NovelToon NovelToon
Taurus Di Antariksa

Taurus Di Antariksa

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:101.4k
Nilai: 5
Nama Author: bung Kus

Dyah Alfah Antariksa.
Menemukan dirinya terjebak dalam kehidupan fresh graduate yang penuh tekanan. orangtua yang menuntut untuk segera mendapat pekerjaan mapan, juga soal perjodohan. rasanya kehidupan sesak, oleh tuntutan lingkungan.
Taurus Eka Pradipta cowok ganteng, yang konyol dan sembrono. Menjadi tulang punggung keluarga setelah ditinggalkan Sang Ayah. Jalan hidupnya terjal, namun dia selalu ceria.

Bagaimana jika mereka berdua ditemukan oleh takdir??

Tulisan pertama genre Romance
Nggak tahu bakalan asyik atau nggak
coba saja dulu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bung Kus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiga belas

Hari kedua di kota Madiun merupakan hari yang sangat sibuk untuk Mas Ta. Kantor cabang yang ditempati Mas Ta nyatanya cukup semrawut soal pembukuan keuangan. Mas Ta tidak terlalu pandai dalam hal akuntansi. Kelebihannya adalah ulet dan pantang menyerah. Namun siang ini otaknya benar-benar merasa gerah.

"Mbak Firda, kenapa bisa di bulan Juni tahun lalu sama sekali tidak tertulis uang yang masuk dan keluar?" tanya Mas Ta sambil menggaruk-garuk kepalanya yang berketombe.

"Maaf Mas, semua itu sesuai permintaan pimpinan yang sebelumnya," jawab Firda menghindari masalah.

"Mbak, perlu kamu tahu, sebelumnya aku seorang kurir di kantor pusat Trenggalek sana. Aku tidak pintar dalam hal begini. Tapi sebodoh-bodohnya aku, catatan keuangan ini jauh lebih tol*l," protes Mas Ta membolak balik buku bersampul hijau itu.

"Iya Mas, aku mengerti. Tapi, baik aku ataupun Tarjo tidak ada yang berani membantah perintah pimpinan yang sebelumnya," jelas Firda.

Mas Ta menghela nafas. Dia menatap langit-langit ruangan yang kusam. Benaknya mengawang jauh. Mas Ta menyadari, manusia memang makhluk yang sulit untuk merasa puas. Bukankah honor kepala cabang sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup? Tapi masih juga ada orang yang tidak bersyukur, malah menggelapkan uang perusahaan.

"Sebenarnya sama Pak Bono aku tidak ditugasi untuk mengurus hal yang sudah terlewat. Aku ditugasi mulai bulan ini dan seterusnya agar membuat cabang kanigoro menjadi pilihan warga sekitar untuk mengirimkan barang. Tapi aku punya rencana untuk melakukan beberapa perubahan. Sayangnya perubahan itu sulit dilakukan jika aku tidak tahu berapa jumlah pasti uang yang kita miliki di cabang ini," lanjut Mas Ta. Firda diam saja tertunduk. Komputer di hadapannya yang biasa untuk main zuma itu hari ini belum disentuhnya.

Mas Ta melonggarkan kerah bajunya. Udara memang terasa gerah, apalagi beban pekerjaan yang terasa berat bagi Mas Ta. Mungkin memang perlu adaptasi, atau jangan-jangan dirinya belum mampu mengemban tugas baru. Begitulah pergolakan yang terjadi di benak Mas Ta.

Sementara itu, Dyah sedang duduk di depan televisi. Ayu keluar dari kamar dengan koyo di kedua pelipisnya. Dyah mengernyitkan dahi, tanda heran.

"Kok nggak sekolah?" tanya Dyah penasaran.

"Mbak ndak lihat?" sergah Ayu sembari menunjuk koyo di pelipis.

"Kenapa?" tanya Dyah lagi.

"Sakit kepala Mbak," jawab Ayu singkat. Dia duduk di sebelah Mbak Yu nya.

"Kurang minum air putih itu," sambung Dyah asal.

"Kok badanmu nggak panas?" tanya Dyah saat bersentuhan dengan Ayu yang duduk di sampingnya.

"Ya. . .engg ya emang sakit harus panas?" Ayu terlihat membuang muka. Dyah menyadari gelagat aneh adiknya.

"Hmm, kamu bohong ya? Kamu nggak beneran sakit?" desak Dyah dengan bola mata yang membulat. Ayu terlihat salah tingkah, membuat Dyah semakin yakin dengan dugaannya.

"Waahh, tak bilangin Bunda yaa," ancam Dyah dengan senyum licik.

"Buundd. ." Dyah hendak berteriak, namun tangan Ayu dengan cekatan membekapnya.

"Mbaakk, bisa diam nggak?" Ayu melotot.

"Heh, bocah. Sekolah itu penting. Bisa-bisanya nggak masuk alasan sakit. Padahal aslinya malas kan kamu?" hardik Dyah dengan mata melotot.

"Sabar Mbak, tak jelasin dulu," sergah Ayu. Dia terlihat ketakutan.

"Apa?" desak Dyah. Ayu menghela nafas.

"Pertama, hari ini tuh nggak ada pelajaran. Ada pentas seni di sekolah," jelas Ayu sedikit berbisik.

"Ya tapi kamu nggak boleh bolos Tukineemmm." Dyah melotot dengan nada yang tinggi melengking, mungkin sampai di 10 oktaf.

"Masalahnya Mbak," ucap Ayu ragu-ragu. Dyah mengangkat dagunya tinggi-tinggi.

"Ada cowok, namanya Andre," bisik Ayu tertunduk.

"Hah? Gimana? Ngomong yang jelas," desak Dyah.

"Andre ketua ekskul drama. Terus untuk pementasan kali ini ceritanya romeo dan juliana. Andre jadi pemeran utama, terus pasangannya dia malah pilih si Sifa daripada aku Mbak. Jadi aku emoh datang, emoh lihat pementasan drama," jelas Ayu dengan wajah memerah.

Dyah nyengir. Dia tidak menduga adiknya yang dirasa bau kencur itu ternyata sudah memiliki kisah asmara yang pelik. Ayu tidak terpilih, tentu itu menyakitkan. Dyah merasa kasihan sekaligus ingin tertawa di saat yang sama.

"Kurasa aku tidak bisa memberimu nasehat soal cinta-cintaan ya. Tapi satu hal Ayudisa, kamu harus fokus dengan pendidikanmu. Kenapa? Karena kesuksesan orang itu ada 2 faktor. Relasi dan prestasi. Jika kamu tidak memiliki cukup relasi, maka kamu harus ber prestasi," ucap Dyah menepuk-nepuk pundak adiknya.

Ayu hanya diam termenung. Sebenarnya Ayu nggak faham dengan nasehat Mbak Yu nya itu. Tapi dia merasa jika diam adalah pilihan yang bijak. Agar ceramah Mbak Yu nya cepat kelar.

Pada saat yang sama terdengar langkah kaki mendekat dari teras depan. Seorang perempuan tua dengan daster berwarna pink mengkilap nampak berjalan melenggak lenggok. Di setiap langkahnya terdengar suara gemerincing. Gelang dan kalung emas yang terlihat berlebihan terpasang di leher dan lengan.

"Duh Budhe Tinah datang," bisik Ayu.

Budhe Tinah adalah kakak tertua dari Bu Ngaimah, bundanya Dyah. Budhe Tinah tinggal tak jauh dari rumah Dyah. Perempuan tua itu adalah tipe cctv tetangga yang sangat aktif. Segala macam info ter update soal masalah setiap keluarga dalam satu lingkungan Budhe Tinah tahu. Dia dijuluki sebagai admin Lambe Bubrah.

"Eh Budhe," sapa Dyah basa basi. Ayu sudah berlari masuk ke dalam kamar.

"Nggak kerja?" tanya Budhe Tinah.

"Nanti siang Budhe," jawab Dyah singkat. Dia enggan memulai percakapan.

"Bunda mu kemana? Masak?" tanya Budhe Tinah. Dyah mengangguk cepat.

Sayangnya rencana Dyah untuk tidak memulai percakapan, nyatanya sia-sia. Budhe Tinah malah mengambil duduk di sebelah Dyah.

"Nduk, kamu tahu anaknya Pak Lasimin? Dia kan seangkatanmu pas SMP dulu. Hari ini dia dilamar orang. Calonnya itu seorang pegawai dinas. Datang bawa mobil gedhe. Padahal cantikan kamu lhoh," ucap Budhe Tinah menggebu-gebu. Dyah mulai terpancing emosi.

"Terus kenapa Budhee?"

"Kok kenapa? Ya kamu itu lho jangan mau kalah. Kamu itu paling cantik lho disini. Budhe yakin banyak pemuda mapan dan kaya, mau sama kamu Nduk. Kamu harus nyari pasangan yang mapan lho ya. Jangan mau kalau sama laki-laki yang hanya modal dengkul. Jangan percaya soal cinta. Orang hidup itu makannya nasi, daging, bukan cinta," jelas Budhe Tinah dengan mulutnya yang terlihat lancip dan judes.

"Kamu harus segera menebar jaring Nduk. Di usia mu sekarang, kamu itu ibarat bunga sedang mekar-mekarnya. Jangan sampai keburu layu, kumbangnya malah belum ketemu," lanjut Budhe Tinah. Dyah menghela nafas panjang kemudian berusaha menyunggingkan sebuah senyuman.

"Baik Budhe, aku ngerti," jawab Dyah kalem. Hatinya kesal, namun Dyah mencoba mengatur amarahnya.

Setiap orang memiliki target sendiri untuk hidupnya. Namun seringkali orang lain ikut campur dan memberi target sesuai kehendaknya yang dianggap paling benar. Tapi Dyah meyakini bahwa hidup terlalu singkat untuk meladeni keinginan orang lain.

Bersambung___

Sorry gaes, update nya tersendat. authornya lagi diserang lembur kerja. dunia ohh dunia. senyumin saja ya. yok semangatt

1
kurnia widiastuti
Toooooppp... keren. lucu, haru, bikin baper.
MR mae
hmmmm/Shy/
Rika Iftakul
kapan lanjut lagi
Silma Fitria
kata kata Bapak/Sob/
Andriani
yg ini lanjut gak yaa
Rommy Wasini Khumaidi
ceritanya bagus
Rommy Wasini Khumaidi
aku kalau baca novelnya bung Engkus mesti gk mau direm,sayang banyak novel yang gk tamat...padahal novelnya bagus semua dari yang horor maupun yang romantis
Rommy Wasini Khumaidi: gk tamat,masih bersambung tp gk ada kelanjutane
total 3 replies
Na'imah, SKM
mantappp ihh author nya /Grin/
gasss.. utk semua novelnya /Good/
𝕸𝖆𝖘𝖎𝖙𝖆𝖍 𝕬𝖟𝖟𝖆𝖍𝖗𝖆
Dan kabarnya sampai sekarang mas Ta dan mbak Dyah masih belum beranjak dari tempat yang dipakai untuk akad nikah tersebut 😅😅😅
Andriani
bung mana lanjutan mas Ta nya... tolong ya up lagiii
Andriani: di NT juga kan?? semoga rilis ya thoor
total 2 replies
Andriani
bung... mana upnya nih...
Andriani
loh gak dilanjut lagi??? ini udah 2024,maret bung.... ayok di lanjut
Andriani
semua cerita udah di baca... buat cerita baru lagi ya thoor...
Andriani
🤣🤣🤣🤣🤣, begitu kalo penakut ya.... sama deh....
Netty Herawaty
kpn update ny nih thor???
Covana_Nana
pertama baca karya Bang Kus " Narsih "..jadi ketagihan sampai di karya yang ini.

karya sangat bagus
Siti Dede: jadi ini nggak akan dilanjut?
total 2 replies
Covana_Nana
Luar biasa
Wahyu Puji
keren bgt 😍
Rose_Ni
woah Amel, parah parah
Rose_Ni
The Great Of CCTV Kampung
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!