NovelToon NovelToon
The Hunter Bloods

The Hunter Bloods

Status: tamat
Genre:Vampir / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:31.5k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Caitlin Magnolia, seorang gadis cantik yang jatuh cinta pada Aaron Smith, vampire cerdas dan tampan pemilik perusahaan mebel tempat Caitlin bekerja. Aaron berusaha menyembunyikan jati dirinya sebagai seorang vampire, namun seiring berjalannya waktu akhirnya Caitlin mengetahui bahwa Aaron merupakan sesosok vampire.

Perbedaan ras tak menyurutkan cinta di antara mereka, bahkan Aaron memberanikan diri untuk memperkenalkan Caitlin ke keluarga vampir-nya. Hal ini tentu saja menimbulkan goncangan pada hubungan mereka.

Keluarga besar vampir dari orangtua Aaron, dengan keras menentang hubungan mereka, bahkan Frank Smith, paman dari Aaron mengancam nyawa Caitlin jika Aaron tak memutuskan hubungan kisah asmaranya.
Lantas bagaimana mereka menyelesaikan masalah ini?
Kelanjutan kisahnya dapat kalian baca di novel The Hunter Bloods.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER - 13

Caitlin mencoba menafikan pikiran mengenai lenggenda makhluk berdarah dingin itu agar dirinya bisa berkonsentrasi menyelesaikan tumpukan pekerjaan yang telah menantinya. 'Come on Caitlin itu hanya legenda zaman dahulu, dan tidak akan pernah ada di zaman semodern ini.' batinnya, ia mulai menaruh jari jemari lentinya di atas keyboard komputer dan mulai bekerja.

Hari itu Caitlin bekerja dengan sangat keras, hingga ia hampir tak sadar jam sudah menunjukan pukul 17.00 sore, saatnya ia harus pulang. "Caitlin, aku duluan ya," ucap salah seoraang temannya, yang terlebih dahulu meninggalkan ruangan.

"Oke," sahut Caitlin, sembari mengemasi barang-barangnya dan mematikan komputer. Setelah semuanya rapih Caitlin pun turun ke lantai dasar kantor, saat melewati ruang resepsionis, seperti biasanya Caitlin menyapa Helen. "Hai Helen, aku duluan ya," sapanya.

"Tunggu dulu, Caitlin!" cegahnya, ia meraih tasnya kemudian berlari menghampiri Caitlin yang menoleh ke arahnya. "Ada apa, Helen?"

"Kau di undang ulang tahun Jesse kan? Ayo kita cari gaun pesta, gaun pestaku sudah pernah aku pakai semua," ia menarik Caitlin keluar kantor. Meski tak berniat datang ke pesta, ia merasa tak berkeberatan untuk menemani Helen berbelanja, lagi pula hari ini neneknya sedang ada urusan sehingga pulang terlambat.

"Pakai mobilku saja ya," ucap Helen sembari memencet tombol buka pada kunci mobinya.

"Tapi Helen, bagaimana dengan mobilku?"

"Parkir saja di sini, aman kok" Helen membuka pintu mobilnya dan meminta Caitlin masuk. "Nanti aku mengantarmu pulang, aku juga akan menjemputmu nanti pagi. Bagaimana?"

Caitlin mengangguk setuju, ia pun masuk ke mobil Helen dan duduk di sebelahnya. "Aku butuh teman ngobrol, jadi rasanya tidak enak jika kita pakai mobil masing-masing."

Sepanjang perjalanan Caitlin dan Helen banyak bercerita kehidupan masing-masing, Caitlin tak menyangka jika wanita cantik yang berada di sebelahnya adalah seorang single mother yang harus mencari nafkah untuk sang buah hati tercintanya, lantaran suaminya meninggal dunia akibat kecelakaan satu tahun yang lalu.

"Aku bersyukur bekerja di tempat ini, pak Aaron dan pak Sean sangat pengertian, mereka berdua tidak pernah memarahi ataupun memberiku surat peringatan jika aku izin lebih dari semunggu ketika anakku sakit, mereka justru menengok kami."

"Ya, kita memang memiliki atasan yang sangat baik dan humble," ucap Caitlin. Namun sangat misterius. Caitlin tak mengerti apakah hanya dirinya saja yang merasa bahwa Aaron dan Sean sangat misterius.

"Maaf, apa kau akan menikah lagi nantinya?" tanya Caitlin hati-hati, ia tak ingin menyinggung perasaan Helen.

Helen mengakat bahunya. "Entahlah, aku belum berpikir sejuh itu," jawabnya. "Tapi yang jelas, aku harus menanyakan pendapat anakku, karena aku tidak mau nantinya dia merasa tidak nyaman dengan ayah sambungnya."

Seketika Caitlin teringat akan ayahnya, yang menikah tanpa meminta persetujuan darinya. 'Ya, dia menikah hanya untuk dirinya sendiri,' gumam Caitlin.

Tiga puluh menit berkendara, akhirnya mereka tiba di sebuah butik milik desainer ternamaan ibu kota, namun ia memiliki cabang di kota Solo. Pilihan pakaian dalam butik tersebut tidak terlalu banyak, tapi Helen menemukan beberapa yang pas untuk dicoba. Caitlin duduk di kursi pendek di kamar pas, di depan cermin tiga arah, ia berusaha mengendalikan rasa bosannya melihat Helen bimbang diantara dua pilihan, antara gaun panjang hitam tanpa lengan, atau gaun warna putih

Namun beberapa saat kemudian Helen memilih gaun pink pucat yang membalut tubuh jangkungnya dengan indah. "Itu cocok sekali denganmu, Helen." Caitlin memuji dengan tulus dan ia membantu mengembalikan pakaian yang tak jadi dipilih ke rak.

"Kau tak membeli gaun untuk acara Jesse?" tanya Helen sembari beralih ke bagian sepatu, karena ternyata di dalam butik tersebut ternyata menyediakan sepatu dan juga aksesoris.

"Aku masih belum yakin akan datang ke acara Jesse," jawabnya Caitlin terus membuntuti Helen mencoba berbagai sepatu.

"Loh memangnya kenapa? Bukankah kau dan Jesse sangat akrab?" Helen menjulurkan kaki, menggerakkan pergelangan kakinya supaya bisa mengamati sepatunya dari sudut pandang berbeda.

"Aku sedang banyak tugas kuliah," jawabnya jujur, meski bukan itu jawabannya utamnya.

"Sayang sekali, aku pikir kau akan ikut," ujar Helen ia mencopot kembali sepatu yang telah ia coba “Kurasa aku akan membeli sepatu ini meskipun hanya cocok dengan gaun yang tadi,” ia melamun.

“Beli saja mumpung sedang diskon,” dukung Caitlin.

Helen tersenyum, kemudian ia menyerahkan sepatu tadi kepada pegawai toko untuk mencarikannya ukuran kakinya. Setelah mendapatkan apa yang di carinya, Helen pun membayar semua barang belanjaannya, namun ketika mereka hendak pulang tiba-tiba saja putra semata wayang Helen menghubunginya.

Garry meminta ibunya untuk segera pulang sebab dirinya baru saja terjatuh dari sepeda, bocah berusia 8 tahun itu menangis sejadi-jadinya lewat sambungan telepon.

"Pulanglah putramu menunggumu," ujar Caitlin. "Aku bisa naik taxi."

Raut wajah Helen berubah, ia tak enak hati karena saat berangkat tadi ia meminta Caitlin satu mobil dengannya namun ia tak bisa mengantarnya sampai pulang. "Jangan merasa tidak enak, aku sama sekali tidak keberatan jika kau pulang duluan." Caitlin mengelus bahu Helen dengan lembut, sungguh ia tak tega jika Garry harus menunggu Helen lebih lama jika harus mengantarnya pulang, sebab rute kediaman dirinya dan Helen berlawanan arah.

"Baiklah kalau begitu, sekali lagi aku minta maaf," ucapnya dengan penuh penyesalan.

"It's okay tidak perlu kau pikirkan," ucap Caitlin. Ia melambaikan tangannya ke arah mobil Helen yang perlahan menjauh darinya.

Seingatnya di ujung jalan tadi ia melihat pangkalan supir taxi, Caitlin berjalan menelusuri jalan demi jalan yang padat oleh orang-orang pulang kerja, ia bertemu dengan taxi yang lewat tanpa harus berjalan hingga ujung jalan.

Sayangnya tak ada satu pun taxi yang lewat, sehingga mau tak mau Caitlin terus berjalan melewati beberapa toko berjendela kaca yang sepertinya cukup mewah. Ketika Caitlin menyeberang, ia tersadar jika dirinya telah menuju ke arah yang salah.

Caitlin pun bergegas berbelok, tiba-tiba saja ada empat pria muncul dari pojokan jalan yang Caitlin tuju, mereka berpakaian santai dan tampak seperti turis mancanegara yang tengah berlibur.

Mereka bercanda sambil berteriak-teriak, tertawa liar dan saling menonjok lengan. Caitlin bergegas menyingkir sejauh mungkin, memberi jarak pada mereka, berjalan cepat, sambil menoleh ke arah mereka.

“Hei, girl!” panggil salah satu dari mereka saat mereka berpapasan.

Caitlin mencoba tak memperdulikan mereka, ia mengalihkan pandangan dan berjalan lebih cepat.

“Hei, tunggu!” salah satu memanggil lagi, tapi Caitlin terus menunduk dan berjalan lebih cepat lagi. Usaha Caitlin ternyata sia-sia sebab langkah mereka jauh lebih panjang. "Tunggu baby," salah satu dari mereka berhasil menyalip ke depan Caitlin.

Caitlin menghirup napas dalam-dalam, bersiap-siap berteriak. Tapi tenggorokannya begitu kering sehingga ia tak yakin seberapa keras dirinya bisa berteriak. Dengan cepat Caitlin meloloskan tasnya dari kepala, ia menggenggamnya, siap menggunakannya sebagai senjata bila perlu.

“Jangan dekati aku,” Caitlin mengingatkan dengan suara yang seharusnya lantang dan berani. Tapi Caitlin benar tentang tenggorokanyang kering tak ada suara yang keluar dari mulutnya.

“Jangan begitu, Manis,” seru cowok itu, terdengar sangat liar.

Caitlin memasang kuda-kuda, kaki terbuka, dengan panik ia mengingat-ingat jurus bela diri yang pernah ia pelajari.

1
¢ᖱ'D⃤ ̐𝙽❗𝙽 𝙶 ᴸᵁᴾᴵ
ilove you to Aaron eh udah tamat aja kak nggak ada spesial nya belah durennya Aaron ma Catlin nih siapa tahu caranya beda kan mereka beda bangsa eh beda jenis😄😄😄
¢ᖱ'D⃤ ̐𝙽❗𝙽 𝙶 ᴸᵁᴾᴵ
Will you marry me 💏
YESS i Will😄😄😄
Catlin maksudnya 😄😄😄
akhirnya kebahagiaan itu menyertaimu cat pikir keri yak gimana nanti akhirnya pokoknya kawin dulu eh nikah🏃🏃🏃
¢ᖱ'D⃤ ̐𝙽❗𝙽 𝙶 ᴸᵁᴾᴵ
eh kok Frank gadungan????hmmmm
¢ᖱ'D⃤ ̐𝙽❗𝙽 𝙶 ᴸᵁᴾᴵ
astaga aku galfok sama uang di kaus kaki😂😂😂dipikir lebih malah kurang maafkan cat pak dia lagi ketakutan jadi oleng😁
hmmmm masuk perangkap Frank kan go Aaron selamatkan Catlin
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
happy ending ya........selamat ya buat Aaron dan Caitlin ahkir nya menikah juga
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
ya lebih baik menikah supaya Caitlin bisa di jaga Aaron selalu
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
semoga Caitlin selamat ya
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
cuma jebakan ternyata ya dari frank nya
ㅤㅤʳᵛ✦
Pastinya, rasa khawatir, rindu dan lain² akan hilang seketika berganti nyaman dan lega, pas mendengar suaranya itulah Cinta
ㅤㅤʳᵛ✦
Wow satu abad menjomblo, padahal memiliki segalanya....
harta, tahta dan rupa
ㅤㅤʳᵛ✦
Ah jadi ngeri sendiri ngebayangin jadi Caitlin, harus mencintai laki² yang berasal dr keluarga Vampire yang notabene penyuka darah manusia, otomatis Caitlin jd mangsa 🙈🙈🙈
🌟𝙈𝙗 𝙔𝙪𝙡²🇵🇸
yuhuuu akhirnya aaron punya pasangan setelah berabad-abad jumblu... happy wedding aaron caitlin 💑💑💑
Asti •§͜¢•🦢🍒
Hwd Caitlin Aaron💒
Asti •§͜¢•🦢🍒
Jack yang menyerupai paman Frank
Asti •§͜¢•🦢🍒
Frank palsu 🤔
Asti •§͜¢•🦢🍒
Frank njebak Caitlin
Asti •§͜¢•🦢🍒
Caitlin dijebak 🤔
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
berhati-hati lah Caitlin pasti kamu bisa ngadapin Frank nya Aaron dan keluarga nya ngak akan tinggal diam mereka pasti akan nyelamatin kamu Caitlin
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
mungkin itu cuma jebakan Caitlin supaya kamu keluar dari tempat persembunyian mu dan Frank menangkap mu
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
Sean kamu harus segera sembunyiin Caitlin nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!