NovelToon NovelToon
Putra Buta Milik Mafia

Putra Buta Milik Mafia

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Ibu Pengganti / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Pasha Ayu

TAMAT SINGKAT 02 NOVEMBER 2023

Sebuah trauma menjadikan Casey menjadi pribadi yang lain. Trauma masa lalu, membuat Casey tak ingin lagi membuka mata indahnya.

Bukan buta permanen, Casey sendiri yang memilih untuk tak mau melihat dan selalu menutup mata hazel miliknya dengan kain hitam.

Mellan, gadis sandera yang bisa membuat perubahan dalam hidup putra tampan milik Ellard yang notabennya seorang Mafia.

"Kau sudah tahu tugas mu di sini hmm?"

Di bawah hunusan pistol Mellan mengangguk dengan cepat. "Bagus, bertugas menjadi istri ku tanpa menggoda ku. Mengerti?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pasha Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PBMM TIGABELAS

Hari-hari terlewatkan, dan waktu cepat sekali berlalu, seakan tak malu untuk melewati masa lalu yang sedari jauh telah setia menunggu. Namun, jika hukum perputaran bumi membuat masa depan hanya akan berakhir dikenang, apalah daya.

Ellard turun dari helikopter, dan langsung disambut oleh orang-orang yang telah membeli jasanya; orang dengan background politik yang memerlukan jasa perlindungan dari tim handal Ellard.

Ellard membawa sejumlah peti berisi senjata api yang akan disematkan pada ratusan anggota Ett-mörker yang tengah bertugas di lingkungan klien yang ada di kota ini.

Senjata terbaru dan terbaik yang akan menjamin keamanan para anggota Ett-mörker dari siapa pun yang berpotensi menimbulkan kekacauan bagi kliennya.

Dari tempat itu, Ellard bertolak ke kota lain yang juga merupakan kota di mana kliennya tinggal menetap. Di sana sebagian anggota Ett-mörker juga memerlukan perlengkapan keamanan yang baru.

Earphone, pistol, sarung tangan, dan lain sebagainya. Ellard perlu memastikan para anggotanya tidak kurang suatu apa pun dalam misinya saat mendampingi sang klien.

Rata-rata klien Ellard, orang dari kalangan elit politik yang memang perlu pendampingan keamanan secara khusus. Dan Ellard selalu mengganti perlengkapan para anggotanya setiap dua bulan sekali.

Ellard berkeliling ke penjuru arah, demi mendatangi satu persatu klien dan para anggota Ett-mörker yang tersebar di mana mana. Berpindah dari negara satu ke negara lainnya, hijrah dari kota satu ke kota lainnya.

Cukup melelahkan, hingga di akhir bulan Ellard baru bisa pulang lagi ke rumah rahasia miliknya yang dulu dibeli bersama Carolline.

Turun dari mobilnya, satu pelayan perempuan bergegas menyambut dan membukakan mantel hitam yang menempel di tubuh Ellard.

Lelaki itu berjalan cepat menuju kamar miliknya. Sempat matanya melirik ke kamar milik Casey yang sudah tertutup dengan rapat.

Malam begini, sudah dipastikan kalau putra semata wayangnya telah tertidur bersama Mellan tentunya.

Tiba di kamar, Ellard menjatuhkan punggung di atas ranjang king sizenya. Akhirnya, setelah sekian Minggu berkelana, dia bisa menghirup aroma kamarnya yang seksi.

Matanya menatap langit-langit. Meraba raba permukaan tempat tidurnya. Dia baru teringat pada Carolline yang belum dia jumpai sedari sampai di rumah ini.

Ellard bangkit dan keluar kamar, di depan pintu kamarnya Carolline tersenyum kikuk mendapati dirinya sudah di rumah.

Alih-alih mendapat sambutan. Ellard menatap Carolline dari atas hingga bawah, sepertinya wanita itu baru saja keluar dari rumah.

"Dari mana saja kau?" tanya Ellard.

"Mmmh, ke salon." Carolline tersenyum keki.

Ellard mendekat dan mencium rambut, leher, lalu bibir istrinya lantas berdiri tegak seperti semula. "Istirahatlah, kau tampak kelelahan."

"Ellard." Carolline menggeleng dengan wajah manja. Wanita itu meraba dada Ellard untuk dibuka kancing kemeja hitamnya.

"Aku lelah Carol." Dengan tatapan datar, Ellard mencekal tangan Carolline yang telah sampai pada resleting celana hitamnya. "Lebih baik, kamu bersihkan dulu alkohol di bibirmu."

Carolline sedikit terperangah. Jadi Ellard menciuminya barusan hanya untuk memastikan apa saja wewangian yang menempel di tubuhnya.

"Kau minum kan?"

"I-iya."

"Istirahatlah," titah Ellard.

Carolline mengerut kening, dia sempat terdiam beberapa saat untuk menatap punggung Ellard, tapi kemudian masuk ke dalam kamarnya setelah melihat Ellard masuk ke dalam kamar Casey.

"Apa yang ku lakukan. Harusnya aku datang lebih dulu dari pada Ellard!" gerutu Carolline.

...*/*/*/*/*/*...

Di kamar Casey, Ellard mendekati ranjang putranya. Meraba dua makhluk yang sangat dikenalinya.

Jelas Mellan sudah berbaring dengan putra tampannya di kamar yang sangat gelap ini. Berjarak sedekat ini, aroma damai Mellan merasuk ke dalam indera penciumannya.

Seperti dulu sebelum Carolline kembali, Ellard ikut berbaring di belakang Mellan, meraba pelan bagian tubuh yang lama dia rindukan, dari paha sampai ke pinggang. Menghirup dalam-dalam wangi vanila dari surai lurus wanita itu.

"Aku tahu kamu tidak tidur." Ellard berbisik di telinga Mellan yang agaknya meremang. Bisa dirasakan bulu-bulu halus di lengan Mellan yang terangkat seluruhnya.

"Kau merindukanku rupanya? Tubuh mu tidak menolak sentuhan ku." Ellard meraba bagian yang akan membuat Mellan menggelinjang.

Namun sayang, ditepis kasar. "Aku memang tidak tidur, Ellard. Tapi biarkan aku merdeka sebelum kamu mengeksekusi mati aku."

Sontak Ellard mengernyit. Ellard kemudian mengingat kembali, tenggat waktu yang dia berikan untuk Edgar dan Mellan sudah hampir selesai, bahkan bisa dikatakan sudah selesai, dan tinggal menunggu detik-detik eksekusi saja.

"Dua hari lagi waktu ku, dan Casey belum juga berani membuka matanya. Dua hari lagi aku akan mati, Ellard. Kau akan membunuh ku dengan tangan mu sendiri, jadi tolong, biar aku merdeka di penghujung umur ku."

"Mellan..." Ellard menggeleng.

"Pergi atau aku teriak di depan putra mu!" ancam Mellan.

Sebagai lelaki, tentu Ellard tertampar oleh penolakan wanita itu. Ellard beranjak pergi dari kamar Casey.

Tiba di luar, Ellard mengambil guci antik untuk di banting hingga hancur berkeping keping.

"Huaargh!" teriaknya murka. Beraninya Mellan menepisnya, Ellard bisa gila jika begini. Ellard meraih satu guci lagi untuk di banting.

"Ellard, kau kenapa?" Dari kamarnya, Carolline berlari dan mencegah guci ke tiga yang akan di hancurkan suaminya. "Ada apa ini?'

Ellard menatap tajam Carolline yang bingung dengan aksi brutalnya. "Lepas!" Lelaki itu keluar rumah dengan gemuruh di dadanya.

Carolline menatap ke sekeliling. Dua guci antik mahalnya pecah, dan semua itu karena Ellard baru saja masuk ke kamar Casey.

Tidak mungkin Casey yang membuat Ellard semarah itu. Siapa lagi yang berpotensi menyulut emosi Ellard selain Mellan.

"Sundal!"

Carolline meneriaki Mellan dengan menggebrak pintu kamar Casey. Tak lama Mellan keluar dengan wajah yang sedikit marah karena takut Casey terbangun.

"Ada apa, Casey baru saja tidur!" ketus Mellan.

Carolline menjambak Mellan. "Berani kau buat suamiku marah hah? Lihat, guci antik mahal ku dipecahkannya!" teriaknya.

Meski rambutnya seperti akan putus dari kepalanya, Mellan menyeringai. "Apa Ellard marah?"

"Tentu saja," tukas Carolline. "Kau orang yang paling menjijikkan di muka bumi ini! Siapa yang tidak akan marah padamu?!"

Mellan menghempas Carolline, lantas meringis ringis saking kuatnya Carolline saat menarik rambut lurusnya.

"Maaf kalau aku membuat suami mu marah, Carolline. Ku pikir sudah ada kau di sini. Aku kira Ellard tidak akan marah saat aku menolak sentuhan-sentuhannya barusan."

-Apa....

Carolline tercengang. Jadi itukah tujuan dan maksud Ellard datang ke kamar Casey? Untuk meminta layanan ranjang Mellan?

Barusan, Ellard menyuruhnya beristirahat dan beralasan lelah. Lantas kenapa Mellan bilang Ellard meminta layanan ranjang padanya?

"Layani suamimu dengan baik. Supaya kau tidak melihatnya marah karena aku menolak sentuhan-sentuhannya."

Carolline termangu, jadi apakah Ellard sudah beralih menyukai Mellan? Jika dulu Carolline maklum karena dirinya tidak di rumah.

Hari ini dia ada di sini, yang bahkan sebelumnya Ellard sempat menolaknya. Lalu untuk apa Ellard mendatangi Mellan dan mengajak wanita itu bercinta?

Carolline mengepal kuat tangannya. Matanya kian beralih menatap tajam Ellard yang kini menembaki papan target dengan wajah yang hampir meledak, di taman belakang rumah.

Terlihat juga Ellard melampiaskan amarahnya dengan meneriaki sejumlah anggota Ett-mörker yang berada di sekelilingnya.

Kenapa Ellard sekecewa itu saat Mellan menolaknya bercinta? Ada apa dengan pria dingin itu?

1
Rusminah
aku balik baca ini kak acha😍
PASHA: ciiiyaaaaat....
total 1 replies
Mamy Bayuk
tq karyanya sis, tetap semangat,good luck n faithing!!!!
lia rahma
kirain masih ada boncapnya
Neng Luthfiyah
ganteng bnget sih😍😍😍
citraalief
maaf kalo boleh tau yang pertama apa yaa😊🙏 di apl sini juga atau beda kak Pasha🙏🙏
PASHA: Otay tama² akakkkk
total 3 replies
Endang Sulistia
jiwa Cassanovanya mulai keliatan
Alda Margareta
gak ada tegas2nya si ellard ,malah nyalahin melan lagi/Smug/
Nike Sulistiani
keren
Annie Soe..
Karya yg bagus,
trm kasih thor, semangat & teruslah berkarya..
Ana Akhwat
Mampir
Annie Soe..
Kereenn Casey,,
Lacak & segera temukan mommy mellan..
Annie Soe..
Bos mafia duel di tantang main congklak..
YuWie
Luar biasa
Renesme
Baguss 👍👍
Ricis
tunjukkan kemampuanmu tuan muda kecil, selamatkan momy mu
riskawati ika
keren
Riris riris
bagus
Suciana Anita Wardani
Luar biasa
🔵🍁NuNa🌹 ❀ ⃟⃟ˢᵏ
masih nyimak cerita yang bikin penasaran
Yani Saja
suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!