Naya Arindi Putri (Naya) dan Naura Nur Aini (Naura) adalah dua sahabat yang tak terpisahkan sejak kelas 7 SMP. Kedekatan mereka begitu hangat, bahkan sering dianggap seperti saudara sendiri.
Namun, semuanya berubah saat kelas 8 semester 2. Kehadiran seseorang yang iri perlahan merusak hubungan mereka. Memasuki kelas 9, jarak di antara mereka semakin terasa-hingga persahabatan itu hampir runtuh.
Hingga suatu hari...
"Plak!"
Tamparan itu bukan sekedar suara. Itu adalah awal dari sesuatu yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Xara ∅p, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
[Part 13] Keseruan
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم
...~Selamat membaca~...
...Jangan lupa like dan komentar ya...
Sekitar pukul tiga sore, mereka melanjutkan perjalanan menuju Pantai Parangtritis, dengan baju yang cocok untuk dipakai di pantai. Perjalanan cukup lama, namun mereka isi dengan bercanda, mendengarkan musik, dan melihat pemandangan dari jendela bus.
Sesampainya di pantai...
"Waaah, luas banget!" seru Naura kagum. "Anginnya enak banget!" kata Naya sambil merentangkan tangan. "ayo turun! Main pasir!" ajak Kayla yang langsung berlari kecil ke arah pantai.
Mereka pun berlarian di atas pasir, meninggalkan jejak kaki yang memanjang. Beberapa dari mereka mulai bermain pasir, membuat bentuk sederhana, sementara yang lain sibuk mengambil foto, bapak ibu guru juga ikut bermain sambil mengawasi mereka.
"Nau, sini! Kita foto!" teriak Naya. Naura mendekat, lalu Kayla ikut masuk ke dalam frame. Naya hanya menatap Kayla singkat.
Klik! 📸
"Nau, foto berdua yuk! Nay tolong fotoin kita berdua ya, makasih." ucap Kayla yang langsung menggandeng Naura. Naya hanya tersenyum dan mengangguk. Naya mengambil beberapa foto Kayla dan Naura.
"Udah, coba diliat dulu! Bagus enggak?" ucap Naya sambil menunjukkan fotonya. "Wau! Bagus banget" Ucap Kayla sumringah sedangkan Naura hanya tersenyum.
"Kay, sekarang giliran aku sama Naura ya. Boleh minta difotoin?-"
"Nau, Nay Maaf ya, aku pergi dulu. Bye"
Naya menghembuskan nafasnya berat, sambil menatap kepergian Kayla dengan muka datar. "Gpp" ucap Naura mengelus punggung Naya. "Han, sini!" kata Naura seru. Rahana langsung menuju ke arah mereka.
"Iya, ada apa? Mau foto? Yaudah sini kalau mau foto, bergaya ya, hhe." Ucap Rahana yang langsung mengambil foto mereka berdua.
Klik! 📸
Rahana mengambil banyak foto mereka berdua. "Nih, sorry ya kalau fotonya nggak sesuai ekspektasi" Ucap Rahana. "Bagus kok, iya kan Nay!"
"Iya, bagus banget malahan. Thank you ya Han"
Waktu berlalu, matahari mulai turun perlahan. Langit berubah menjadi warna jingga keemasan yang sangat indah. "Eh, sunset! Cepet kumpul!" Teriak Rahana yang mengajak kelas mereka 8A.
Mereka pun berkumpul menghadap laut. Ombak terdengar pelan, angin berhembus lembut, dan suasana terasa hangat.
"Ini indah banget ya.." kata Naura pelan. "Iya.. pengen waktu berhenti di sini," jawab Naya sambil tersenyum manis.
Rahana tersenyum sambil mengangkat ponselnya. "Yuk, foto terakhir! Buat kenangan." mereka berdiri berdampingan, dengan latar belakang matahari yang hampir tenggelam.
"1... 2... 3..."
Klik! 📸
Hari itu menjadi salah satu hari paling berkesan bagi mereka. Dari petualangan seru di Merapi, melihat wisata edukasi Jawa hingga momen tenang menikmati sunset di pantai, semua terasa sempurna karena mereka menjalaninya bersama.
🌟🌟🌟🌟
Setelah mereka berfoto dan melihat sekitar jogja. Sekarang mereka pergi ke dalam bus menuju tempat makan atau makan gudeg, dengan mengenakan baju yang hangat. Jam sudah menunjukkan pukul 18.40.
Tak lama kemudian, mereka berhenti di sebuah tempat makan untuk menikmati makanan khas Jogja, yaitu gudeg. Aroma manis khas gudeg langsung tercium begitu mereka masuk.
"Wah, ini gudeg yang terkenal itu?" Kata Naura penasaran. "Iya, katanya enak banget!" Jawab Kayla antusias, yang ada di dekat Naura dan Naya.
Mereka pun duduk bersama dan mulai menikmati hidangan mereka. "Mmm... enak banget!" Seru Naura. "Manis ya, tapi nagih," tambah Naya tersenyum.
Suasana makan malam terasa hangat. Mereka saling bercerita tentang pengalaman haru itu-dari naik jeep di Merapi, belajar sejarah di keraton, hingga bermain di pantai.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 20.30. Setelah selesai menikmati gudeg, mereka pun bersiap melanjutkan perjalanan.
Mereka kembali naik ke bus dan menuju toko oleh khas Jogja. Sesampainya di sana, mereka langsung disambut dengan berbagai pilihan bakpia yang tersusun rapi.
"Wah, banyak banget pilihannya!" Kata Naura kagum. "Iya loh ya, banyak banget. Aku mau yang cokelat sama original ah" sambung Naya, sambil mengambil bakpia nya. Begitu pun dengan Naura.
Mereka pun mulai memilih dan membeli oleh-oleh untuk keluarga. Suasana toko yang ramai justru menambah keseruan malam itu.
"Nay, ke situ yuk! Liat-liat dulu. Paling yang lain belum selesai beli oleh-olehnya" ajak Naura sambil menggandeng tangan Naya dan menunjuk ke arah toko gelang.
"Eitss, bentar. Ijin dulu, nanti dicariin malah" kata Naya, Naura mengangguk. "Pak Anto! Saya sama Naya, izin ke toko sebelah ya mau beli gelang soalnya, nggak lama kok." Ucap Naura.
"Iya boleh, tapi cepet ya. Jangan lama," titah Pak Anto.
Sesampainya di toko gelang, mereka berdua berjalan dengan penuh semangat. Sangking semangat berjalan, Naya hampir saja terjatuh. Namun tiba-tiba seseorang menangkapnya tepat waktu.
Seorang pria bertubuh kekar berdiri dihadapannya. Ia mengenakan topi hitam, sweater hitam, celana Levis, dan masker yang menutupi sebagian wajahnya, membuat penampilannya terlihat misterius sekaligus menarik.
"Wah... cakep bener ni orang," batin Naya sambil sedikit terdiam, menahan senyum manisnya.
"Ekhm!" Naura sengaja berdehem, menyadarkan mereka berdua yang masih terlalu dekat.
"Oh... maaf," ucap Naya cepat sambil melepaskan diri. "Iya, nggak apa-apa," jawab pria itu santai.
Perlahan, pria tersebut membuka masker dan topinya. Terlihat wajah yang putih, hidung sedikit mancung, bibir tipis, dan rambut yang bagus.
"Wah ganteng banget, fiks ini jodoh gue" bisik Naya di telinga Naura sambil menyenggolnya dan tersenyum ke arah pria itu.
"Naya" kata Naya sambil mengulurkan tangan.
"Argo," jawabannya singkat sambil membalas uluran tangan Naya. Naya tersenyum, "sebelah saya Naura, besti saya" ucapnya.
Naura tersenyum dan memperkenalkan diri, "Naura,"
"Boleh minta nomor wa?" Ucap Naya, dan Naura langsung menarik tangan Naya pergi. "Permisi ya mas!" Kata Naura.
"Ig saya aja mas, Nayaimut!" Kata Naya seru yang sudah mulai menjauh dari Argo, ia hanya menggeleng dan tersenyum manis.
Setelah selesai berbelanja, mereka keluar dengan membawa kantong oleh-oleh dan wajah yang penuh kebahagiaan. Malam di Jogja terasa semakin indah dengan kebersamaan mereka.
Apa perasaan kalian, pada bab ini?
Kalian penasaran enggak, dengan Argo dan juga Naya?
kalau banyak yang penasaran, nanti tak buat Argo dan Naya.
Ada yang mau disampaikan, kalau ada tulis di komentar ya
Mohon maaf bila ada kesalahan kata dalam menulis 🙏
...Terimakasih sudah membaca...