NovelToon NovelToon
SELAMANYA DIA IBUKU

SELAMANYA DIA IBUKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Duda / Janda / Ibu Pengganti / Pengganti / Cerai
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Babahnya Hasnulya

Lilis Suryani Gadis tangguh, pekerja Keras. gadis manis asal Cinajur. harus menikah dengan laki-laki bernama Bramantyo karena ia kadung sayang dan Cinta dengan anaknya. dan Bramantyo harus menjadikan Lilis sebagai istri dan Ibu sambung untuk Reyhan putra nya. Kesal Bramantyo melihat kedekatan Reyhan dengan Lilis. ia takut Reyhan semakin ketergantungan dengan gadis itu.

Reyhan Adi Permana harus kehilangan kasih sayang seorang ibu. ibunya terlalu abai dengannya. ibunya merasa kelahiran Reyhan adalah kesalahan.

Seminggu Bramantyo setelah menikahi Lilis, ia menyambangi kediaman Orang tua Desi mantan istrinya dan juga Ibu kandung Reyhan. ia berniat menyampaikan maaf dan menjelaskan kalau Desi sudah ia ceraikan dan juga akan mengambil hak asuh Reyhan. sialnya hari itu ia mendapatkan sebuah Fakta kalau Reyhan bukan darah dagingnya.
Bramantyo mengetahui hal ini langsung pergi dan menghilang dari kehidupan Lilis dan Reyhan.

simak terus kisahnya.
ada apa ini semua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Babahnya Hasnulya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Hari berganti bulan berganti

kedua sahabat itu sedang menikmati semangkok bakso kedai bakso dilangganan mereka.

"Kau Jadi mengundurkan diri Mah? " Tanya Lilis kepada sahabatnya.

"Iya jadi, aku konsultasi ke Pak Rustam tadi katanya sayang kalau mengundurkan diri baik-baik. kita cuman dapat uang pesangon ga seberapa" ucap Rahmah disela menyedot es kelapa muda

"iya juga. paling cuman dapet beberapa doang, ditambah JHT. tapi kalau di PHK bisa dapet gede" sahut Lilis

"itu dia, Makanya pak Rustam bilang aku disuruhnya mangkir seminggu. ada ya HRD ngajari begitu?" ujar Rahmah ia memainkan sedotan es kelapa.

"Dia suka kali sama kamu? " goda Lilis.

"Plak"

"Yang Boneng lo kalo ngomong. bisa bonyok mukaku yang cetar membahana ini sama istri pak Rustam " Sungut Rahmah. Lilis hanya terkekeh. Rahmah tersenyum kecut.

"Yaudah sih ikutin aja kata pak Rustam. lumayan juga Duitnya, buat pengangan lo selama belum mendapatkan gaji dari sekolah"

"Iya, rencananya aku mau langsung melamar ke sekolah besok, seniorku dikampus mau langsung membawaku ke Kepsek tempat ku mengajar" jawab Rahmah.

saat sedang asik mengobrol dan menikmati bakso disuapan terkakhir, tiba-tiba bakso yang akan di suapkannya jatuh, lengan disenggol sesorang pria. Rahmah merasa tak terima bakso terakhir nya jatuh langsung berdiri dan memegang bahu pria yang menyenggol nya.

"Hey, apa melotot! " Ketus Rahmah. Lilis terkekeh melihat sikap barbar sahabatnya. pria itu memandang tajam ke Rahmah.

"Mau ku congkel matamu dengan ini" Rahmah mengacungkan garpu ke wajah pria itu. bukannya takut pria itu malah menatap dalam Rahmah. mata ketemu mata. ada debaran dihati keduanya. Rahmah memutus kontak matanya terlebih dulu karena seorang teman pria itu memanggil nama si pria.

"Fatur. sebelah sini ngapain lo disana" temannya memanggil dimeja sebrang. Pria itu pun menoleh ke temannya sekilas dan kembali ke arahnya sambil tersenyum mengejek.

"Aku ganti baksomu. tak perlu sewot bisa kan Nona" jawab Faturahman Alfaridzie, Pria tampan yang memiliki mata elang, garis rahang yang kokoh dan hidung mancung. alis tebal hampir menyatu. "Mas Bud, Bakso spesial satu buat Nona ini" Setelahnya Fatur berjalan menuju temannya. Rahmah lemas karena di tatap dengan intens langsung duduk meleyot. dipegangi dada kirinya. Lilis terkekeh.

"cieee" goda Lilis. Rahmah menepak tangan Lilis protes.

"Ganteng tau, pepet bisa kali" goda Lilis lagi.

"bisa diem ga? " dengan wajah memerah Rahmah menunduk. karena Fatur masih menatap nya dengan senyuman manis. Lilis yang melihat wajah merah sahabatnya tahu jika sahabatnya sedang terpesona pada Fatur. ia mengambil Pulpen dan kertas ditulisnya PIN BBM Rahmah, lalu ia menoleh ke belakang, dan hendak berbicara pada Fatur.

"Lis jangan macem-macem " bisik Rahmah saat tahu jika Lilis akan beranjak dan menghampiri meja belakang nya.

"A, Siapa tahu pengen kenal. nih" Lilis memberikan kertas itu, Fatur menerima nya. ia menatap dan membaca kertas lalu Fatur mengambil BBnya.

"Kling" notifikasi Permintaan pertemanan diHp Rahmah berbunyi. Rahmah mengambil HPnya dan membuka BBMnya sekilas lalu memasukan Hpnya ke tas slink bagnya

"Gercepnya" gumam Lilis ia terkekeh

"Balik yuk" Rahmah. menarik tangan Lilis. bakso yang dipesan Fatur belum sempat di sajikan malah orangnya keburu hendak pulang. Lilis dan Rahmah berjalan ke kasir.

"berapa Mas Bud? " tanya Rahmah.

"Udah dibayar Teh, sama A Fatur. dan ini bawa pulang ya. bakso cinta" goda Mas Budi, sambil terkekeh

"Ish apasih mas Bud" jawab Rahmah. mas Budi terkekeh, walaupun begitu Rahmah tetap mengambil bakso dari tangan Mas Budi "bilang makasih gitu mas"

"Teh Rahmah ngomong sendiri sajalah" jawab Mas Budi malas.

"Malas"

"A Fatur kata Teh Rahmah, terimakasih " Teriak Mas Budi.

"Sama-sama, Bilang ke Teh Rahmahnya suruh accept BBM saya gitu" Jawab Fatur.

Rahmah yang malu langsung kabur. dia menarik tangan sahabatnya yang sedang tertawa. dia berjalan cepat.

"Eh motor ketinggalan dodol" Lilis melepas genggaman tangan Rahmah. Rahmah menabok kening nya sendiri.

"orang jatuh cinta pandangan pertama bikin jadi bodoh ya?" kekeh Lilis.

"Kau ambil motornya Lis, tengsin aku" Rahmah menyodorkan kunci motor Honda spacy milik nya ke Lilis. Lilis langsung berlari mengambil motor sahabatnya.

....

beberapa bulan kemudian.

Suasana Hampa terasa, sahabat nya yang biasanya selalu bersama saat makan siang, sudah tak ada. ia memilih makan siang sendiri, bukan karena tidak mempunyai teman. tapi Lilis hanya menganggap mereka sekedar teman. tidak ada yang dekat seperti Rahmah. yang tulus menerima nya apa adanya. apalagi yang statusnya seorang janda diusia muda. teman-teman nya yang lain seperti menjaga jarak. apalagi teman mereka yang sudah menikah. takut dengan status Janda yang dimiliki Lilis membuat suami mereka tergoda. bayangkan Janda diusia 25 tahun. masih Ranum. dan banyak teman laki-laki nya mendekati, rata-rata mereka penasaran dengan Lilis.Si Janda kembang. mulai dari perjaka, Duda ataupun masih berstatus suami orang.

"Maaf Bang Tomo Saya mau Fokus membesarkan anak saya saja. saya tidak berminat untuk berumah tangga" Ujar Lilis menolak Tomo salah satu Supervisor gudang.

"Kita penjajakan saja dulu Lis. ga langsung nikah juga. memangnya kamu ga kepengen apa. secara kamu udah lama sendiri? " Sahut Tomo dengan tatapan mesumnya.

"Maksud lo apa bang?, kepengen apa? " Lilis sudah mulai geram

"Sebagai perempuan dewasa aku tau kamu pasti membutuhkan partner urusan ranjang. dengan statusmu itu pasti sangat menyiksakan kan? " merasa kepalang malu di tolak Lilis Tomo mengungkapkan niatan nya. ia hanya ingin menikmati apem legit gratisan. diantara banyaknya perempuan dipabrik itu. hanya Lilis yang belum ia coba.

"Teh Siti sini" Panggil Lilis saat melihat Siti, Siti mendekat bersama temannya bernama Wawat. Wawat juga termasuk korban buaya si Tomo. Tomo panik Istrinya mendekat. Siti adalah Istri Sah Tomo.

"Ya Lis" ujar dingin Siti, ia sudah berdiri diantara Lilis dan Tomo yang berada dikoridor.

"Aku duluan Lis. mau cek Stok bahan dulu " Tomo hendak melarikan diri.

"Mau kemana lo laki Setan" Ujar Siti. Tomo menoleh, "Setelah ditolak Wawat kini cari mangsa baru ya?, dan sayangnya ditolak juga" Ujar Siti. lalu ia menoleh Ke Lilis "Kamu tolak kan Lis si laki bangsat ini? " Lilis mengangguk

"Gua tunggu dirumah Abah. lo udah sebulan ga pulang. kita urus masalah ini. dan kamu Lis mau kan jadi saksi dan korbannya? " ujar Siti.

"Pasti Teh, Lilis juga udah rekam omongan dia. teteh ga perlu cari bukti lagi" sahut Lilis. mumutar rekaman percakapan mereka. Tomo merasa Pias.

"Termasuk pelecehan ga sih?, harusnya kita ke pak Rustam aja" ujar Wawat. dulu Wawat hampir kena bujuk rayu si Tomo. namun ia tidak sepintar Lilis membuat bukti.

"Gampang itu mah Wat, setelah urusan Teh Siti kelar" Sahut Lilis. Makin pucat wajah Tomo. ia langsung pergi meninggalkan ketiga perempuan itu.

dan sepulang kerja. Siti, Wawat dan juga Lilis mereka akan menyelesaikan masalah rumah tangga mereka. Lilis berboncengan dengan Wawat sedangkan Siti dibonceng Tomo dengan motor Kawasaki Ninja ZX nya. Tomo bisa bekerja disana atas bantuan Abah, yaitu Ayah Siti yang dekat dengan pak Rustam, Pak Rustam adalah Adik tingkat Abah Rustam di pondok pesantren yang ada di Tangerang.

"Saya ga nyangka kamu akan setega itu Tomo. saya pikir dulu kamu berbeda dengan para pemuda yang ada disini" Ujar laki-laki paruh baya ayah kandung Siti. Tomo menunduk. "Ti, apapun keputusan mu Abah akan mendukung mu" ujarnya lagi.

"Terimakasih bah, Siti sudah yakin dengan keputusan Siti. kita akan bercerai. buat apa mempertahankan pernikahan tidak sehat ini. toh mumpung kita tidak punya anak"

"Sayang" Rengek Tomo, Yang dipanggil merasa jijik begitupun dengan Lilis dan Wawat

...****************...

...Bersambung ...

...****************...

1
La Rue
Akhirnya lanjut lagi,terimakasih buat penulis 👍
La Rue
semangat author
La Rue
Ceritanya ringan mengalir,enak dibaca. Meski banyak tokoh dalam cerita ini tapi masih bisa diikuti alurnya. Semangat buat penulis 👍
Hafidz Fajrin
.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!