Candra juvenal Dirgantara, cowok nakal, biang onar dan sok kece.oleh karena itu dia dijuluki "Bad Boy" kerena tingkahnya membuat para guru kewalahan.wajah Candra yang tampan pun seolah mempermudah dirinya untuk dikerumuni oleh siswi-siswi SMA Garuda.
***
Namun, semua daya tarik Candra seakan tidak berlaku bagi Alexa Faustine Pratama.Ia justru memandang Candra sebagai pengacau.maka dari itu ia selalu menghindar saat harus berurusan dengan Candra.
Tapi Candra malah menganggap itu sebagai tantangan dan semakin gencar mengusik ketenangan Alexa. Berhasilkah si Bad boy menaklukkan hati si ice girl, atau sebaliknya? Yuk , ikuti kisah mereka!
***
Jangan lupa tinggalin jejak ya!🙏
By: Charlos purba
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Charlos Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TIOTER
Setelah sekian tahun tak di anggap ada kini Alexa diperlakukan layaknya seorang anak oleh Aldo, ayah Alexa.
"Kaki kaku kenapa, nak?" tanya Aldi pada Alexa dengan nada khawatir dan terlihat jelas di mukanya.
"Nggak kenapa - kenapa, pa," ujar Alexa dingin.
Candra yang merangkul Alexa langsung menghadiahkan satu jitakan di dahi Alexa yang tertutupi sebagian rambut Alexa yang di gerai bebas.
"Apaan, sih lo?" protes Alexa sembarangan mengusap keningnya hasil jitakan dari Candra.
"Yang sopan sama orangtua," pesan Candra.
Alexa menghela napas berat. "Fine!"
"Candra mau makan dulu?" tanya Aldo ramah.
"Nggak usah, om. Tadi aku udah makan bareng Alexa di rumah. Aku baru tahu kalau Alexa jago banget masaknya. Mama sama papa aku aja sampai ketagihan," ucap Candra semangat.
"Alexa udah bisa masak? Kok papa baru tahu?" Aldo mengusap kepala Alexa. Alexa tak menjawab, Alexa menunduk menyembunyikan wajahnya.
"Kapan - kapan om harus coba masakan Alexa," tambah Candra.
Aldo tersenyum, mengingat berapa tahun lamanya dia melayangkan perang dingin terhadap Alexa, putri semata wayangnya. Rosa, kamu harus lihat Alexa sekarang, dia tumbuh menjadi gadis cantik yang kuat dan mandiri sekarang, ucap batin Aldo.
"Candra, pulang sama. Gue mau istirahat," usir Alexa
"Lo ngusir gue?kok, jahat sih?"
"Bodo amat," ketus Alexa.
"Jangan lupa, kalau perjodohan ini sampai batal, lo dan ....."
"Oke, fine! Nggak usah dibahas lagi!" dengus Alexa geram.
"Papa ke kamar dulu," Aldo menepuk pundak Alexa lembut, lalu berjalan manuju ke kamarnya yang terletak di lantai dasar.
Candra menatap Alexa lama.
"Apa lihat - lihat?" Ketus Alexa.
"Lo cantik."
"Udah tahu."
"Lo gemesin."
"Emang."
"Lo imut."
"Emang iya."
" Lo cinta sama gue?" Pernyataan dan pertanyaan di ucapkan oleh Candra dengan nada yang cepat dan Alexa pun menjawab nya tak kalah cepat.
"Emang iya." jawab Alexa tanpa sadar.
"Makasih sayang, aku juga cinta sama kamu," ucap Candra sambil mencium kening Alexa cepat.
Alexa membeku ditempat,memikirkan pertanyaan yang di berikan oleh Candra. Pipi nya bersemu, setekah mengetahui apa yang di ucapkan nya tadi. Pipinya bersemu bukan karena malu.
"Dasar, lo topeng monyet."
"Iya. Gue monyet ganteng."
"Apaan, sih?" Alexa menatap Candra bingung.
"Iya. Soalnya topeng monyet nya suka di kerubungin cewek- cewek," goda Candra.
Alexa hanya diam, tak berniat membuka suara. Mata Candra mengerling ke arah jam tangan di pergelangan kirinya.
"Gue balik yah, gue harus jemput kak Alvin."
"Udah, sana pulang," tukas Alexa cepat.
"Ngusir lagi nih. Yaudah gue balik yah, Sampai ketemu, sayang," ujar Candra sambil mengacak rambut Alexa gemas dengan tingkah Alexa kepadanya, lalu beranjak menuju pintu utama rumah Alexa, meninggalkan Alexa yang masih mematung di atas sofa.
Entah kenapa kata sayang yang terlontar dari Candra terdengar mengerikan di telinga Alexa. Tak terbayangkan jika Alexa punya pasangan seperti Candra. Selama ini ciri-ciri pria idaman Alexa pria yang memiliki sifat yang baik, sopan, rajin, menabung, pintar, dan lain sebagainya.
Tapi kini pemuda yabg sedang mendekatinya itu tidak memiliki satu pun kriteria pria idaman tersebut. Jelas sangat bertolak belakang dengan keinginannya.
♨️♨️♨️
Alexa keluar dari kamar mandi setelah berendam lima belas menit lamanya.
Ponsel Alexa bergetar, menandakan ada pesan masuk. Dengan segera Alexa meraih ponselnya yang terletak di atas nakas. Alexa menatap layar ponselnya, kening Alexa berkerut.
From : 081218099848
"sayang :)"
"Nomor iseng dari mana sih?" gerutu Alexa tanpa berkeinginan untuk membalas pesan singkat tersebut. Ponsel itupun kembali di letakkan di atas nakas. Alexa langsung mengambil tempat di atas kasur sambil mengeringkan rambutnya yang masih basah dengan menggunakan handuk kecil berwarna putih.
Ponsel Alexa bergetar lagi.
From : 081218099848
"Kok, nggak di balas, sih? Jangan bilang lo nggak tahu kalau ini nomor gue. Cowok paling ganteng sedunia - Candra gans."
Alexa memutar bola matanya malas. "Ini bocah dapat nomor gue dari mana?" Tanpa menunggu lama, jari - jemari Alexa sudah mulai menari di atas layar ponselnya, menyusun huruf per huruf kata per kata yang akhirnya menjadi kalimat.
______________________________________
To : 08121809xxxx
"Iya, lo paling ganteng sedunia hewan. Dapat nomor gue dari mana?"
From : 08121809xxxx
"Thanks honey, sweet banget, sih:)"
To : 08121809xxxx
"Pretttt...."
From:08121809xxxx
" Love you too hon:* lagi apa?"
To: 08121809xxxx
"Lagi nyari kebahagiaan dalam kesedihan."
From: 08121809xxxx
"Nggak nyari jarum di tumpukan besi?"
To : 08121809xxxx
"Bacot."
From : 08121809xxxx
"Ngga nyambung, sayang."
To : 08121809xxxx
"Yang penting gue gaul, nggak norak alias berandalan."
From : 08121809xxxx
" Sok gaul banget, sih. Lo lagi suntuk, kan? Ke taman Deket rumah lo, yuk! Ada yang mesti gue omongin."
To : 028121809xxxx
" Lewat SMS aja napa - _- Mager gue."
From : 08121809xxxx
" Gue otw."
______________________________________
Alexa lupa bahwa Candra sangat- sangat tak bisa di bantah. Akhirnya Alexa pun mengalah. Dengan segera ia menyambar sweater baseball hitam - putihnya dan langsung berlari keluar dari kamar, turun dari tangga, dan menuju ke pintu utama.
♨️♨️♨️
Matahari terbenam dengan sangat indah sore itu. Gradasi warna langit terbentuk dengan sangat sempurna. Pantulan kemerahan di permukaan danau menambah keindahan senja. Alexa duduk bertemankan gradasi langit dan danau yang terletak di tengah taman kompleks perumahan nya itu.
Puluhan batu kecil ia lemparkan kuat - kuat ke tengah danau untuk meluapkan kekesalannya kepada Candra.
Alexa meringis ketika mengingat sudah tiga puluh menit ia menunggu Candra ditempat ia duduk sekarang. "Otw, otw, omong kosong," Alexa berujar dengan wajah datarnya.
"Alexa!"
Suara itu terdengar tidak asing di gendang telinga Alexa. Sontak Alexa menoleh ke arah sumber suara dan Alexa pun menemukan Candra yang sedang berlari mendekatinya sambil membawa sesuatu di tangan kanannya.
"Tiga puluh menit." Alexa berdiri lalu memukul lembut jam tangan di tangan kirinya dengan jari telunjuknya.
"Sori, sori. Gue kena tilang sama polisi tidur tadi," ujar Candra asal.
Alexa mendelik tajam kemudian memukul lengan Candra dengan sekuat tenaganya. Candra menahan tangan Alexa yang memukul lengannya bertubi- tubi. Dengan ketangkasannya Candra mengambil tangan Alexa. Tatapan Candra terlihat sangat berbeda sore ini.
"Apaan, sih?" Alexa berusaha menutupi kegugupannya.
Alexa membasahi bibir bawahnya sekilas lalu memalingkan wajahnya kearah lain.
"Lihat gue, dong!" ucap Candra.
Alexa pun kembali menatap Candra, sinar matahari terbenam itu menambah tingkat kegantengan Candra. Membuat kedua pipi Alexa memerah.
"Lo nggak pengin nanya gitu, kenapa gue ngajak lo ketemuan di sini?" tanya Candra dengan seulas senyum di bibirnya.
"Oh, iya. Lo mau ngapain ngajak gue ke sini?" tanya Alexa cepat.
"Duduk dulu!" Candra menarik tangan Alexa supaya terduduk disebelahnya.
"Gue punya sesuatu buat lo," kata Candra.
"Apaan?" tanya Alexa.
"Benda ini yang buat gue telat sampai di sini . Gue nyari ke mana - mana nggak ketemu, udah habis, nggak jual. Setelah muter jauh, akhirnya gue baru ingat kalau benda ini di jual di toko aksesoris dekat rumah gue," kata Candra menyodorkan paper bag ukuran kecil bermotif Minion dan pisang.
"Hah?" Alexa tercengang dan dengan gugup menyambut uluran paper bag.
"Buka aja," perintah Candra.
Saat Alexa membuka paper bag tersebut, ia langsung menatap Candra dengan pandang yang sulit di artikan.
"Ini apaan?" tanya Alexa dengan wajah tegang saat paper bag tersebut telah berhasil dia buka.
"Ya, dreamcatcher. Jangan bilang lo nggak tau," kata Candra dengan tawa jahil di akhir kalimatnya.
"Gue tahu ini dreamcatcher. Tapi maksud gue ini buat apaan?" tanya Alexa gemas.
"Kan, kemarin lo cerita ke gue tentang mimpi lo, jadi gue punya inisiatif aja beliin lo beginian. kan, kata orang benda ini bisa menangkal mimpi buruk." terang Candra enteng.
Alexa mengeluarkan dua dreamcatcher warna pink dengan ukuran kecil dari dalam paper bag itu. Yang satu berbentuk seperti burung hantu dengan bulu dark pink. Dan yang satu lagi berbentuk seperti dreamcatcher pada umumnya.
"pink?" mata Alexa berbinar sembari menggenggam kedua dreamcatcher itu.
Candra mengangguk. "Iya-kan, lo pink-lover?"
"Tahu dari mana lo?"
"Gue tahu semua tentang lo."
"Bullshit. Anyway thanks lho, ya. Gue suka, warnanya juga lucu ," ucap Alexa riang.
"You are welcome sweety. Tapi nggak ada yang gratis," ujar Candra sembari tersenyum sinis.
Alexa langsung melotot kepada Candra.
"Nggak, nggak. Gue cuma bercanda. Seram amat sih, neng," jeda Candra sembari mencubit kedua pipi Alexa gemas. " Lihat sunset - nya bagus!" jari telunjuk Candra mengarah ke matahari yang sudah hampir tenggelam semua nya. Alexa berdecak kagum memandangi langit di sebelah barat itu.
"Keren, kan?" tanya Candra.
"Iya, keren."Alexa mengangguk, mengiyakan pertanyaan Candra.
"Kerenan mana sama gue?"
"kerenan gue."
"Cewek narsis."
"Lo juga!"
"Tapi lo suka."
Alexa memutar bola matanya malas. "Gue nggak suka sama lo."
"Boleh di ulang?"
Alexa mendengus. "Nggak ada siaran ulang."
"Ayolah," rengek Candra manja sambil memaut lengan Alexa dengan erat, membuat Alexa merasa risih dan akhirnya menyerah.
"Oke, oke,oke. Gue nggak suka sama lo!" ulang Alexa.
Candra menarik dagu Alexa, "ulang!"
Alexa menggigit bibir bawahnya, entah kenapa dia merasa gugup saat ditatap seperti itu.
"Ayo bilang kalo lo nggak suka sama gue." tatapan hitam milik Candra sedikit mengintimidasi setiap gerakan yang dilakukan Alexa.
"Gue...ah, udah deh, gue harus cepat-cepat pulang!" Alexa segera menepis tangan Candra dari dagunya.
"Ngeles mulu," sungut Candra.
"Gue pulang dulu yah. daahh. Makasih kadonya. sampai ketemu besok." Alexa bangun dan segera berlari meninggalkan Candra di tempat.
"Iya, sama-sama. ciyeee, yang berharap mau ketemu gue besok!" sorak Candra kegirangan.
"Ih, geer!" sahut Alexa dengan suara yang terdengar kian mengecil.
Candra terkekeh pelan. pandangannya kembali ke danau. Langit mulai gelap. Namun, Candra masih ingin tetap berada di taman itu. Menikmati semilir angin yang menerpa wajahnya, membuat rambut-rambutnya mengikuti kemana arah angin.
Mengingat betapa keras hati seorang Alexa selama ini, hati Candra sedikit bersorak melihat sikap Alexa yang semakin lama mulai melunak, sikap dingin yang mulai mencair. Candra sangat bersyukur akan perubahan yang sikap Alexa kepadanya.
intip playboy mengejar cinta❤😘 yuk
5rate
Tombol ❤
Salam my boss psychopath
Jaga kesehatan kakak ❤
Semangat ❤
maaf nih baru mampir lagi🤧🤧🤧