Jangan di baca!!! alur berantakan gak jelas gak nyambung..😌
Kisah yang menceritakan tentang seorang gadis biasa dan sederhana yang terpaksa harus menikah dengan seorang tuan muda yang sangat angkuh dan lumayan kejam, namun di balik sikap nya itu tersimpan kehangatan dan kelembutan hati nya yang bisa meluluhkan hati seorang wanita..
Bagaimana kisahnya? yuk di baca 👉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chiechi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kecewa
Masih di malam yang sama setelah selesai makan malam Naya dan Xander kembali menuju hotel nya. Di dalam kamar hotel Naya langsung menuju ruang ganti untuk mengganti baju nya.
"susah banget sih di buka nya" ucap Naya sambil meraih resleting yang berada di belakang baju nya.
"sini ku bantu" ucap Xander yang tiba-tiba berada di belakang Naya.
Dengan tanpa persetujuan dari Naya, Xander langsung mendekat dan membukakan resleting baju Naya. Xander pun menghirup aroma tubuh Naya dan memeluknya dengan penuh kasih sayang serta kelembutan.
"deg" seketika perasaan Naya campur aduk karna tingkah laku Xander.
"em.. Xander..." ucap Naya dengan nada gugup.
"diamlah, aku menginginkan mu, disini kita untuk bulan madu" ucap Xander berbisik di telinga Naya.
Naya hanya terpaku mendengar ucapan Xander yang membuat nya merinding. Dengan perlahan Xander memulai permainan nya hingga akhirnya mereka terkapar lemas dan terlelap dalam tidurnya.
*
Pagi Hari
Naya yang telah bangun terlebih dahulu segera pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan badan nya.
"ya Tuhan.. apa benar dia Xander yang aku kenal? kenapa sikapnya gak bisa di tebak", gumam Naya dalam kamar mandi.
sementara itu Xander yang telah terbangun dari tidurnya mencari sosok istri nya yang telah menghilang dari samping nya. Xander pun segera melangkahkan kaki nya menuju kamar mandi.
"sayang apa kamu di dalam?" ucap Xander sambil mengetuk pintu kamar mandi.
"i-iya ini aku baru selesai" jawab Naya dengan segera membuka pintunya.
Terlihat Xander yang berdiri di depan pintu dengan tatapan datar nya tanpa ekspresi sedikit pun.
"apa kita akan pulang hari ini?" tanya Naya.
"hm, bersiaplah" jawab Xander sambil masuk ke kamar mandi.
Diambil nya sebuah mini dress yang akan dipakai Naya, dan langsung duduk di depan meja rias sambil mengeringkan rambut dan memakai make up nya. setelah semuanya selesai mereka segera pergi ke negara asal mereka.
*
Setelah sampai di rumah mereka di sambut dengan beberapa ART dan juga Chandra, serta Tania yang telah berada di dalam rumah Xander.
"Sayang darimana aja kamu? kenapa gak ngasih kabar?" ucap Tania sambil merangkul Xander di hadapan Naya.
Naya yang melihat perlakuan Tania mengalihkan pandangan nya ke arah lain. Xander yang melihat kecemburuan di wajah Naya segera melepaskan rangkulan Tania. Naya pun segera pergi menuju kamarnya di susul oleh Chandra.
"Nay.. eh maksud aku kak Naya gak papa?" tanya Chandra.
"aku gak papa Chand, pergilah" jawab Naya tanpa melihat Chandra.
"baiklah" ucap Chandra.
Chandra segera pergi meninggalkan Naya sendiri, setengah berjalan Chandra berpapasan dengan kakak nya.
"tinggalkan Tania atau aku yang bahagiakan Naya" ucap Chandra sambil melanjutkan langkah kaki nya.
Xander terus melangkahkan kaki nya tanpa menghiraukan perkataan Chandra.
"cklek" Xander membuka pintu kamar Naya.
"sayang" ucap Xander sambil melangkah ke arah Naya.
"jangan panggil aku sayang" ucap Naya dengan kesal.
"ayolah.. Tania bukan siapa-siapa aku" jelas Xander.
Naya tak mau mendengar apa yang di katakan Xander, dengan perasaan kesal dan emosi, Naya pergi dari kamar nya dengan membawa tas kecil.
"Nay.. mau kemana kamu?"
Naya terus berjalan tanpa memperdulikan pertanyaan Xander. Setelah sampai di ruang tamu ternyata Tania masih ada di sana, terlihat senyum smirk licik dari muka Tania yang senang melihat Naya dan Xander bertengkar.
"Asep.." panggil Naya.
"iya non?" jawab Asep.
"tolong anterin aku" ucap Naya.
"baik non"
Asep segera membukakan pintu mobil dan melajukan nya. Xander terus mengejar Naya namun sayang, Naya telah berlalu. Tania pun menghampiri Xander yang terlihat marah.
"sayang biarkan dia pergi, aku disini buat kamu" ucap Tania sambil menggandeng tangan Xander.
"pergilah!" ucap Xander.
"sayang kenapa kamu mengusirku? aku bisa puasin kamu selama istri kamu pergi" ucap Tania.
"apa kau sudah gila?" bentak Xander.
"berani ya sekarang kamu bentak aku?"
"aku bilang pergi! aku udah gak menginginkan mu!" bentak Xander.
"tapi say.." ucapan Tania terputus.
"plak" sebuah tamparan mendarat di pipi Tania. Sontak Tania terkejut dengan apa yang telah Xander lakukan pada nya.
"pergi atau kamu tau sendiri akibat nya" ucap Xander dengan tatapan dingin yang penuh amarah.
Tania pun segera pergi dan meninggalkan rumah Xander.
*
Sementara itu keberadaan Naya yang masih dalam perjalanan.
"mau kemana non?" tanya asep.
"anterin aku ke rumah mama" jawab Naya.
Tak lama kemudian Naya pun sampai di rumah mamanya. "kamu pulang aja" ucap naya pada asep. Naya segera turun dan melangkah menuju rumah nya, begitupun dengan Asep yang langsung memutar balikkan mobilnya.
"ma Naya pulang" ucap Naya sambil masuk kedalam rumah.
"loh Nay, kok pulang gak kasih tau dulu?" tanya mama Naya.
"sengaja mau buat kejutan buat mama" jawab Naya.
"Suami mu mana?" tanya mama Naya kembali sambil liat sana sini.
"ahh, dia lagi sibuk ma, jadi Naya pulang sendiri" ucap Naya.
"Naya ke kamar dulu ya ma" sambung Naya.
"ya, istirahat lah nanti mama masakin makanan kesukaan kamu" jawab mama Naya sambil tersenyum senang karena kedatangan putri tunggal nya.
Naya pun berjalan menuju kamar nya, " maafin Naya ma, Naya harus berbohong karna Naya gak mungkin bilang semuanya" ucap Naya dalam batin nya.
Naya pun masuk ke dalam kamarnya dan ternyata masih sama seperti dulu ruang kamar yang tertata rapi yang mengingatkan Naya pada masa dia sebelum menikah.
"haahhh.. aku merindukan kamar ini" ucap Naya sambil merebahkan diri nya di atas kasur hingga dalam hitungan menit akhirnya Naya pun tertidur.
*
Sementara itu di rumah Xander.
"Asep...!!" teriak Xander memanggil Asep.
"iya tuan?"
"kemana kamu antar Naya?"
"itu non Naya ke rumah mama nya" jawab Asep sambil ketakutan.
Xander segera mengambil kunci mobil dan langsung pergi menuju rumah mertuanya. Tak butuh waktu lama untuk Xander sampai di tempat Naya, hanya dalam hitungan menit ia sampai disana.
Xander memarkirkan mobil nya dan segera turun masuk ke dalam rumah mertuanya.
"tak tak tak" suara langkah kaki Xander.
"ma.. dimana Naya?" tanya Xander yang tiba-tiba berada di belakang mama Naya.
"astaga! nak Xander bikin Mama kaget aja" jawab mama Naya.
"aku tanya dimana Naya?" tanya Xander dengan nada dingin nya.
"Naya sedang istirahat di kamarnya" ucap mama Naya sambil melanjutkan masak nya.
Xander pun segera melangkah menuju kamar Naya.
"ada apa dengan mereka?" pekik mama Naya setelah melihat sifat Xander yang gak biasanya.
Sampai di depan kamar Naya, Xander langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, dan dan terlihat lah seorang perempuan yang sedang tertidur lelap dengan bekas air mata yang menetes di pipinya.
***
BERSAMBUNG..