NovelToon NovelToon
Aku Dan Dia Yang Suka Ngehalu

Aku Dan Dia Yang Suka Ngehalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:374
Nilai: 5
Nama Author: Di Persingkat Saja DPS

Mengisahkan tentang kisah kehidupan dari seorang pemuda biasa yang hidupnya lurus-lurus saja yang secara tidak sengaja bertemu dengan seorang perempuan cantik yang sekonyong-konyong mengigit lehernya kemudian mengaku sebagai vampir.
Sejak pertemuan pertama itu si pemuda menjadi terlibat dalam kehidupan si perempuan yang mana si perempuan ini memiliki penyakit yang membuat nya suka ngehalu.
Dapatkah si pemuda bertahan dari omong kosong di Perempuan yang tidak masuk akal itu?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Di Persingkat Saja DPS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Acara di kantor

Semetara itu di tempat yang sangat jauh dimana di sana ada sebuah kediaman yang sangat besar.

Ada banyak sekali orang yang menjaga tempat itu dan mereka semua terlihat sangat profesional.

Berlokasi di salah satu ruangan di rumah itu kita akan melihat orang yang tadi pagi aku hajar kini sudah ada di sana.

Ya. Rumah itu ada rumahnya dan kamar itu juga adalah kamarnya.

Ia terlihat sangat marah sekarang ini setelah ia di bawa pulang oleh orang tuanya dari kantor polisi.

"Sialan! Orang itu kurang ajar sekali pada anak konglomerat sepertiku!" Ia marah-marah sampai melempar sesuatu secara membabi-buta.

Padahal barang-barang yang ada di sana mahal-mahal semua tapi ia masih saja melemparkan itu.

"Lihat saja. Akan aku balas orang ini di kemudian hari dan akan aku pastikan dia tidak akan pernah mau lagi muncul di hadapanku!" Ancamannya terdengar sangat serius.

Setelah itu ia kemudian pergi dengan wajahnya yang masih bengkak karena aku.

Beberapa saat kemudian dia tiba di sebuah jalan yang sepi dan kotor dimana lokasinya itu bertempat di area yang di abaikan.

Singkatnya perumahan kumuh yang tersembunyi di balik gedung-gedung tinggi yang mewah dan bagus.

"Tak! Tempat ini kotor sekali dan orang-orang juga sangat menjijikkan!" Ia menatap setiap orang yang ia lihat dengan tatapan merendahkan.

Rasanya ia sedang menatap sampah berjalan saja padahal semua orang yang ada di sana sama-sama manusia.

Setelah berjalan beberapa saat ia akhirnya tiba di tujuannya yaitu sebuah markas para preman yang sangat bobrok.

Itu karena markasnya sendiri adalah bangunan yang sudah lama terbengkalai dan sudah mengalami kerusakan di mana-mana.

Dari kejauhan saja sudah terlihat ada banyak preman di sana yang sedang berkumpul dan melakukan aktivitas mereka yaitu tertawa dan mengobrol.

Orang itu kemudian menghampiri para preman itu dengan wajah yang terlihat jijik.

"Oi! Kalian mau bekerja!?" Tanpa permisi tanpa apa ia langsung bertanya pada mereka semua hingga para preman tadi langsung diam dan menatap anak orang kaya itu.

Kembali padaku yang masih ada di sekolah.

Waktu itu aku sedang makan bersama si Ketua Kelas berdua saja tapi... Aku tidak yakin itu bisa di hilang berdua.

Karena dari kejauhan aku melihat ada banyak sekali orang yang mengintip dan memfoto kami berdua yang sedang makan.

Aku yang tadinya lapar langsung tidak mood makan karena mereka semua itu.

"Orang-orang ini kurang kerjaan sekali!" Dengan terpaksa aku makan meksipun suasananya tidak nyaman sama sekali.

Sepulang sekolah sekolah aku tidak pulang ke rumah tapi langsung pergi ke kantor karena di baju ganti juga sudah aku bawa.

Lagipula aku dengar akan ada acara di kantor jadi semua tempat harus benar-benar kinclong tanpa noda sama sekali.

Acaranya malam ini jadi mulai dari sekarang aku harus bersiap-siap dan bekerja keras sebagai kepala kebersihan kantor.

Setibanya di sana aku langsung di sambut oleh orang-orang yang bekerja di bawahku yang mana mereka semua sudah siap.

Setelah berganti baju dan memegang sapu aku langsung berdiri di hadapan semua orang dan memberikan beberapa patah kata untuk membuat semua orang bersemangat.

Gak tau sih ini penting atau tidak tapi orang yang sebelumnya di pecat juga melakukan ini jadi aku lakukan juga, mana tau penting.

"Oke bapak-bapak, ibu-ibu. Hari ini ada acara di kantor ini jadi kita harus pastikan tidak ada noda sama sekali di sini!"

"Dengan pusaka andalan kita yaitu sapu ini kita harus libas semua debu yang ada dan buat tempat ini sebersih mungkin!"

"Kalau semua orang sudah paham maka ayo kita mulai bekerja!" Semua orang langsung bubar dan pergi ke pos mereka masing-masing begitu juga aku.

Aku langsung mengambil sapu dan kain pel untuk membersihkan lantai dimana si pak bos berada.

Sebelum aku mulai aku sempat mengikat kain putih di keningku agar lebih terlihat meyakinkan dan lebih bersemangat. "Okelah. Mari kita mulai pekerjaan!"

Waktu itu aku sudah sangat niat untuk bersih-bersih tapi niatku itu langsung menurut ketika si Ketua Kelas datang dan berkata. "Dimas! Aku bawa peliharaanku si Shadow apa kamu mau kenalan sama dia!?"

Ketua kelas datang sambil membawa kelelawar dalam kandang yang mana itu membuatku terkejut.

"Ahh!! Ngapain kamu bawa-bawa kelelawar ke kantor? Kalau ini di lihat orang kita bisa kena masalah di kantor ini akan di cap jorok!"

"Tapi Shadow itu kelelawar yang bersih karena selalu di mandikan oleh para pembantu di rumah jadi tidak apa-apa!"

Dia bahkan menamai kelelawarnya!.

"Meskipun begitu tetap saja itu akan membawa kesan buruk dari orang-orang. Setidaknya kalau mau di bawa sembunyikan itu!" Ia langsung cemberut.

"Baiklah!" Untung dari mau dengar apa yang aku katakan dan segera pergi untuk menyembunyikan itu.

"Akhirnya aku bisa bekerja!" Baru juga aku mau kerja tiba-tiba saja ada yang teriak hingga aku pun terkejut.

"Ahhhhhh!!" Teriakan tersebut berasal dari ruangan si pak bos.

"Hah? Ada apa itu?!" Aku langsung pergi ke sana untuk memeriksa siapa tahu ada maling yang masuk.

Kalau benar ada maling masuk akan aku pukul dia dengan sapu yang ada di tanganku ini.

Tapi ketika masuk aku malah melihat si pak boss yang bergelantungan di atas langit ruangan dengan wajah yang ketakutan.

"Santi! Kenapa kamu malah membawa kelelawar itu kemari!?" Walah... Ternyata si Pak Bos takut pada kelelawar.

Apalagi tingkat ketakutannya itu tidak main-main hingga ia bergelantungan seperti itu di atas langit-langit.

"Dimas bilang kalau aku membawa Shadow kemana-mana akan mengundang kesan buruk jadi aku sembunyikan saja di ruangan Papah!" Ia menunjuk padaku.

"Kalau begitu sembunyikan di tempat lain saja, jangan di sini!" Teriaknya sambil berusaha untuk tetap di tempat dan tidak jatuh.

"Tapi kalau aku tinggal sendiri nanti ada yang macam-macam sama Shadow. Apa Papah ingat kalau dulu Shadow hampir saja di makan kucing!"

"Kalau begitu titip saja ke orang lain, yang penting jangan bawa itu ke sini!... Ahhhhhh!!??" Dan si Pak Bos pun jatuh terbanting ke lantai karena tak kuat bergelantungan lagi.

"Walah pak bos!!" Aku langsung bergegas memeriksa si Pak Bos.

Untungnya tidak terjadi apa-apa selain memar ringan.

"Kanapa kamu masih di sini? Cepat bawa kelelawar itu pergi!" Ucap si pak bos dengan histeris.

Ketua Kelas kemudian mendengus. "Hmph! Kalian berdua gak asik!" Ia pun pergi keluar.

Barulah setelah itu si Pak Bos bisa bernafas lega karena hal yang dia takutkan sudah di bawa pergi.

"Untung lah dia pergi!" Pak Bos pun bangun dengan aku yang membantunya.

"Sepertinya anda perlu di obati dulu Pak Bos. Kalau takutnya ada luka yang tidak di sadari nanti!" Pak Bos mengangguk dan aku mengantarnya untuk di obati.

Tapi setelah itu aku langsung balik lagi karena kerjaan masih belum selesai... Dan mungkin tidak akan selesai tepat waktu.

"Tsk! Kayaknya aku perlu bantuan deh... Untungnya aku sekarang punya jabatan lebih tinggi jadi bisa memerintah orang untuk membantu!"

Aku turun dan memanggil bantuan dari orang-orang yang sudah beres duluan bersih-bersihnya.

Singkat cerita sore hari pun tiba dan aku berhasil menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dengan bantuan dari petugas yang lainnya.

"Terima kasih semuanya. Sekarang kalian bisa istirahat dan kembali ke ruangan khusus staf kebersihan!" Mereka langsung pergi setelah mengangguk.

Tentu mereka juga membawa barang-barang mereka.

Dan karena tidak ada pekerjaan lainnya untuk sekarang aku berencana untuk pulang setelah absen di bawah seperti biasa.

Namun ketika aku hendak absen dan pulang tiba-tiba saja muncul seseorang yang berbicara padaku.

"Kamu ikut saya. Kamu akan bantu menyiapkan hidangan yang sudah di kirim ke sini dari restoran!" Seorang wanita cantik datang dan bicara padaku.

Aku lihat-lihat wanita ini mungkin berumur 30-40 tahun.

Meskipun begitu ia terlihat masih cantik dan menawan apalagi dengan bajunya yang rapih yaitu jas putih dan itu membuatnya lebih menarik.

"Um... Bukannya itu akan di urus oleh pembantu dan orang tua berpakaian rapih lainnya yang masih sejenak dengan pembantu?!"

"Iya. Tapi kami kekurangan orang jadi kamu akan ikut membantu kami!" Sebenernya malas sekali aku ikut.

Tapi melihat dari orang-orang yang ada di belakangnya bisa di pastikan kalau orang ini statusnya lebih tinggi dariku.

Singkatnya dia ini atasanku.

Kalau aku menolak atasan sama saja dengan minta di pecat.

"Baik. Jadi apa yang harus saya lakukan?!" Langsung aku menjawab mau dengan posisi tegak.

"Sebelum itu kamu mandi dulu dan pakai ini!" Seseorang datang membawakan baju jas rapih padaku.

Aku mengambil baju itu sambil mengangguk kemudian pergi untuk mandi di kamar mandi kantor ini yang sangat besar.

Setelah beberapa saat aku keluar dari kamar mandi sambil mengenakan pakaian yang tadi di berikan yang mana itu sangat pas sekali untukku.

Dan ketika aku keluar si wanita tadi ada di sana seakan sedang menungguku.

Ia berjalan padaku kemudian berkata. "Kamu tidak pernah di ajari berpakaian rapih ya? Kerah baju kamu masih berantakan!"

Pada saat itu aku terkejut karena ia yang tiba-tiba saja berada sangat dekat dan membetulkan kerah bajuku yang menurutnya masih berantakan.

Aku diam untuk sejenak menunggunya untuk membetulkan bajuku dan setelah beberapa saat ia berkata padaku. "Baiklah. Sekarang sudah benar jadi kamu ikut aku!".

Dalam diam aku mengikutinya

tepat di belakang.

Beberapa saat kemudian tibalah kami di sebuah ruangan yang luas dimana meja-meja sudah tertata rapi dan semua orang terlihat sibuk menghias atau membawa makanan.

1
Naruto Uzumaki
Terima kasih telah menulis cerita yang menghibur, author.
Di Persingkat Saja DPS
Sabar ya, masih di periksa ulang
PetrolBomb – Họ sẽ tiễn bạn dưới ngọn lửa.
Loh kok belom update? Lanjutin dong thor, gak sabar nungguin kelanjutannya 😫
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!