Berawal dari Kasihan...
Berlanjut dengan Cinta...
Berakhir pada Kesedihan...
Setelah 15 tahun lamanya, impian Sang Gadis terwujud dan dimulailah Perubahan untuk segalanya, namun perubahan itu mengubah segalanya begitu juga dengan keasliannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeviRazRhasti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
3.2 Reunian
Back to Story,,
Pada siang harinya, Mei, Eka, dan Bulkrish pergi untuk jalan jalan, walau Dinara sedikit takut karena jika Eka dan Bulkrish disatukan maka akan terjadi hal yang buruk karena mereka pasti akan bertengkar dan berkelahi, namun Mei mengatakan semua akan baik baik saja.
Disisi lain, Mei dan kedua pria tampan itu sedang berada di sebuah restoran ayam kecil,
"Mei, kenapa kita kesini??" Bulkrish
"Ini bukannya restoran di dekat sekolahmu??" Eka
"Iya, tuh diseberang udah sekolahku, aku mau reunian sama teman teman, aku sudah memesan satu restoran ini untuk reunian, ingat kalian harus jaga sikap, jika ada yang buat masalah, jangan salahkan aku jika aku mengusir kalian," Mei
Mereka berdua terdiam dan satu persatu teman Mei datang dan memesan dengan gratis, hampir semua teman temannya Mei datang dan membawa anak anak mereka,
"Mei udah lama tidak bertemu yaa, bagaimana kabarmu??" ujar teman bernama Meri
"Aku baik, hm bagaimana kabar kalian??" Mei
"Kami? Tentu saja baik," ujar Sunarti
"Eh ini bukannya Eka Galung yang menjadi most handsome selama 5 tahun berturut turut??" Wiwik
"Ah iya, tapi aku sudah tak berminat dengan dunia maya," Eka
"Ya Tuhan, berarti cogan yang selalu memakai masker di majalah itu kau Eka," Mei
Eka tersenyum malu,
"Iya, 10000 USA terlalu sedikit untukku, jadi ya aku terpaksa terjun ke dunia artis selama 5 tahun," Eka
"Ahhh aku terlalu lama main ke Korea sampai tak melihat Amerika," Mei
"Dan Tuan Asa, anda disini juga," Ming
"Ssttt, Ming ini di luar pelatihan, jangan memakai bahasa formal, nonformal aja, kau juga lebih tua dariku," Bulkrish
"Oh baiklah," Ming
"Tapi kenapa hanya segini?? Kemana yang lain," Mei
"Mereka tak tertarik mungkin," Sunarti
"Sudahlah, kita makan saja, udah lama gak ketemu," Mei
Mereka pun makan bersama sambil mengobrol,
"Mei, kamu beruntung sekali tau, punya 2 Pria Penguasa dunia, kekayaanmu pasti tak akan habisnya," Juni
"Ahhh walaupun mereka tampan dan kaya raya tapi tak ada satupun yang memberikanku kartu mereka, bahkan gold card pun mereka tak berikan, aku seperti sangat miskin," ujar Mei seperti bisik bisik namun masih terdengar jelas
2 pria tampan itu menghela nafas lalu mengeluarkan dompet mereka, mereka menaruh semua kartu yang mereka punya di depan Mei,
"Udah puas?? Jika belum, aku masih memiliki beberapa bank pribadi," Eka
"Aku bahkan memiliki beberapa pulau pribadi jika kamu mau," Bulkrish
Teman teman Mei hanya tertawa kecil sedangkan Mei merasa malu,
"Kalian benar benar," Mei
Mei mengambil sebuah gold card dari masing masing 2 pria tampan itu,
"Ambil kartu kalian lagi," Mei
Mereka memasukan kartu mereka lagi,
"Wahhh ada yang jadi Sultana nih," Wardani
"Lupakanlah. Oh ya, sekarang kalian punya kesibukan apa??" Mei
"Yaa hanya ibu rumah tangga dan jualan online," Meri
"Negara lagi masa perubahan, pekerjaan apa yang cocok sama orang di desa," Yonia
"Lahh Yon, kamu kan orang kaya," Mei
"Hm, aku menikah dengan yang tak sepadan, ya gini nasib jadinya, tapi aku tak menyesal, karena suamiku adalah pilihanku,"
"Oh, kamu istri yang baik ya," Mei
"Kalo kamu, kamu pasti gak ngapa ngapain ya," Sunarti
"Aku cukup sibuk, pagi hari harus sarapan, siang harus tidur siang, sore hari aku harus menonton tv, dan malam hari waktunya tidur lagi," Mei
"Itu bukan kesibukan, katakan kau sibuk apa??" Wiwik
"Mungkin, aku sibuk napas," Mei
Mereka tertawa,
"Hahaha sibuk napas?? Are you serious?" Juni
"Yeah, emang apalagi yang harus kulakukan, ada puluhan pelayan dan pengurus anjing anjingku, jika aku bekerja, terus apa gunanya mereka berdua," Mei
"Iya juga sih, ditambah kamu masih sakit katanya, kamu harus banyak istirahat," Meri
"Ya karena itu kesibukanku hanya napas, oh ya ada lagi, aku sibuk memilih gaun dan perhiasan. Aku punya oleh oleh," Mei
Mei mengambil sesuatu dalam tasnya, sebuah kotak besar,
"Pilihlah yang mana kalian suka, aku masih ada banyak," Mei
"Benarkah?? Tapi ini pasti mahal," Wardani
"Sudah ambil saja," Mei
Telepon Bulkrish berdering, Bulkrish menjauh sebentar, sedangkan Eka melihat suatu pesan di ponselnya, Eka berdecih,
"Mei tetaplah disini, aku akan segera kembali," Eka
Eka pergi, saat Eka baru naik ke mobil, Bulkrish juga masuk,
"Kita memiliki musuh yang sama, lupakan permusuhan kita, kita harus melindungi Mei," Bulkrish
"Banyak bicara kau," Eka
Eka menyalakan mobilnya lalu pergi,
"Mau pergi kemana mereka??" Wiwik
"Biarkan saja, sebaiknya kalian pilih saja perhiasan yang kalian suka," Mei
"Baiklah," Wiwik
Mereka melanjutkan mgerumpi mereka.
.
.
.
Disisi lain, Eka dan Bulkrish sedang sampai di sebuah pertigaan yang sepi dan hanya ada beberapa orang jahat, mereka keluar dari mobil dan membuat orang orang disana bergetar,
"Kenapa? Kalian takut??" Eka
"Ka-Kami tak takut," Penjahat
"Tentu saja kalian tak takut, kalian terlalu berani untuk mencoba melukai Meiku," Bulkrish
"Kalian benar benar membuatku kesal," Eka
Eka dan Bulkrish menyerang mereka, dengan tangan kosong, mereka berdua berhasil mengalah 20an bersenjata yang berniat mencelakai Mei,
"Siapa yang menyuruh kalian?! Apa kalian punya Ketua?! Katakan siapa?!" Eka
"Ma-Maafkan kami, kami hanya di perintahkan untuk menghabisi wanita bernama Mei," Penjahat
"Siapa yang menyuruh kalian?!" Bulkrish
"Bo-Boss ka-kami, di-dia- akh!!" Penjahat
Para penjahat itu tiba tiba seperti tercekik lalu mati,
"Sial!!" Eka
Eka menendang mayat itu sebagai pelampiasan amarahnya,
"Kita harus kembali, Mei bisa dalam bahaya jika terlalu lama sendiri di luar," Bulkrish
"Baiklah," Eka
Mereka masuk kedalam mobil lalu pergi, selama diperjalanan, mereka melihat beberapa mayat berserakan, dan saat sampai restoran, mereka melihat Dinara, Dinara mendekati mereka dan menarik mereka menjauh,
Plakkk...
Plakkk...
Dinara menampar satu satu kedua adiknya,
"Darimana aja kalian Bodoh?! Bukannya menjaga Kaka, malah keluyuran, untung aku datang, dan menghabisi mereka," Dinara
"Kami habis menghabisi inti pasukan mereka," Bulkrish
"Kau selalu saja memukul kami dan pukulanmu semakin keras tau," gerutu Eka
"Diamlah, kalian tulang keras memang masih bisa ngerasa sakit," Dinara
Dinara melihat tangannya yang memerah setelah menampar kedua pria itu,
"Sudahlah, aku mau pulang, kalian bawa pulang Kaka dengan aman, lecet sedikit, kubunuh kalian," Dinara
Dinara pergi,
"Cemumuk itu benar benar," Eka
Saat Eka dan Bulkrish akan kembali ke Mei, Mei sudah datang bersama teman temannya,
"Kalian sudah selesai??" Bulkrish
"Hm iya, ayo kita pulang," Mei
"Ayo kita pulang," Eka
"Dimana Mumuk??" Mei
"Sudah pergi," Bulkrish
"Ooo baiklah, ayo pulang," Mei
Mereka pun masuk ke dalam mobil dan pergi setelah berpamitan sama teman teman Mei,
"Ahhh enaknya ya hidup kayak Mei," Meri
"Tinggal tunjuk bisa dapet semua," Sunarti
"Aku jadi iri," Juni.
selamat siang👍
semangat terus ya💖
mampir juga di novel terbaruku "Suami dadakan" ya💖
salam dari kisah danau hijau buatan kakek
aku tunggu nih😁