Dia adalah seorang pendekar hebat du abad kejayaan, dia adalah pahlawan wanita yang selalu di agung - agungkan oleh semua orang. Jangan tanya seberapa besar kekuatan nya, dantian Qi nya sudah melampaui batas manusia. Ia memiliki banyak jenis tumbuhan obat beserta senjata tajam yang sangat legenda dan sangat di incar oleh para kultivator.
Ia berjalan dengan perlahan di antara rintik nya hujan dan jalanan yang licin, seekor kuda liar berlari dari arah hutan dengan sangat kencang. Mei Rui, gadis itu yang mendapatkan serangan secara tiba - tiba pun terkejut hingga membuat dirinya jatuh dari atas tebing.
Cahaya silau merasuk indra penglihatan nya, secara tiba - tiba ia merasa seperti di sebuah danau yang cukup dalam. Beberapa ingatan masuk ke indra pengingat nya , mata nya terbuka ia mulai naik ke atas permukaan dan menghirup udara segar sebanyak - banyak nya. .
"Terimakasih nenek " ia berucap pergi sambil membawa gelang giok pemberian nenek pengemis.
baca kelanjutan cerita nya yuk
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uyuuun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perubahan Jenderal Huang
Semenjak sandiwara nya di istana jenderal Huang bersikap lebih baik dan lebih menyayangi Huang Mei, hal itu membuat Huang Mei tidak bisa bergerak dengan bebas. Jenderal Huang mengirimkan beberapa pengawal untuk menjaga kediaman Huang Mei, dengan begitu bukan kah Huang Mei tidak bisa pergi kemana - mana lagi sekarang.
"Menyebalkan ini semua karena ulah nya, aku jadi tidak bisa bergerak bebas sekarang " gumam Huang Mei membuat Nuan pelayan pribadinya hanya bisa geleng - geleng kepala.
"Mei'er apakah kau di dalam nak ? " tanya jenderal Huang.
"Iya ayah ! " teriak Huang Mei, Huang Mei duduk sambil memakan kudapan tidak lupa nuan yang berdiri di sebelah nya.
"Ayah ingin mengajak mu ke festival kuliner jika kau mau ikut kita bisa pergi bersama dengan kedua kakak mu " ajak jenderal Huang.
"Tentu saja aku mau ayah " ucap Huang Mei.
Huang Mei pergi bersiap - siap, tidak lama huang dong masuk dan menertawakan nya.
" Mau sampai kapan kau bersandiwara ? " tanya Huang Dao.
"Sampai waktunya tepat kakak " jawab Huang Ming.
Mereka pergi bersama menggunakan satu kreta, tentunya tidak ada Huang Wen, gadis itu telah pergi paling awal bersama pangeran ke empat. Festival kuliner di adakan setiap satu bulan sekali, para masyarakat berbondong - bondong menjual makanan terbaik mereka.
"Kakak aku mau kue KU "bisik Huang Mei.
Kue ku atau kue tok atau kue kura-kura merah (Âng-ku-kóe) adalah kue tradisional berbentuk bulat atau oval kecil yang dibungkus dengan kulit terbuat dari bahan ketan yang lengket dan lembut dengan isian manis di tengahnya. Kue ini dibentuk menyerupai cangkang kura-kura dan disajikan di atas selembar daun pisang. Kue ku secara tradisional berwarna merah dan memiliki tekstur kenyal dan lengket saat dimakan. Kue ini biasa disajikan saat Tahun Baru Imlek.
" Adik apakah kau mau mencoba kue KU ? " tanya Huang Dao berpura - pura.
Huang Mei mengangguk, mereka memakan kue ku dengan sangat nikmat tumben sekali ada yang membuat kue ku padahal tahun baru masih lama pikir Huang Mei.
"Emm sangat enak " ucap Huang Mei.
"Paman aku beli semua kue mu untuk putri ku " ucap jenderal Huang.
"Baik tuan " ucap sang penjual dengan sangat senang.
"Adik lebih baik kau duduk saja bersama ayah biar aku dan kakak pertama yang akan membeli semua makanan disini " ucap Huang Feng yang di setujui Huang Mei.
"Apakah kau senang putri ku ? " tanya jenderal Huang.
"Aku sangat senang ayah " jawab Huang Mei.
'Aku senang dan aku bahagia seperti yang aku ingin kan , memiliki keluarga yang menyayangiku'. batin Huang Mei.
Huang Feng dan Huang Dao datang dengan membawa banyak makanan, ada bebek panggang, tanghulu, sosis bakar, roti pao isi daging, dan banyak lagi lain nya.
"Kue beras dengan isian kacang merah ini enak dan juga kue osmanthus ini sangat enak " ucap nya dengan antusias.
"Jika adik suka , kakak kedua bisa membelikan nya lagi untuk mu " ucap Huang Feng.
"Tidak kakak , makanan ini sudah cukup nanti aku tidak bisa menikmati makanan yang lain nya " balas Huang Mei dwngan mulut yang tidak berhenti mengunyah.
"Tuan mohon di beli kacang kenari madu ini , di jamin rasanya sangat enak " ucap sang kakek yang terlihat jualan nya masih banyak.
"Kakek aku mau dua " pinta Huang Mei.
Huang Mei membuka bungkus kacang itu sedangkan jenderal Huang yang membayar nya.
"Emmm kacang ini enak sekali, ayah ayo beli semua kacang itu, kacang ini bisa aku jadikan cemilan di kamar ku " ucap Huang Mei.
Huang Feng yang penasaran pun memakan kacang kenari madu itu, rasanya manis , gurih bahkan kacang nya sangat renyah.
"Terimakasih tuan, nona semoga dewa selalu memberkati " ucap kakek tersebut.
"Kakek aku mau pesan 100 bungkus di antas ke kediaman Huang ya, aku akan membawa ke akademi nanti "ucap Huang Feng.
"Kalau begitu anda harus mengirimkan 300 bungkus perbulan ke kediaman Huang kakek, kediaman Huang akan menyediakan kacang yang enak ini " ucap jenderal Huang dengan serius.
"Terimakasih jenderal, terimakasih tuan muda , terimakasih nona ! " kakek itu merass beruntung di pertemukan dengan keluarga jenderal Huang.