Dunia memiliki sistem mutlak yang ditetapkan jutaan tahun lamanya. Sistem rimba, yang terkuat dialah yang berkuasa dan yang lemah akan tersingkir. Sistem itulah awal terlahir kasta antara mahkluk hidup, sebuah hukum yang tidak dapat diubah dan akan terus berjalan. Tahun berganti, hukum mulai goyah. Keadilan tidak diberikan pada yang hak. Namun pada yang berkuasa. Jutaan tahun berlalu. Langit menciptakan hukum baru yang berpusat pada keseimbangan. Malaikat penyelamat bagi mereka yang tersingkir, memiliki tujuan menghancurkan sistem yang telah goyah. Dewa agung menjadi dakwa yang berdosa telah menciptakan iblis berwujud cahaya. Mereka yang berkuasa melawan mereka yang dibuang, terus bertahan hidup untuk melanjutkan perang tiada akhir demi jawaban kebenaran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arkara Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 010 Part 3 —Latihan Bertarung
Pagi hari kembali datang, namun dengan keadaan yang berbeda. Dimana Shi Jian dan Enki terlihat semakin dekat, dan seakan menyembunyikan sesuatu dari zabarin.
Lebih baik begini, ia tidak ingin merusak mimpi yang mereka rajut dengan rapi, hanya karena perasaan nya sendiri. Ia bersikap seperti biasa seolah tidak tahu. Padahal, ia tau semua nya.
"Hahh!, Pagi datang terlalu cepat. Aku tidur tidak terlalu nyenyak!" Gumam zabarin dan duduk dipembaringan itu, sambil mengucek mata nya yang sedikit kabur. Sebelum akhirnya mendapati Enki tidak ada ditempat nya semula.
"Kemana pemuda itu?" Tanya zabarin bergumam, dan sesaat kemudian Shi Jian muncul dari balik pintu kamar nya. "Dia sudah masuk kedalam hutan lebih pagi, katanya ada sesuatu yang mau dia lakukan!" Seru Shi Jian sambil mendekat kearah nya.
Zabarin menatap kearah Shi Jian yang duduk di samping nya, "Sampai kapan Enki tinggal ditempat ini?" Tanya zabarin tiba-tiba saat suasana hening itu. Shi Jian menoleh dan menjawab.
"Oh iya, aku lupa memberitahu kan mu. Katanya, ia akan bergabung dengan kita... Dan mulai saat ini dia menjadi rekan baru setelah sekian lama!" Balas Shi Jian pelan, dan menatap ke lantai. Tidak ingin melihat reaksi zabarin yang pasti sudah ia tebak.
"Benarkah?, sejak kapan kau menerimanya?... Haha, kita memiliki teman baru saat ini!" Seru zabarin excited, sembari menyembunyikan kebenaran yang ia ketahui dari Shi Jian.
Shi Jian kembali menatap nya, dan mengangguk. "Tadi pagi, sebelum ia ke hutan. Ia memutuskan bergabung dengan kita... Karena ia sama sekali tidak memiliki seorang pun lagi, atau bahkan tempat tinggal. Ya, sama seperti mu... Dia harus melakukan pekerjaan rutin setiap hari nya!" Shi Jian mengucapkan kata itu sambil duduk dengan gaya seorang raja.
"Sialan!, kami seperti pekerja buruh untuk mu kalau begini!" Balas zabarin kesal, Shi Jian pun tertawa kecil. Dan kemudian bangkit dari duduk nya.
"Sudah, bersiap lah... Latihan mu belum lah usai hanya karna kau mendapatkan kekuatan itu, aku tunggu kau ditempat biasa... Kalau kau telat, latihan akan ku lipat gandakan" Ancam Shi Jian santai sambil keluar dari rumah nya, meninggalkan zabarin sendiri ditempat itu.
Zabarin menatap kepergiannya dan kemudian berteriak, "Hei!, Jangan seenak nya saja!, aku bukan boneka yang bisa menuruti hukuman itu dengan mudah!" Teriak nya, namun beberapa saat setelah ia mengucapkan kalimat itu. Shi Jian membalas dengan tidak kalah keras.
"Makanya, cepat lah bersiap agar tidak mendapatkan latihan double!" Suara Shi Jian terdengar jauh dibawa angin, menandakan pemuda itu sudah masuk kedalam hutan. Tempat biasa nya mereka memulai latihan.
Setelah beberapa menit Shi Jian pergi, senyuman diwajah nya menghilang. Ia memikirkan pembicaraan singkat ini, itu membuka mata nya akan dampak yang akan terjadi, "Akan ku kenakan saja topeng ini, sampai waktu yang tepat tiba maka akan ku lepas" Gumam Zabarin, menguatkan hati nya untuk terus berpura-pura tidak tahu. Dan ikut saja dalam perjalanan mimpi yang mereka buat.
Ia kemudian tidak berlama-lama termenung, dan kemudian bersiap untuk latihan. Ia juga tidak mau dapat latihan double, apalagi sekarang ia sudah memiliki kekuatan itu. Lebih baik latihan menggunakan kekuatan energi agar lebih efisien daripada terus melatih fisik nya.
\*\*\*\*\*\*
Beberapa menit kemudian, ia berlari didalam hutan lembab itu. Dengan sinar matahari yang sedikit menembus nya, serta hawa panas yang masih terasa akibat petir yang ia ciptakan kemarin. Kawasan ini sedikit berantakan dengan beberapa area terbakar dan juga sayatan dibatang pohon.
Semakin dekat dengan danau itu, semakin berantakan juga tempat nya. Sampai rimbunan bambu yang sudah terbakar setengah nya memperlihatkan secercah bayangan dari seseorang dibalik nya.
Menyibak beberapa daun dan juga batang bambu yang tumbang, ia akhirnya tiba ditempat itu. Tempat yang awal nya sangat indah namun menjadi sangat hancur berantakan, akibat ulah nya kemarin.
Saat melihat diujung danau, ia melihat Shi Jian dan Enki sudah menunggu. Dengan Azrealon yang dengan senang hati memakan batang-batang bambu kuning yang tumbang, sedikit membantu membereskan tempat ini.
"Yo, zabarin... Akhirnya kau sampai juga tukang tidur!" Panggil Enki saat ia berdiri didepan mereka berdua.
"Enak saja!, karena semalam aku tidur lebih larut. Jadi bangun kesiangan!" Balas zabarin, tidak terima dipanggil tukang tidur oleh pemuda itu.
Shi Jian kemudian menatap keduanya, dan berkata "Hah... Untuk latihan mu kali ini akan berbeda zabarin!" Seru nya, yang membuat zabarin bertanya-tanya.
"Berbeda?"
"Ya, kali ini kau tidak melakukan latihan fisik lagi. Aku yakin fisik mu sudah cukup kuat saat ini... Untuk latihan selanjutnya, kau akan bertarung dengan Enki menggunakan kekuatan yang kau miliki... Itu bagus sebagai latihan penguasaan energi, dan juga pengalaman dari bertarung!" Balas Shi Jian menjelaskan.
Zabarin menatap Enki seakan memindai kekuatan pemuda itu, untuk sandiwara. Dan berkata "Boleh saja!, aku sangat penasaran dengan kekuatan nya... Jadi tidak masalah!" Seru nya percaya diri, sambil membunyikan kesepuluh jari nya serta tulang leher nya.
"Haha... Itu baru semangat!, jangan menahan diri untuk menyerang... Zabarin!, jika ini pertarungan yang sesungguhnya... Mennahan diri hanya akan memberikan nyawa mu pada musuh!" Jelas Shi Jian membuat nya mengangguk, sorot mata tajam dan percaya diri itu menumbuhkan keberanian nya. Walaupun, didalam hati nya.
"Astaga!, aku akan melawan dewa?... Lelucon macam apa ini?" Teriak nya panik dalam hati, tubuh nya bergetar namun tidak ditunjukkan dengan jelas. Keringat mulai mengucur padahal sinar matahari belum menunjukkan panas Yang berlebih.
Jika ini terus berlanjut, bukan hanya soal kalah... Tapi bahkan mungkin ia tak sempat memberikan satu serangan pun sebelum ditumbangkan.
"Baiklah, mulai sekarang kau akan berlatih dengan Enki... Hah, aku memiliki urusan lain!" Seru Shi Jian saat mereka berdua siap mengambil kuda-kuda untuk bertarung.
"Urusan lain? Bukan kah tidak ada pekerjaan lain untuk mu selain berburu?" Tanya zabarin, mencoba melempar pertanyaan agar membuang rasa gugup nya saat ini.
"Karena kau aku harus membereskan ini semua!" Balas Shi Jian sambil memandang ke sekelilingnya, zabarin pun paham dengan yang ia maksud. Ia hanya menggaruk kepala nya yang tak gatal sambil cengengesan gak jelas. Ya, ini semua karena ulah nya... Tapi ini juga cukup bagus, agar Shi Jian memiliki tugas lain selain bersantai sepanjang hari saat mereka berlatih.
Shi Jian melengos sambil berkata pada Enki, "Kalau bisa, siksa saja dia... Sampai kapok, agar tidak merusak hutan sembarangan!" Seru nya sebelum menghilang dari balik pohon bambu yang sekarang tinggi nya dua meter itu.
Di belakang, Enki tertawa dan menjawab, "Haha, baiklah... Aku tidak akan menunjukkan belas kasihan, bersiaplah zabarin... Aku datang!" Balas nya sambil maju selangkah demi selangkah, membawa perasaan intimidasi dan ketegangan di udara.
Zabarin mematung, tubuh nya tegang dan keringat dingin mengucur lebih deras. Sambil berteriak, ia mencoba melawan Enki dalam pertarungan itu, "Jian sialan!" Teriak nya membahana di seluruh hutan, sampai mengganggu burung-burung hingga beterbangan. Sementara Shi Jian hanya santai saja, seolah suara itu cuma angin lewat di telinga nya.
\*\*\*\*\*\*
Duaaghh!
Braakk!
Suara pukulan dan tabrakan benda keras saling bersahutan didalam hutan, dimana zabarin yang di hajar habis-habisan oleh Enki tanpa belas kasihan. Isi perut nya seakan ingin keluar, sambil terbaring diatas tumpukan pohon yang tumbang. Ia merasakan rasa sakit dan denyut di sekujur tubuhnya.
"Haha, jangan salah kan aku!. Ini permintaan Shi Jian sendiri, lagipula ia ingin kau menjadi petarung yang kuat... Yang tidak manja dalam situasi apapun!" Seru Enki, mencoba membakar semangat zabarin. Karena rasa sakit itu adalah batu bata yang akan menyusun pondasi kuat untuk dirinya kelak dimasa depan.
"Apakah hanya segitu kemampuan mu zabarin? Ayolah, berikan sedikit perlawanan... Kalau bisa, bangkit berkali-kali dan lawan berkali-kali... Agar kau tidak terlihat lemah!" Pancing Enki lagi, dan kali ini perkataan itu membakar tekad dan semangat yang ia miliki. Ia kemudian bangkit dari atas tumpukan pohon itu sambil berkata.
"Jangan bercanda!, aku tidak akan kalah cuma karena itu!" Teriak nya, sambil memasang kuda-kuda yang lebih solid, "Maju lah, aku akan menggunakan energi ku mulai saat ini!" Sambung nya lagi, serta mengeluarkan kekuatan hitam yang ia miliki di kedua tangan nya. Membentuk sarung tinju yang sangat tipis.
"Aku suka semangat mu itu!, tetap pertahankan... Aku akan meladeni mu sampai kau tidak bisa melawan lagi!" Balas Enki bersemangat.
"Aku pastikan itu tidak akan terjadi! Aku akan terus bangkit dan melawan mu sampai aku menang!" Balas zabarin, sambil menyongsong maju menyerang Enki yang sudah bersiaga dengan ketat.
Enki tersenyum dengan tekad zabarin, sangat mudah memancing pemuda itu untuk bangkit. Entah apa yang sudah ia lalui sebelum mereka bertemu sebelumnya, sampai membuat mental nya begitu kokoh dan pantang menyerah.
judul : Professor & Student: Love Through Time.
ikuti setiap langkah bab barunya sampai tamat enggak setengah², terima kasih ☺️🙏🏻💪.