NovelToon NovelToon
Menjemput Masa Lalu

Menjemput Masa Lalu

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Misteri / Tamat
Popularitas:884.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: catatan kecil di sudut buku

Mila yang terpaksa menikah dengan Arya karena permintaan kakeknya terjebak di persimpangan jalan, Perasaan Cinta pada Arnes sangatlah besar, namun disisi lain ia juga takut kehilangan Suaminya setelah tahu suaminya adalah pangeran masa kecilnha yang telah lama menghilang.

Hingga pada akhirnya, karena keadaan yang tidak pernah ia sangka sebelumnya, ia harus memilih salah satu dari mereka.

Cerita mengisahkan kehidupan berat yang harus dijalani seorang laki-laki yang bernama Arya, ia yang terjebak pada keadaan tak menentu dimana nyawanya menjadi ancaman, ia ingin melepas istrinya yang ternyata mencintai orang lain, namun istrinya itu malah mengetahui rahasia terbesar yang mengancam nyawanya.

Melepas Mila istrinya seperti menggenggam sebuah pisau, bila dipegang erat akan melukai dirinya karena istrinya itu mencintai orang lain, jika dilepas, maka pisau itu akan jatuh kepada musuhnya yang siap untuk membunuhnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon catatan kecil di sudut buku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Rindu

Ari baru saja keluar dari mobilnya di pintu masuk bandara, saat ia melangkah masuk ke dalam bandara, seorang laki bertubuh tegap segera menghampirinya.

“maaf bos, apa anda yakin untuk berangkat kesana?” tanya laki-laki itu yang mengikuti langkah kaki Ari yang berjalan cepat.

“Apa kamu tidak yakin dengan hasil pencarianmu?” tanya Ari dengan dingin.

“Saya yakin bos, semua catatan penumpang penerbangan yang saya cari sejak tuan Arya menghilang, hanya catatan penumpang penerbangan ke Makassar itu yang catatannya sesuai dengan semua data tuan Arya, saya juga sudah cek kepergian penumpang di stasiun dan juga di terminal bis, tidak ada yang cocok dengan tuan Arya” jelas laki-laki itu pada Ari.

“Berarti Arya memang ke Makassar pagi itu, seharusnya malam itu aku mengikutinya, aku tidak mengira ia akan bergerak secepat itu” ujar Ari yang terus melangkah cepat.

“tapi bos, kami belum menemukan posisi tuan Arya disana, saya sudah cek data penerbangan disana tidak ada data tuan Arya meninggalkan Makassar, saya juga sudah cek terminal bis, juga tidak ada, saya cek semua hotel di provinsi itu, juga tidak ada data tuan Arya, kemungkinan tuan Arya menggunakan transportasi lain yang sulit saya temukan datanya, dan mungkin juga tuan Arya tidak tidur di hotel, jadi posisinya memang sangat sulit di deteksi oleh anggota saya disana, sekarang anggota saya disana masih mencari tuan Arya” lanjut laki-laki itu menjelaskan, ia tidak ingin membuat Ari kecewa jika berangkat kesana namun tidak menemukan Arya.

“tidak masalah, kerjamu sudah cukup bagus, aku kenal betul dengan Arya, ia tidak akan pernah menginap di hotel, jika tidak ada tempat tidur, ia bisa membuat tenda atau tidur di masjid, dia kesana bukan seperti pelancong, dia pasti tinggal di rumah masyarakat, itu sudah biasa kami lakukan sejak kuliah dulu, dan dalam posisi seperti ini, kami biasa menggunakan transportasi yang tidak akan mencatat nama kami sebagai penumpang, kamu tahu posisi Arya di Makassar saja, itu sudah cukup bagus” ucap Ari yang memuji kerja orang suruhannya itu.

“sebenarnya beberapa anggota saya ada menemukan jejak tuan Arya disana bos, dia sepertinya berpindah-pindah tempat selama hampir 3 minggu ini disana, tapi jejak itu terlalu buram untuk di yakini kepastian infonya, oleh karena itu saya tidak menyampaikan infonya kepada anda sebelum ini” kali ini laki-laki itu berbicara dengan nada lemahnya, ia takut Ari akan marah padanya.

Ari sejenak menghentikan langkahnya, ia menghirup nafas panjang dan melepaskannya, Ari sadar, bukanlah hal mudah mencari seseorang yang sedang berpetualang sebagai backpacker yang dilakukan Arya sekarang, dan jejak-jejak yang ditemukan orang suruhannya bisa jadi bukan jejak Arya, ditambah lagi orang suruhannya yang bekerja juga sedikit.

“berapa orang anggotamu disana?” tanya Ari lagi, Ari kemudian melanjutkan langkahnya.

“3 orang bos, mereka sudah berpencar ke beberapa kabupaten di sekitar Makassar untuk mencari tuan Arya” jelas orang itu lagi,

“Apa tidak bisa ditambah lagi?” tanya Ari lagi.

“hanya itu yang tersisa sekarang bos, selebihnya sedang mengawasi semua projek kita di beberapa daerah, 1 orang sedang di London mengawasi sayembara Bian corp, 2 orang mengawasi nona Mila, dan 1 orang mengawasi dokter Karina, jika anda mau, saya bisa menarik semua anggota saya yang melindungi nona Mila dan dokter Karina untuk ikut mencari tuan Arya kesana” jawab laki-laki itu dengan rinci pada Ari.

“Mila tetap harus di jaga, apa lagi laki-laki ******** itu sekarang membayar bodyguard untuk menjaganya, selagi statusnya masih istri Arya, aku harus menjaganya, aku tidak ingin siapa pun menganggu istri sahabatku, dan untuk Karina, jika tidak ada yang hal-hal yang mencurigakan darinya, kamu bisa tarik anggotamu itu untuk tugas lain”

“baik bos”

“apa dokter Karina tidak ada hubungan dengan laki-laki lain sejauh ini?” tanya Ari lagi.

“tidak bos, laporan anggota saya sejauh ini dokter Karina tidak ada yang aneh-aneh”

Ari sebenarnya telah merasakan bahwa dokter Karina tidak sungguh-sungguh mencintainya, ia meminta orang suruhannya itu mengawasi dokter Karina untuk memastikan bahwa dokter Karina tidak bermain di belakangnya dengan laki-laki lain.

‘aku mencintaimu Karina, tapi kenapa aku merasa kamu tak benar-benar mencintaiku’ batinnya.

Sementara itu Arbi sedang duduk di ruang tamu rumahnya, ia baru saja pulang dari kantor dan hendak melepas lelah, namun laporan dari sekretarisnya yang mengatakan Ari sedang dalam perjalanan ke Makassar langsung membuatnya gerah, ‘disaat perusahaan lagi kayak gini, Ari malah pergi ke Makassar, apa sih yang dipikirkan anak itu?’ kesalnya,

Arbi kemudian melirik foto kedua orang tuanya yang saat ini tepat berada di depannya, Ayah dan ibunya adalah pengacara ternama di negeri ini, ia hidup mewah dari kecil, namun ada sesuatu dihatinya yang membuatnya selalu berambisi meraih kekayaan, ‘ayah aku sudah berhasil mendirikan perusahaan sebesar ini, tapi tetap saja kau tidak mengakui diriku, aku harus meraih apa lagi agar kau mengakui kemampuanku, dan tidak menganggapku seperti anak kecil lagi’ batinnya menahan sesak,

Sebuah notifikasi masuk ke dalam ponselnya, ia segera melihatnya dan akhirnya ia bertambah kesal lagi,

‘sayang, malam ini dinner yuk’ Rika

Ari melempar ponselnya ke sofa di sebelahnya, ‘perempuan ini lagi, kalau bukan sebagai senjata simpananku untuk menjatuhkan Cipta rakarsa, sudah ku buang dia seperti sampah, apa dia pikir aku mau dengan perempuan murahan seperti dia’ kesalnya.

*

Siang itu cuaca panas menerpa ibu kota, namun Mila masih bisa merasakan kesejukan di dalam pakaiannya yang serba tertutup, ia saat ini tengah melangkah menuju ruangan Tomy bersama Vanessa, ketika ia sudah sampai di ruangan itu ia kemudian melihat Tomy dari balik jendela pintu, walaupun jendela itu tertutup gorden, namun Mila tetap berusaha mengintip ke dalam, tingkahnya itu membuat Vanessa heran kepadanya,

“kenapa nggak masuk aja sih Mil,? kok ngintip-ngintip kayak gitu”

“aku kemarin sudah kesini kak, Abel dan temannya Arya melarangku untuk menemui Tomy” jelas Mila yang kemudian melepas nafas kasar mengingat kejadian kemarin.

“kalau kamu melihat Tomy, emang apa salahnya?, dia kan iparmu”

“udah lah kak, aku nggak mau mendengar kata-kata kotor lagi mereka kepadaku" ucap Mila lagi, ia kemudian kembali mengintip ke dalam kamar Tomy, dan kemudian melepas nafas kasar ketika ia selesai,

“kenapa?” tanya Vanessa melihat tingkah Mila.

“kayaknya Tomy belum sadar kak, Arya juga tidak ada” jawabnya dengan lemas. “apa kamu kesini ingin mencari Arya?” tanya Vanessa penasaran, ia sebenarnya juga kaget saat Mila tiba-tiba mengajaknya untuk menjenguk Tomy ketika menjemputnya di sekolah tadi.

“Jika Arya tidak mau pulang ke rumah, mungkin aku tidak bisa bertemu dengannya, jadi aku kesini, dia pasti akan merawat Tomy yang sedang sakitkan” jawab Mila.

Vanessa menatap prihatin pada Mila, “ya udah, sekarang kita ke tempat kakek, sudah lama juga kita tidak melihat kakek” ajak Vanessa pada Mila, mungkin dengan bertemu kakeknya, Mila dapat sedikit merasa lebih tenang pikir Vanessa.

“kak, aku rindu pada Arya, aku rindu pada saat dia membangunkanku untuk tahajud, aku rindu nasi goreng bikinannya, aku rindu pada matanya yang selalu menatapku dengan lembut” ucap Mila, ‘dan aku rindu pada pangeranku kak’ lanjutnya di dalam hati.

Vanessa hanya terdiam menatap sendu mendengar ucapan adik iparnya itu, ia kemudian memeluk Mila dan mengusap lembut punggung gadis itu.

1
Rizqi_Achmad
bagus alurnya
Alfin Alfiari
Mila... Mila ...manusia egois dn tk pya pendirian...
Tiwi Ramadhani
semangat thor aku balik lagi
salung dukung yuk kunjungi novel ku Izora
terimakasi
Suherni 123
😂 ngakak aku sama arbi
Suherni 123
la.. apartemen nya ga ada kamera buat liat siapa yang datang
Suherni 123
lah... kenapa chat nya di apus itu bisa buat bukti loh hadeeeh 🤦
Suherni 123
Mila masih aja ketus ama suami dan juga kenapa ga mo cerita kalo arnes mulai mengganggu
Suherni 123
mila selalu ngebantah omongan suaminya
Suherni 123
kalo terus menyakiti kenapa ga di pisahkan aja sih
Suherni 123
Arya terlalu baik buat Mila yang egois,,ngaku ngaku pangeranku tapi hati buat orang lain dan memaksa Arya buat bertahan
Siti Yatimatin
haaaaddduh thoooor penasaran nudulnya badai 🤣🤣🤣
Rini Haryati
keren
sukses
semngat
Mamat Ismail
diakhiri dgn kata kata yg cantik.
Nurisn Marasabessy
jodoh
Nurisn Marasabessy
assalamualaikum 🙏
Nurisn Marasabessy
haloo
Nurisn Marasabessy
hai
Mutiara Barat
lanjutin gak part 3 nya, kalau tidak, saya nyebur kolam ini...
Seno Wicaksono
lelam
Seno Wicaksono
lnjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!