Assalamualaikum sahabat
Salam bahagia...
Kisah romantis dibumbui dengan kisah-kisah yang lucu, seru dan menyebalkan. Yuk nikmati kisahnya...
Cekidot...
Adalah Dio, seorang mahasiswa semester akhir. Cerdas, ganteng penuh tanggung jawab. Idola para mahasiswi. Sifatnya yang terlalu baik, membuat mahasiswi banyak yang GeEr. Gelar Sholeh melekat padanya karena kesehariannya.
Sofi adalah seorang gadis yang mandiri, cerdas dan lembut. Kehidupannya penuh dengan Lika-liku yang sungguh menakjubkan. Banyak peristiwa aneh yang dialami berkat kesholehahannya. Sofi berasal dari keluarga sederhana. Bersama ibu dan kakak satu-satunya. Hidup damai dan bahagia. Ayahnya sudah meninggal saat usia Sofi lima tahun.
Rubby gadis manja, berasal dari keluarga tajir. Papahnya seorang pengusaha yang sukses. Semua yang diinginkan pasti dikabulkan. Keras kepala, mau menang sendiri. Mungkin karena anak tunggal dan orang tuanya kaya raya.
Iqbal, seorang dokter spesialis anak, dia cerdas, ganteng, menarik, Sholeh. Dia mencintai Sofi.
Noval, kakak Sofi yang mencintai keluarga. Orangnya sabar, baik dan penyayang.
Siapa yang dipilih Dio?
Siapakah jodohnya?
Apakah keduanya...?
Yuk simak kisah selengkapnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diyah Palupi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13. Cinta Dalam Diam
Cinta tidak harus memiliki. Tapi, lebih bahagia bila bisa memiliki. Cinta itu adalah masalah rasa. Rasa itu murni dari Illahi. Cinta karena Allah lebih mulia, dibandingkan cinta karena nafsu Angkara.
Kehangatan keluarga Sofi, membuat Dio betah berlama-lama di rumahnya. Meskipun lelah setelah seharian bekerja, hilang seketika saat melihat senyum Sofi.
Sofi dan ibunya masih menggoda Dio yang bengong. Dio terpana pada keanggunan Sofi. Hatinya tak bisa berbohong. Rasa itu mulai tumbuh bersemi sejak pandangan pertama di kampus. Sampai sekarang pun makin makin bersemi.
"Ayo Dio, dimakan pisang gorengnya. Kok malah bengong."
"Eh, iya..maaf Buk. Makasih banget ya buk. Dio kangen masakan Ibuk."
"Nanti makan ya, ibu tadi masak sayur lodeh dan ikan asin. Biar Sofi yang siapkan ya..."
"Nggak usah repot-repot buk."
"Nggak papa, tinggal manasi sebentar. "
Tanpa dikomando, Sofi langsung ke dapur menyiapkan semuanya. Sayur lodeh, ikan asih, tambah tempe dan tahu. Sambal tomat, kerupuk sebagai pelengkap. Semua sudah siap di meja makan. Dio ngobrol asyik dengan ibuk.
"Buk, semuanya sudah siap."
"Ayo Dio, makan. Semua sudah disiapkan Sofi."
Masya Allah, Sofi. Kamu itu sudah cantik, pinter, Sholehah lagi. Ya Allah, kalau dia jodohku maka dekatkanlah. Aamiin.
"Hayooo...kok malah melamun. "
"Eh, iya Buk. "
Dio berusaha menutupi kegugupannya, dengan pura-pura merapikan baju. Ibuk, Sofi dan Dio sudah duduk di meja makan. Sofi mengambilkan nasi buat ibunya juga buat Dio.
"Makasih Sof. "
"Ayo, silakan dinikmati. Tadi yang masak Sofi lho."
"Uhuk, uhuk,..."
"Eh, minum dulu. Pelan-pelan aja. Ndak usah buru-buru."
Sofi mengangsurkan air putih pada Dio.
"Makasih Sof. Ibu, Dio mau cerita. Sofi mau dengar nggak."
"Ada apa Dio, koq tumben mau cerita sama ibu."
"Iya nih, Dio. Ada berita bahagia apaan?"
Sofi mengambilkan kerupuk buat Dio. Sambil menikmati makan dio mulai menceritakan semuanya. Bahagia yang dimilikinya ingin dibagikan buat Ibuk dan Sofi.
"Alhamdulillah, selamat ya nak Dio, semoga pekerjaannya lancar dan berkah. Dan bisa melamar Sofi."
Deeeg.... deg deg
Jantung Dio melompat kegirangan. Hatinya berbunga-bunga. Matanya penuh lope lope. Dio menatap Sofi dengan lembut. Sofi tertunduk malu.
"Ibuk, apa sih. "
"Semoga kalian berjodoh."
"Aamiin."
Dio mengaminkan. Sofi mengamini dalam hati. Suasana jadi lebih hangat. Dio merasa sudah jadi bagian dari keluarga Sofi.
"Eh, Dio. Kamu kerja dimana?? "
"Di perusahaan papa Rubby."
"Bagus itu. Cocok dengan jurusan yang diambil. Kamu nyaman kerja di sana."
"Alhamdulillah, aku bersyukur diberikan kepercayaan oleh Om Rudy. Aku akan buktikan bahwa saya mampu."
"Aku percaya, kamu pasti bisa dan mampu. "
Sofi menyemangati Dio. Ibu Sofi juga sangat bahagia melihat Dio sudah bekerja.
" Sof, kamu ngajar dimana?"
Dio mengambil tahu dan tempe, dikunyah pelan-pelan. Pandangannya tertuju pada Sofi.
Sambil menikmati buah mangga, Sofi menjawab.
"Aku sudah masukkan beberapa lamaran di sekolah. Sambil nunggu panggilan, aku ngajar anak-anak TPA baca Qur'an di masjid."
"Bagus itu, jadwalnya hari apa saja. Kalau Ahad saya libur. Saya pingin juga belajar sama anak-anak."
"Jadwalnya Senin, Rabu dan Jum'at. Kalau Ahad biasanya sebulan sekali. Ada kajian buat anak-anak."
"Oh, kalau pas ada kajian saya dikabari ya. Saya pingin juga dapat bagian pahala."
"Kamu gak capai, setelah seminggu kerja?"
"Nggaklah, saya suka."
Mereka selesai makan. Tak terasa waktu beranjak malam. Adzan Maghrib berkumandang. Mereka bergegas ambil air wudhu dan salat berjamaah.
"Sof, pinjam Al Qur'an nya."
Sofi mengambilkan dari rak buku. Dio membaca Alquran pelan. Suaranya sangat merdu.
Ya Allah, ternyata Dio pandai membaca Alquran. Suaranya, Masya Allah. Membuat adem, nyaman. Bahagianya bila bisa berjodoh dengannya. Sofi berkata dalam hati.
Sofi juga membaca Alquran. Dibacanya dengan penuh khusyuk. Sofi menikmati setiap ayat.
Dio selesai membaca, diam-diam juga menikmati alunan merdu suara Sofi.
Masya Allah, suaramu Sof. Aku makin mencintaimu. Aku mencintaimu karena Allah. Semoga Allah mempertemukan kita.
Jam menunjukkan pukul 18.30. Lumayan lama. Tapi tak terasa bagi Dio.
"Buk, Dio mohon pamit. sudah malam. Besok kesini lagi."
"Masih sore kok udah pulang?"
"Nanti dicari Bapak buk. Kasihan beliau Ndak ada temannya."
"Ya sudah. hati-hati ya."
" Sofi, aku pamit dulu ya. Makasih untuk semuanya. "
Sofi mengangguk dan tersenyum. Dia mengantarkan Dio sampai pintu gerbang.
" Balik dulu ya... assalamualaikum..."
" wa Alaikum salam, hati-hati ya. "
Sofi melambaikan tangannya. Dio juga. Hati keduanya merasakan bahagia. Sofi bergegas masuk ke dalam.
" Sofi, ibu merasakan. Dio sangat mencintaimu. Tapi belum punya keberanian untuk menyatakan."
" Entahlah Buk. Dio itu banyak yang naksir. Termasuk Rubby."
" Rubby ?? Benarkah??"
" Iya Buk, bahkan sejak kuliah dulu. "
" Percayalah Sof. Kalau sudah jodoh pasti bertemu. Entah dengan cara apapun. Allah pasti mempertemukan kalian."
Sofi membereskan semua. Kemudian mandi dan beristirahat. Jam menunjukkan pukul 20.00. Setelah salat isya, Sofi tidur.
Sementara itu Dio sudah sampai rumah. Setelah masukkan motor ke garasi. Bapaknya menyambut dengan senyuman.
"Assalamualaikum ."
" Wa Alaikum salam, Kok baru pulang. Darimana ."
" Dari rumah Sofi Pak. "
" Oh, mandi sana dan istirahatlah. Besok kerja lagi kan ?"
" Bapak sudah makan ?? Ini saya belikan sate lontong."
Dio menyiapkan di meja. Rupanya bapak Dio menunggu Dio pulang. Beliau belum makan.
" Dio mandi dulu ya Pak."
" Kamu Ndak makan? "
" Bapak dulu aja. Dio masih kenyang. Tadi makan di rumah Sofi."
" Ya sudah, kamu istirahat sana. Biar Sumi yang beresi semua."
Dio langsung menuju kamar meletakkan tas. Selanjutnya membersihkan diri. Setelah selesai lanjut Salat Isyak. Dio mendekati ayahnya yang sedang nonton TV.
" Dio, gimana hari pertama kerja?"
" Alhamdulillah, semua lancar Pak. Pak Anton sangat baik. Beliau kepala bagian maintenance. Saya dibimbing dengan sabar. "
" Kamu beruntung Dio. Bekerjalah karena Allah. Allah akan melindungi dan membimbingmu. Pesan bapak, kamu harus jujur, bertanggungjawab, disiplin."
" Insya Allah Pak. Dio akan selalu ingat pesan bapak."
" Ngomong-ngomong, gimana kabar Sofi dan ibunya?"
" Alhamdulillah, mereka sehat. Emm...Pak..."
Dio bicara serius.
" Iya Dio, ada apa?"
Bapak Dio mengecilkan suara TV. Sepertinya Dio ingin bicara serius.
" Menurut bapak, bagaimana dengan Sofi. "
" Sofi??? Kamu mencintainya???"
Dio memandang bapaknya, dan mengangguk pelan. Kepalanya menunduk.
" Iya Pak. Dio sangat mencintai Sofi."
" Dio, menurut bapak. Sofi itu gadis yang baik, Sholehah, cantik, cerdas. Bapak merestui hubungan kalian."
Cleeessss
Hati Dio serasa mendapatkan air surga. Tekadnya semakin Yaqin. Sofi adalah jodohnya. Bayangan Sofi berkelebat. Wajahnya tersenyum ramah.
*Duh, semoga Sofi merasakan seperti yang aku rasakan. Aku mencintaimu Sof. Aku ingin kamu jadi ibu dari anak-anakku besok.
Bersambung*
❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Terima kasih sahabatku...
Kalian sudah berkenan membaca...
cinta segitiga
cinta dalam diam
feedback totok pembangkit kk
⚘⚘⚘Pria Idola n Menikahi
pria Urakan⚘⚘⚘⚘
⚘⚘⚘Pria Idola n Menikahi
pria Urakan⚘⚘⚘⚘
⚘⚘⚘Pria Idola n Menikahi
pria Urakan⚘⚘⚘⚘
swmangat kakak ku
maaf...
makasih admin
semoga menghibur