta kah dia sama nadira,kasian bidan rini cuma pelarian
Nelramstrong: sabar ya, kak. kisah mereka udah mau habis ini 😄
total 1 replies
Jendra Raharja
good
Nelramstrong: Terima kasih 🙏
total 1 replies
ceuceu
Andhini lebih bijak di banding ayahnya yg bodoh
Nelramstrong: kan....
total 1 replies
Anonim
Biarin thor rini tinggalin ai arga,gemes banget bukan nya nenanging istri yg marah malah sibuk ngurusin si nadira ,jadi males
Nelramstrong: sabar ya, kak 🤭
total 1 replies
ceuceu
tuh kn arga bukan nya ngurus rumah tangganya di saat rini marah.
malah ngurus guntur nadira.
udah lah bu bidan tinggalin arga biar dia jd laki" terbodoh
Nelramstrong: tahan, kak. tahan 😄
total 1 replies
ceuceu
Arga ga nongol"
Nelramstrong: otw nih 🤣🤭
total 3 replies
Arema Nia
ceritanya bagus
Nelramstrong: makasih, kak 🙏
total 1 replies
Arema Nia
terima saja Gilang itu kayaknya jodoh yang pas
Anonim
G terima ya kalau sampai arga balikan sama nadira,,udah bidan rini tinggalin aja arga cari yg lain
ceuceu: setuju tinggalin aj arga yg ga bersyukur punya istri hidan rini
total 1 replies
Wanita Aries
hadehh repotnya kl dkat ma mantan ya bgtu dah
ceuceu
Greget sama arga sama nadira.
apa lg sama arga laki" bodoh udh di tinggal.masih aj perhatian cemburuan,ga bersyukur dapetiin bu bidan.
Anonim
Tegasin aja bu bidan kalau laki nya g ngerti ngomong aja langsung kalau g tinggalin aja laki model si arga
Nelramstrong: sabar, kak 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!