(AWAS. KHUSUS ***++ ADA BANYAK ADEGAN MEMANCING GAIRAH. JANGAN YA DEK YA) Dia dikhianati pacarnya. Dia berusaha menenangkan diri di kamar sebuah hotel. Tapi dia malah diperkosa oleh Gerson, seorang CEO sombong karena suatu kesalah-pahaman.
Bella hamil dan diusir orang tuanya dari rumah. Dia harus melahirkan dalam kondisi sulit.
Tujuh tahun kemudian, Bella kembali dipertemukan dengan Gerson dan harus bekerja di kantornya Gerson.
Di saat yang sama, Bella melihat wawancara Gerson di Youtube. Dia meminta anak-anaknya untuk menjauh kalau melihat Gerson.
Tapi anak kembarnya yang jenius itu, memilih untuk bertindak sebaliknya. Bukannya menjauh, mereka malah terus menyerang Gerson.
Sejak itu, hidup Gerson tidak lagi tenang karena terus diganggu oleh si kembar jenius.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gregorious, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13 Kita akan terus Kerjai Ayah Kita itu
Gerson masih terus menunggu di taman sambil menatap ke arah layar handphonenya menunggu kalau-kalau ada chat balasan dari hacker yang harus dia temui di taman ini.
Gerson sempat mendengar suara bunyi-bunyi seperti bunyi suara traktor tapi dia mengabaikan suara-suara itu. Dia pikir ada traktor yang lewat di belakangnya.
Tiba-tiba saja Gerson jadi sangat kaget saat ada banyak sekali cairan yang menimpa dirinya tubuhnya langsung tertutup oleh cairan yang ternyata adalah cairan tinja.
Gerson segera berdiri. Bahkan dia biarkan handphonenya yang sudah penuh dengan tinja jatuh ke tanah di taman ini.
Saat Gerson sudah berdiri Gerson baru sadar ternyata tinja itu berasal caping sejenis alat berat yang baru saja dimuntahkan isinya ke arah Gerson.
Gerson berusaha membersihkan dirinya terutama wajahnya saat menyadari kalau cairan yang menimpanya memang adalah cairan tinja juga ada gumpalan-gumpalan tinja berwarna kekuning-kuningan.
Gerson langsung berteriak-teriak. Setelah itu, Gerson langsung mendekati alat berat yang membuat dia mandi tinja itu.
Seorang lelaki berumur 40 tahunan yang memakai alat berat itu kini turun dari alat berat itu.
"KENAPA KAMU MELAKUKAN INI PADAKU!!!" teriak Gerson. "AKU AKAN TUNTUT KAMU! KAMU AKAN DIPENJARA KARENA PERBUATANMU INI!"
"Loh, bukankah ini permintaan bapak?" tanya operator alat berat itu dengan wajah terlihat mulai ketakutan.
"Permintaanku? Mana mungkin aku minta permintaan seperti ini?" kata Gerson bingung.
"Iya. Anakmu yang menyewa aku. Lewat perusahaanku dia mengirim uang yang banyaknya 20 juta rupiah hanya untuk menyiram anda dengan tinja ini. Katanya sebagai perayaan karena akhirnya bapak keluar dari perusahaan penyedot tinja dan sekarang menjadi CEO di perusahaan besar. Jadi ini sebagai perayaan. Bapak sendiri yang minta untuk disiram tinja. Itu permintaan Bapak sehingga anak bapak menelepon perusahaan kami, Pak."
"Ini ngaco belo. Aku tidak punya anak. Bagaimana mungkin ada anak yang mengaku-ngaku sebagai anakku dan mengirim permintaan yang tidak masuk akal itu? Aku tidak pernah menyuruh hal seperti itu! Kamu mengada-ada! Aku tetap akan menelpon pengacaraku dan membawa kalian ke pengadilan. Apa nama perusahaanmu dan siapa namamu?"
Gerson berusaha mengambil handphone dari saku bajunya tapi dia baru sadar kalau handphonenya sudah penuh tinja dan berada di bawah bangku taman dan dia terlalu jijik untuk mengambil handphone itu.
"Mana kartu namamu? Ayo berikan kartu namamu!" sembur Gerson.
Dengan takut-takut karena merasa sudah bersalah, maka operator alat berat itu langsung mengeluarkan dompetnya dan mengambil serta memberikan kartu namanya kepada Gerson.
"Oh iya. Di situ ada kran air, Pak. Bapak bisa membersihkan diri bapak di situ. Maafkan aku, pak. Nampaknya ada orang yang menjahili perusahaanku dan mungkin menjahili Bapak. Nampaknya itulah yang terjadi."
"Pokoknya aku akan menuntut kamu dan perusahaanmu!" Gerson pergi juga ke kran air yang disebutkan oleh operator alat berat itu.
Saat Gerson membersihkan diri di bawah kran air sambil membungkuk, operator itu yang merasa bersalah, berusaha untuk membantu Gerson membersihkan tubuhnya tapi Gerson terus menolaknya.
"Aku akan berurusan dengan perusahaanmu. Nantikan hukuman untukmu." Setelah berkata seperti itu Gerson segera menuju ke arah mobilnya dan masuk ke dalam mobilnya serta memutuskan untuk menuju ke apartemennya.
**
Di tempat lain, Julian bertanya kepada Julius, "ayah kita akan menuntut perusahaan bapak itu. Lalu bagaimana ini? Kan kasihan bapak itu. Dia tidak bersalah. Dia hanya mengikuti kemauan kita."
"Tenang. Semuanya sudah aku perkirakan. Begini, saat Ayah kita membersihkan diri di bawah keran air itu, maka kartu nama yang sempat dia taruh di sakunya itu jatuh keluar dan jatuh ke saluran air. Jadi, ayah kita tidak akan tahu siapa perusahaan yang mengusili dirinya itu dan aku yakin besok dia akan berubah pikiran tidak akan lagi menuntut perusahaan itu dan operator alat berat itu."
"Benarkah?"
"Ya. Lagipula supir dan alat berat itu langsung meninggalkan taman itu sementara semua CCTV taman, sudah aku rusak. Jadi, ayah kita tidak akan bisa menemukan apa-apa."
Mendengar kata-kata Julius itu, Julian pun menarik nafas lega.
**
Dengan tubuh basah kuyup,
Gerson memutuskan untuk menuju ke apartemennya.
Di dalam mobilnya ada handphone kedua miliknya. Karena itu, Gerson segera menelpon Tony supaya Tony segera menyiapkan materi gugatan kepada perusahaan dan operator alat berat yang baru saja menyiram tinja ke tubuhnya.
"Perusahaan apa yang melakukan itu padamu, bos? Biar aku segera melapor ke pengacara kita."
Gerson berusaha merogoh sakunya tapi dia tidak menemukan kartu nama yang tadi diberikan oleh operator alat berat. "Aku tidak tahu. Kartu nama yang diberikan operator alat berat itu hilang."
"Lalu bagaimana ini, bos?" tanya Toni di ujung telepon.
"Kamu coba cari semua perusahaan alat berat di kota ini dan cari nama-nama operatornya. Mungkin setelah melihat foto, aku bisa tahu siapa orang yang melakukan hal ini kepadaku malam ini."
"Baik bos akan segera aku cari."
"Oke."
Sesampainya Gerson di apartemennya, dengan tubuh basah kuyup dia langsung masuk ke dalam lift. Dia merasa sangat kedinginan dan langsung terbersit satu keinginan di hatinya.
Wajah arsitek bernama Bella yang baru Gerson kenal, langsung muncul di benaknya. Dia ingin mengundang Bella ke apartemennya.
Tapi kemudian, Gerson berpikir lagi. "Hmmm, nampaknya akan susah untuk aku mengajak dia ke apartemenku karena dia belum terlalu mengenalku. Lebih aku mengajak wanita lain dulu."
Karena itu, begitu Gerson masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi, kemudian dia menelpon seseorang.
"Halo, sayang. Sudah lama kamu tidak meneleponku. Suprise banget deh mendapatkan telpon darimu," kata suara manja di ujung sana.
"Aku ingin kamu ke apartemenku sekarang juga, Clara."
"Baik, sayangku. Aku akan segera ke sana."
"Oke, aku tunggu." Setelah itu, Gerson langsung memutar shower dengan kencang untuk membersihkan semua bekas tinja di rambut, wajah dan tubuhnya.
Sambil mandi Gerson terus menggerutu. "Awas kamu, hacker. Kamu akan merasakan pembalasanku. Aku akan mencarimu sampai dapat dan menghabisi kamu!"
Di tempat lain, Julius nampak marah-marah. "Ayah kita itu akan kencan dengan wanita lain. Huh! Dia betul-betul ayah yang buruk."
"Iya. Untung saja kamu telah menyadap handphonenya sehingga kita bisa mengetahui ajakan kencannya kepada seorang wanita."
"Tuh kan. Karena aku telah menyadap semua handphonenya maka kita bisa mengetahui kelakuan busuknya itu. Iya kan?"
"Iya. Aku malu mempunyai ayah seperti itu. Dia menelantarkan Mama dan kita dan ternyata dia lebih suka main-main dengan wanita-wanita lainnya. Sekarang, aku benar-benar akan ikuti maumu untuk membalas dendam padanya."
"Kamu tenang saja, Julian. Setelah kita masuk dalam kehidupannya, maka Ayah kita itu tidak akan bisa lagi main-main dengan perempuan lain."
"Apa maksudmu, Julius?"
"Inilah tujuanku menyadap telepon ayah kita. Itu supaya kalau dia berusaha kencan atau bertemu dengan wanita lain maka dia tidak akan berhasil karena kita akan merintanginya."
"Caranya bagaimana, Julius?" tanya Julian penasaran.
"Seharian ini saat ayah kita di kantor, aku kan sudah menyelundupkan beberapa alat ke dalam apartemennya ayah kita lewat petugas housekeeping yang membersihkan kamar ayah saat dia membersihkan apartemen ayah kita. Jadi, alat-alatku dan robot-robotku sudah berada di dalam kamar itu."
Julian langsung bertepuk tangan. "Aku ingin melihatnya. Aku ingin melihat Apa yang kamu lakukan di sana."
Julius langsung tertawa licik. "Kamu akan segera melihatnya. Kita akan terus kerjai ayah kita itu."
dia tukang celap celup dan itu menjijikan
kuharap ada tokoh yang lebih baik dari dia buat jadi jodohnya Bella
dari judul cerita ini tuh menceritakan anak kembar yang jenius, jadi saya harap jodoh nya Bella bukan gersang
kalo aku jadi Bella sih kuludahin aslii
karna ga bakal ada laki laki yang bisa benar benar lepas dari kebiasaan nya apalagi ini soal kenikmatan duniawi