Sebuah peristiwa yang membuat aku harus terikat pernikahan kontrak dengan seorang CEO yang kaya raya, dingin dan kejam.
Zahra terpaksa menikah dengan Zein, karena dia tidak mampu membayar ganti rugi setelah tidak sengaja menabrak mobil Zen.
Zein memaksa Zahra menikah dengannya karena dia harus menikah dalam waktu 1 bulan, jika tidak seluruh kekayaan dan perusahaan ayahnya akan diwariskan pada sepupunya.
Selama menikah dengan Zein, Zahra sangat menderita bukan saja Zein yang memperlakukannya kurang baik, tetapi ibu mertuanya juga sangat tidak menyukai nya. Dan berusaha memisahkan Zein dengan Zahra.
Ibu mertuanya ingin menikahkan Zein dengan Bella sapira seorang model terkenal. Hanya ayah mertuanya yang baik padanya.
Akankah Zahra memenangkan hati Zein??
Dan dapat mempertahankan rumah tangganya????
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamie kembar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jamaah yuk
Sampai dirumah Zein melihat ada mobil Henry didepan.
apa yang dia lakukan dirumah ku. batin Zein
Zein dan Zahra turun dari mobil, dan masuk kedalam rumah bersama.
"Assalamualaikum,...." Zahra memberi salam
"Waalaikum salam....." jawab mereka bersamaan.
Didalam ruang tamu ada pak Ahmad, mama Zein dan juga Henry.
Henry kaget melihat Zahra, begitupun sebaliknya...
"hai.. bagaimana kabarmu Zein, sudah berapa kali aku mencari mu, tapi tampaknya kau sangat sibuk," ucap Henry
"hai Zahra.... sapanya pada Zahra
"hei.... kak!! sapa Zahra
Zein kaget melihat Zahra telah kenal dengan Henry. Dimana mereka bertemu, jangan jangan.....'
pikiran jelek telah ada dikepalanya..
Pa, ma .. kak Henry,,, aku permisi ke atas dulu," ucap Zahra
Dia berlalu menuju kamarnya.
Zein masih dibawah berbincang dengan Henry.
"Ada perlu apa kau kesini," ucap Zein datar.
Dia merasa tidak suka dengan Henry, karena papanya akan menyerahkan perusahaan nya pada Henry kalau dia tidak mau menikah.
"Hei bro tenanglah,... Aku cuma mau mengucapkan selamat atas pernikahan mu, dan ada hal kantor yang ingin aku diskusikan", ucapnya
(memberi kode pada Zein bahwa dia ingin bicara berdua saja.)
"Baiklah ayo keruangan kerjaku," ajak zein
"Pa... ma.. kami keatas dulu"..Ucap Zein dan berjalan naik kelantai atas. Ruang kerjanya berada disebelah kamar tidurnya.
Henry mengikuti Zein, masuk keruangan kerjanya.
"Masuklah... dan silahkan duduk," ucap Zein.
"Spa yang ingin kau bicarakan?" ucap Zein datar dia juga duduk disofa berhadapan langsung dengan Henry.
Kenapa kau lakukan ini Zein?
Aku tau kau terpaksa menikah dengan Zahra kan, karena takut perusahaan akan diserahkan padaku!" Ucap Henry to the point.
"Jangan harap kau bisa melakukannya" ucap Zein penuh penekanan.
"Kau tak perlu takut, aku takkan melakukan nya, aku nggak tertarik dengan perusahaan mu.Aku cuma mau bilang, kenapa kau menikahi Zahra kalau kau tidak mencintai nya???"
"Itu bukan urusan mu!" ucap Zein semakin kesal. Henry terlalu ikut campur masalahnya.
"Kenapa harus dia? Kenapa bukan Bella?" tanya Henry lagi.
Zein melotot kepada Henry, dia semakin tak suka dengan sikap Henry yang sok ikut campur.
Henry yang melihat tataan Zein yang mematikan, menghela nafas.
"aku nggak bermaksud ikut campur, aku hanya kasihan padanya, dia perempuan baik baik Zein. Kau memaksa dia menikah denganmu, tapi kau menyakiti hatinya dan kau menyiksanya."
"Dia istriku terserah aku mau berbuat apa,". ucap Zein ketus
"Aku tau, tapi apa kesalahannya hingga kau menyakitinya hingga seperti ini!"
"Dua kali aku melihat dia di pinggir jalan, dan aku yakin pasti kau yang menurunkannya disana. Dimana hati nurani mu Zein, apa salahnya hingga kau begitu kejam padanya?" ucap Henry.
" Kenapa kau terlalu ikut campur Henry, atau.... jangan jangan kau menyukainya!'
" Tidak,, aku hanya kasihan padanya. Perempuan baik dan sholeha seperti dia tidak pantas kau perlakukan seperti itu."
Dan untuk perusahaan, percayalah aku tidak tertarik sama sekali."
Henry berjalan meninggalkan Zein diruangannya. Didepan pintu dia kembali berkata
"jangan sampai kau menyesal setelah dia pergi meninggalkan mu," Ingat itu.
Henry berjalan turun dan pamit untuk segera pulang kerumahnya.
Zein terdiam dia mencerna kata kata Henry tadi, dia termenung sendiri.
Beberapa menit kemudian dia berjalan ke kamarnya dan masuk ke dalam. Dilihatnya Zahra sedang sholat isya.
Lama dia mandangi Zahra dan kembali kata kata Henry terngiang di telinganya.
Dia kemudian mandi dan merebahkan tubuhnya di ranjang.
Zahra mengambil.bantal dan selimut kemudian dia berbaring di sofa.
dia memanggil Zein.
"Zein....."
"boleh aku minta sesuatu,,," ucapnya pelan
"ada apa?'
"aku mau ke kampung, aku kangen ayah dan ibu, boleh??? rayu Zahra
" tidak!!"
"kenapa, besokkan hari Minggu "
"sini,..... panggil Zein
"cepaaat..."
kamu tidur disini,
Zein menepuk ranjang disebelahnya.
Zahra pindah dari sofa dan berbaring di ranjang disebelah Zein.
"kalau aku bilang tidak, berati tidak boleh, paham"
"sekarang kamu cepat tidur,!"
Zahra kesal, dia mengambil bantal nya kembali dan berbaring di sofa. dia mengerucutkan bibirnya.
dia kesal.
"dasar Mr arogan," ucapnya pelan
tapi dapat didengar Zein.
"apa kau bilang" ucap Zein ketus
"hehehe tidak ada" ucap Zahra nyengir dan buru buru memejamkan matanya.
Zein menggurutu mendengar ucapan Zahra.
tak lama keduanya terlelap tidur.
Pagi harinya....
seperti biasa Zahra bangun dan segera mandi. dia akan segera menunaikan kewajiban nya kepada Allah SWT.
dilihatnyan zein masih terlelap
dia bergegas keluar kamar, menuju ruang sholat. dia melihat pak Ahmad sudah bersiap siap untuk sholat.
pak Ahmad melihat Zahra datang,
"mari kita sholat berjamaah, ucap pak Ahmad
"baik,, pa'
mereka pun akhirnya sholat berjamaah. setelah sholat pak Ahmad menanyakan zein.
" Zahra, mana suamimu?'
"apakah dia masih tidur?"
" ya... pa' ucapnya
ibu dan anak sama saja ucap pak Ahmad berlalu menuju Zahra.
dia tamapk kecewa..
Zahra masuk kedalam.kamar.
dia mengambil Al Qur'an dan membaca surat Yasin tepat disebelah Zein.
Zahra membaca dengan suara yang kuat.
Zein yang mendengarnya merasa tidurnya terganggu..
"apa apaan ini , kenapa kau berisik' tanya Zein
" aku sedang mengobatinya mu'
"tapi aku tidak sakit"
" kata ibuku, kalau orang sakit dibacakan surat yasin.pasti akan sembuh,"
"tapi aku baikanbaik saja, aku sehat" ucap Zein kesal.
dia geram sekali melihat Zahra.
" tidak, kamu sakit Zein"
' kau memiliki dua penyakit berbahaya pertama kau susah bangun pagi kedua tidak sholat shubuh."
"itu namanya penyakit rohani, karena kau kekurangan vitamin rohani"
"dasar gila, "umpat Zein kembali menarik selimutnya
"walau aku gila, tapi aku sudah melaksanakan kewajibanku,"
"ayo.. banguuuuun"
"Zein banguuuun"
"lima menit lagi, Zahra"
"cepat banguuuun atau aku akan menciummu"
Zein bangkit mendekati zahra
"sini ..sini ..cium...cium"
dia memajukan wajahnya, sontak Zahra langsung mundutr, dia takut.
"cakap saja yang berani, sudah sana aku masih ngantuk'
Zein kembali terlelap dan tidur..
Zahra sudah berlari menjauh. dia memilih turun kebawah dan membantu membuat sarapan.
karena hari ini hari Minggu, Zahra tidak berangkat ke kantor.
Zahra membantu mbok inem memasak didapur.
sejak dulu Zahra suka sekali memasak.
dia selalu membantu ibunya ketika di kampung.
maaf kalau masih banyak typo, maklummini novel perdana saya.
malam ini up 3 episode ya...
jangan lupa dukung penulis dan beri tanda like dan vote ya. thanks....
lupa ya klo dia baiknya baru 2 hari