NovelToon NovelToon
Mengubah Takdirku Sendiri

Mengubah Takdirku Sendiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Time Travel / Balas dendam pengganti / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Mengubah Takdir
Popularitas:40.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nita_001

--Lebih baik menyinggung Raja Neraka, daripada menyinggung Feng Yaorao--

Dunia mengenal Feng Yaorao, putri sulung keluarga Feng, sebagai gadis yang pemalu, lemah dan tidak berpendidikan. Mereka menganggapnya sampah tak berguna yang bisa ditindas sesuka hati. Namun, mereka tidak tahu bahwa setelah sebuah kemalangan merenggut nyawanya, jiwa gadis lemah itu telah digantikan oleh seorang Top Assassin berdarah dingin dari Abad ke -24.

Licik, kejam, dan pendendam. Feng Yaorao yang baru tidak akan membiarkan siapapun yang menyakitinya lolos begitu saja. Siapapun yang berhutang padanya, harus membayar dengan darah. Siapapun yang menghalanginya, akan berakhir di kuburan massal.

Mengandalkan insting membunuh yang tajam serta Ular Darah-- makhluk spiritual mistis di dalam tubuhnya yang bisa bertransformasi menjadi cambuk mematikan, dia siap membalikkan dunia kuno ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita_001, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13 - Sekelompok Pembunuh dari Istana Hantu

Setelah menunggang kuda seharian penuh, Feng Yaorao sangat lelah, haus serta lapar.

Saat itu, dia melihat aliran sungai kecil tidak jauh di depannya. Dia segera turun, mengikat kudanya di sebuah pohon besar agar tidak kabur, lalu berjalan mendekati sungai tersebut.

Setelah meminum air yang begitu jernih dan segar, Feng Yaorao memperhatikan pemandangan di sekelilingnya dengan seksama. Sungguh pemandangan yang sangat indah. Aliran sungai itu lebarnya sekitar satu meter, airnya dangkal, namun sangat jernih hingga bebatuan di dasarnya terlihat.

Feng Yaorao bergumam, "Udara di zaman kuno ini ternyata sangat segar dan bersih. Sangat berbeda dengan zaman modern yang penuh dengan polusi."

Sayangnya, sering kali saat seseorang sedang menikmati ketenangan dan keindahan alam, pasti selalu ada sesuatu yang datang mengganggu dan merusak suasana hati yang damai.

Tiba-tiba, angin aneh bertiup kencang, membawa serta aura mematikan yang menerpa ke arahnya. Wajah Feng Yaorao yang tadinya tenang langsung berubah dingin, tatapan matanya setajam elang yang siap menerkam mangsanya.

Bersamaan dengan hembusan angin itu, tujuh hingga delapan orang berpakaian hitam turun dari atas pepohonan, mendarat dengan tenang dan langsung mengepung Feng Yaorao.

"Guk... guk... guk..."

Xiao Bai segera melompat berdiri. Bulu-bulu di punggungnya menegang kaku saat ia memposisikan diri di depan Feng Yaorao, menggonggong dengan nada mengancam ke arah para pria berpakaian hitam itu.

Namun, mereka sama sekali tidak memperdulikan keberadaan Xiao Bai. Pandangan mereka langsung tertuju pada Feng Yaorao. Namun, saat mereka melihat penampilan wanita itu dengan jelas, mereka semua tertegun kaget. Wanita ini sangat cantik sekali, namun tatapan matanya begitu dingin dan angkuh.

Para pembunuh bayaran memiliki insting yang tajam terhadap aura membunuh. Seperti saat ini, sosok Feng Yaorao yang berdiri tenang di hadapan mereka memancarkan aura yang jauh lebih dingin, kejam, dan berbahaya dibandingkan pembunuh bayaran manapun yang pernah mereka temui.

Hal ini mengejutkan para pembunuh itu. Tapi walaupun demikian, mereka tetap memandang rendah Feng Yaorao. Alasannya karena mereka bisa merasakan dengan jelas bahwa wanita ini sama sekali tidak memiliki sedikitpun energi dalam.

Mengenai berita bahwa dia pernah menyelamatkan Xia Wushang, mereka menganggapnya hanya sekedar penolong. Paling tidak, dia hanya memiliki sedikit keterampilan bela diri biasa.

Lagipula, menurut informasi yang mereka miliki, Xia Wushang memiliki keterampilan bela diri yang mahir dan sebelumnya dia sudah berhasil lolos dari pengejaran pasukan Istana Hantu sendirian.

Namun, aturan tetap aturan. Karena wanita itu sudah berani mencampuri urusan Dunia Bawah, mereka tidak akan membiarkannya lolos begitu saja, sekalipun dia hanyalah wanita lemah yang bahkan tidak sanggup mengikat seekor ayam.

"Kaulah wanita yang menyelamatkan Xia Wushang, bukan?" tanya salah satu pria berpakaian hitam itu. Nadanya terdengar seperti bertanya, tapi ucapannya sudah penuh kepastian.

"Benar. Memang aku yang menyelamatkannya, dan aku sudah menyuruhnya pergi. Lalu, kenapa?" suara Feng Yaorao terdengar malas.

"Hah! Siapapun yang berani mengganggu atau menghalangi urusan Istana Hantu kami, satu-satunya jalan baginya hanyalah kematian," jawab pria berpakaian hitam tadi dengan nada dingin.

Istana Hantu, organisasi pembunuh bayaran nomor satu di Dunia Bawah, tidak pernah gagal dalam menjalankan misi, kecuali jika kliennya sendiri yang membatalkannya. Bayaran yang mereka minta sangatlah tinggi. Tentu saja, harganya juga bergantung pada seberapa tinggi atau pentingnya target pembunuhan itu.

Selain itu, ada dua jenis target yang selalu mereka tolak, mereka yang sudah gagal dibunuh sebanyak tiga kali berturut-turut, dan mereka yang sedang berada di wilayah istana kerajaan. Aturan ini sengaja ditetapkan khusus demi keselamatan para penguasa, jika tidak, penguasa dari berbagai negara pasti sudah berganti berkali-kali.

Namun, begitu seorang Raja atau Kaisar berada di luar istana, situasinya berbeda dan aturan itu tidak berlaku lagi. Jika tidak begitu, Xia Wushang tentu tidak akan diburu hingga ke tempat ini.

"Kalian tidak memiliki hak maupun kemampuan untuk membunuhku," suara Feng Yaorao tetap tenang, namun penuh cemoohan dan niat membunuh yang pekat.

"Hah! Wanita arogan! Baiklah, hari ini kami akan mengantarmu menemui Raja Neraka! Serang!" balas sang pemimpin kelompok penuh penghinaan.

Sembari memberi perintah, dia mengangkat pedangnya tinggi-tinggi dan menerjang ke arah Feng Yaorao.

"Heh, aku hampir lupa memberitahu kalian satu hal lagi," Feng Yaorao tersenyum mengejek, suaranya terdengar lembut, tapi mematikan. "Raja Neraka sendiri bahkan tidak berani menangkapku. Justru dialah yang memintaku mengirim kalian untuk menemaninya di bawah sana."

Di saat yang sama, sorot matanya berubah tajam. Dari balik lengan bajunya, seberkas cahaya merah yang pekat mendadak melesat keluar. Dalam hitungan detik, cahaya itu memanjang dan mengeras, bertransformasi menjadi sebuah cambuk panjang berwarna merah gelap yang bergidik hidup seperti sisik ular-- wujud magis dari binatang spiritualnya, Ular Darah.

Dengan sentakan pergelangan tangan yang santai, cambuk itu seolah memiliki mata sendiri. Melesat cepat membelah udara, menyerang salah satu pria berpakaian hitam secepat kilat.

Pria itu dengan sigap mengangkat pedangnya untuk menangkis, berniat memotong cambuk yang dia kira terbuat dari kulit biasa. Namun...

Tranggggggg~

Terdengar suara dentang keras yang nyaring. Pedang yang selalu dia banggakan karena ketajamannya kini justru patah berkeping-keping akibat benturan hebat dengan cambuk itu.

Gerakan cambuk itu tidak berhenti.

Krak~

Ujung cambuk yang sekeras baja menghantam tepat di leher pria itu. Kulit dan dagingnya terkoyak parah, menyemburkan darah segar. Pria itu langsung ambruk ke tanah, mencengkram lehernya sambil mengerang tercekik sebelum akhirnya tewas seketika.

Melihat situasi itu, Xiao Bai melompat mundur ke dekat kuda, terus menggonggong untuk menjaga area belakang Feng Yaorao.

Sementara itu, para pembunuh lainnya tertegun kaget. Mereka tidak menyangka bahwa wanita yang mereka kira lemah, ternyata begitu kejam dan bahkan memiliki senjata yang aneh. Yang lebih mengejutkan, rasa takut tiba-tiba menyapu tubuh mereka, seolah-olah mereka kalah sebelum sempat bertarung.

Ini aneh... benar-benar aneh.

Namun, sebagai pembunuh bayaran handal dari Istana Hantu, mereka tidak akan mundur hanya karena kejutan semacam itu. Lagipula, wanita ini jelas tidak memiliki energi dalam. Tidak peduli seberapa ganas senjatanya, kekuatan fisiknya pasti memiliki batas.

Terlebih lagi, mereka telah menerima bayaran. Begitu mereka masuk ke lingkaran Dunia Bawah, nyawa mereka bukan lagi milik mereka sendiri, melainkan terikat pada keberhasilan misi.

"Bunuh dia!" Perintah pemimpin kelompok dengan nada tegas.

Mendengar itu, yang lain serentak menyerbu maju, membawa niat membunuh yang begitu pekat hingga membuat udara sekitar terasa mencekam.

Feng Yaorao menyeringai lebar, menunjukkan bahwa dia sama sekali tidak takut. Namun, dia tetap waspada penuh.

Dia tahu, sekelompok pria berpakaian hitam kali ini berbeda dengan kelompok yang dia hadapi sebelumnya. Kelompok itu tenaganya sudah terkuras habis setelah sekian lama bertarung dengan Xia Wushang, itulah sebabnya dia bisa mengalahkan mereka dengan mudah. Sebaliknya, kelompok dari Istana Hantu yang ini masih penuh energi dan memiliki kemampuan bertarung yang hebat.

Benar saja, dugaan Feng Yaorao tidak salah. Setelah bertukar pukulan belasan kali, tenaganya mulai melemah. Nafasnya memburu berat, tetesan keringat dingin mulai membasahi pelipisnya. Memang benar Cambuk Ular Darah miliknya telah melukai beberapa orang lagi, namun kekuatan bertarung lawan didukung oleh energi dalam yang stabil. Sementara dirinya murni mengandalkan kemampuan bertarung modern dan otot tubuh yang kini terasa pegal dan berat. Selain menyerang secara langsung, setiap ayunan cambuknya terasa menguras tenaganya dengan cepat.

Jika pertarungan ini berlanjut tanpa ada perubahan strategi, Feng Yaorao tahu cepat atau lambat dia akan berada di posisi yang tidak menguntungkan.

Tidak, dia harus segera mengubah strateginya...

1
Ayu Padi
keren
Ayu Padi
lanjut Thor..ditunggu up ny...lebih baik Feng yourou masuk ke marga ibu ny aj Thor jadi Qin yourou..
Siti Hawa
thoor kok aku masih pnasaran dengan sosok laki laki kuat betopeng yg misterius, yg menyelamatkan feng yourou waktu kluar dari hutan berksbut itu thoor..
Ayu Padi: pangeran Cang Yao...bener GK Thor...penasaran siapa nti yg jadi pasangan Feng yourou ??
total 2 replies
marlaina marliana
mawar merah untuk mu kaka
semangat 💪💪💪 Ditunggu updatenya❤❤
marlaina marliana
feng yaorao kamu membuat ku kagum .
ini baru dirimu yg sesungguhnya tegas, disiplin dan harus kejam tanpa ampun pd musuh 💪💪💪
justFlio
bagus thor..yukks lanjutkan sampai tamat
justFlio
semangat..bagus ceritanyaa👍👍👍
justFlio
ditunggu UP nya thor🙏🙏
Rhyzca Ayu
Di tunggu balas dendam mu yao'er💪💪😍😍😍☕☕☕semangaat tho❤
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
mulai seru ini semoga bab selanjutnya makin seru ya say
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
mampir kak
Pa Muhsid
terlalu santai jadi alur ceritanya lammmbat
marlaina marliana
aissssss keluarga sialaan..... kapan aku bisa bejek-bejek ayah biadab bin laknat itu😡😡😡
Sribundanya Gifran
lanjut thor
marlaina marliana
mampus loe jalang.
lanjut..... lanjut lagi seruu bingit
marlaina marliana: di fizo ya kak
total 3 replies
marlaina marliana
menunggu pembalasan yg menyakitkan, untuk ayah biadap, tp jgn kelamaan ya.... 🙂. oh ya jgn lupa nona segera rampas kembali semua perhiasan dan hartamu yg telah dirampas pelakor dan anaknya 💪💪💪💪💪. saya punya parutan kelapa yg super besar bisa buat membantu menghancurkan muka. apalagi yg bermuka dia 🤣🤣🤣🤣💪💪💪
Widhi_Wisesha
🤦nemu fans dadakan sesuai zamannya😅
marlaina marliana
pengen ku cacah samapai halus muka perdana menteri sm selirnya itu. disiksa sampai menderita 😡😡
marlaina marliana: 🙊🙊🙊🤣 hihihihi
total 2 replies
marlaina marliana
selalu bikin penisirin...
semangat yaorao💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!